Wakili Bupati, Asisten III Buka Resmi Bimtek Simda BMD

Asisten III Setda Menyampaikan sambutan saat membuka BIMTEK Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah
Asisten III Setda Menyampaikan sambutan saat membuka BIMTEK Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten III Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Afrizal membuka secara resmi Bimbingan Teknis (BIMTEK)  Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (SIMDA BMD) di aula Telaga Puri Tembilahan, Selasa (24/11/2015).

Kegiatan yang ditaja Bagian Perlengkapan Setda Inhil itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keteramilan bagi pengurus diseluruh SKPD dan untuk mewujudkan tata kelola dan tertib administrasi terhadap pengelolaan barang milik Daerah.

Dalam sambutannya, Asisten III menyampaikan kalau bimbingan teknis tersebut difokuskan kepada kepada para pengurus atau penyimpan barang diruang lingkup SKPD Kabupaten Inhil sebagai upaya menyeragamkan langkah dan tindakan dalam pengelolaan aset dan barang milik daerah.

Bimtek ini merupakan salah satu langkah yang sangat serius yang harus ditempuh oleh Pemkab Inhil guna mendorong terwujudnya pengelolaan aset dan barang milik daerah yang benar, cermat dan akurat yang berbasis Teknologi Informasi (TI).

Disamping itu, menurutnya Bimtek itu juga sangat penting dan sangat strategis dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengurus atau penyimpan barang dibidang pengelolaan barang milik daerah.

“Hal itu disebabkan jika tanpa dilakukan penyeragaman langkah dan tindakan serta tidak duduk bersama dalam menangani permasalahan aset yang begitu kompleks, maka untuk mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset atau barang milik daerah secara keseluruhan akan sulit diraih dicapai,” kata Afrizal.

Menurutnya, pengelolaan aset atau barang milik Pemkab Inhil masih jauh dari harapan yang diinginkan dan masih banyak terdapat permasalahan dengan aset. Tanggung jawab pengelolaan aset katanya bukan hanya pada Bagian Perlengkapan saja namun juga merupakan tanggung jawab semua SKPD.

“Sebagaimana kita ketahui SKPD adalah pengguna barang atau aset, SKPD melaksanakan pembangunan dan mengadakan aset, serta operasional dan pemeliharaan aset juga berada dalam penguasaan SKPD,” paparnya.

Setiap akhir tahun, lanjutnya, akan terus dilakukan Rekonsiliasi aset dengan tujuan agar semua barang dan aset yang diadakan dan dibangun pada tahun tersebut tercatat dalam aset daerah dan diketahui nilai perolehan asetnya, oleh sebab itu Kepala Satker harus mendukung pengelola dan pengurus dan penyimpan barang untuk melakukan rekonsiliansi serta melakukan pencatatan aset di SKPD masing-masing.

Dalam pengelolaan aset harus dilakukan secara kontiniu, berkesinambungan, ketelatenan dan ketelitian, sebab pengelolaan aset memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap opini hasil audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang dilaksanakan setiap tahun, oleh sebab itu kepala SKPD dan para Camat harus menunjuk pengurus dan penyimpan barang dari staf  yang memiliki integritas yang mempunyai kemauan dan rajin.

“Pada kesempatan ini saya meminta kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti bimbingan teknis ini secara aktif, tekun dan serius. Sehingga mampu nantinya mengimpelentasi materi yang diajarkan oleh para narasumber dalam pelaksanaan tugas pengelolaan aset ini dan kepada kepala SKPD agar tidak membebankan tugas lain kepada peserta selama mereka mengikuti bimtek,” tutupnya. (mirwan/adv)




Operasi Katarak 5-6 Desember, Penderita Yang Terdaftar Diimbau Lakukan Pemeriksaan Ulang di RSUD PH Sehari Sebelumnya

katarakTEMBILAHAN (detikriau.org) – Para penderita katarak yang telah terdaftar di Diskes Kabupaten Inhil dan Puskesmas setempat diimbau, untuk melakukan pemeriksaan ulang katarak di RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan sehari sebelum waktu pelaksanaan operasi atau tepatnya tanggal 4 Desember mendatang.

