Bupati Inhil Tinjau Langsung Beberapa Pelaksanaan Pekerjaan Proyek di Lapangan

Bupati Inhil, HM Wardan saat meninjau secara langsung beberapa pekerjaan proyek fisik dilapangan.
Bupati Inhil, HM Wardan saat meninjau secara langsung beberapa pekerjaan proyek fisik dilapangan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan didampingi pejabat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Inhil meninjau secara langsung beberapa titik pekerjaan proyek pembangunan fisik yang sedang digesa menjelang akhir tahun, Rabu (11/11/2015).

Sejumlah titik tinjauannya itu adalah pekerjaan pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Terusan Mas Kecamatan Tembilahan kota, parit 15 dan 16. Setelah itu Bupati juga meninjau fisik pembangunan jalan dari kota Tembilahan menuju Khairiah Kecamatan Mandah serta peningkatan jalan Sungai Luar menuju Sungai Piring.

“Saya tidak hanya ingin mendengar laporan saja. Untuk memastikannya, secara langsung saya melakukan peninjauan di lapangan,” kata Wardan.

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan Satker terkait dari hasil rapat evaluasi rutinitas Pemkab, ada progres yang telah mencapai 50 persen, ada juga 60 persen dan 70 persen. Semua laporan yang diterimanya sangat bervariasi.

Dari sekian banyak laporan tersebut, Bupati mengaku tidak menginginkan hanya mendapat laporan begitu saja sebelum melihat secara langsung progress fisik dilapangan. Sebab dari tinjauan langsung itu bisa memberikan masukan dan arahan secara leluasa kepada Satker terkait.

Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Inhil ini menyempatkan diri untuk mendengarkan secara langsung masukan dan saran dari masyarakat setempat. Pada intinya, Bupati mengaku akan merasa puas jika telah melihat hasil kinerja.

“Kita ingin pembangunan yang berlangsung ini maksimal sesuai dengan harapan. Untuk itu, diperlukan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Dengan waktu yang singkat, Bupati berharap dinas terkait dan pihak rekanan serius dan menggesa semua pekerjaan yang diembankan. Sebab katanya, jika pekerjaan hanya dilakukan normal seperti biasa maka progres yang ada tidak akan tekejar sesuai target. (mirwan/adv)




Kapolres: Kita Tak Bisa Tindak “Judi” Game. Tergantung Pemda

Kapolres Inhil, AKP Hadi Wicaksono Sik
Kapolres Inhil, AKP Hadi Wicaksono Sik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik menyebutkan, kegiatan perjudian jenis Game bermesin belum bisa dilakukan penidakan secara tegas karena belum masuk pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sejauh pengetahuannya, aktifitas game tersebut cukup cerdik agar tidak termasuk dalam tindak pidana perjudian karena menggunakan koin. Dalam KUHP 303 tentang tindak pidana perjudian harus mampu membuktikan salah satunya uang tunai.

SPR727867557-T1-Revolusi-Belanja-Banner-Promo-20151108151639-1“Dalam aturan, tidak bisa kita sebut itu judi,” kata Wicaksono kepada detikriau.org di gedung LAM-R Tembilahan, Selasa (10/11/2015) kemarin.

“Sekarang ini berbagai modus bermain judi yang mencelah aturan hukum. Yang jelas kami dari Kepolisian belum bisa menindak Game itu, tergantung Pemda,” tambahnya.

Dijelaskan, segala usaha yang dibuka akan berjalan lancar ketika dapat izin dari pemerintah. Ketika masyarakat menuding kepolisian tidak bisa menindak lanjuti perjudian jenis Game, maka hanya pemerintahlah yang memiliki wewenang untuk mencabut usahanya. (mirwan)




Jajaran Diskes Dampingi Pengobatan ODGJ di RSUD PH

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir mendampingi proses pengobatan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang datang dari Kecamatan Pulau Burung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, Rabu (11/11/2015).

Kedatangan S (49), pasien ODGJ yang sudah mengalami sakit sejak 5 tahun lalu ini didampingi pihak keluarga dan disambut oleh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia didampingi Sri Sebayang, serta Dokter Spesialis Jiwa, Nurmi Widyarti.

Pada kesempatan itu, Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia menyatakan bahwa pada awalnya pihak keluarga ingin membawa pasien berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Kota Pekanbaru.

“Tapi mengingat disini kita juga memiliki dokter jiwa, maka kami sarankan kepada pihak keluarga untuk mengobatinya ke RSUD saja, karena nantinya juga akan ditangani disini,” tutur Devi.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter tadi, lanjut Devi, pasien akhirnya diberi obat, karena kondisi sakit yang dialami pasien tidak terlali berat, sehingga tidak dibutuhkan penyuntikan.

“Proses pemberian obat ini, harus diawasi secara langsung oleh pihak keluarga. Jangan sampai pasien tidak meminum obat yang telah diberikan, karena sebulan kemudian pasien dibawa kembali kesini untuk dikontrol dokter,” terangnya.

Selain diberikan obat-obatan, kata Devi lagi, dalam pengobatan pasien ini yang paling penting adalah dukungan keluarga dan masyarakat, dengan terus memberikan perhatian dan tidak mengucilkannya, sehingga kondisi pasien bisa segera membaik.

