Alamak Jank, Penyemir Sepatu Ini Ngaku Cari Uang Untuk Ngelem

foto1110TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah pekerja penyemir sepatu dibawah umur di kota Tembilahan ternyata mengais rezky hanya mencari untuk modal mengisap lem kambing.

Hal tersebut terungkap ketika 4 anak-anak sempat dimintai keterangan oleh detikriau.org saat kedapatan sedang asyik menghisap lem kambing di teras salah satu toko kota Tembilahan, Jum’at (6/11/2015) malam.

Up (14) salah seorang anak yang mengaku warga parit 8 Tembilahan Hulu ini mnegakui aktifitasnya menghisap lem itu sudah menjadi kebiasaan. Dalam satu minggu minimal bersama kawan-kawan ia menghisap lem satu kali.

“Ginilah kami ini bang, enak rasanya. Cobalah hisap,” katanya sembari menawarkan kepada detikriau.org.

“Dalam satu hari kami dapat uang hasil menyemir bisa sampai Rp 30 ribu. Harga lem ini satu kotak ada yang Rp 6 ribu dan ada juga yang Rp 7 ribu,” tambahnya.

homecarousel-mitotablet-t35Bahkan temannya, Dy, mengaku akan gelisah jika dalam beberapa hari tidak menghisap lem kambing tersebut. Tak hanya mereka berempat, ia mengaku masih ada teman-teman lainnya yang biasa melakukan hal buruk tersebut.

Berdasarkan penjelasannya lagi, mayoritas dari mereka itu adalah anak-anak yang putus sekolah karena tidak cukup biaya dari orang tua.

“Ada yang tidak ada ayah dan ada juga kawan kami yang sudah tak punya mamak,” ucapnya. (mirwan)




Pedagang Warung Kopi Stadion Beringin Tolak di relokasi

foto1108TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pedagang warung kopi yang berdiri menempel di tembok stadion Letda M Boya Jalan Sungai Beringi Tembilahan menolak wacana Pemkab Inhil untuk di relokasi. Penilaian pedagang, tempat usaha mereka untuk mengais rezky ini tidak mengganggu masyarakat, baik pemukiman warga maupun jalur kendaraan berlalulintas.

“Kok mau dipindahkan? emangnya apa salah kita berjualan di sini. Orang-orang tidak merasa terganggu kita buka warung kopi,” kata salah satu pedagang, Ria (28), Jum’at (6/11/2015).

Pedagang lainnya, Redo (25) berpendapat keberadaan mereka di lokasi itu justru membuat kota Tembilahan lebih indah. Bagaimana tidak, sebelumnya lokasi tersebut tampak tidak terawat namun saat ini masing-masing pedagang selalu membersihkan lokasi sekitar.

Selain itu, lokasi lapak warung juga dinilainya lebih luas jika dibandingkan dengan lokasi relokasi yang direncanakan pemerintah.

“Di sana padat penduduk dan lokasinya juga kurang efektif. Kami sangat mengharapkan kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk mengurungkan rencana itu, kita di sini bekerja secara tertib dan menjaga kebersihan, musikpun tak pernah diputar dengan volume kencang,” Ujar Redo menyindir pusat jajanan kuliner Kelapa Gading yang keberadaannya tidak berjauhan dari lokasi mereka berdagang.

Pemkab Inhil melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memang mewacanakan untuk merelokasi sejumlah pedagang warung kopi ini di jalan SKB.

“Kita ingin pindahkan karena semak dilihat di tepi pagar lapangan bola. Tapi sebelumnya rencana kita akan menyediakan tempat untuk mereka berdagang di jalan SKB, tepat dekat SD,” Sampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, H Pahrolrozy kepada detikriau.org, kemarin. (mirwan)




Panwaslu Inhu Lakukan pengawasan melekat terhadap percetakan surat suara Pilkada Inhu 2015

Ketua Panwaslu INHU, Mulya Santoni
Ketua Panwaslu INHU, Mulya Santoni

Rengat (detikriau.org) – Ketua Panwaslu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Mulia Santoni mengatakan pihaknya  akan melakukan pengawasan melekat terhadap percetakan surat suara Pilkada Inhu 2015. 

Dikatakan Mulya, surat suara Pilkada Inhu tahun 2015 dicetak di Perusahaan Percetakan, PT. Cerya Riau Mandiri Printing dan PT. Cerya Mandiri Security Printing di Pekanbaru.

Jumlah surat suara yang dicetak tersebut berdasarkan jumlah DPT dikalikan dengan 2,5 persen dan ditambah dengan 2.000 surat suara. “adanya penambahan surat suara sebanyak 2000 adalah  dalam rangka antisipasi bila ada satu atau beberapa TPS melakukan pemilihan ulang”, jelas Mulya, jum’at (6/11/2015)

Diperkirakan Mulya, pencetakan surat suara tersebut sudah selesai dalam lima hari kedepan.

