Jasa Raharja Rengat Serahkan Santunan Bagi Korban Kecelakaan lalu Lintas

“Penyerahan Santunan dilakukan  Satu Hari Setelah Kejadian Lakalalin”

 kepala Jasa Raharja Rengat, Syafril saat menyerahkan santunan kepada Ibu korban.
kepala Jasa Raharja Rengat, Khairil saat menyerahkan santunan kepada Ibu korban, Susilawati

Rengat, detikriau.org – Kantor Jasa Raharja Rengat menyerahkan bantuan kepada keluarga Ibnu Ramadhan ( 17 Th), korban meninggal dunia pada lakalalin yang terjadi di Jalan Lintas Rengat – P. Reba Kec. Rengat Barat. Penyerahan santunan kepada warga Jalan Purnawirawan Kel. Pematang Reba Kec. Rengat Barat ini diserahkan satu hari setelah peristiwa naas itu terjadi.

“kita serahkan pada (kamis, 10/12/2015). Tepat satu hari setelah peristiwa naas. Saat itu jenajah masih berada dirumah duka dan akan dilaksanakan acara pemakaman. “Sampaikan Kepala Jasa Raharja Rengat, Khairil

Meurutnya, santunan ini bisa di bayarkan tidak terlepas dari pelayanan prima yang dilakukan oleh unit laka polres inhu yang langsung turun ke TKP dan membantu korban pada malam kejadian yang juga saat itu didampingi oleh Jasa Raharja Rengat.

“Termasuk peran serta masyarakat dalam membayar SWDKLLJ yang terdapat pad STNK kendaraan bermotor yang dbayarkan di samsat” ujarnya.

Untuk sekedar mengingatkan, Ibnu Ramadahan meninggal dunia di RSUD Indrasari pematang Reba diakibatkan luka yang dialaminya dalam peristiwa kecelakaan lalulintas di Jalan Lintas Rengat – P. Reba ( tepatnya Didepan Wisma Five Boy) Kelurahan Pematang Reba Kec. Rengat Barat pada hari rabu tanggal 09 Desember 2015 sekitar Jam  10:45 Wib.

Sebelum kejadian, Ibu kandung korban, susilawati nyatakan sudah mendapat berfirasat buruk terhadap anaknya ini. Firasat itu dirasakannya  dalam 2 minggu terakhir. Kerap korban mengatakan umurnya tidak lama lagi, apa lagi korban memang sedang menghidap penyakit jantung kronis yang telah divonis dokter ahli jantung di  RS  harapan kita jakarta hanya bisa bertahan sampai umur 17 tahun.

“Rupanya bukan anak saya bukan meninggal karena penyakit yang dideritanya melainkan disebabkan kecelakaan,” Ujar Ibunda korban. (zal)




Lakalalin di Tembilahan Hulu, 1 Korban Meninggal Dunia

IMG_20151211_112210TEMBILAHAN (detikriau.org) – Rusli (45), warga Parit 8 Kecamatan Tembilahan Hulu tewas ditabrak sepeda motor yang dikendarai Suhada (31) warga parit 7 di Jalan Gerilya Parit 8 Tembilahan Hulu, Kamis (10/11/2015) kamarin sekitar pukul 18.30 WIB.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, peristiwa naas itu terjadi ketika korban sedang berjalan kaki hendak menyebrang jalan. Secara tiba-tiba, datang pengendara motor bermerk honda beat tanpa nomor plat polisi dari arah Tembilahan ke Tembilahan Hulu.

Kendaraan tersebut menabrak bagian baha sebelah kiri korban dan langsung jatuh dengan benturan kepala ke aspal, begitu juga si pengendara motor.

“Korban tidak tertolong lagi, ia meninggal ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kasad Lantas AKP Salmi, Jum’at (11/12/2015).

korban, lanjutnya, meninggal karena mengalami luka robek bagian kepala sebelah kanan, luka robek di bagian pelipis sebelah kanan, memar di muka sebelah kanan dan mengeluarkan darah dari hidung.

