Dewan Pinta Pemkab Inhil Segera Lakukan Penyesuaian Besaran Tarif Pajak dan Retribusi Daerah

Ketua Badan Pembentukan Perda Kabupaten (BPPK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Herwanissitas
Ketua Badan Pembentukan Perda Kabupaten (BPPK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Herwanissitas

Tembilahan (detikriau.org) – Ketua Badan Pembentukan Perda Kabupaten (BPPK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Herwanissitas meminta Pemkab Inhil untuk segera melakukan penyesuaian atas besaran tarif pajak dan retribusi daerah. Hal ini menurutnya perlu dilakukan mengingat batasan waktu penyesuaian tariff yang tercantum dalam Perda sudah kadaluarsa.

Diterangkan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, dengan terbitnya UU RI no 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Daerah diberikan wewenang untuk melakukan pungutan pada beberapa item penerimaan sebagai pendapatan asli daerah.

Untuk itu, secara marathon pada tahun 2010 hingga 2011, DPRD dan Pemkab Inhil menerbitkan perda tentang Retribusi dan Pajak Daerah. Dalam perda tersebut tercantum adanya keharusan untuk melakukan peninjauan ulang akan besaran tariff pajak dan retribusi daerah antara 2 dan 3 tahun setelah diberlakukan.

“Artinya sejak diberlakukan, besaran tariff pajak dan retribusi daerah itu sudah berusia 4 tahun dan perlu dilakukan peninjauan ulang.” Ujar Herwanissitas kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, ahad (15/11/2015)

Peninjauan besaran tariff pajak dan retribusi daerah ini perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini termasuk untuk menghindari dampak hukum yang dapat ditimbulkannya.

Dampak hukum yang dapat timbul dicontohkan pria yang akrab disapa Sitas ini, seperti misalnya besaran tariff pungutan retribusi parkir. Pada Perda terkait, besarnya pungutan untuk kendaraan roda dua hanya sebesar Rp 1000 rupiah. Namun juru pungut parkir dilapangan saat ini melakukan pungutan lebih dari besarnya tariff yang ditentukan.

“Artinya jika memungut diluar batas tariff yang ditentukan, itu bisa dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli) dan pastinya akan bersentuhan dengan hukum.” Terang Sitas

Padahal ditambahkan Sitas, juru pungut parkir sebagai pihak ketiga memegang kontrak kerjasama dengan Pemkab Inhil melalui Dinas terkait. Artinya mereka memiliki kewajiban untuk menyetorkan jumlah rupiah tertentu sebagai pemasukan daerah dan jumlah kewajiban itu setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan.

“Sementara selama 4 tahun, tariff parkir yang tercantum pada perda belum pernah mengalami penyesuaian. Apa mungkin mereka mau bekerja tanpa mendapatkan untung? Makanya tariff parkir ini, termasuk tariff pajak dan retribusi lainnya harus segera disesuaikan dengan kondisi ril saat ini,” Tegas Sitas.

Merubah tariff menurut Sitas bukan harus merubah Perda. Pemkab Inhil bisa melakukan perubahan tariff dan kemudian hanya menyampaikan pemberitahuan kepada pihak DPRD.

“perubahan tariff ini tentunya kembali disosialisasikan kepada masyarakat mungkin misalnya dengan membuat papan plang pengumuman ditempat-tempat tertentu.” Tandasnya. (dro)




Masyarakat Yakini Operasional PT PAS Akan Rusak Infrastruktur Jalan Bukit selasih – Tani Makmur.

gambar ilustrasi kerusakan ruas jalan
gambar ilustrasi kerusakan ruas jalan

Rengat (detikriau.org) – Masyarakat berpendapat dengan mulai beroperasionalnya Pabrik Kelapa Sawit ( PKS) PT Persada Agro Sawita ( PT PAS) di Desa Pematang jaya kecamatan Rengat Barat pada Desember 2015 mendatang dipastikan akan merusak infrastruktur jalan dari Desa Bukit Selasih menuju Desa Tani Makmur. Pasalnya Jalan Kabupaten yang dibangun Pemkab Inhu ini hanya berkelas III C.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang warga Desa Kota Lama, Ricardo Hutapea (56), jum’at (13/11/2015) kemaren. Dengan kelas jalan III C menurutnya, beban maksimal hanya 15 ton sementara truk angkut CPO bermuatan diatas 20 ton belum lagi ditambah dengan bobot kendaraan yang bisa mencapai 30 ton.

“Makanya kita pastikan jalur jalan ini akan rusak,” prediksi mantan anggota DPRD Inhu ini.

Diterangkannya, jalan Kabupaten ini sebelumnya sudah pernah di Aspal sepanjang 1 Km ketika ia masih menjabat anggota DPRD, namun Karena tidak ada perawatan Aspal badan jalan yang masih tampak hanya beberapa puluh meter saja.

