Istri Bupati Inhil Pimpin Rapat Perdana PMI Inhil

Ketua PMI Hj.Zulaikhah Wardan memimpin rapat dengan Pengurus PMI Kabupaten Inhil
Ketua PMI Hj.Zulaikhah Wardan memimpin rapat dengan Pengurus PMI Kabupaten Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan memimpin rapat perdananya sebagai Penggantian Antar Waktu (PAW) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Inhil yang baru dikukuhkan. Rapat tersebut berlangsung di Markas PMI Inhil jalan Veteran Tembilahan, Jum’at (27/11/2015) kemarin sore.

Pada rapat Perdana tersebut membahas kinerja dan kegiatan yang sudah dan yang akan di laksanakan PMI kedepannya dan program PMI Jangka Pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Hasilnya, rencana program jangka pendek tahun 2015 adalah menigkatkan kesiap siagaan Relawan PMI, mambantu masyarakat, mengikuti Jumbara tingkat Provinsi, menghimpun bantuan dana dari masyarakat untuk bencana-becana di daerah, mengoptimalakan SDM dan dana yang ada di PMI.

Foto Bersama Ketua PMI dan Pengurus dengan Kepala Markas dan  Relawan PMI
Foto Bersama Ketua PMI dan Pengurus dengan Kepala Markas dan Relawan PMI

Untuk program jangka menegah tahun 2016 mendatang adalah pergantian anggota PMI yang berhalanagan tetap, melaksanakan kunjungan kerja ke luar Inhil atau study banding keluar daerah, melaksanakan jumbara tingkat kabupaten.

Selain itu juga melaksanakan pelatihan kecamatan se- Kabupaten Inhil, mengadakan bulan bhakti donor darah, pendirian kantin PMI, pengadaan kendaraan mobilitas darat dan air, menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan baik swasta, BUMN dan BUMD dan enujukkan Dokter pendamping di Markas PMI.

“Rapat ini merupakan perdana dan mohon dukungan semua pengurus PMI yang ada dan rapat ini juga membahas Program yang sudah dilaksanakan tahun 2015 dan program belum kita laksanakan pada tahun 2016-2017,” kata Zulaikhah.

Adapun salah satu program yang belum di laksanakan selama ini yaitu Jumbara tingkat Kabupaten, di mana selama ini kita hanya jumbara tingkat Provinsi dan Pelatihan-pelatihan kepada Relawan PMI.

“Kedepan juga kita aktifkan PMI tingkat Kecamatan dan semua kegiatan dii tujukan untuk memenuhi kebutuha yang di butuhkan masyarakat karena, PMI ini merupakan pekerjaan yang mulia kerja kemanusiaan untuk sama-sama bekerja,” tambahnya. mirwan/adv)




Banjir Rob Kembali Landa Kota Tembilahan

“Saluran Drainse Tersumbat Sampah dan Lumpur”

“menjaga kebersihan tidak cukup dengan hanya berpangkutangan dan mengandalkan petugas kebersihan. Harus ada peran aktif dan kepedulian masyarakat,”

Tembilahan (detikriau.org) – Meluapnya air sungai yang lajim disebut banjir rob sepertinya sudah menjadi langganan tetap disetiap penghujung tahun dihampir seluruh daerah pesisir Inhil.

Akibatnya, air melimpah hingga menggenangi badan jalan dan perumahan penduduk. Kondisi ini semakin diperparah dengan tingginya intensitas curah hujan dan tidak berfungsi dengan baiknya saluran drainase.

“Pasang keling ini memang sudah lajim terjadi. Apalagi dipenghujung tahun yang juga kerap disertai dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak berfungsi baiknya saluran drainase,” Ujar salah seorang warga kota Tembilahan, Ruslan baru-baru ini

Menurut penilaian Ruslan, saat pasang tinggi, air meluap dan melimpah hingga memenuhi badan jalan. Namun saat air pasang surut, pembuangan air kesungai tersendat. Akibat utamanya lebih disebabkan tumpukan sampah dan lumpur yang menyumbat saluran drainase.

Iwan warga Kecamatan Tembilahan Hulu-pun berpendapat senada. Tidak berfungsi baiknya drainase dipastikannya disebabkan tumpukan sampah dan lumpur. Apalagi menurutnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin minim.

“menjaga kebersihan tidak cukup dengan hanya berpangkutangan dan mengandalkan petugas kebersihan. Harus ada peran aktif dan kepedulian masyarakat,” Nilainya

Apalagi saat ini dinilai iwan, tradisi gotong-royong yang menjadi kebiasaan baik secara turun temurun semakin memudar. Masyarakat terkesan apatis dan tidak peduli lagi dengan lingkungannya.

Sikap egoistis yang menjadi penyakit masyarakat khususnya didaerah perkotaan ini harus mampu dikikis melalui upaya membangkitkan kembali kebiasaan bergotong-royong. salah satunya bergotongroyong membersihkan saluran drainase.

“Tapi ya harus ada motor yang mampu menggerakkannya. Misalnya pemerintah setempat dengan himbauan yang dilakukan secara berjenjang dari Bupati, Camat, Lurah hingga ke RT/RW untuk menggerakkan masyarakat.” Tandasnya. (Am)




Ini Penyakit Yang Harus Diwaspadai Saat Musim Hujan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selama musim penghujan, masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mewaspadai penyebaran berbagai penyakit.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MKes saat berbincang dengan detikriau.org, beberapa waktu lalu.

Adapun berbagai penyakit yang biasanya muncul saat musim penghujan, diantaranya penyakit diare, Demam Berdarah Dengue (DBD), Leptospirosis, penyakit kulit dan penyakit saluran cerna lainnya.