Imbauan tersebut disampaikan Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia terkait dengan akan digelarnya operasi katarak matur gratis di Negeri Seribu Parit pada tanggal 5-6 Desember 2015.

Dikatakan Devi, saat ini jumlah masyarakat atau pasien yang sudah mendaftar untuk mengikuti operasi katarak matur gratis sudah mencapai sekitar 200 orang, yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Inhil.

“Pendaftarannya belum kita tutup, karena berkemungkinan masih ada yang mendaftar,” tutur Devi kepada detikriau.org, Selasa (24/11/2015).

Dari 200 pasien yang telah mendaftar di Diskes Kabupaten Inhil dan Puskesmas setempat tersebut, lanjut Devi, nantinya akan diperiksa ulang oleh tim dokter spesialis mata yang datang dari Jakarta.

Pemeriksaan ulang sebelum dilakukannya operasi ini, bertujuan untuk memastikan apakah penyakit katarak yang diderita oleh para pasien termasuk dalam kategori matur atau tidak.

“Jadi, dokterlah nantinya yang akan memutuskan apakah pasien ini dioperasi atau tidak,” terangnya. (adi/adv)

 




Kota Rengat Raih Sertifikat Adipura 2015

Penjabat Bupati saat menerima sertifikat dari menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan
Penjabat Bupati saat menerima sertifikat dari menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan

Rengat (detikriau.org) – Kota Rengat, ibukota Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berhasil meraih penghargaan sertifikat Adipura Tahun 2015 kategori kota kecil dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan bergengsi ini diraih Kota Rengat karena dinilai mampu meningkatkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup perkotaan tahun 2014-2015.

Penghargaan sertifikat Adipura Tahun 2015 diserahkan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ir Siti Nurbaya Bakar, MSc kepada Penjabat Bupati Inhu H Kasiarudin, Senin (23/11) malam di Hotel Bidakara, Jakarta. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para Bupati dan Walikota penerima penghargaan Piala Adipura, Plakat Adipura dan Sertifikat Adipura dari seluruh Indonesia.

Penjabat Bupati foto
Penjabat Bupati foto

Dalam pelaksanaan penilaian Adipura 2014-2015 ini, tim penilai memantau sebanyak 357 kota dan ibukota kabupaten di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 3 kota meraih Adipura Kencana, 65 kota meraih Anugerah Adipura terdiri dari 5 kota kategori metropolitan, 3 kota kategori kota besar, 25 kota sedang dan 32 kota kategori kota kecil.

Kemudian Sertifikat Adipura diberikan kepada 69 kota terdiri dari 1 kota kategori metropolitan, 3 kota kategori kota besar, 18 kota kategori sedang dan 47 kota kategori kota kecil. Sedangkan Plakat Adipura diberikan untuk 17 kota.

Di Provinsi Riau, hanya ada empat kota yang meraih Sertifikat Adipura Tahun 2015 yakni Kota Rengat ibukota Kabupaten Inhu, Taluk Kuantan ibukota Kuantan Singingi, Pangkalan Kerinci ibukota Pelalawan dan Pasir Pangaraian ibukota Rokan Hulu. Sedangkan Siak meraih Plakat Adipura Tahun 2015.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhu, Moch Bayu Setia Budiono mengungkapkan bahwa Adipura merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan Kementrian Lingkungan Hidup kepada kota di Indonesia yang dianggap berhasil dalam penatakelolaan lingkungan.

“Kota Rengat memperoleh sertifikat Adipura Tahun 2015 ini karena dinilai mampu meningkatkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup dibanding tahun sebelumnya. Dan ini merupakan kerja keras bersama tim Adipura Kabupaten Inhu,” ujarnya disela-sela mendampingi Penjabat Bupati Inhu H Kasiarudin menerima Sertifikat Adipura Tahun 2015 di Jakarta.

