Disperindag Inhil Panggil Seluruh Pedagang Kelapa Gading

“Operasional Pusat Jajanan yang dibuka Dengan Maulid Habsy ini dinilai Kerap Menyimpang dari Ketentuan”

“jika ada perempuan seksi sebagai pelayan maka kami angkut perempuan-perempuan itu”

DSC_6413TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengumpulkan puluhan pedagang Pusat Kuliner Kelapa Gading (PKKG) di aula kantor Disperindag Inhil, Tembilahan, Jum’at (20/11/2015).

Pemanggilan itu dalam rangka menindak-lanjuti segala persoalan pasar kuliner kelapa gading. Pemerintah menilai bahwa operasional pasar tersebut selalu melanggar segala ketentuan yang ada, baik dari sisi aturan yang ditetapkan maupun kesepakatan antara pemerintah dengan pedagang.

“Permintaan saya kepada para pedagang cukup mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada,” kata Kepala Disperindag Inhil H Pahrolrozy saat memimpin pertemuan yang dihadiri juga oleh Kepala Disporabudpar Inhil Rudiansyah, Kaban Kesbangpol Inhil Sirajuddin, Kepala Satpol PP TM Syaifullah, Kapolsek Tembilahan Ipda Agus Susanto dan perwakilan TNI.

kurasimainstylePahrolrozy menerangkan, ketentuan yang ditetapkan itu adalah waktu buka mulai pukul 17.00 sampai 00.00 WIB, volume musik tidak terlalu keras minimal dengan kencang 4 volume, selanjutnya tidak dibenarkan menjual minuman beralkohol dan menyediakan lampu penerangan diatas standar.

Tak cukup hanya itu, Disperindag juga menetapkan larangan memfasilitasi wanita penghibur bagi para pengunjung, artinya karyawan wanita dengan berpakaian sangat terbuka. Kata mantan Kadishubkominfo, ketentuan-ketentuan itulah yang selalu dilanggar.

“Apa yang sudah diperbuat belakangan ini masih diberi ampun, namun untuk yang akan datang jika aturan yang ada ini tidak diindahkan maka kami akan tindak tegas. Andaikan musik kencang maka kami musnahkan speakernya  dan langsung saya cabut izin, jika ada perempuan seksi sebagai pelayan maka kami angkut perempuan-perempuan itu,” tegasnya. (mirwan)




Terkait Wacana Resi Gudang Pemkab Inhil, Dani : Yang Jelas Masyarakat Harus Dipihak Yang Diuntungkan

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wacana resi gudang yang mulai digadang-gadangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) saat ini, diharapkan menjadi salah satu solusi dalam upaya menstabilkan harga perkelapaan di Negeri Seribu Parit.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Dani M Nursalam saat diwawancarai awak media usai menghadiri prosesi pelantikan Ketua PMI Inhil dan pengurus KNPI Inhil, di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, belum lama ini.

Dijelaskan Dani, sistem resi gudang ini memang sudah berjalan dan diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia, namun bukan di bidang komoditi kelapa.

“Untuk komoditi kelapa, ini adalah hal yang baru. Karena itu, saya minta Pemda betul-betul dalam pelaksanaannya, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kondisi dan peningkatan perekonomian masyarakat,” tutur Dani.

Selanjutnya, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini menyatakan, tidak masalah jika Pemkab Inhil ingin melibatkan swasta dan pihak-pihak terkait lainnya dalam penerapan resi gudang tersebut.

“Tapi yang jelas, masyarakat terutama para petani haruslah dipihak yang diuntungkan, bukan malah sebaliknya,” imbuhnya. (adi)




Bupati Inhil Buka Resmi Jambore PAUD

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi kegiatan jambore Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat Kabupaten Inhil di gedung Wanita jalan Sungai Beringin Tembilahan, Jum’at (20/11/2015).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan disamping meningkatkan silaturahmi juga sebagai evaluasi dalam upaya pengembangan PAUD di Inhil. Sebab itu ia mengharapkan kepada SKPD terkait hingga camat dan lurah bisa melakukan pengawasan pengawasan terhadap lembaga PAUD tersebut.

“Guru PAUD sekarang ini minimal berpendidikan S1, dikarenakan di Inhil keterbatasan tenaga berpendidikan tinggi maka banyak juga yang tamatan SMA dengan catatan yang sudah mengikuti pelatihan atau diklat,” kata Wardan.

jambore 13“Jika tidak begitu, kita khawatir arah pengajaran yang diberikan kemana, inilah yang menjadi tanggung jawab Pemda untuk memberikan pelatihan guru berkualitas. Harus ada tahapan yang kita capai capai, apa penyebab atau rincian permasalahan yang terjadi,” tambahnya.

Sementara Bunda PAUD Hj Zulaikhah Wardan menyebutkan, melalui Jambore diharapkan akan terjalin komunikasi yang konstruktif antara pendidik, sehingga timbul ide gagasan untuk mengembangkan pendidikan kususnya PAUD.

Adapun peserta, disampaikannya ada 7 peserta yang mewakili dari masing-masing kecamatan merupakan yang beruntung dan berkesempatan.

