Jelang Pilkades Serentak, DPRD Minta Kompetisi Cari Pemimpin di Desa Dilakukan Secara Elegan

10568986_10204627523078559_6410495071266814562_nTEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun hanya di tingkat bawah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta agar kompetisi mencari pemimpin di desa bisa dilakukan secara baik dan elegan.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat dimintai tanggapan oleh awak media menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, yang rencananya digelar pada tanggal 25 November 2015 mendatang di Negeri Seribu Parit.

Dikatakan Yusuf, pasca ditetapkannya sebanyak 322 calon kades yang akan bertarung memperebutkan kursi pimpinan di 96 desa di Kabupaten Inhil, maka penyelenggaraan Pilkades serentak sudah memasuki tahapan-tahapan selanjutnya, sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat oleh pihak panitia.

“Inikan kompetisi mencari pemimpin di desa, jadi kita harapkan dapat dilakukan secara elegan,” tutur Yusuf di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Selanjutnya, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini mengimbau kepada seluruh pihak terkait agar memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, untuk memilih calon yang memang sesuai dengan keinginannya, tanpa adanya intervensi dari kalangan manapun.

“Jangan ada pemaksaan, sehingga tahapan Pilkades serentak ini berjalan dengan sukses dan lancar, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar dari pilihan masyarakat,” imbuhnya. (Adi)




Hingga November, Diskes Inhil Tangani 312 Pasien ODGJ

67755_620TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga Bulan November 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menangani sebanyak 312 pasien Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ), yang tersebar di sejumlah wilayah di Negeri Seribu Parit.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia saat diwawancarai awak media usai mendampingi proses pengobatan ODGJ, yang datang dari Kecamatan Pulau Burung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, Rabu (11/11/2015) kemarin.

Dikatakan Devi, dari 312 pasien ODGJ yang telah ditangani oleh Diskes Inhil, sebanyak 50 pasien diantaranya dinyatakan sudah bebas pasung dan 44 pasien lainnya masih dipasung

“Kemudian, 5 pasien sudah meninggal dan sisanya masih dalam proses pengobatan dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan,” tutur Devi.

Diakui Devi, selama ini pihaknya masih mengalami kendala dan kesulitan dalam menangani pasien ODGJ yang ada di Kabupaten Inhil, karena belum tersedianya rumah singah bagi para pasien ODGJ tersebut.

“Sebenarnya, di RSUD PH telah tersedia penanganan bagi pasien ODGJ, baik kelengkapan obat maupun dokternya. Hanya saja, pasien dengan kelebihanan khusus ini tidak bisa disamakan dengan pasien yang lainnya, maka selama ini untuk melakukan pengobatan secara maksimal harus dirujuk ke RSJ Tampan, Kota Pekanbaru,” imbuhnya. (Adi/adv)




Bupati Lepas Kafilah Inhil Ikuti MTQ Riau Ke-34 di Siak

IMG_15711TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melepaskan secara resmi keberangkatan sejumlah kafilah asal Inhil untuk mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau ke-34 di Kabupaten Siak.

Pelepasan ini berlangsung di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Kamis (12/11/2015) yang dihadiri oleh Plt Sekdakab Inhil Fauzar, Ketua LPTQ Kabupaten Inhil Syamsurizal Awie, Ketua Koni Kabupaten Inhil H Syamsudin Uti serta sejumlah pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil.

Dalam sambutannya, Bupati Wardan mengharapkan para kafilah asal Inhil ini mampu membawa limpahan prestasi yang membanggakan daerah.

“Kalau MTQ tahun lalu kita sebagai tuan rumah, kita berhasil meningkatkan peringkat pada posisi VII. Maka, saya harapkan agar kita dapat juara umum maksimalnya, minimal meningkat lagi dari tahun lalu,” katanya.

