Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Dokter dan Pengelolaan Program Perkesmas

image_1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan peningkatakan kapasitas dokter dan pengelola program perawatan kesehatan masyarakat (perkesmas) UPT Puskesmas, di aula salah satu hotel di Kota Tembilahan, Senin (7/12/2015).

Kegiatan yang diikuti 54 peserta, terdiri dari 27 dokter dan 27 pengelola program perkesmas di UPT Puskesmas se-Kabupaten Inhil ini, menghadirkan narasumber dari Diskes Inhil dan RSUD Puri Husada Tembilahan.

Ketua Panitia Pelaksana, Hayandi SKM mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterpaduan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan kesehatan pada masyarakat, khususnya kelompok rentan dan resiko tinggi di wilayah UPT Puskesmas.

image“Tujuan lain adalah diperolehnya dukungan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana dan pembiayaan dari berbagai sumber dana dalam penyelenggaraan upaya perkesmas,” tutur Hayandi.

Sementara itu, Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan menjelaskan, melalui program perkesmas atau pelayanan luar gedung ini, seluruh UPT Puskesmas harus membuat daerah binaan, baik secara individu, keluarga maupun kelompok masyarakat yang beresiko tinggi terhadap penyakit.

“Nantinya, setiap ahun daerah binaan ini terus berganti, sampai seluruh daerah di wilayah kerja UPT Puskesmas terbina kesehatannya,” terang Saut.

Penerapan program tersebut, lanjut Saut, dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan luar gedung UPT Puskesmas.

“Untuk itu, kepada seluruh aparatur di UPT Puskesmas kita tekankan agar membuat pemetaan dan skedul. Kemudian, ditentukan mana daerah yang beresiko tinggi dan mana yang tidak, untuk diprioriaskan penerapannya,” imbuhnya. (adi/adv)




Asisten I Setda Inhil Buka Sosialisasi Percepatan Proses Pembauran

IMG_20151207_100226TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Darussalam buka secara resmi kegiatan fasilitasi dan sosialisasi percepatan proses pembauran di lingkungan masyarakat Riau sekaligus pemberian tanda penghargaan pembauran tahun 2015 di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Senin (7/12/2015).

Kegiatan tajaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Inhil yang dihadiri perwakilan Dirjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Isti Khaliana Ketua umum Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau Fauzi Gani, Ketua FPK Kabupaten Inhil H Zainal beserta sejumlah peserta sosialisasi.

Atas nama Pemkab Inhil, Asisten I memberikan apresiasi terhadap kegiatan itu sebagai usaha meningkatkan kecerdasan masyarakat untuk berfikir melakukan tindakan yang terbaik dari segala persoalan.

“Harapannya tentu saja kita ingin dari segala perbedaan baik suku, ras dan lain-lain dapat disatukan. Jika itu sukses maka satu anugerah bagi pemerintah dan masyarakat secara umum,” kata Darussalam.

Disamping itu, ia juga mengharapkan kepada peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut bisa menyebar luaskan informasi kepada masyarakat umum, baik melalu berteman, keluarga maupun rekan kerja serta dari jalur lainnya, dengan tujuan impian bersama bisa tercapai.

Sementara itu, perwakilan Dirjen Kemendagri RI Isti Khaliana saat dikonfirmasi menerangkan, daerah Kabupaten Inhil ini termasuk daerah yang berkembang dan banyak pendatang yang dinilai perlu diberikan pembinaan agar tidak ada terjadi hal-hal melanggar ketentuan, terutama persoalan perbedaan ras dan suku serta agama. (mirwan/adv)




Ditolak Banggar DPRD Provinsi Riau, Pembangunan Ruang Rawat Inap RSUD PH Batal Dianggarkan

“Padahal sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Inhil sudah memberikan dukungan dan berjanji akan memperjuangkannya”

rsud phTEMBILAHAN (detikriau.org) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, dr Irianto menyatakan bahwa dirinya sangat kecewa, karena rencana pembangunan ruang rawat inap yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2016 batal dilaksanakan.

Padahal sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Inhil sudah memberikan dukungan dan berjanji akan memperjuangkannya.

“Saya dapat konfirmasi dari Bappeda Riau, katanya untuk pembangunan ruang rawat inap tidak jadi, karena tidak lolos saat di Baggar DPRD Riau,” tutur Irianto kepada awak media, Senin (7/12/2015).

Padahal sebelumnya, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, Anggota DPRD Provinsi Riau dapil Inhil telah mengunjungi RSUD PH Tembilahan dan melihat langsung kondisi rumah sakit berplat merah tersebut.

“Saat itu, mereka bilang sudah tidak layak bangunan rumah sakit ini, dan harus segera diperbaiki,” tambahnya.

sebelumnya, guna memperoleh bantuan pembangunan dari Pemprov Riau, dijelaskan Irianto pihaknya juga telah melakukan ekspose, baik di Bappeda maupun DPRD Provinsi Riau.

