Pj Bupati Pinta Lulusan STKIP Air Molek Tingkatkan Dunia Pendidikan di Inhu

Pj Bupati Inhu, H Kasiarudin SH
Pj Bupati Inhu, H Kasiarudin SH

Rengat (detikriau.org) – Pj Bupati Inhu, H Kasiarudin SH meminta kepada seluruh lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (STKIP) Insan Madani Air Molek untuk terus memompakan semangat guna meningkatkan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Inhu.

Pernyataan ini disampaikannya dalam amaran saat menghadiri wisuda sebanyak 43 mahasiswa/i STKIP Insan Madani digedung Buana Sakti Air Molek, Sabtu (28/11/2015).

Menurut pj Bupati, beberapa upaya untuk memompakan semangat itu bisa dilakukan diantaranya dengan selalu  menempatkan Impian yang besar, memiliki Keyakinan Kepada diri sendiri dan keyakinan pada misi yang sedang dijalankan, melakukan Outo-Suggestion yaitu berbicara pada diri sendiri sambil menyebut kutipan-kutipan motivasi dari orang yang sudah sukses atau motivasi dari orang lain termasuk melakukan  aktivasi positif yang disukai.

“Juga jangan lupa untuk selalu menumbuhkan harapan–harapan positif agar semangat diri tetap terjaga dan selalu berkobar serta harus tetap dilandasi dengan semangat yang berkonsepkan islami untuk selalu tetap mengingat Allah SWT.” Pesan Pj Bupati.

Pada kesempatan itu Pj Bupati juga berharap agar lulusan STKIP  Insan Madani dapat menjadi tenaga-tenaga yang handal dimasyarakat sesuai dengan Program keahliannya sehingga dapat membangun Indragiri Hulu lebih maju lagi, kemudian beliau juga berharap untuk kedepan Kabupaten Inhu dapat membangun sebuah Universitas yang dapat dibanggakan  sehingga akan menciptakan pendidikan masyarakat yang lebih baik lagi.

Pada wisuda  angkatan ke III yang diikuti oleh 24 sarjana pada Program Pendidikan  Bahasa Inggris dan 19 Orang Program Pendidikan Matematika ini selain dihadiri Pj Bupati dan Ketua STKIP Insan Madani Air Molek Drs. H. Mujtahid Thalib, serta Ketua Yayasan Haji Husin juga dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah X Sumbar, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau,  Wakil Ketua DPRD Kab. Inhu, Kadis Pendidikan, Kepala Kemenag, Ketua Ponpes Khairul Ummah Air Molek, Camat Pasir Penyu dan para orang tua mahasiswa dan mahasiswi STIKP Insan Madani Air Molek.

Diakhir acara ketua STKIP Insan Madani Air Molek yang didampingi oleh Bupati Indragiri Hulu serta para pejabat yang hadir memberikan penghargaan  kepada Tujuh mahasiswa/i yang berhasil dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik angkatan III. Ketujuh mahasiswi tersebut yaitu Restika Dewi dengan total IPK 3,69 (Prodi Bahasa Inggris), Ega Gusnika dengan IPK 3,69 (Prodi Bahsa Inggris), Yuliana Susanti dengan total IPK 3,67 (Prodi Bahsa Inggris), Roza Puspita Sari dengan total IPK 3,67 (Prodi Matematika), Ultarini dengan total IPK 3,64 (Prodi Bahsa Inggris), Desi Susanti dengan total IPK 3,63 (Prodi Bahasa Inggris), dan terkhir adalah Devi Yusvitasari dengan total IPK 3,69 (Prodi Bahasa Inggris). (zal/humas)




Panwas Inhu Selesaikan Bimtek Bagi Petugas TPS di Delapan Kecamatan

Ketua Panwaslu Inhu, Mulya Santoni
Ketua Panwaslu Inhu, Mulya Santoni

Rengat, (detikriau.org) – Sukseskan pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Inhu, hingga saat ini Panwas mengaku sudah melaksanakan bimtek bagi petugas TPS di 8 Kecamatan.

Kedelapan Kecamatan itu yakni, Kec. Lirik, Kec. Batang Gangsal, Kec. Seberida, Kec. Kelayang, Kec. Rakit Kulim, Kec. Sei. Lala, Kec. Peranap dan Kec. Batang Cenaku.

