Hasil Polling Sementara Kepemimpinan “Warohmah” , 37,52% Responden Nyatakan Tidak Puas.

warohmah inhilTembilahan (detikriau.org) – Sejak diluncurkan pada Senen (2/11/2015) Hingga Selasa (10/11/2015), dari 581 Voter, 218 diantaranya atau 37,52% responden menyatakan pendapat “tidak puas” atas kepemimpinan “Warohmah”.

Urutan selanjutnya, 143 responden atau 24,61% menyatakan puas tetapi masih merasa diperlukan adanya berbagai macam perbaikan. Disusul 134 responden atau 23,06% berpendapat selama 2 tahun kepemimpinan Warohmah tidak ada yang istimewa atau “biasa saja”.

Sementara itu sebanyak 76 responden atau 13,08% memberikan pendapat “Sangat memuaskan” dan 10 responden lainnya atau 1,72% memberikan pendapat lainnya.

Polling yang diluncurkan detikriau.org menjelang 2 tahun kepemimpinan Waroham di Negri seribu jembatan ini (22/11/2013 – 22/11/2015. Red) meski tidak akan mampu mewakili pendapat secara menyeluruh dari masyarakat Inhil, namun setidaknya akan dapat memberikan masukan atau saran bagi pemimpin Inhil untuk mengambil langkah kebijakan upaya perbaikan demi masa depan Inhil yang lebih baik.

SPR727867557-T1-Revolusi-Belanja-Banner-Promo-20151108151639-0Melalui pesan pribadi kepada detikriau.org, beberapa responden, khususnya warga kota Tembilahan dan sekitarnya berharap pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo agar dapat lebih fokus melakukan pembenahan dibidang fasilitas umum seperti jaminan ketersediaan tenaga listrik, air bersih dan infrastruktur jalan yang hingga hari ini masih mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat. Disamping berbagai persoalan lainnya seperti kebersihan kota dan pembenahan sejumlah pasar khususnya yang berada di dalam kota yang juga dinilai masih sembraut. Keberadaan lapangan parkir air mancur juga mendapatkan pesan untuk segera dikembalikan sesuai fungsinya. Dilokasi yang sedianya diperuntukan sebagai lokasi parkir itu kini dijejali ratusan pedagang yang dinilai memperburuk wajah kota.

Disamping itu, sebahagian masyarakat juga meminta pasangan Warohmah untuk terus melakukan pembenahan fasilitas pendidikan, kesehatan dan pemerataan sebaran tenaga guru. Bahkan pasangan Warohmah juga diminta untuk segera membersihkan kota “Ibadah” Tembilahan dari berbagai macam praktik judi dan prostitusi terselubung.

Polling atas kepemimpinan Warohmah ini akan terus dikumpulkan detikriau.org hingga 21/11/2015 pukul 00.00 Wib. (dro)

Hasil Polling Sementara

 




Bupati Rencanakan Bangun Masjid Raya di PALIKA Bernilai 2 Milyar

Bagansiapi-api, detikriau.org – Secara Pribadi, Bupati Kabupaten Rohil, H Suyatno, memberikan bantuan dana sebesar Ro 50 jt untuk keperluan tambahan dana pembangunan kembali Masjid Al Ihsan Kecamatan Pasirlimau Kapas yang hangus terbakar sepekan yang lalu. Kedepannya, diatas lahan seluas 3,8 Ha Pemkab Rohil juga akan memprogamkan pembangunan Masjid Raya di Kepenghuluan Pasirlimau Kapas dengan dana sebesar Rp 2 Milyar.

“Secara pribadi saya membantu Rp 50 juta. Dan pak Job Kurniawan (kepala Bappeda. Red) juga dengan dana pribadi membantu Rp 10 juta. Pergunakan dana itu sebaik-baiknya,” pesan Suyatno saat berkunjung kedaerah itu kemaren.

Untuk rencana pembangunan Masjid Raya, Bupati meminta kepada kepenghuluan untuk dapat segera mencari konsultan guna menyegerakan pembuatan design bangunannya. “Kita masukan di tahun 2016 ini,” kata Suyatno.

