Kamis Mendatang, di Gedung Dang Purnama, KPU Inhu Gelar Debat Kandidat
Rengat (detikriau.org) – KPU Kabupaten Indragiri Hulu agendakan pelaksanaan debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhu yang dimulai pada pukul 08.00 Wib, Kamis (19/11/2015) bertempat di gedung Dang Purnama Rengat.
Menurut Ketua KPU Inhu, Muhammad Amin, untuk suksesnya keegiatan ini, pihaknya sudah menggelar rapat persiapan dengan Laision Officer (LO) kedua pasangan calon (Tengku Mukhtaruddin – Aminah) dan (Yopi Arianto – Khairizal), belum lama ini.
Disampiakannya, dalam rapat tersebut, pihaknya dan LO paslon membahas seputar pertanyaan – pertanyaan yang bakal diajukan dalam debat kandidat. Kegiatan ini akan menghadirkan para akademisi dan pihak lainnya sebagai moderator.
“disamping membahas seputar pertanyaan yang bakal diajukan, kita juga membahas atura-aturan yang akan diberlakukan selama pelaksanaan debat kandidat”, sampaikan M Amin, senin (16/11)
M AMin berharap LO dapat meneruskan hasil pertemuan tersbut kepada masing-masing pasangan calon.
“Nanti masing-masing pasangan calon akan mengenakan pakaian melayu, namun ini sifatnya hanya anjuran agar lebih mengedepankan kultur daerah.” Tandasnya (zal)
15 Kader TP PKK Inhil Wakili Riau Ikuti Jambore Kader PKK Tingkat Nasional di Jakarta
Tembilahan (detikriau.org) – Mewakili Provinsi Riau, 15 orang kader TP PKK Kabupaten Inhil ikut ambil bagian pada pelaksanaan Jambore Kader PKK Tahun 2015 bertempat di Hotel Mercure Ancol Jakarta.
Pada kesempatan acara pembukaan Jambore yang diagendakan berlangsung selama 3 hari ini, Kader TP PKK Inhil menampilkan yel-yel yang di angkat dari gerak tari rentak bulian dan Joged Mandah serta Gerak Tari Zapin yang diiringi syair selayang pandang dan Soleram.
Wakil Ketua III TP PKK Inhil Retno Wati yang di mintai keterangan Usai mengikuti Pembukaan Jambore mmmenilai bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta seperti terjalinya keakraban dan silaturahmi sesama Kader PKK seluruh Indonesia.
“semoga ditahun-tahun berikutnya kegiatan ini dapat terus berlanjut,” Ujarnya
Kegiatan Jambore kader TP PKK ini dibuka resmi oleh Sekjen Kementrian Dalam Negeri RI, turut di hadiri Ketua Tim Penggerak PKK Pusat dr.Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dan Kader PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Indonesia, Senin (16/11/2015).
Pembukaan Jambore Kader PKK tersebut di tandai dengan penggutingan Pita oleh ibu Ketua TP PKK Pusat dr.Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.
Jambore Kader PKK Tingkat Nasional TH 2015 mengambil tema; “Melalui Jambore kita Tingkatkan Kinerja Kader Sebagai Garda Terdepan dalam Pemberdayaan Keluarga” diikuti 1500 orang yang terdiri dari TP PKK Pusat, Kader TP Provinsi dan Kader TP PKK Kabupaten/Kota terpilih serta Kader TP PKK Desa dan Kelurahan terpilih.
Kegiatan ini ditujukan untuk menambah wawasan, pengetahuan, persaudaraan dan persahabatan sekaligus sebagai penghargaan yang dapat memotivasi para kader yang berprestasi dalam rangka menwujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. (humas/adv)
Minimalisir Kasus Gizi Buruk, Dewan Pinta Semua Pihak Saling Bekerjasama
H Adriyanto (kanan), saat memberikan pemaparan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pihak terkait terutama aparatur di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa diminta untuk selalu berkerjasama dan berkoordinasi dalam penanganan masalah kesehatan masyarakat, khususnya gizi buruk.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto terkait dengan masih tingginya kasus gizi buruk yang ditemukan dan terdata di Kabupaten Inhil.