Meski katanya, target juara umum tersebut sedikit menjadi buah fikiran, namun bukan berarti membebani para kafilah tetapi sebagai spirit untuk menunjukkan prestasi yang gemilang.

Untuk diketahui, kafilah Kabupaten Inhil akan mengikuti 7 cabang yang diperlombakan diajang MTQ tingkat Provinsi Riau 2015, yakni cabang Tilawah Al-Qur’an, cabang Hifdzil Qur’an, cabang Tafsir, cabang Syarhil Al-Qur’an, cabang Fahmil Al-Qur’an, cabang Khath Al-Qur’an dan cabang MMQ.

Adapun jumlah keseluruhan, kafilah Inhil terdiri dari 40 peserta, 15 pelatih, 20 official, 15 penghubung, 5 tenaga medis dan tenaga pengamanan. mirwan)




Diduga Selewengkan Dana, Mantan Kades Pengalihan Enok Dilaporkan Ke Polisi

foto11161TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mantan Kepala Desa (Kades) Pengalihan Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2008 – 2014, AR diduga menyelewengkan dana inventaris desa sebesar Rp 12,6 juta.

Berdasarkan keterangan Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) setempat, Ruslan, pihaknya sudah melaporkan dugaan penyelewengan ini kepada Polres Inhil.

“Kita telah laporkan persoalan ini ke pihak berwajib pada tanggal 12 oktober 2015 lalu, namun sampai saat ini kita belum mendapat kejelasan sampai dimana tindak-lanjut laporan ini dari pihak polisi,” Sampaikan Ruslan kepada detikriau.org di Tembilahan, kamis (12/11/2015)

Ruslan berharap pihak kepolisian untuk serius mengusut kasus dugaan penyelewengan dana Desa ini hingga tuntas.

D2-sigmalens-novDiterangkan Ruslan, di tahun 2008 yang lalu, AR menjual Tanah Kas Desa (TKD) seluas 14×33 baris kebun kelapa senilai Rp. 12,6 juta. Penjualan TKD ini disepakati untuk melunasi sisa hutang pembelian tanah seluas Rp. 50×100 meter untuk pembangunan Puskesmas sebesar Rp 11,6 juta. Ternyata, hingga detik ini uang hasil penjualan TKD itu tidak dibayarkan untuk melunasi hutang desa sesuai kesepakatan.

“Awal kami mengetahui masalah ini ketika pihak Dinas kesehatan Inhil meminta kepada Desa untuk segera melunasi sisa hutang. Sebelumnya kami kira sudah dibayarkan oleh mantan Kades, ternyata belum sama sekali,” Terang Ruslan yang saat itu didampingi tokoh Masyarakat Peduli Inhil (MPI) Tengku Suhandri

Mendapat laporan dari Dinkes Inhil, BPD bersama beberapa unsur perangkat desa lainnya langsung bergagas mencari kebenaran. Hasilnya didapatkan bukti-bukti administrasi bahwa TKD tersebut telah terjual dan pembayaran diterima lunas oleh AR, sedangkan bukti melunasi sisa hutang belum ditemukan.

Berkemungkinan besar katanya, pihak Dinkes Inhil menyampaikan persoalan yang benar bahwa sisa hutang pembelian tanah untuk Puskesmas belum terbayarkan.

Terkait hal ini, sejumlah masyarakat sempat mempertanyakan kepada mantan Kades dan jawabannya belum ada yang memuaskan. Pada intinya, masyarakat Desa Pengalihan menduga kalau AR telah menyelewengkan dana inventaris desa.

Mantan Kades itu dikabarkan kembali mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Desa di Pengalihan Kecamatan Enok pada Pilkades serentak mendatang. (mirwan)




FIAI Unisi Gelar Yudisium Ke-II Tahun 2015

DSC_6288TEMBILAHAN (detikriau.org) – Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indragiri (Unisi) menggelar kegiatan Yudisium ke-II. Kegiatan ini berlangsung di aula Kampus FIAI Unisi jalan Trimas Tembilahan, Kamis (12/11).