Dia berharap perusahaan percetakan untuk menyelesaikan surat suara sesuai dengan jadwal sehingga nantinya tidak mengganggu jadwal tahapan berikutnya seperti pelipatan surat suara.  (Zal)




Rumah Singgah oksigen Siap Tampung Pasien Terpapar Kabut Asap

Plt Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan penjelasan kepada Bupati Inhil saat berkunjung ke rumah oksigen, kemaren
Plt Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan penjelasan kepada Bupati Inhil saat berkunjung ke rumah oksigen, kemaren

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terkena penyakit dan dampak akibat kabut asap diimbau untuk segera memeriksakan diri dan berobat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Imbauan tersebutkembali  disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan ketika diwawancarai awak media di kantornya, belum lama ini.

Dikatakan Saut, saat ini pihaknya telah menyediakan rumah singgah dampak bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk bayi, ibu dan lanjut usia (lansia), di Jalan M Boya Tembilahan atau tepatnya di rumah dinas Kadiskes Inhil.

“Rumah singgah oksigen ini difungsikan untuk menanggulangi keluhan dan penyakit yang terjadi akibat dampak kabut asap, yang beberapa waktu lalu melanda Kabupaten Inhil,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, meskipun sekarang kabut asap mulai hilang dan cuaca pun sudah cerah, namun dampak pasca kabut asap ini yang harus diantisipasi dan butuh penananan segera.

“Karena itu, kita sediakan rumah singgah oksigen bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya dan berobat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, hingga Selasa (3/11/2015) kemarin, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebanyak 2.789 jiwa, iritasi mata 396 jiwa, iritasi kulit 535 jiwa, pneumonia 46 jiwa dan asma 123 jiwa. (adi/adv)




Komisi III DPRD Inhil Kunjungi PLN UIP 2 Medan

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengunjungi PT PLN UIP 2 Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jum’at (6/11/2015).

Pertemuan yang dilaksanakan di aula Kantor PT PLN UIP 2 Medan ini, turut dihadiri perwakilan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Inhil.

Anggota Komisi III DPRD Inhil, Okta Hasanatan mengatakan, kunjungan ini dalam rangka membahas pembangunan sistem jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan gardu induk.

“Kemudian, kita juga membahas tentang kelanjutan dan progres pembangunan PLTU 2 x 7 MW di Parit 23 Tembilahan,” tutur Okta saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya.

Untuk diketahui, pembangunan sistem jaringan SUTT, gardu induk dan PLTU ini sangat dibutuhkan serta telah dinantikan oleh masyarakat di Negeri Seribu Parit, terutama Kota Tembilahan dan sekitarnya.

Apalagi mengingat, saat ini kondisi dan pelayanan PLN yang ada di daerah tersebut masih sering dikeluhkan masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan dengan pembangunan ini bisa menutupi devisit daya listrik, sehingga tidak terjadi lagi pemadaman. (adi/adv)




Kapolres Inhil Janjikan Selidiki Indikasi Adanya Beking Perjudian di Sungai Sirih

4 orang tersangka berpose dihadapan deretan kendaraan roda dua yang turut diamankan polisi
4 orang tersangka berpose dihadapan deretan kendaraan roda dua yang turut diamankan polisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pihak Kepoilsian Polres Indragiri Hilir mengaku sedang melakukan penyelidikan akan informasi adanya dugaan beking aktifitas perjudian di Dusun Sungai Sirih Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu.

Bahkan dalam konfrensi pers-nya di halaman kantor Mapolres Inhil, kepolisian juga berjanji akan menindaklanjuti siapapun yang terbukti menjadi pembeking perjudian tersebut.

“Indikasi bekingnya masih dalam penyelidikan, kalau memang ada akan kami tindak lanjuti,” Janji Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik saat konfrensi pers di Mapolres Inhil, Jum’at (6/11/2015).

tv plasmaMeski tidak ada perlawanan, namun penggerebekan yang dilakukan petugas disaat berlangsungnya tindakan sabung ayam menurut Kapolres tetap pada posisi kewaspadaan. Sebab waktu itu tidak hanya pelaku judi, namun puluhan penonton turut meramaikan lokasi.

Sementara itu menurut pengakuan salah seorang wartawan liputan Inhil, fa, informasi penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian diketahuinya dari keterangan masyarakat sekitar lokasi sesaat setelah penggerebekan.

Sayangnya ia mengaku cukup sulit untuk mendapatkan konfirmasi terkait penidakan hukum oleh Polres Inhil ini. “peristiwa penggerebekan hari senin lalu dan keterangan pers baru diberikan pada hari ini (jum’at 6/11). Kita menangkap kesan kalau kepolisian sepertinya enggan terbuka dalam kasus ini,” duganya.

Iapun berharap ketegasan polisi untuk penindakan kasus perjudian ini tidak setengah-setengah. Perjudian dan penggerebekan oleh aparat kepolisian dilokasi ini bukan baru kali pertama dilakukan. “kita berharap keseriusan kepolisian agar kasus pekat ini tidak terus berulang-ulang,” Tandasnya. (dro/mirwan)