Dikatakan Adriyanto, RT dan RW selaku ujung tombak Pemerintah Daerah (Pemda) harus mengetahui bagaimana kondisi masyarakat yang ada di wilayahnya, mulai dari segi perekonomian hingga kesehatan mereka.
“Jadi, perlu dilakukan pendataan di lapangan, sehingga program yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran,” tutur Adriyanto saat diwawancarai awak media usai menghadiri Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor, dalam rangka advokasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Gizi Buruk, di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, Senin (16/11/2015).
Contohnya saja, lanjut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Inhil ini, jika saat pendataan ditemukan adanya penderita gizi buruk, maka segera laporkan ke fasilitan pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.
Dengan demikian, penderita gizi buruk tersebut bisa segera ditangani dan diobati secara lebih intensif oleh tenaga kesehatan setempat, guna mencegah dan mengantisipasi sejak dini terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan.
“Penderita gizi buruk tidak bisa terlambat ditangani, sebab bisa berakibat fatal dan sangat mungkin membawa pada kematian,” imbuhnya. (adi)
Bupati Inhil Harapkan SMK Untuk Lebih Kriatif
Bupati Inhil tampil Sebagai Insepektur Upacara
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengharapkan kepada seluruh pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Inhil mampu menunjukkan kreatifitas pembelajaran siswa. Penunjukan tersebut sesuai dengan jurusan-jurusan yang ada.
“Karena SMK itu berbeda dengan SMA, dimana siswa SMK diajarkan langsung turun ke lapangan mengaplikasikan ilmu yang didapat,” kata Wardan dalam amanatnya saat memimpin upacara bendera di halaman SMK Negeri 1 Tembilahan kota, Senin (16/11/2015).
Dalam hal itu, secara tidak langsung sejumlah pelajar SMK dituntut mampu memberikan kemampuan yang berbeda dari sekolah lain, terutama SMA. Jika pelajar SMK berhasil mengaplikasikan ilmu yang ada baru tampak perbedaan antara SMK dengan SMA.
Jika SMA, lanjutnya, secara umum hanya dipadarkan materi oleh pendidik dan tidak dituntuk langsung mampu memberikan hasil pembelajaran.
“Bagaimana SMK di Solo dapat menciptakan mobil sendiri, saat itu dipimpin oleh Joko Widodo yang saat ini menjadi Presiden RI. Saat itu nama Pak Jokowi bisa cemerlang atas bantuan siswa SMK,” tambahnya.
Saat ini kata Wardan, jumlah SMK di Inhil sudah terbilang cukup banyak dengan jumlah total 17 SMK. Menurutnya membangun SMK itu jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan membangun SMA, seperti perbandingan satu SMA sebanding dengan tujuh sampai delapan SMK.
Untuk itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini meminta kepada seluruh pihak terkait untuk tidak menyia-nyiakan keberadaan SMK yang ada. Begitu juga bagi para pelajar, dihimbaunya benar-benar mengikuti pembelajaran sesuai program yang disediakan pihak sekolah.
Sekedar diketahui, pada kesempatan itu Bupati menandatangani moto lingkungan, menyerahkan piagam penghargaan terbaik 1 tingkat Provinsi Riau dalam kegiatan forum tukar pengalaman genre kelompok PIK dan sekaligus meresmikan perpustakaan digital. (mirwan/adv)
Advokasi Penurunan AKI, AKB dan Gizi Buruk, Diskes Gelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor
Bupati Inhil, HM Wardan saat memberikan sambutan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor, dalam rangka advokasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Gizi Buruk, Senin (16/11/2015).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Inhil, HM Wardan serta dihadiri Unsur Forkopimda, Anggota DPRD, sejumlah pejabat eselon, Ketua TP PKK dan Gabungan Organisasi Wanita di Kabupaten Inhil.