“Betapa banyaknya jumlah pendidikan PAUD, namun yang bisa diikutsertakan hanya 7 orang. Yaitu 5 orang dari pendidik dan pengelolaa dan 2 oranf anak asuh. Hal ini menunjukkan bahwa betapa yang lain kesempatan,” kata Ikha.

Ia menginginkan kepada seluruh peserta kiranya dapat memberikan manfaat yang terbaik dalam upaya menjadikan anak yang berkualitas dan cerdas serta terlindungi dari diskriminasi menjadi tanggung jawab kita bersama, pendidik, orangtua dan pemerintah. (mirwan/adv)




Diskes Inhil Lakukan PertemuanAdvokasi Penurunan Kematian Ibu, Anak dan Penanggulanagan Masalah Gizi

“Bersama Lintas Sektor ditingkat Kecamatan”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan advokasi penurunan kematian ibu, anak dan penanggulangan masalah gizi dengan lintas sektor di kecamatan, Kamis (19/11/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor Camat Tempuling ini, diikuti penanggung jawab program Puskesmas dan linta sektor di Kecamatan Tempuling.

Ketua Panitia Penyelenggara, Siti Munziarni, SKM MM mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak di Negeri Seribu Parit.

“Tujuan lainnya, adalah dalam upaya menurunkan kasus gizi buruk di Inhil,” tutur Siti Munziarni, yang juga Kasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil.

image_1Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan S.Sos MKes dalam sambutannya menjelaskan, agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar, aspek peningkatan mutu pelayanan tetap diharapkan menjadi kegiatan prioritas di setiap daerah.

“Peningkatan mutu program KIA juga dinilai dari besarnya cakupan program pada masing-masing wilayah kerja, dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelola dan pelaksana program KIA di tingkat Puskesmas, maka pengelola program KIA harus mampu mengolah data KIA guna memperkuat manajemen program,” terangnya.

Apalagi, lanjut mantan Kabag Humas Setda Inhil ini, sebagian data KIA sudah tersedia di lapangan, salah satunya dengan pengisian Kohort ibu, bayi dan balita.

“Untuk itu, kegiatan surveilans diperlukan guna memantau pemantapan cakupan program, demi menunjang penurunan angka kematian ibu dan bayi,” imbuhnya. (adi/adv)




Jajanan Khas Betawi Kini Juga di Jajakan di Kota Tembilahan

IMG_20151119_171432TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kerak Telor, itulah nama jajanan khas Betawi yang kini telah masuk di ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhill). Jajanan tersebut dijajakan mulai pukul 03.00 sampai 21.00 WIB setiap hari di bundaran Pasar Pagi jalan M Boya Tembilahan.

Pantauan lapangan, lokasi tersebut tampak ramai diserbu pembeli hingga si penjual kewalahan melayani. Sebab diketahui bahwa jajanan tersebut merupakan jajanan langka di Inhil bahkan di Provinsi Riau.

“Enak rasanya dan harganya pun terjangkau,” kata salah satu pembeli, Alpin kepada awak media, Kamis (19/11/2015) kemarin.

Sementara itu, Ayu selaku penjual jajanan Khas Betawi saat dikonfirmasi mengaku dagangannya lancar dan laris sejak seminggu terakhir di Tembilahan.

unnamedDalam satu hari, telur yang disediakannya sebanyakdua papan selalu habis terjual. Sedangkan harga dipasarkan, Ayu menetapkan Rp 15 ribu untuk telur ayam ras perporsi dan Rp 20 ribu untuk telur ayam kampung.

“Sudah seminggu saya di sini, alhamdulillah peminatnya cukup tinggi. Dalam satu hari pemasukan hasil jajanan ini bisa mencapai Rp 1 juta,” kata wanita yang mengaku datang dari DKI Jakarta.

Menurutnya menjajakan jajanan tersebut keuntungannya jauh lebih besar dibandingkan menetap di ibu kota Negara RI, karena jajanan khas betawi di Jakarta sudah tidak asing lagi dan mudah ditemukan.

Biasanya, Ayu hanya menjajakan jika ada event-event tertentu di berbagai daerah namun berbeda yang dilakukannya di Tembilahan, ia mencoba menetap tanpa ada event apapun.

“Kalau usaha saya di Tembilahan ini tetap lancar maka saya tidak akan menjajakan ke daerah lain lagi,” imbuhnya. Mirwan)




Beberapa Mantan Pemain Timnas Ikut Berlaga Meriahkan Reteh Cup

DSC_0569Reteh (detikriau.org) – Memeriahkan turnamen sepak bola Reteh Cup di kabupaten inhil, beberapa pemain sepak bola nasional turut bermain di laga turnamen sepak bola reteh cup tersebut. beberapa pemain sepak bola nasional tersebut diantaranya, Oktapianus, mahyadi panggabean, eli eboy dan adi sulistio.(19/11)

Pertandingan yang berlansung di berlangsung di lapangan H sanusi kecamatan reteh kabupaten inhil ini di saksikan ribuan pencinta bola.

Eli eboy mantan pemain nasional asal papua mengatakan sengat senang dapat turut hadir bermain sepak bola di kabupaten inhil.

Eli berharap dengan kedatangan dia dan rekan-rekannya ini dapat memberi motivasi bagi kaula muda khususnya di bidang olah raga sepak bola yang ada di Kabupaten Inhil imbuhnya.(Fa)

HLIN-PANT-019A