LK II HMI. Ketua DPRD Inhil Tampil Sebagai Pemateri

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam menjadi salah satu narasumber pada Latihan Kader (LK) II atau Intermediate Training tingkat nasional yang ditaja oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan.

Pada kegiatan yang dipusatkan di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Dan diminta menguraikan peran lembaga legislatif dalam pembangunan daerah.

Dikatakan Dani, pada prinsipnya sesuai dengan ketentuan yang ada, DPRD mempunyai tiga peran sentral sebagai mitra eksekutif dalam pembangunan, yakni fungsi badgeting, fungsi kontrol dan fungsi legislasi.

“Hubungan kemitraan antara legislatif dan eksekutif ini harus terus ditingkatkan, dalam upaya mempercepat proses pembangunan daerah,” tutur Dani, kemarin.

Penyampaian uraian politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, mendapat tanggapan serius dari para mahasiswa yang berasal dari banyak daerah di Indonesia, diantaranya dengan mempertanyakan bagaimana upaya DPRD dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat yang terus menurun.

Menjawab hal itu, Dani menjelaskan bahwa lembaga legislatif ke depan memang harus senantiasa memaksimalkan tiga fungsi utamanya dan harus lebih banyak waktu berdialog langsung dengan masyarakat.

“Kuncinya adalah memaksimalkan tiga tugas yang telah ditetapkan undang undang, selain itu tentu saja dengan selalu ada di tengah masyarakat dan berbuat maksimal dalam merealisasikan aspirasi masyarakat tersebut,” imbuhnya. adi)




Diskes Inhil Gelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Malaria

Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi program malaria, Selasa (17/11/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula salah satu Hotel di Tembilahan ini diikuti pengelola program puskesmas dan bidan koordinator puskesmas se-Kabupaten Inhil.

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Diskes Inhil, Abdul Affan, SKM melalui stafnya, Zainuddin SKM mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola program malaria dalam melakukan surveilans berbasis e-SISMAL.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendukung tercapainya pelaporan berbasis e-SISMAL mulai dari tingkat puskesmas, kabupaten dan provinsi, yang mulai berlaku efektif per 1 Januari 2016 mendatang,” tutur Zainuddin.

image_1Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan menjelaskan, pada tahun 2012 lalu, sistem pencatatan dan pelaporan dengan menggunakan e-SISMAL ini sebenarnya telah pernah diimplementasikan di 3 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Inhil, Rokan Hilir (Rohil) dan Pelalawan.

Namun, kabupaten/kota yang telah dilatih tersebut belum dapat merekap data dengan menggunakan e-SISMAL.

Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta dapat menyerap dengan baik materi-materi yang diberikan, sehingga e-SISMAL ini bisa diterapkan sampai ke tingkat fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Kemudian, dengan adanya e-SISMAL ini, juga diharapkan dapat menunjang kinerja pengelola program, sehingga menghasilkan laporan yang akurat dan tepat waktu.

“Semoga kita dapat mencapai tujuan akhir kita, yakni eliminasi malaria,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Bupati Hadiri Acara Pelantikan Ketua PGRI Kecamatan Tanah Putih

BAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Profesi guru adalah profesi kedua yang paling diminati setelah profesi guru. Menurut masyarakat, profesi guru adalah profesi yang mulia.

Hal ini disampaikan Bupati Rohil, Suyatno dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan ketua PGRI Kecamatan Tanah Putih periode 2015-2020 di Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih, Abdul Haris Senin (16/11)

“itu merupakan hasil survey. Masyarakat Indonesia menilai proffesi tenaga pendidik ini sebagai salah satu profesi yang mulai,” Sampaikan Bupati.

Diakui Bupati dalam beberapa waktu yang lalu, tingkat pendidikan di Rohil mengalami penurunan. Namun ia berharap dengan kerjakeras PGRI termasuk PGRI yang baru dilantik di Kecamatan Tanah Putih dibawah pimpinan Abdul haris ini, pendidikan di Rohil akan kembali mengalami perbaikan.