Menurut Moch Bayu, ada beberapa aspek penilaian Adipura yang membuat Kota Rengat, ibukota Kabupaten Inhu berhasil meraih Sertifikat Adipura. Diantaranya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang telah melakukan komposting. Selain itu, perbaikan pada jalan arteri serta peningkatan sarana, fasiltas dan keberhasilan pasar.

Sementara itu, Penjabat Bupati Inhu H Kasiarudin mengucapkan terimakasih kepada tim Adipura dan masyarakat Inhu yang telah bersama-sama melakukan sejumlah pembenahan dan peningkatan dalam tata kelola lingkungan. “Ini pencapaian yang baik menuju Piala Adipura. Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa tata kelola lingkungan mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Penjabat Bupati berharap penghargaan Sertifikat Adipura Tahun 2015 ini mampu menjadi motivasi bagi tim adipura dan masyarakat untuk terus bekerja dan saling bahu-membahu sehingga kedepannya mampu meraih piala Adipura. “Piala Adipura hanya bisa terwujud jika semua pihak bersama-sama menjaga daerah dan terus memperbaiki pengelolaan lingkungan,” jelasnya. (Hms/zal)




Plt Sekda Inhil Buka Resmi Musabaqah Maulid Al-Habsyi

Plt.SEKDA menyampaikan sambutan saat membuka Musabaqah Maulid Al-Habsyi
Plt.SEKDA menyampaikan sambutan saat membuka Musabaqah Maulid Al-Habsyi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membuka secara resmi kegiatan musabaqah maulid al-habsyi di Majelis Ta’lim Al-Hidayah parit 11 Tembilahan Hulu, Senin (23/11/2015) malam.

Musabaqah tersebut digelar dalam rangka memperingati Milad Majelis Al-Habsyi Ke-IX tahun 2015 yang dihadiri Kepala Disporabudpar Inhil Rudiansyah, perwakilan Polres Inhil, Kabag Kesra H Arifin, Camat Tembilahan Hulu dan Lurah, pimpinan Majelis Ta’lim Al-Hidayah serta sejumlah tokoh masyarakat.

Menurut jadwal, kegiatan tersebut akan berlangsung selama 6 hari yang diikuti Kelompok-kelompok Habsyi yang tergabung dalam Majelis Al-Habsyi Induk dari beberapa Kecamatan dengan total 30 kelompok. Adapun jenis perlombaan yang dilombakan adalah Pembacaan marowi, Syair Wajib, Syair Pilihan dan peserta marhaban.

Mewakili Bupati, Plt Sekda mengatakan dalam sambutannya bahwa keberadaan himpunan Majelis itu merupakan suatu kebanggaan bagi segenap masyarakat Kabupaten Inhil. Diusianya yang memasuki tahun ke-9 ini, Majelis Al-Habsyi telah  menghimpun lebih dari 40 Kelompok Pengajian Al-Habsyi yang berasal dari beberapa Kecamatan.

“Kehidupan masyarakat Islami kental tercermin di Majelis ini, dengan banyaknya aktivitas keagamaan yang senantiasa dilakukan bersama, baik itu pengajian, kegiatan keagamaan, maupun syiar Islam lainnya,” kata Fauzar.

Yang jelas, Pemkab Inhil sangat menyambut baik terhadap kegiatan itu dengan harapan dapat menampung bakat-bakat asli putra daerah.

“Hal ini juga dapat memenuhi tuntutan pembangunan dibidang seni budaya, dalam era globalisasi dan modernisasi dengan tanpa meninggalkan ciri khas kebudayaan sendiri. Bahkan jua dapat menjadi penangkal masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Melayu khususnya,” ujarnya. (mirwan/adv)

 




HM Wardan: sekecil apapun tugas yang dijalankan haruslah dilakukan dengan serius dan bersungguh-sungguh

“Pesan Bupati Pada Pembukaan Bimtek Tajaan Ombudsman Perwakilan Riau di Tembilahan”

Bupati Inhil, HM Wardan menyerahkan Souvenir kepada Ketua Ombudsman perwakilan Riau, Achmad Fitri
Bupati Inhil, HM Wardan menyerahkan Souvenir kepada Ketua Ombudsman perwakilan Riau, Achmad Fitri

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan meminta kepada perwakilan SKPD yang mengikuti kegiatan Bimtek Pengawasan Pelayanan Publik tajaan Ombudsman perwakilan Provinsi Riau untuk serius menyerap materi diklat dan nantinya dapat dipraktikkan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selasa (24/11/2015).