“Setelah mendengar ekspose kita, Bappeda Riau sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 17,5 miliar untuk pembangunan ruang rawat inap, tapi ternyata di Banggar tidak disetujui,” Kesalnya. (adi)




Inhil Terbaik Ke 2 Se-Indonesia Kategori Etnis Kebangsaan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meraih terbaik se-Indonesia setelah kota Ternate Maluku kategori etnis kebangsaan tahun 2015. Hal itu dinilai langsung oleh pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Dalam hal ini, pihak Kemendagri memberikan penghargaan berupa reward kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Inhil sebagai organisasi mengayomi dan pembinaan secara langsung di lapangan terhadap perbedaan suku, agama, ras dan lain sebagainya.

“Inhil ini terpilih salah satu terbaik di Indonesia dan diberikan reward, kita berterima kasih kepada masyarakat Inhil telah berperan aktif mendukung program kita pembentukan solidaritas yang baik,” kata Ketua Umum Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, Fauzi Gani, Senin (7/12/2015) di Tembilahan.

Sementara itu, Ketua FPK Kabupaten Inhil H Zainal saat dikonfirmasi mengaku sangat bangga karena daerah Kabupaten Inhil termasuk daerah yang berbagai ragam perbedaan. Disebabkan dukungan masyarakat, Inhil berhasil memperoleh penghargaan terbaik kedua se-Indonesia.

“Sangat bangga sekali, ternyata masyarakat di daerah kita luar biasa. Padahal daerah kita ini termasuk daerah banyak suku, yang terdaftar saja ada 15 suku, tetapi secara keseluruhan ada 22 suku,” kata Ketua FPK Kabupaten Inhil H Zainal.

Dari penghargaan tersebut, ia mengaku akan lebih meningkatkan solidaritas di lingkungan Inhil. Umpama belakangan terakhir, jika ada permasalah maka FPK langsung tanggap agar persoalan tidak semakin besar. (mirwan/adv)




Entah Ulah Pencuri atau Tuyul, Ratusan Juta Uang Gaji Karyawan PT THIP di Pelangiran Raib

gbr ilustrasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – PT THIP Kebun Tembusu kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diduga ada pencuri atau mungkin juga tuyul. Bagaimana tidak, ratusan juta uang gaji karyawan dilaporkan raib.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (7/12/2015) mengatakan, akibat kejadian itu, PT THIP mengalami kerugian materil sebesar Rp 210 juta.

“Laporannya sudah kita terima, pelaku masih dalam lidik,” kata Paur Humas.

Kronologis peristiwanya, dijelaskan PAUR Humas, Sabtu (5/12), sekira pukul 11.00,WIB bermula ketika salah seorang karyawan, Khairul Rahman (29) selaku pelapor mengambil uang gaji karyawan di kantor wilayah I perusahaan setempat bersama saksi sebesar Rp 373 juta.

1-31-DES-2015-VARIOUS-BRANDS-50_-BARIEL-BANNER-0Kemudian sekira pukul 11.35 WIB pelapor dan saksi kembali ke kantor dan meletakan uang gaji tersebut di atas meja ruangan Estate menejer, Kemudian pelapor menunggu para Asisten untuk mengambil uang tersebut tetapi tak kunjung datang.

Setelah itu pelapor menitipkan ruangan kepada Komandan Regu Security PT THIP selaku saksi karena pelapor pergi untuk makan siang. Sekira pukul 14.00 WIB Setelah makan siang selesai pelapor kembali ke ruangan kantor dan mendapati tumpukan uang di atas meja sudah berkurang, Rp 210 juta raib. (mirwan)




Apakah Anda Salah Satu Orang yang Meragukan Legalitas dan Kualitas UNISI? Kalau Ya, Anda Wajib Baca Ini

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Masihkan Anda mempercayai rumor yang meragukan legalitas dan kualiatas Universitas Islam Indragiri (UNISI)?, kalau ya, harusnya keraguan itu sudah anda singkirkan jauh-jauh. Buktinya, jangankan ditingkat Kabupaten, cukup banyak alumni UNISI yang sudah berprestasi bahkan ditingkat Nasional. Salah satunya adalah Jumiardi.

Mahasiswa lulusan Fakultas Hukum UNISI ini dinyatakan lulus uji profesi advokat tingkat nasional yang dilaksanakan di Pekanbaru pada tanggal 24 Oktober 2015 lalu.

Uji profesi advokat tingkat Nasional tajaan DPN PERDI ini dilakukan secara serentak pada 28 kota diseluruh Indonesia yang diikuti oleh sebanyak 5.152 peserta.

Para peserta yang mengikuti uji komfetensi ini berasal dari berbagai latar belakang, seperti mantan hakim, dosen, magister hukum dan lain-lain.

“Saya sangat bersyukur, karena dinyatakan lulus dalam ujian itu,” kata Jumiardi melalui telepon selulernya, kemarin.

Dengan kelulusannya tersebut, lanjut Jumiardi, membuktikan bahwa generasi muda Kabupaten Inhil nyatanya juga sangat mampu bersaing di kancah nasional termasuk alumni Unisi.

“Saya sebagai alumni Unisi tentunya bangga. Dengan modal pendidikan dan pengalaman selama menuntut ilmu di Unisi, saya bisa ikut berkompetisi di bidang ini dan berhasil,” imbuhnya. (adi)

1-31-DES-2015-OKIEDOG-BANNER-0_1