Usai berdialog dengan masyarakat, Suyatno bersama rombongan berkesempatan meninjau lahan yang dipergunakan untuk lokasi pembangunan masjid raya Kepenghuluan Pasirlimau Kapas. Selain meninjau pustu dan kantor Kepenghuluan Pasirlimau Kapas. Kegiatan peninjauan tersebut dilakukan dengan berjalan kaki.(humas/dro/adv)




Dewan Nilai Pemkab Inhil “Lemah” Tegakkan Aturan

Akibat Aktifitas pedagang, Kemacetan arus lalulintas seperti ini sudah menjadi pemandangan lazim setiap harinya di lokasi parit 11 Tembilahan Hulu
Akibat Aktifitas pedagang, Kemacetan arus lalulintas seperti ini sudah menjadi pemandangan lazim setiap harinya di lokasi parit 11 Tembilahan Hulu

Tembilahan (detikriau.org) – DPRD Inhil menilai Pemkab Inhil lemah dalam menegakkan aturan. Terutama dalam upaya merelokasi sejumlah pedagang di parit 11 kelokasi pasar umbut kelapa jalan kayu jati Kecamatan Tembilahan Hulu.

Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Malian Ghazali, upaya relokasi ini sudah berkali-kali coba dilakukan dan berkali-kali pula tidak membuahkan hasil.

“Hari ini aktifitas pedagang dilokasi masih berjalan seperti biasa. Ini sama artinya Pemkab Inhil melalui Dinas terkait tidak serius atau mungkin memang tidak mampu untuk tegakkan aturan.” Sindir politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Inhil ini

Dengan tetap beraktifitasnya sejumlah pedagang di parit 11 ini, kawasan sekitar menurutnya terkesan kumuh dan menjadi biang kemacetan arus lalu lintas.

Malian berharap kepada Pemerintah Daerah dan Dinas terkait untuk tidak setengah hati untuk segera merelokasi agar kawasan yang bukan sebagai lokasi pasar ini dapat kembali sebagaimana peruntukannya.(Fa)




PT IP Dituding Serobot Lahan, Komisi I DPRD Inhil Hearing Bersama Masyarakat dan Satker Terkait

adiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar hearing terkait dugaan penyerobotan lahan warga  di Dusun Durian Kadam, Kilometer 23, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang oleh PT Indrawan Perkasa, Senin (9/11/2015).

Hearing yang dilaksanakan di ruang rapat Komisi I Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD, HM Yusuf Said didampingi Wakil Ketua, H Bakri H Anwar, Sekretaris, Muammar Armain, serta para anggotanya, yakni Fadli H Sopyan, Bambang Irawan dan Muslim.

Tampak hadir Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Inhil, H Mukhtar T, Kepala Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPPMPD) Inhil, Junaidi dan sejumlah perwakilan instansi terkait lainnya, serta perwakilan warga Desa Petalongan.

Pada kesempatan itu, perwakilan warga mengaku bahea lahan milik mereka yang terletak diantara perbatasan Kabupaten Inhil dan Inhu telah diserobot oleh pihak perusahaan.

Menanggapi pengaduan warga tersebut, Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said menjelaskan, keberadaan PT Indrawan Perkasa di Kabupaten Inhil ini bisa dikatakan ilegal.

“Permasalahan ini harus kita sikapi, karena memang PT Indrawan Perkasa tidak memiliki izin dan kantornya tidak jelas,” tutur Yusuf.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Inhil, H Bakri H Anwar merasa bahwa pihak perusahaan tidak menganggap keberadaan DPRD dan Pemkab Inhil. Padahal, sudah jelas mereka melanggar Peraturan Daerah (Perda).

“Perusahaan ini sudah berbuat sewenang-wenang kepada masyarakat. Jangankan untuk memberikan solusi, hadir saat dipanggil pun tidak berkenan. Jadi, ke depan kita harus tegas, siapa pun masuk ke wilayah kita tanpa izin, kita tindak secara hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPPMPD Inhil, Junaidi mengatakan, PT Indrawan Perkasa ini tidak mengantongi perizinan dari Inhil, padahal mereka beroperasi di sini.

“Mereka tidak pernah memiliki izin dan memang kami tidak pernah mengeluarkan perizinan satu pun,” terangnya. (adi)




Selama Pimpin Inhil, Bupati Minta Dikritiki

IMG_1284TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan sangat mengharapkan ada kritikan-kritikan dari masyarakat selama kepemimpinannya di Negeri Sri Gemilang ini.