Dalam pelaksanaannya, Yudisium dihadiri oleh Dekan FIAI Unisi Dr H Najamuddin Lc MA, Kepala Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Kepala Prodi Ekonomi Syari’ah dan Kepala Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Selain itu juga dihadiri sejumlah dosen, karyawan hingga dipadati sejumlah mahasiswa FIAI.

DSC_6304Dekan FIAI dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini sedang menunggu para ilmuan yang berpendidikan, terutama yang paham moral keagamaan. Terkait hal itu tentunya mahasiswa lulusan FIAI yang dididik sesuai kepercayaan Islam.

“Perlihatkanlah keahlian di hadapan masyarakat, 70 persen mereka (masyarakat, red) membutuhkan kerja lapangan, artinya teori selama ini cukup 30 persen yang diimplementasikan,” pesan Najamuddin.

Disamping itu, ia lebih berharap kepada sejumlah calon wisudawan dan wisudawati untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi, jangan sebatas sampai pendidikan S1 saja. Baik di dalam maupun diluar lingkungan kampus

“Selama di bangku perkuliahan di FIAI, tolong bawa segala hal yang positifnya dan tinggalkan hal-hal yang negatifnya,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, seluruh mahasiswa yang diyudisium ke-II ini sebanyak 17 peserta, terdiri dari 7 mahasiswa lulusan MPI, 5 mahasiswa lulusan Ekonomi Syari’ah dan 5 mahasiswa lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. (mirwan)




PGRI Inhu Himbau Seluruh Sekolah Pasang Baliho dan Spanduk.

“Meriahkan HUT PGRI dan HGN ke 70”

CRrkDp3VEAU5dgtRengat (detikriau.org), – menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) ke 70 Yang jatuh pada 25 Nopember 2015, PGRI Kabupaten Inhu Menghimbau Kepada seluruh Kepala Sekolah di lingkup Kabupaten Inhu ikut menyemarakkan dengan memasang Baliho atau Spanduk dimasing-masing Sekolah.

” Himbauan tersebut sesuai Surat Edaran PGRI Pusat yang telah diterima beberapa waktu lalu”, sampaikan Ketua PGRI Kabupaten Inhu  Ardimis MSi  melalui Sekertaris PGRI Kabupaten Inhu
Hefnan Endri MPd, di Pematang Reba. Kamis (12/11/2015)

DIkatakannya, PGRI kabupaten Inhu juga sudah meneruskan surat dimaksud kepada 14 Pengurus Cabang di setiap kecamatan dengan  surat  nomor 089/PGRI INHU/x/2015 Tanggal 17 oktober.

Diharapkan Seluruh Kepala Sekolah dilingkup Kabupaten Inhu dapat memasang Baliho atau spanduk  minimal seminggu sebelum hari H.

“14 cabang pengurus PGRI di setiap kecamatan diminta proaktif dalam meneruskan surat yang disampaikan PGRI Kabupaten Inhu” ujarnya

Menurutnya, Dalam Pedoman pelaksanaan Peringatan HUT PGRI dan HGN ke 70 tahun 2015 dari Pengurus Besar (pusat), Tema yang diambil kali ini adalah ” Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang kuat dan Bermartabat”.

Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen budaya mutu di kalangan guru dan pemangku kepentingan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa akan pentingnya pendidikan yang berkualitas, meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat bagi semua anak bangsa, dalam peningkatan sumber daya manusia yang bermutu.

Kemudian juga untuk mendorong kepedulian pemerintah dan masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas , kompetitif dan bermartabat, membangun dan memperkokoh solidaritas dan kesetia kawanan anggota serta meningkatkan kepercayaan masyarakat  dan anggota kepada PGRI sebagai Organisasi profesi guru di Indonesia khususnya di kabupaten Inhu, pungkasnya (Zal)