Puskesmas Sungai Salak Berikan Pelatihan Bagi Kader Poyandu

IMG_20151031_213816Tembilahan. (detikriau.org) – Puskesmas Kecamatan Tempuling memberikan pelatihan bagi kader posyandu. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi kader dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, sabtu (31/10) kemaren.

Kasubag TU Puskesmas Sungai Salak Kecamatan Tempuling “Azmir, SKM” menyebutkan, pelaksanaan kegiatan di Posyandu dengan nama “sistem 5 meja” adalah, dimana kegiatan di masing-masing meja mempunyai kekhususan sendiri-sendiri. Sistem 5 meja tersebut tidak berarti bahwa Posyandu harus memiliki 5 buah meja untuk pelaksanaanya, tetapi kegiatan Posyandu harus mencakup 5 pokok kegiatan:

Meja 1 Pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui, Meja 2 Penimbangan balita, Meja 3 Pencatatan hasil penimbangan, Meja 4 Penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui dan Meja 5 Pelayanan kesehatan, KB, imunisasi dan pojok oralit.

Azmir berharap kepada semua peserta pelatihan agar dapat memahami materi yang disampaikan, agar semua kader dapat mempraktekkan di posyandu mereka masing-masing imbuhnya.(Fa)




Udah Maju, Jangan Mundur Loh. Ancaman Denda Rp 50 Juta

“Pemilihan Kepala Desa Serentak”

PilkadesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh bakal calon (balon) kepala desa (kades) yang telah ditetapkan menjadi calon pada Pilkades serentak mendatang dan mengundurkan diri, akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp 50 juta.

“Jadi, kita ingatkan kepada balon kades agar tidak mengundurkan diri setelah resmi ditetapkan sebagai calon,” tutur Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said usai menerima kunjungan kerja Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan Yusuf, jika memang ada balon kades yang ingin mengundurkan diri, sebaiknya dilakukan pada masa tenggang.

apple-catalog-D1-450x590px“Ini sesuai dengan isi dari Peraturan Daerah (Perda) yang telah ditetapkan sebelumnya, yang menyatakan bahwa calon kades yang mengundurkan diri akan dikenakan sanksi dengan membayar denda sebesar Rp 50 juta,” kata Yusuf.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, jika ada balon kades yang merasa tidak sanggup, silakan mengundurkan diri dari sekarang.

“Kalau sudah ditetapkan sebagai calon pada 2 November nanti baru mengundurkan diri, maka akan didenda sesuai dengan Perda,” tambahnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menggungat balon Kades, kata Yusuf lagi, harus dilakukan dari sekarang. Karena jika sudah lewat masa tenggang, harus melalui pihak Kepolisian hingga ke Pengadilan.

“Jika ada yang tidak benar, laporkan dari sekarang. Kalah sudah lewat masa tenggang, sudah tidak bisa lagi. Karena kita tidak bisa menggugurkan calon Kades kecuali oleh Pengadilan,” imbuhnya. (adi)




Bupati Himbau Seluruh Sekolah Wujudakn Sekolah Adiwiyata

Bagansiapi-api, detikriau.org – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno menghimbau kepada seluruh sekolah yang ada diwilayah Rohil untuk ikut berperan menerapkan program Adiwiyata dilingkungan sekolahnya.

“Sekolah Adiwiyata ini memiliki banyak manfaat baik terhadap lingkungan maupun kepada peserta didik,” kata Bupati dalam sebuah kesempatan di bagansiapi-api

Pemkab Rohil, lanjut Suyatno, sangat mendukung dan memberikan apresiasi dengan keberadaan sekolah Adiwiyata tersebut.

“Untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata harus didukung oleh semua pihak,” kata Suyatno.

Disamping itu, orang nonor satu di Kabupaten Rohil ini tidak menafikan masih terbatasnya sarana dan prasarana di sekolah. Keterbatasan ini akan dapat menghambat kegiatan belajar dan mengajar.

Untuk itu, lanjut Suyatno, Pemkab melalui Dinas Pendidikan setiap tahunnya terus berupaya melengkapi kekurangan ini secara bertahap.