Pernyataan itu dilontarkannya ketika menghadiri kegiatan Grebek Suro di Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas, Senin (9/11/2015). Waktu itu banyak dihadiri oleh sejumlah komponen, mulai dari instansi kepemerintahan hingga masyarakat setempat.

“Saya Mengharapkan kritikan seluruh masyarakat supaya lebih maju lagi misi kita, sprit baru dan marwah dan martabat,” kata Wardan.

Diketahui, tanggal 22 November mendatang genap 2 tahun kepemimpinan Warohmah di Kabupaten Inhil ini. Menurutnya selama ia memimpin dapat dipastikan ada titik kelemahan yang harus dievaluasi secara bersama.

Sebab itu, Bupati yang dikenal agamis ini mengharapkan kritikan-kritikan yang membangun demi kemajuan daerah Inhil kedepannya. (mirwan/adv)




Lewati Jalan Setapak dan Semak Belukar, Jajaran Diskes Inhil Jemput Bola Obati ODGJ

ogdpTEMBILAHAN (detikriau.org) – Memaksimalkan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan sistem jemput bola, yakni dengan menyambangi secara langsung rumah ODGJ.

Seperti yang terlihat pada Senin (9/11/2015) pagi, rombongan yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia didampingi stafnya, Sri Sebayang, serta Dokter Spesialis Jiwa, Nurmi Widiarti dan petugas kesehatan dari Puskesmas mendatangi 2 rumah ODGJ di Jalan Gerilya, Kecamatan Tembilahan Hulu.

Saat itu, rombongan pertama kali mengunjungi rumah pasien ODGJ di Gang Binjai, Jalan Gerilya dengan berjalan kaki sejauh lebih kurang 1 kilometer.

Meski berjalan kaki melewati jalan setapak yang di sebagian tempat terdapat genangan air dan lumpur, serta di kiri dan kanan jalan hanya terlihat pemandangan semak belukar, rombongan tetap semangat menuju lokasi, untuk memberikan pengobatan secara langsung kepada pasien ODGJ.

Ketika sampai di lokasi tujuan, rombongan terlebih dahulu melihat tempat pasien ODGJ ini biasa di pasung dan meminta keterangan dari pihak keluarga tentang penyakit dan kondisi yang diderita pasien saat ini.

Setelah itu, barulah rombongan melakukan pendekatan persuasif kepada si pasien, yakni dengan mengajak pasien berbincang dan bersenda gurau, sebelum dilakukan pengobatan melalui penyuntikan oleh dokter.

Pada kesempatan tersebut, Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari suaminya, Ha (37) menderita penyakit ini sudah cukup lama dan pernah pula dibawa berobat oleh pihak keluarga ke Pekanbaru.

“Kata suaminya tadi, pasien ini sempat dipasung, karena bisa mengganggu anggota keluarga dan berkeliaran tanpa memakai busana. Jadi, untuk pengobatannya dilakukan dengan penyuntikan, sebab sebelumnya sudah sering diberi obat oleh tenaga kesehatan dan Puskesmas tapi tak diminum,” tutur Devi.

Usai mengobati ibu empat anak tersebut, rombongan kembali bertolak menuju rumah pasien ODGJ lainnya di Jalan Gerilnya, untuk melakukan pengobatan secara langsung terhadap pasien.

Di rumah kedua ini, rombongan mendapati pasien HS (30), yang sudah dipasung oleh pihak keluarga sejak 10 tahun yang lalu, dikarenakan pasien sering mengamuk serta sempat memecahkan peralatan rumah tangga dan menyerang keluarganya yang ada di dalam rumah.

“Dari keterangan keluarganya, selama ini pasien belum pernah mendapatkan pengobatan medis, hanya berobat kampung saja. Jadi, sesudah ini kita harapkan pasien dapat diberikan obat dengan penyuntikan secara terus menerus, sampai kondisinya membaik dan bisa berbaur bersama masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Jiwa, Nurmi Widiarti menyatakan bahwa penanganan pasien jiwa ini akan dilakukan dengan pemberian suntik secara rutin oleh tenaga kesehatan setempat. Apabila dinilai pasien sudah kooperatif, barulah diberi obat-obatan berupa tablet.

“Dalam pengobatan pasien ini, yang paling penting adalah dukungan keluarga dan masyarakat, dengan terus memberikan perhatian dan tidak mengucilkannya, sehingga kondisi pasien bisa segera membaik,” imbuhnya. (adi/adv)