Ketua Panitia Pelaksana, Ridwan MKes mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya penanganan AKI, AKB dan gizi buruk, serta mendapatkan masukan guna percepatan penurunan AKI, AKB dan upaya bersama mengatasi adanya gizi buruk di Kabupaten Inhil.
“Peserta kegiatan ini, terdiri dari SKPD terkait, Camat dan Ketua TP PKK kecamatan, Kepala UPT Diskes, dokter, bidan koordinator dan pemegang program gizi di Puskesmas, RSUD Puri Husada, Tengku Sulung dan Raja Musa dan para ketua atau utusan organisasi profesi bidang kesehatan se-Inhil,” tutur Ridwan.
Pelaksana Tugas (Plt) Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan dalam eksposnya menjelaskan, hingga Bulan September 2015 lalu, jumlah kematian ibu hamil, bersalin dan nifas sebanyak 23 orang dari 5.146 persalinan, dengan penyebab utamanya adalah pendarahan.
Untuk AKB, lanjut Saut, berjumlah sebanyak 148 orang dari 9.164 kelahiran hidup, dengan penyebab kematian diantaranya Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), aspixia (kekurangan oksigen), serta lahir mati karena penanganan persalinan yang tidak tepat dan tidak sesuai protap.
“Sedangkan jumlah gizi buruk, terdata sebanyak 28 jiwa dan 3 diantaranya dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.
Adapun kendala yang ditemui pada keseluruhan persoalan tersebut, yakni 3 Terlambat dan 4 Terlalu. Tiga Terlambat, yakni Terlambat mendeteksi dini terhadap kehamilan yang beresiko, Terlambat merujuk dan Terlambat pertolongan medis.
Kemudian Empat Terlalu, yaitu Terlalu tua untuk hamil (di atas 35 tahun), Terlalu muda untuk hamil (di bawah 18 tahun), Terlalu dekat jarak kehamilan dan Terlalu rapat jumlah anak.
“Selain itu, yang menjadi penyebab lainnya adalah tidak meratanya tenaga kesehatan. Dimana, lebih banyak diperkotaan daripada di pedesaan dan daerah-daerah terpencil,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Wardan dalam sambutannya berharap, setelah selesai kegiatan tersebut harus dibentuk tim kerja sampai ke tingkat RT dan RW, sehingga data yang didapatkan tentang jumlah AKI, AKB dan gizi buruk lebih valid serta akurat.
“Saya akan fokus dan konsen terhadap ini. Jadi, SKPD terkait harus memberi support secara realita dan tidak hanya berupa ucapan,” imbuhnya.(ADI/ADV)
Hingga Oktober, Penderita HIV/AIDS Terdata Sebanyak 134 Orang
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga Bulan Oktober tahun 2015 lalu, jumlah penderita penyakit HIV AIDS yang sudah ditemukan dan terdata di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mencapai sebanyak 134 orang.
“Jumlah ini terdiri dari 83 laki-laki dan 51 perempuan,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat diwawancarai detikriau.org di salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, lanjut Saut, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya penjaringan terhadap para penderita, yang berkemungkinan masih banyak yang belum diketahui keberadaannya.
“Jika dalam penjaringan kita menemukan yang terdapat gejala-gejala bahkan positif terserang virus ini, maka kita akan melakukan penanganan dan conseling terhadap pasien,” tutur Saut.
Kemudian, Saut menghimbau kepada seluruh masyarakat, apabila terdapat gejala-gejala agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, serta selalu berperilaku hidup sehat seperti yang diajarkan agama dan menjauhi sex bebas.
“Untuk pihak Puskesmas, RSUD dan lain-lain, diharapkan agar selalu menyetrilkan jarum suntiknya, dalam upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan pasien,” imbuhnya. Adi/adv