Sedangkan pengendara motor mengalami luka lecet di bagian pelipis, tangan dan kaki sebelah kiri. Ia dilarikan ke Klinik Kodim Tembilahan untuk mendapatkan perawatan tim medis.

“Kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memintakan keterangan lebih lanjut dari para saksi,” tandasnya. (mirwan)




Kembangkan Songket Produksi Inhil, Zulaikah Akan Tambah Pengrajin Dekranasda

Ketua DEKRANASDA Melihat langsung Proses Pembuatan Songket Asli Inhil
Ketua DEKRANASDA Melihat langsung Proses Pembuatan Songket Asli Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan menyatakan bahwa jumlah tenaga pengrajin di dekranasda Inhil masih sangat minim.

Selama ini hanya ada 4 pengrajin yang aktif beraktifitas. Bahkan menurutnya, 4 pengrajin itu juga masih belum memadai dari segi kemampuan dan pengetahuan sehingga mengharuskannya untuk menghadirkan pelatih diwaktu mendatang ke Dekranasda Inhil.

“Kita baru memiliki 4 orang pengrajin, jumlah ini juga sangat terbatas dari segi tenaga dan kemampuannya,” kata Zulaikhah saat melakukan tinjauan proses pembuatan kain songket, Jum’at (11/12/2015).

Istri Bupati Inhil ini akan menambah lagi pengrajin Dekranasda Inhil dibidang tenun khususnya, sebab katanya sesuai dengan permintaan masyarakat Inhil untuk mengembangkan kain songket hasil produksi Inhil sendiri.

Bahkan ia berkomitmen untum mempromosikan kain songket di daerah ini dengan beberapa langkah.

“Saya mempromosikan langsung dengan cara memakai bahan dari hasil tenun songket dalam bentuk baju, sosialisasi melalui media serta akan pendaftaran ke Hak Cipta Indonesia, terakhir dengan cara melalui SKPD yang ada di Pemkab Inhil untuk menggunakan tenunan hasil Dekranasda,” paparnya. (mirwan/adv)




Darussalam: Pekan Ini, PT IJA Jadwalkan Pertemuan dengan Pemkab Inhil

“Jubir Masyarakat Bersengketa Akui Belum Dapatkan Pemberitahuan”

Tengku Suhandri memperlihatkan hama kumbang yang menyerang perkebunan masyarakat.
Tengku Suhandri memperlihatkan hama kumbang yang menyerang perkebunan masyarakat.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Darussalam menyampaikan bahwa dalam pekan ini, Manajemen PT Indogreen Jaya Abadi (IJA) desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra menjadwalkan pertemuan dengan Pemkab Inhil.

“Pekan ini, janjinya 1 atau 2 hari lagi pihak PT IJA kesini,” kata Darussalam kepada detikriau.org, Kamis (10/12/2015).

Menurut Darussalam, pertemuan ini sebagai salah satu langkah yang akan dilakukan Pemkab Inhil untuk menyegarakan penyelesaian silangsengketa antara perusahaan ini dengan masyarakat Desa setempat.

Ditempat terpisah, juru bicara perwakilan masyarakat Desa Sungai Bungus dan Sungai Ular Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra, Tengku Suhandri mengaku belum mendapatkan kabar berita akan adanya rencana pertemuan antara PT IJA dengan Pemkab Inhil. Jikalau benar, dan pertemuan itu nantinya tidak menghadirkan masyarakat, juru bicara masyarakat yang juga aktivis Inhil ini dengan terang menyatakan sikap kekecewaan.

“Kenapa hanya melakukan mediasi antara Perusahaan dan Pemkab? Harusnya juga mengikutsertakan masyarakat yang berselisihpendapat agar jelas titik persoalannya,” Pertanyakannya.

Sebelumnya, tanggal 26 Oktober 2015 lalu masyarakat Desa sungai bela telah mendatangi kantor Bupati Inhil di Jalan Akasia Tembilahan, memenuhi kesepakatan jadwal pertemuan dengan Pemkab Inhil, PT IJA dan pihak Masayrakat sebagaimana kesepakatan yang telah ditetapkan.