“seharusnya PT PAS membangun jalan sendiri. Jangan hanya memanfaatkan akses jalan penghubung sejumlah  Desa  yang kondisinya saat ini saja sudah cukup parah,” katanya.

FWD-131115-carouselDitambahkannya, Jika PT PAS telah Beroperasi dan tetap akan memakai jalan ini maka diharapkan PT PAS terlebih dahulu harusnya meningkatkan kapasitas kelas Jalan, dan  menyalurkan dana CSR nya kepada Masyarakat lingkungan Perusahaan di 5 Desa, yakni Desa Kota Lama, Desa Pematang Jaya, Desa Bukit Petaling , Desa Tani Makmur Dan Desa Sungai Baung, ujarnya.
Dikomfirmasi terpisah, manajer PT PAS, Junaedi Siregar membenarkan bahwa perusahaan akan memulai operasional pada bulan Desember 2015 mendatang.

Menurut manajer yang mengaku berdomisili di Provinsi Jambi ini, sebelum Pemkab Inhu memberikan izin bagi PT PAS tentunya sudah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk akses jalan yang akan dilalui.

“Tentunya tidak mungkin Pemkab Inhu menerbitkan izin tanpa mempertimbangkan hal-hal yang terkait dengan kondisi lingkungan,” ujarnya (Zal).




Hadiri Helat MTQ ke XXXIV di Siak, Ketua DPRD Harapkan Kafilah Inhil Raih Prestasi Lebih Baik

dari kiri , ketua dprd Dani M Nursalam, Bupati Inhil, HM Wardan dan Plt Sekda, HM Fauzar
dari kiri , ketua dprd Dani M Nursalam, Bupati Inhil, HM Wardan dan Plt Sekda, HM Fauzar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam menghadiri perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXIV tingkat Provinsi Riau, yang gelar di Kabupaten Siak.

Bahkan, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, juga turut ambil bagian bersama kafilah dari Negeri Seribu Parit dalam pawai ta’aruf yang dipusatkan di depan kompleks kediaman Bupati Siak, Sabtu (14/11/2015).

Pada kesempatan itu, Dani berharap para kafilah dari Kabupaten Inhil dapat mengukir prestasi yang lebih baik lagi. Apalagi mengingat, pada MTQ Riau yang dilaksanakan di Inhil tahun 2014 lalu, Inhil baru mampu menduduki posisi ketujuh.

“Mudah-mudahan,pada MTQ kali ini prestasi yang diraih bisa lebih baik lagi,” turur Dani.

Dani mengaku optimis bahwa kafilah Kabupaten Inhil dapat meraih prestasi yang lebih baik dari sebelumnya, karena para qori dan qoriah sudah menjalani pelatihan jauh hari sebelum MTQ dilaksanakan.

“Qori dan qoriah yang dikirim adalah anak-anak asli Inhil, jadi saya yakin mereka semua tidak kalah dengan peserta dari daerah lain,” tambahnya.

Selain itu, kata Dani lagi, yang terpenting kegiatan MTQ ini merupakan forum silaturahmi antar umat muslim dari berbagai golongan dan wilayah di Provinsi Riau, yang memiliki tujuan yang sama.

Adapun tujuan kegiatan MTQ ini adalah dalam rangka ibadah kepada Allah SWT, karena yang dimusabaqahkan adalah Kalam atau Firman Allah SWT, sehingga MTQ harus dijadikan media untuk memelihara kemuliaan Al-Qur’an, dengan menggali makna yang terkandung didalamnya, kemudian dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penyelenggaraan MTQ hendaknya mampu mengembalikan tujuan semula iven ini, yaitu sebagai suatu wahana menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan petunjuk, serta inspirasi dan motivasi untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna,” imbuhnya. (adi)




Hampir Ambruk, Masyarakat Pinta Pemkab Inhil Renovasi Bangunan Pasar Sungai Salak

tiang umpak tampak sudah miring dan dikhawatirkan ssewaktu-waktu akan ambruk'
tiang umpak tampak sudah miring dan dikhawatirkan ssewaktu-waktu akan ambruk’

Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat berharap Pemkab Inhil melalu Dinas terkait untuk segera merenovasi bangunan pasar Sungai Salak. Kondisi bangunan pusat transaksi masyarakat di Kecamataan Tempuling itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Jika lambat diperbaiki, dikhawatirkan bangunan akan ambruk dan bukan tidak mungkin akan menimbulkan korban jiwa.

Pengakuan salah seorang pedagang pasar setempat, Iyus, hampir setiap hari ia merasa was-was menjalankan aktifitas keseharian dipasar yang berdiri dibantaran sungai Indragiri ini. Sebahagian bangunan pasar akan terendam air setinggi lutut orang dewasa saat pasang tinggi. Bahkan kondisi tiang umpak bangunan terlihat sudah banyak yang miring.

