Pusksmas Pengalihan Keritang Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis dan Senam Bumil

image_1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pengalihan Keritang menggelar pemeriksaan kanker leher rahim (serviks) gratis dan senam bagi ibu hamil (bumil), Rabu (25/11/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Petalongan, Kecamatan Keritang ini, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 2015.

Kepala UPT Puskesmas Pengalihan Keritang, Hj Herawati SKM mengatakan, kanker leher rahim atau serviks merupakan pembunuh kedua di kalangkan perempuan setelah kanker payudara. Oleh karena itu, dengan adanya pemeriksaan gratis ini, diharapkan dapat menekan jumlah penderita kanker serviks di daerah setempat dan bisa diantisipasi sedini mungkin.

image“Selain melakukan pencegahan dengan pemeriksaan secara rutin dan pengobatan yang paripurna, kanker serviks juga dapat dihindari perempuan dengan melaksanakan beberapa langkah, antara lain pola hidup bersih dan sehat, pola makan yang baik dan benar, serta rajin berolahraga,” tutur Herawati.

Sedangkan senam bagi bumil, lanjut Herawati, bertujuan untuk menekan dan mengantisipasi sejak dini semakin meningkatkan jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Inhil, khususnya di Kecamatan Keritang.

“Mudah-mudahan, moment ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membekali diri, dalam rangka menambah pengetahuan, sehingga nantinya akan lancar dalam proses persalinan dan menyusui,” imbuhnya. (adi/adv)




Iwan Fals Berandai-andai Elite Politik Indonesia Tiru Kesederhanaan El Pepe

Tembilahan detikriau.org – Keberhasilan seorang pemimpin tidaklah diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki tetapi lebih kepada seberapa rakyatnya sejahtera.

Pernyataan ini dikutip dari pernyataan musisi ternama Iwan Fals melalui tribunnews.com di Ritz Carlton Pasific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (25/11/2015). menurut iwan, sosok pemimpin yang ia kagumi adalah Presiden Uruguay ke 40, Jose Alberto Mujica Cordano. Menjadi presiden Uruguay, Alberto tidak tinggal di istana mewah tetapi disebuah lokasi pertanian. Bahkan 90 persen gajinya diberikannya kepada rakyat.

Ia pun berandai-andai elite politik di Indonesia kiranya dapat seperti presiden yang juga dijuluki El Pepe tersebut, tak mementingkan materi di atas segalanya.

Kendati demikian, Iwan memahami bahwa keadaan di Indonesia tak bisa disamakan dengan keadaan di Uruguay.

“Tetapi Uruguay bukan dua ratus juta orang, Uruguay ini sekitar tiga juta orang penduduknya, tak sekompleks Indonesia,” ucapnya.

Setidaknya, menurut Iwan, elite politik di Indonesia dapat mencontoh kesederhanaan Jose Mujica. dro

16-30Nov-LUMINARC-BANNER-2

 




Pasokan Air Macet, Heboh Kabar PDAM TI Bangkrut !

“Tak Bayar Tagihan, Pasokan Listrik PLN juga dikabarkan diputus”

pdamTembilahan (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan dan sekitarnya kembali berteriak. Pasokan sumber air bersih dari PDAM Tirta Indragiri sudah beberapa hari ini setetespun tak mengalir. Heboh beredar kabar ditengah masyarakat PDAM TI bangkrut.

“bang, kabarnya PDAM bangkrut ya? Katanya pasokan listrik juga sudah diputus karena sudah 7 bulan tak bayar tagihan,” Pertanyakan salah seorang warga Tembilahan Dulah kepada detikriau.org, rabu (25/11/2015)

Sri, warga Tembilahan Kota juga mempertanyakan hal senda. Menurutnya, pasokan air bersih dari PDAM dirumahnya sudah dua hari tak mengalir .

“untung saja saat ini musim hujan. Untuk sementara kita bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tadi saya dengar banyak warga yang bilang PDAM bangkrut.” Sampaikan Sri.

Menurut kabar yang beredar dimasyarakat, diputusnya pasokan listrik PLN menyebabkan PDAM TI tak bisa mengoperasionalkan mesin pompa untuk mensuplay kebutuhan air bagi pelanggannya.

Sayangnya upaya komfirmasi yang coba dilakukan detikriau.org di kantor PDAM TI di jalan M Boya tak membuahkan hasil. Salah seorang karyawan meminta komfirmasi langsung ke Direktur.

“Besok aja, sekarang bapak sedang ada pertemuan dengan Pemkab dan DPRD Inhil,” Ujarnya memberikan penjelasan.

SPR195808770-Custom-FBO-2015-Middle-Banner-20151124134553-0Ditemui ditempat terpisah, salah seorang karyawan PDAM TI yang menolak namanya dipublikasikan juga enggan menjawab. Sambil berbisik ia justru mengabarkan bahwa karyawanpun sudah lima bulan tak mendapatkan gaji.