Namun pertemuan itu gagal karena Pemkab teledor dengan jadwal yang telah disepakati. Akan tetapi, disepakati kembali untuk melakukan pertemuan dengan jadwal yang tidak ditentukan hingga semua pihak terkait bersedia hadir.

“Kalau tidak melibatkan kita, bisa saja kita menduga pemerintah dan perusahan akan bermain mata,” pungkasnya. (Mirwan)




Penyusunan Prolegda 2016, BPPK DPRD Inhil Lakukan Rapat Bersama Pengusung Ranperda

Ketua BPPK DPRD Inhil, Herwanissitas saat memimpin rapat penyusunan prolegda 2016 di ruang panggar gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan
Ketua BPPK DPRD Inhil, Herwanissitas saat memimpin rapat penyusunan prolegda 2016 di ruang panggar gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pembentukan Perda Kabupaten (BPPK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat, dalam rangka penyusunan Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2016, Kamis (10/12/201).

Rapat yang dilaksanakan di ruang Banggar DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung Ketua BPPK DPRD, Herwanissitas didampingi para anggota, serta perwakilan seluruh Komisi DPRD Kabupaten Inhil.

Tampak hadir saat itu, Plt Kadiskes, Kepala Bappeda, Kepala Disnakertrans, BPMPD, Disperindag, DTPHP, Kepala Satpol PP, Kabag Humas dan Kabag Hukum Setda Inhil beserta jajaran.

Ketua BPPK DPRD Inhil, Herwanissitas menjelaskan, rapat tersebut bertujuan untuk meminta penegasan dari para pengusung Ranperda, karena menurut legal drafting Ranperda baru yang diusulkan harus mempunyai naskah akademi, berbeda dengan Ranperda yang perubahan.

“Dari hasil rapat ini, kita akan memperbaiki segala usulan dan finalisasi Ranperda. Untuk kemudian langsung kita laporkan pada Rapat Paripurna tanggal 17 Desember nanti, sehingga DPRD bisa memutuskan semua usulan menjadi Prolegda sebelum APBD 2016 disahkan,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil yang akrab disapa Sitas ini.

Untuk diketahui, Ranperda yang diusulkan dan dibahas saat itu berjumlah sebanyak 33 Ranperda. Dimana, 7 Ranperda merupakan inisiatif alat kelengkapan DPRD, sedangkan sisanya adalah usulan SKPD terkait di lingkungan Pemkab Inhil.

Adapun Ranperda inisiatif yang diusung oleh alat kelengkapan DPRD Inhil, yakni Ranperda Tata Ruang tentang pengelolaan rumah kos dan pemanfaatan aliran sungai, Ranperda Resi Gudang, BUMD dan tata niaga kelapa dalam, Ranperda Tata Kelola Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah, serta Ranperda yang mengatur tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. adi




Tanya Kondisi Pasca Pemungutan Suara, Pj. Bupati Kunjungi Panwaslu Inhu

Rengat, detikriau.org – Pj. Bupati Indrgiri Hulu (Inhu), Khasiarudin secara mendadak meninjau Panwaslu Indragiri hulu. Kedatangan penjabat tugas orang nomor satu di Inhu ini hanya datang ditemani ajudan dan supirnya. Kamis (10/12)

Konfirmasi dengan Ketua Panwaslu Inhu, Mulya Santoni, mengatakan bahwa kunjungan Pj. Bupati Inhu hanya sebatas peninjauan biasa “tidak ada maksud lainnya”, singkatnya.

Disambungnya, Pj Bupati menurutnya juga mempertanyakan situasi pasca pelaksanaan pilkada Indragiri  Hulu tahun 2015 “dia tanya juga situasi pilkada Inhu dan saya jawab hingga saat ini situasi masih kondusif”, ucapnya.

Kepada detikriau.org, Mulya Santoni juga mengatakan selama hari pencoblosan pilkada Inhu, pihaknya tidak menerima laporan dari masyarakat tentang adanya pelanggaran.

“pilkada di Inhu berjalan dengan aman dan lancar, mudah-mudahan kondisi ini berlanjut hingga pelantikan bupati dan wakil bupati Inhu yang baru nanti”, tutupnya (Zal)