Untuk sekedar pengetahuan, Program Adiwiyata adalah salah satu program dari Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapakan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Tujuan Program Adiwiyata untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Program Adiwiyata harus berdasarkan norma-norma Kebersamaan, Keterbukaan, Kejujuran, Keadilan, dan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam. (humas/dro/adv)




Bupati Minta Pihak Provinsi Segerakan Bangun Jembatan di Kota Baru

1(1)_800_554TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meminta kepada pihak Provinsi untuk menyegerakan kucurkan anggaran pembangunan jembatan yang ambruk di kota Baru Kecamatan Keritang.

“Ini sangat darurat karena satu-satunya akses transportasi darat. Pembangunan kembali jembatan ini adalah kewenangan Pemprov Riau maka saya memohonkan untuk segera dialokasikan anggarannya,” kata Wardan saat meninjau langsung ke TKP, Jum’at (30/10/2015) kemarin.

Dari tinjauannya, ia menilai perbaikan sangat mendesak karena akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. jembatan yang ambruk ini merupakan satu-satunya akses penyebrangan sungai tersebut.

8Ia mengaku telah membicarakan hal ini kepada Dinas Bina Marga dan meminta support dari DPRD Provinsi Riau. Secepatnya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini membuat laporan yang akan ditujukan kepada Plt Gubernur Riau.

“Saya akan melaporkan secara langsung kepada Plt Gubernur Riau dengan membawa dokumen-dokumen, gambar-gambar, kemudian data-data yang sudah valid. Makanya kita mengharapkan kepada pak Gubernur mudah-mudahan pembangunan jembatan ini bisa selesai untuk 1 satu tahun anggaran,” tandasnya.

Disamping itu, Bupati juga mengharapkan kepada masyarakat untuk sabar terlebih dahulu dan diminta pengertiannya. Yang jelas katanya, pihak pemerintah pasti tanggap dan respon terkait persoalan itu.

“Mudah-mudahan satu atau dua hari kita sudah mulai pengerjaanya,kemudian semaksimal mungkin dalam  perhitungan 2 bulan ini pengerjaanya sudah selesai dan bisa berfungsi kembali,” imbuhnya. (mirwan/adv)




Hujan dan ANgin Kencang Tumbangkan Pohon di Jalan Akasia

Tembilahan. (detikriau.org) – Dihantam Hujan Lebat disertai Angin kencang Pohon yang ada di Taman Jalan akasia depan kantor bupati Inhil tumbang ke badan jalan (30/10/2015) kemaren.

Tumbang nya pohon tersebut juga di karena kan kondisi pohon yang rapuh dan tua.

Dengan kejadian tersebut, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Inhil, turun langsung ke lokasi guna membersihkan batang dan ranting pohon yang menimpa ke badan jalan.

Kabid Pertamanan DKPP Inhil Azwir Saat di wawancara detakriau.org mengatakan, langsung menurunkan anggota kebersihan untuk membersihkan batang pohon dan ranting yang menutupi badan jalan yang mengganggu lalulintas di jalan Akasia depan kantor bupati inhil tersebut.

Akibat tumbang nya pohon tersebut, membuat aktifitas lalulintas terganggu untuk sementara waktu.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tumbangnya pohon yang ada di Taman Kota di depan kantor bupati inhil tersebut.(Fa)




ODHA Bisa Hidup Sehat Dengan Perawatan ARV Sepanjang Hidupnya

stop-hiv-aidsTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seperti kebanyakan virus, tidak ada obat yang benar-benar bisa menghilangkan virus dalam tubuh, termasuk Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Dikatakan, Antiretroviral (ARV) merupakan obat yang digunakan dalam perawatan dan pencegahan infeksi HIV.

“Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau memperlambat reproduksi virus dalam tubuh,” tutur Fitri.

Dijelaskan, ARV tidak dapat menghilangkan 100 persen virus dari dalam tubuh.

“Namun, Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) bisa hidup sehat seperti orang yang tidak terinfeksi, yakni dengan melakukan perawatan ARV sepanjang hidupnya,” imbuhnya. (adi/adv)