“Apabila setelah dikontrol dokter terlihat ada perubahan pada pasien, maka proses pengobatan selanjutnya akan dilakukan langsung oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat, yang datang dan turun langsung ke rumah pasien,” imbuhnya. (adi/adv)




30 IRT Terjangkiti, Ketua P2TP2A Inhil Ajak Semua Komponen Tekan Angka Kasus HIV/AIDS

lindungi-generasi-muda-dari-hiv-aidsTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan mengajak semua komponen untuk bersama-sama menekan angka kasus HIV/Aids, mulai dari kalangan Satker hingga masyarakat umum.

Menurutnya, saat ini penyakit menular itu telah menyebar luas di kehidupan masyarakat Inhil. Berdasarkan data terkini, kasus itu sudah tercatat sebanyak 134 orang. Dari jumlah tersebut diketahuinya kalangan Ibu Rumah Tangga yang paling tinggi sebanyak 30 IRT. Sisanya terdapat pada kalangan pelajar, mahasiswa dan masyahrakat umum serta para orang tua.

“Sangat perihatin dan miris membayangkan bagaimana  jadinya jika hal ini tidak ditangani secara serius dan terpadu oleh semua Satker terkait dan semua komponen masyarakat, maka jumlah ini akan semakin bertambah,” kata Zulaikhah, kemarin.

Ia berharap ada program khusus yang sangat konkrit di lapangan sehingga bisa menekan angka tersebut. Disamping itu juga sangat diperlukan adanya sosialisasi kepada kelompok IRT dalam upaya memberikan pemahaman pada pencegahan penularan di dalam keluarganya.

Disamping itu, istri Bupati Inhil ini juga menyebutkan betapa pentingnya peran para tokoh agama dan tokoh masyarakat jika turut membantu instansi terkait di sekitar perumahan masing-masing agar masyarakat setempat sadar akan bahaya HIV/Aids. (mirwan/adv)




2 Tahun Atap Gedung TK Pembina Negeri Di Kecamatan Mandah Ambruk.v

“Aktifitas Belajar Mengajar Terpaksa Numpang di Samping Bangunan Gedung SMP 1”

Mandah (detikriau.org) – Ironis, gedung TK Pembina Negeri yang ada di Kelurahan Khairiah mandah kecamatan mandah kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan gedung Taman Kanak-kanak berstatus Negri tersebut tidak bisa di tempati untuk proses belajar mengajar, Dikarenakan Atap dan plafon gedung ambruk.

Karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan, kegiatan belajar mengajar puluhan murid dialihkan ke gedung yang ada di samping SMP 1 khairiah mandah.

Menurut Camat Mandah Kondisi TK Pembina Negeri tersebut sudah ambruk 2 tahun belakangan ini. Camat juga mengatakan TK tersebut telah dimasukkan ke RPJMDES.

“Kita berharap TK pembina Negeri tersebut dapat di lakukan perbaikan di tahun 2016 mendatang,” tukasnya.(Fa)

Bhinneka-Notebook-Promo-Main-Banner-20151109101903-0




Bermodal Rp 600 Ribu, Mahasiswa Ini Sukses Buka 5 Cabang Usaha

386147_305207759506966_1827591767_nTEMBILAHAN (detikriau.org) – Syaharudin, seorang mahasiswa kelahiran 12 Maret 1990 di Sanglar Kecamatan Reteh ini dapat terbilang sukses. Bagaimana tidak, pria yang akrab disapa Syahar itu mampu membuka usaha dagangannya hingga 5 cabang dari modal awal hanya Rp 600 ribu.

Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di program Studi Ekonomi Syari’ah Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan tersebut memiliki keyakinan penuh dalam menjalankan usahanya.

Kelima usaha itu adalah 4 diantaranya dagangan sembako diberbagai tempat dan 1 cafe. Untuk diketahui, letak 4 dagangan sembako itu di Jalan Batang Tuaka Tembilahan, jalan Telaga Biru Tembilahan, parit 6 Tembilahan Hulu dan Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah. Sedangkan cafe ia tempatkan di jalan HR Soebrantas Tembilahan.

Bhinneka-Notebook-Promo-Main-Banner-20151109101903-0Ia menyebutkan, terjun kedunia bisnis tidaklah hal yang sulit namun betul-betul harus ditekuni. Bahkan anak bungsu dari 8 saudara ini telah memimpi-mimpikan menjadi pengusaha sejak duduk di bangku SMA.

“Yang penting berani mengambil resiko dan siap menerimanya,” katanya saat ditemui di Cafe General Movie miliknya, Tembilahan, Rabu (11/11/2015).

Diceritakan, pada pertengahan tahun 2014 lalu, warga Gang Makmur jalan Batang Tuaka ini sedang mengantongi uang tunai sedikitnya Rp 600 ribu. Bermodal uang itu ia mencoba dagangkan jajanan anak-anak di rumahnya.

Dari dagangan kecil tersebut ia mengaku sangat cepat perputaran modal hingga mampu menambah cabang dagangannya dibeberapa tempat lainnya. Pada akhirnya, memasuki bulan November 2015 ia membuka usaha Cafe di jalan HR Soebrantas Tembilahan.

Kini, pemasukan total seluruh usahanya bisa mencapai Rp 11 juta dalam satu hari. Dari total pemasukan tersebut dapat diraihnya keuntungan mencapai 10 persen atau kurang lebih Rp 1,1 juta.

“Target saya, ketika Cafe yang baru saya buka ini lancar maka saya kembali membuka usaha Minimarket Syari’ah di Tembilahan, doakan saja ya,” tutupnya. (mirwan)