“gaji kita juga belum dibayarkan selama 5 bulan ini,” Sampaikannya sembari berbisik.

Kebutuhan air bersih sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Khususnya didaerah perkotaan. Kondisi apapun yang saat ini terjadi pada PDAM TI harusnya dapat dipublikasikan secara terbuka dan masyarakat berhak untuk mengetahui.

Bukan waktunya untuk mencari siapa yang salah. Semua pihak, termasuk masyarakat harus bersedia secara bersama-sama mencarikan solusi terbaik terlebih kepada pemerintah daerah untuk sesegera mungkin mengatasi permasalahan ini. (dro)




Blejar Penerapan KTR, Diskes Inhil Agendakan Kunker ke Bogor

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Kota Madya Bogor.
Kuker yang dilakukan dari tanggal 24-27 November 2015 ini, dalam rangka pembelajaran secara langsung tentang penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di daerah tersebut.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari Tim Penyusun Peraturan Daerah (Perda) KTR, yakni Kabag Hukum Setda, Sekretaris Diskes, Kabid PPKDPK, Kasi Promkes dan Staf di lingkungan Diskes Kabupaten Inhil ini, disambut oleh Asisten Pemerintahan Setda Kota Madya Bogor.
Kepala Diskes Inhil melalui Kabid PPKDPK, Ns Matzen SKep, Msi, Mkes mengatakan, dalam kuler tersebut dibahas tentang cara penyusunan Ranperda KTR.
“Kami turun ke lapangan di Botani Square dan Lippo Plaza Bogor, untuk melihat langsunv kawasan KTR. Dari situ, diketahui bahwa ada tempat merokok khusus yang memang disiapkan,” tutur Matzen.
Dijelaskan Matzen, hasil kuker ini akan menjadi pembelajaran untuk kemudian diadopsi di Kabupaten Inhil. Dimana, pada tahun ini telah disusun Ranperda KTR dan rencananya akan dibahas di DPRD pada awal tahun 2016 mendatang.
“Mudah-mudahan, Perda ini bisa diterapkan di daerah kita, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” harapnya. adi/adv



Kakek 60 Tahun Ini Garap Pelajar SD Hingga Tiga Kali

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – sebut saja Bunga (12), pelajar disalah satu SD di desa Gembira Kecamatan Gaung diduga menjadi korban tindak pencabulan. Tak tangung-tanggung, kakek bau tanah, Ijam (60) ini dikabari menggarapnya hingga 3 kali pada bulan Oktober 2015 lalu di hutan Akasia di desa setempat. Pelakunya tak lain adalah tetangga korban sendiri.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, hal tersebut awalnya diketahui pada hari Sabtu (21/11/2015) kemarin, ketika ibunda korban melihat anaknya kencing di tilam yang tak biasa terjadi. Melihat itu, korban didesak untuk menjelaskan apa penyebabnya dan pada akhirnya korban mengaku dicabuli oleh pelaku hingga 3 kali dalam satu bulan.

“Pelaku ini memaksa korban untuk berhubungan intim sembari memberikan uang jajan sembari melontarkan ancaman agar tidak mengadukan kepada siapa saja,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalu PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Rabu (25/11/2015) malam.

Mendengar cerita itu, lanjutnya, ibunda korban kaget dan segera melaporkan kepada pihak berwajib untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut. laporan dugaan pencabulan ini bernomor: LP/06/XI/2015 tgl 25 Nop 2015.

Saat ini pelaku telah diamankan petugas Polsek Gaung guna dilakukan penyelidikan. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 82 Jo Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. (mirwan)

unnamed




Sumardi : Distamben Harus Inventarisir Mesin PLTD Desa Agar Tidak Jadi Barang Rongsokan

Anggota DPRD Inhil, Sumardi
Anggota DPRD Inhil, Sumardi

Tembilahan (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil menilai Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) kurang melakukan pengawasan terhadap keberadaan mesin PLTD yang telah diberikan kepada Desa.

Harusnya menurut politisi PKS Inhil ini,  keberadaan mesin-mesin yang dibeli dari dana APBD untuk penerangan masyarakat di Desa itu diinventarisir dengan baik agar tidak menjadi barang rongsokan.

“Pemerintah Desa harusnya juga segera melaporkan kepada Distamben jika terjadi permasalahan ataupun kerusakan pada mesin PLTD agar dapat segera diupayakan tindakan,” Ujar Sumardi ketika dikomfirmasi terkait adanya kerusakan mesin PLTD di Desa Gembaran Kecamatan Teluk Belengkong.

Keberadaan alat penerangan saat ini menurutnya sudah menjadi kebutuhan pokok. Berbagai aktifitas masyarakat pastinya tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa tersedianya sumber listrik. (fa)