“dengan bimtek ini kita harapkan petugas TPS dapat mengerti tentang tufoksinya, mulai dari pengawasan terhadap pendirian TPS, Pengawasan terhadap masa tenang dan pengawasan terhadap hari pelaksanaan. Khusus pada hari pelaksanaan, Pengawas TPS hadir sebelum pelaksanaan hingga perhitungan suara.” Terang ketua Panwaslu Inhu, Mulya Santoni, sabtu (28/11/2015)

Ditambahkan Mulya, imtek untuk kecamatan lainnya  akan diselesaikan hinga senen, 1 Desember 2015 mendatang. (Zal)




Pedagang Lengah, Warga Sumut Gondol 30 Mayam Emas di Toko Singgalang Ali

kalung-emas1KATEMAN (detikriau.org) – 2 rantai kalung emas seberat kurang lebih 30 mayam dibawa kabur disaat pedagang sedang lengah di toko Emas Singgalang Ali jalan Gadjah Mada Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (27/11/2015) kemarin.

Menurut pengakuan korban, Robi Darwis (29) kepada pihak kepolisian, Sebelumnya, kedua untai kalung emas ditempatkan dalam etalase. Sekitar pukul 10.00 WIB baru diketahuinya emas tersebut sudah tidak lagi berada ditempatnya. Ia pun langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kateman melakukan olah TKP dan diperoleh informasi bahwa ada seorang laki-laki bersama 3 orang perempuan yang dicurigai,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman. sabtu (28/11/2015)

23-29NOV-ALLBRAND-AKSESORIS-BANNER-2Tak banyak buang waktu, petugas langsung mengejar OTK yang dicurigainya yakni seorang pria berinisial Gu (55) warga Dusun II Kampung Dalam Sei Bamban Sumatera Utara.

Saat itu, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 2 untai kalung emas yang dikantongi di celana bagian kiri beserta 1 pisau congkel. Pada saat melakukan pengamanan, petugas juga menemukan 3 perempuan berinisial ER (45), Nu (34) dan SR (26). Ketiga perempuan itu juga merupakan warga dari Sumatera Utara.

“Saat ini sejumlah barang bukti dan keempat pelaku diamankan di Mapolsek Kateman untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” tutup Warno. Mirwan)




Dewan: Usulan Pernyertaan Modal PDAM TI Kurang Tepat

“Dewan pasti komit untuk menyembuhkan sakit pada PDAM TI. Tapi harus sesuai aturan.”

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam S.Pi

Tembilahan (detikriau.org) – DPRD Inhil menilai usulan penyertaan modal bagi PDAM Tirta Indragiri yang disampaikan oleh Pemkab Inhil kurang tepat. Pernyertaan modal sifatnya lebih kepada belanja investasi, sedangkan kebutuhan PDAM TI saat ini adalah untuk belanja produksi.

“harusnya Pemkab Inhil juga mengusulkan “belanja subsidi” untuk keperluan operasional produksi,” Sampaikan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya.

Diterangkan ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini, sakitnya kondisi PDAM TI saat ini disebabkan minimnya likuiditas lancar, terutama untuk keperluan belanja produksi. Salah satunya seperti untuk pembelian bahan kimia, yang sifatnya belanja barang habis pakai.

Sedangkan pernyertaan modal sifatnya untuk kebutuhan investasi seperti misalnya belanja penambahan alat produksi.

Diakui Dani, kebutuhan air bersih kini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya untuk daerah perkotaan. Dewan dalam hal ini ditegaskannya pasti akan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Hanya saja untuk penggunaan setiap rupiah uang rakyat haruslah dilandasi dengan aturan dan ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan dampak hukum dikemudian hari.