Bupati berkali-kali menegaskan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam sambutannya saat membuka resmi kegiatan yang dilaksanakan di aula salah satu Hotel di Kota Tembilahan ini bahwa sekecil apapun tugas yang dijalankan haruslah dilakukan dengan serius dan bersungguh-sungguh.

“jangan setiap kegiatan hanya berakhir sekedar seremonial. Harus ada output perubahan yang baik, khususnya perubahan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi materi bimtek tajaan ombudsman perwakilan Riau ini” Pesan Bupati

Oleh karena itu, kegiatan yang dinilai Bupati amat penting dan sesuai dengan apa yang menjadi salah satu cita-cita di masa kepemimpinan dirinya di Inhil dapat diikuti dengan sepenuh hati.

Ketua Ombudsman Perwakilan Riau, Acmad Fitri dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini ditujukan sebagai salah satu upaya untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan public khususnya di Kabupaten Inhil. Untuk Riau menurutnya, Bimtek ini baru dilakukan di Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kita nilai Kabuptaen dan Kota ini adalah daerah otonom yang cukup lama. Untuk Inhil, kami berharap nantinya dapat menjadi salah satu daerah percontohan pelaksanaan pelayanan public di Provinsi Riau,” Sampaikan mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Provinsi Riau ini.

Perwakilan SKPD dilingkungan Pemkab ini yang mengikuti Bimtek yang dilaksanakan dalam dua hari kerja ini adalah, Badan Inspektorat, Bappeda, BP2MPD, Disdukcapil, Disdik, Dispenda, DIshubkominfo, Disperindag, Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Dinas Kesehatan, Diskop dan UKM, Bagian Humas Setdakab Inhil, dan Bagian Ortala Setdakab Inhil, serta PDAM Tirta Indragiri.

Beberapa peserta lainnya terdiri dari beberapa kalangan akademisi, piminan organisasi pemuda dan masyarakat serta kalangan Jurnalis. (Advetorial/dro)




Jalan Rusak, Warga Teluk Belengkong Pilih Lintasi Sarang Buaya

DSC_65561TELUK BELENGKONG (detikriau.org) – Warga Kecamatan Teluk Belengkong Kabupaten Indragiri Hilir terpaksa harus memberanikan diri melintasi sarang buaya setiap kali akan bepergian. Bahkan bukan satu dua kali binatang ganas penghuni kanal milik perusahaan itu menciderai warga setempat.

“Sudah sering warga sini disambar buaya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, rata-rata para korban mengalami luka dibagian kaki,” kata salah satu warga setempat, Mahyubi (24) kepada detikriau.org, Senin (23/11/2015).

Penggunaan jalur tranportasi kanal itu menurutnya terpaksa harus dipilih warga setempat karena kondisi jalan penghubung darat antar desa menuju kecamatan kini kondisinya sudah sangat tidak layak.

Sementara itu, Camat Teluk Belengkong Arpan Azizi saat dikonfirmasi membenarkan sudah beberapa kali warganya disambar buaya saat mempergunakan jalur tranportasi kanal tersebut.

Ia juga membenarkan bahwa saat ini jalan lintas Desa menuju Ibukota Kecamatan kondisinya sudah sangat tidak layak. Namun menurutnya, ruas jalan desa sepanjang 12 km itu direncanakan akan segera dilakukan perbaikan pada tahun anggaran 2016 mendatang.

“Saat ini saya terus menggesa agar secepatnya dibangun dan jangan sampai ditunda terlebih dipindahkan alokasi dana ke tempat lain,” Harapnya. (Mirwan)

SPR691807660-T2-Oh-My-Gadget-Header-20151120234435-0