Untuk menghindari terserang penyakit diare, dapat dilakukan dengan mencuci tangan pakai sabun setiap akan makan atau minum, sehabis buang air, merebus air minum hingga mendidih, menjaga kebersihan lingkungan dan  menghindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal.

Sedangkan untuk mengantisipasi penularan DBD, masyarakat harus berperan aktif dalam mendukung dan melaksanakan gerakan 3 M Plus, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat, serta tidur menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk.

Kemudian, untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis, masyarakat agar melakukan langkah-langkah antisipasi, yaitu menekan dan hindari adanya tikus yang berkeliaran di lingkungan rumah, dengan selalu menjaga kebersihan, hindari bermain air saat terjadi banjir terutama bila ada luka, gunakan pelindung misalnya sepatu boot, bila terpaksa harus ke daerah banjir.

Selanjutnya penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir, maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Adi/adv




FPKB : Segera Lakukan Audit Terhadap PDAM TI

pkbTEMBILAHAN (detikriau.org) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta untuk segera dilakukan audit terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI).

Permintaan tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Fraksi PKB DPRD Inhil, Padli dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Padli, mengingat masih perlunya berbagai perbaikan terhadap PDAM TI, Fraksi PKB meminta agar perusahaan milik pemerintah daerah yang berlokasi di Jalan M Boya Tembilahan ini perlu dilakukan audit terlebih dahulu.

“Lakukan audit dulu, baik itu audit keuangan maupun audit kinerja,” Sampaikan Padli.

Terkait permintaan FPKB, Dirut PDAM TI, Agustian Rasmanto kepada detikriau.org menjelaskan, untuk tahun 2013 dan 2014 sudah dilakukan audit.

“dalam waktu dekat ini proses auditnya akan selesai”. Sampaikan Agsutian Rasmanto. (adi)




Ini 4 Modus Cara Pelaku Sebarkan Uang Palsu.

555d9efd0423bdde518b4569TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil) memaparkan bahwa ada 4 modus yang sering digunakan oleh pelaku untuk menyebarkan  uang palsu ditengah-tengah masyarakat.

Menurut Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kanit Tipiter Reskrim, Ipda Andi Aceh saat tampil sebagai pemateri kegiatan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah tajaan Kantor BI Provinsi Riau di gedung Engku Kelana Tembilahan, Sabtu (28/11/2015), keempat modus itu adalah pertama pelaku membelanjakan uang palsu ke warung-warung yang jauh jarak tempuhnya atau di swalayan yang tidak mempasilitasi alat mendeteksi uang palsu. Kedua, pelaku sanggup menukarkan uang nominal besar ke nominal kecil kepada orang yang tak dikenalnya.

uang palsuKemudian pelaku juga melakukan upaya berbelanja cepat seperti SPBU atau juga bisa melakukan pembayaran tagihan listrik dan lainnya. “serta modus terakhir pelaku juga kerap berbelanja ditempat adanya keramaian seperti hiburan malam.” Sampaikan Ipda Andi Aceh

Berdasarkan Undang-undang, ditambahkannya, jika kedapatan pelaku pembuatan uang palsu maupun mengedarkan secara sengaja maka akan diancam 10 tahun pidana penjara dan denda paling besar Rp 10 miliyar.

“Untuk menanggulanginya, kita dari Polri terus memantau bersama unsur Botasupal seperti BIN, Kejagung, Kemenkeu dan BI,” tambahkannya

Sejauh ini untuk polres Inhil tercatat 2 kasus peredaran uang palsu selama tahun 2015 terakhir dengan jumlah uang palsu sebanyak 11 lembar dengan pecahan Rp 100 ribu.

Saat ini kedua pelaku tersebut sudah diamankan di Mapolres Inhil dan masih dalam proses penyelidikan.

“Saya menghimbau jika menemukan uang palsu segera laporkan ke polisi. Jangan disimpan, karena jika disimpan nanti ada sanksinya jika kedapatan,” tutupnya. (mirwan)




Sambangi Kajari, Bupati Bahas Sejumlah Program Kerjasama

BAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Bupati ROHIL, H Suyatno menyambangi kantor Kejakasaan Negri (Kejari) Bagansiapi-api. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya mempererat jalinan silaturahim antara Pemkab dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

“sifatnya hanya kunjungan silaturahmi dalam rangka mempererat jalinan silaturhim,” Smapaikan Bupati.

Sementara itu, Kajari Rohil, ima Suprayoga memberi apresiasi atas kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Rohil ini. Kunjungan ini menurutnya menunjukkan kepedulian Bupati terhadap keberadaan instansi penegak hukum khususnya kejaksaan.

“Bahkan kami juga sempat mendiskusikan tentang upaya kerjasama antara Kejari, Pemda, Polres Rohil, Pengadilan Negeri, termasuk masyarakat dan semua pihak dalam mewujudkan penegakan hukum di daerah ini,” ujar Bima.

Disamping itu ditambahkan Kajari, mereka juga membahas untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, narkoba, judi, pencurian dan lain sebagainya. Seperti yang dilakukan saat ini pihaknya telah melakukan penyuluhan hukum bersama serta meningkatkan Kesepakatan Kerjasama (MoU) antara Kajari dan Bupati dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Kedatangan Bupati Rohil ke instansi vertikal itu didampingi Plt Sekda H. Surya Arfan, Asisten III H. Ali Asfar, dan Kabag Pertanahan Ismail Masyah. (humas/dro)