“Dewan pasti komit untuk menyembuhkan sakit pada PDAM TI. Tapi harus sesuai aturan.” Tandasnya. (dro)




Pj Bupati Inhu Hadiri Tabliq Akbar di Masjid Al Iklas Rengat

Pj Bupati Inhu, H Kasiarudin SH
Pj Bupati Inhu, H Kasiarudin SH

Rengat (detikriau.org) – Pj Bupati Inhu, H Kasiarudin SH hadiri pelaksanaan takbliq Akbar tajaan Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Rengat bekerjasama dengan sejumlah pihak di Masjid Al Ikhlas Jalan Sultan Agung Rengat, Jumat (27/11/2015) malam

Pada kegiatan yang diikuti oleh ratusan masyarakat muslim kota rengat bertemakan “ Kupas Tuntas Syiah dan Aliran Sesat”,  ini juga dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Inhu, Kepala Kemenag Inhu H. Abdul Kadir, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta beberapa perwakilan pelajar dan mahasiswa.

Hadir sebagai penceramah, Dr. Jon Fahmil, MA, yang merupakan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) SUSKA Riau.

Pj Bupati Inhu H. Kasiarudin, SH dalam sambutannya menjelaskan bahwa, manusia merupakan mahluk yang diciptakan dengan berbagai kelebihan-kelebihannya. Memiliki akal serta hati nurani dan intelegensi dalam belajar untuk mencermati baik buruknya suatu hal.

“Dengan kelebihan tersebut, sudah sewajarnya kita sebagai manusia mampu untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh buruk, baik yang munculnya dari dalam diri sendiri, maupun pengaruh yang berasal dari luar.” Sampaikan Pj Bupati

Jika melihat fakta, ditambahkannya, sejauh ini telah banyak bermunculan berbagai pengaruh-pengaruh negatif salah satunya melaui media sosial, yang notabenenya disamping dapat memberikan dampak baik tentunya juga tidak terlepas dari dampak buruknya.

Maka dari itu, selain menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk rutin diadakan, Pj Bupati juga mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir, agar mampu menyerap serta mengambil hikmah positif dari pemaparan ceramah yang disampaikan.

Sebelumnya, mengawali kegiatan ini, Kepala Kemenag Inhu H. Abdul Kadir melantik dan mengambil sumpah terhadap delapan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) cabang Kecamatan Rengat periode 2015-2020

Diharapkan dengan pelantikan sejumlah pengurus itu, kedepannya IPHI diharapkan akan mampu memelihara dan melestarikan nilai-nilai kemabruran haji secara terus menerus dan berkelanjutan. (zal/humas)




BI Perwakilan Riau Sosialisasikan Keaslian Rupiah di Tembilahan

IMG_20151128_0924071TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau menggelar sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah di ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (28/11/2015).

Kegiatan itu dipusatkan di gedung Engku Kelana Tembilahan yang diikuti para kalangan kasir Perbankan, kasir Swalayan, Showroom dan lain-lain. Disamping itu, pihaknya juga mensosialisasikan secara langsung di pasar Tembilahan dengan cara membagikan panduan serta menerangkan secara langsung kepada masyarakat.

karywan BI perwakilan Riau saat sedang mensosialisasikan ciri-ciri uang palsu kepada salah seorang pedagang
karywan BI perwakilan Riau saat sedang mensosialisasikan ciri-ciri uang palsu kepada salah seorang pedagang

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Manajemen Internal Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau R Yusuf Rigin saat dikonfirmasi mengatakan, tujuan pokok yang ingin dicapainya yakni mencegah secara dini tersebarnya uang palsu.

“Dengan sosialisasi ini maka masyarakat bisa tahu secara persis jenis uang yang bukan asli, terutama para kasir-kasir Bank, Minimarket dan lainnya,” kata Yusuf.

Untuk peredaran uang palsu di Riau, berdasarkan data yang ada hanya tercatat dibawah 1 persen dari jumlah total uang di Riau sebesar Rp 5 Triliun. Artinya, saat ini masih terbilang kecil terjadinya peredaran uang palsu masih bisa diatasi BI bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Meski begitu, pihak BI Provinsi Riau tetap mewaspadai tersebarnya uang palsu mengingat kemajuan zaman dan teknologi untuk alat produksi semakin meningkat dan mengundang tindak pidana kejahatan pemalsuan rupiah tampak semakin mudah.

“Gambaran dasar, keaslian uang rupiah itu dapat dikenali melalui bahan yang digunakan, desain dan ukuran teknik cetaknya,” tandasnya. (Mirwan)