“pastinya kita akan selalu merasa was-was. Takutnya bangunan ini sewaktu-waktu akan ambruk,” Ujar Iyus, Ahad (15/11/2015)

Untuk menempati lapak dangangan, setiap bulannya Iyus mengaku harus membayar retribusi pasar sebesar Rp 20 ribu yang dibayarkan kepada petugas yang menarik retribusi. Ia berharap agar Pemkab Inhil melalui Dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan agar kenyaman dan keselamatan pedagang dapat lebih terjamin.

Tidak hanya pedagang, masyarakat pengunjung pasar, Iman, juga berharap adanya perhatian segera dari pihak pemerintah. Kerusakan fatal khususnya pada bagian pondasi bangunan dinilainya sebagai kondisi yang sudah sangat rawan. Ia meyakini jika kerusakan ini tidak segera ditangani, tidak akan lama lagi bangunan akan ambruk.

“tiang pondasi sudah banyak yang miring. Mungkin disebabkan abrasi akibat derasnya arus air sungai. Jika tidak segera diperbaiki, tidak perlu waktu lama, saya yakin sewaktu-waktu bangunan ini akan terjun kesungai,” Ungkap kekhawatirannya.

Bukan hanya kerusakan bangunan, Iman lebih mengkhawatirkan jika dugaannya itu terjadi bukan tidak mungkin juga akan menjadi penyebab timbulnya korban jiwa.

“Setiap hari bangunan pasar ini ramai pengunjung. Kita khawatir jika sampai ambruk, bisa saja akan menimbulkan korban jiwa. Semoga saja hal itu tidak terjadi,” pungkasnya. (fa)

back-to-nike-store




Awal Desember, Inhil Tuan Rumah TTG Ke-3 Tingkat Provinsi Riau

Bupati Inhil HM Wardan saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan event TTG
Bupati Inhil HM Wardan saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan event TTG

TEMBILAHAN (detikriau.org) –  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Riau yang ke-3 tahun 2015. TTG akan digelar pada tanggal 1 sampai 4 Desember mendatang di lapangan Gadjah Mada Tembilahan.

“Ini merupakan kepercayaan yang telah diberikan kepada Kabupaten Inhil. Kita harus menampilkan yang terbaik karena ini merupakan marwah kita sebagai tuan rumah,” kata Bupati Inhil HM Wardan saat memimpin rapat persiapan TTG ke-3 di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Kamis (12/11/2015).

Ia optimis, Pemkab Inhil akan menampilkan yang terbaik meskipun waktu persiapannya jelang puncak acara sudah tidak begitu lama. Yang jelas saat itu Bupati mengingatkan kepada Satker terkait untuk lebih fokus pada persiapan acara tersebut agar tidak ada hal-hal yang menjadi persoalan besar.

“Waktu tinggal 10 hari dan tinggal 3 hari masa aktif, Kepada satker terkait diminta fokus mempersiapkan ini,” ingatkan Wardan,

Menurutnya, pelaksanaan TTG itu juga harus mampu memberi manfaat bagi Kabupaten Inhil. Artinya dari acara tersebut maka banyak ilmu dalam bidang teknologi yang dapat diserap bagi masyarakat untuk kemajuan Inhil lebih baik lagi.

“Saya juga berharap momen ini tidak hanya selesai sebatas kita sebagai tuan rumah, namun yang terpenting manfaat dari event teknologi ini,” imbuhnya. (mirwan)




Ajang MTQ Tingkat Provinsi Riau ke XXXIV, Pemkab Inhu Utus 64 Kafilah

imagesRengat (detikriau.org) – Pemkab Inhu mengutus 64 orang kafilah untuk mengikuti berbagai macam perlombaan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Riau ke XXXIV di Kabupaten Siak. Selain kafilah, Pemkab juga memberangkatkan sebanyak 400 orang sebagai penggembira.

“Untuk MTQ tingkat provinsi kali ini kita mengutus 64 kafilah dan 400 Penggembira di tambah pemain Drum Band dari Satpol PP”, kata Pj. Bupati Inhu H. Kasiaruddin SH melalui Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adm Kesra) Setda Inhu Hj Raja Asmalia sabtu (kemaren 14/11) melalui selulernya

Asmalia berharap Pemkab Inhu setidaknya akan mampu mempertahankan posisi peringkat 5 besar seperti prestasi yang telah diraih pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau sebelumnya yang dilaksanakan di Tembilahan.

“tetapi kita juga akan tetap berupaya maksimal untuk meraih peringkat terbaik diposisi 1 atau setidaknya pada peringkat ke 3,” Tutupnya, (zal)