“Saya yakin PGRI kedepanya akan bisa lebih baik lagi memberi bimbingan dan didikan kepada pelajar, sehingga bisa terlahir generasi penerus yang dapat diandalkan.” Ujar Bupati

Bupati juga berharap dengan dilantiknya ketua PGRI Kecamatan Tanah Putih yang baru bisa memberikan warna baru untuk mendorong PGRI Kecamatan Tanah Putih bisa lebih maju lagi kedepanya.
“Saya juga optimis, seluruh PGRI se Kabupaten Rohil akan bisa menjadikan dunia pendidikan se Rohil bisa lebih maju dan berjaya lagi kedepanya,” Tandasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Rohil Zulfikar mengatakan jumlah anggota PGRI untuk Kecamatan Tanah Putih sebanyak 1.704 orang. Jumlah ini merupakan urutan tiga terbesar setelah Kecamatan Bangko dan Balai Jaya.

“Secara keseluruhan anggota PGRI berjumlah 24 ribu dengan rincian 17 ribu guru dibawah Pemkab Rohil dan 7 ribu guru dibawah Kementrian Agama. Potensi yang besar ini aakan kita kerahkan untuk memajukan pendidikan. “ Yakininya. (humas/dro)




Polisi Masih Selidiki Mantan Kades Pengalihan Atas Dugaan Penyelewengan Dana

150317026ilustrasi-KorupsipTEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) masih menyelidiki mantan Kepala Desa (Kades) Pengalihan Kecamatan Enok periode 2008-2014 berinisial AR atas dugaan menyelewengkan dana inventaris desa sebesar Rp 12,6 juta.

“Kita masih melakukan penyelidikan lanjutan,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kasat Reskrim, AKP Juper LumbanToruan kepada detikriau.org, Selasa (17/11/2015).

Meski begitu, ia belum memberikan keterangan resmi terkait hasil sementara penyelidikan. Ia hanya menegaskan masih dalam penyelidikan khusus oleh tim penyidik.

kurasi1styleSekedar mengingatkan, mantan Kades tersebut dilaporkan oleh Badan Permusyawarahan Desa (BPD) setempat pada tanggal 12 Oktober 2015 lalu atas dugaan penyalahgunaan dana hasil penjualan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 14×33 baris kebun kelapa senilai Rp. 12,6 juta.

Dimana, penjualan TKD itu disepakati untuk melunasi sisa hutang pembelian tanah seluas Rp. 50×100 meter untuk pembangunan Puskesmas sebesar Rp 11,6 juta. Namun sampai saat ini uang hasil penjualan tersebut tidak dibayarkan untuk melunasi hutang desa sesuai kesepakatan. (mirwan).




Galeri Foto Pertemuan Koordinasi Dinkes Inhil Dengan Lintas Sektor Terkait AKI, AKB dan Gizi Buruk




4 Kabupaten/Kota dipastikan Abstain Ikut TTG Ke-III Riau di Inhil,

DSC_63571TEMBILAHAN (detikriau.org) – 4 Kabupaten/Kota dipastikan tidak mengikuti pagelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) ke III Tingkat Provinsi Riau yang akan dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir Desember mendatang.

Keempat Kabupaten/Kota itu adalah kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kuansing dan Kabupaten Rokan Hulu.

” Alasan ketidak-ikutsertaan mereka hampir sama, rata-rata karena persoalan keterbatasan anggaran. Memang pada dasarnya kegiatan ini membutuhkan dana yang cukup besar, terutama untuk memfasilitasi pameran teknologi terkini.” Ujar Kepala Bapemasbangdes Provinsi Riau, Sudarman kepada detikriau.org usai menghadiri rapat pemantapan dan survei lokasi pada persiapan pagelaran TTG ke-III di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Selasa (17/11/2015).

Ditambahkan Sudarman, mesin-mesin yang ditampilkan nantinya harus berupa teknologi terbaru sesuai kebutuhan masyarakat yang tidak merusak lingkungan dan memiliki nilai tambah.

“Meski begitu, 4 Kota dan Kabupaten nantinya tetap menghadiri untuk menyaksikan kelancaran kegiatan ini. Dari pembahasan dalam rapat tadi, saya optimis Kabupaten Inhil mampu menyukseskan TTG Riau tahun 2015,” tandasnya. (mirwan)