Silaturrahmi Perdana, Said Syarifuddin Juga Persilahkan Wartawan Kritisi Kinerja Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Acara pertama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Said Syarifuddin adalah silaturrahmi kepada wartawan di Pondok Indragiri, Tembilahan, Kamis (31/12/2015) malam.

Sekda Inhil dalam sambutannya mengaku, kalau kehadirannya malam itu merupakan kegiatan perdananya setelah disiang harinya dilantik menjabat sebagai Sekdakab Inhil.

“Semoga hubungan kita kedepan makin erat, jika memang kinerja di Inhil perlu dikritisi, saya minta dari rekan-rekan wartawan tetap mengkritisi, karena itu lebih bagus jika dibandingkan dengan menyimpan kekurangan kita,” kata Said Syarifuddin.

Sementara Ketua PWI M Yusuf menyebutkan, kegiatan ini sengaja digelar untuk menjalin komunikasi dengan pejabat Sekda yang baru dilantik bersempena dengan menyamput perayaan tahun baru 2016.

Sekedar mengingatkan, jabatan Sekda itu dilantik secara resmi oleh Bupati Inhil HM Wardan di gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (31/12/2015) beserta sejumlah kepada SKPD yang dilelang oleh panitia seleksi jabatan tinggi pratama. –mirwan-




Jelang Tahun Baru, Polres Inhil Musnahkan Ribuan Botol Miras

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pemusnahan terhadap sejumlah barang bukti minuman keras yang mengandung kadar alkohol tinggi di halaman Mapores Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (31/12/2015)

Pemusnahan itu dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono dan disaksikan Bupati Inhil HM Wardan dan unsur Forkopimda Kabupaten Inhil.

Jumlah barang bukti tersebut sebanyak 1322 botol, Miras kaleng sebanyak 779 kaleng dan jenis Tuak sebanyak 1005 liter. Jika dirincikan, Miras tersebut dibagi menjadi 14 jenis yakni merk ABC 1017 kaleng, Merk Tiger 224 kaleng, Merk Calsberg 68 kaleng, Merk Guines 13 kaleng, Merk Ginseng 321 botol, Merk King 425 botol, Merk Anggur Meraha 7 botol, Merk TKW 63 botol, Merk Mantion 246 botol, Merk Chivas ¾ botol, Merk Black Label ½ botol, Bir 20 botol dan Wiski sebanyak 16 botol.

Sedangkan untuk jenis Tuak dibagi lagi menjadi 55 bungkus atau 55 liter, 28 drigen atau 769 liter, ½ drum atau 110 liter dan 41 liter di tampungan lainnya.

“Ini merupakan hasil pelaksanaan operasi cipta kondisi tahun 2015 dalam rangka menyabut hari natal dan tahun baru 2016. Kaitannya, kita lakukan ini sebagai salah satu upaya menurunkan angka kriminalitas di lapangan. Sebab salah satu terjadinya tindak kejahatan adalah Miras,” kata Kapolres.

Dari jumlah tersebut merupakan hasil operasi di tiga titik yakni di Tembilahan kota, Tembilahan Hulu dan KSTP. Dari data yang ada, Miras tersebut mayoritas ditemukan di Tembilahan kota.

“Yang kita musnahkan di Mapolres khusus untuk hasil penyitaan ditiga lokasi, sedangkan di kecamatan lain juga dilakukan pemusnahan di tempat wilayah hukumnya masing-masing,” tutupnya. –mirwan-




Jabat Sekda, Ini Langkah Awal yang Akan dilakukan Said Syarifuddin

Sekdakab Inhil, H Said Syarifuddin
Sekdakab Inhil, H Said Syarifuddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – H Said Syarifuddin menyampaikan, langkah awalnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) adalah memantau terlebih dahulu segala persoalan kinerja Pemkab Inhil beberapa waktu terakhir.

“Saya akan melakukan pemantauan sejauh mana perkembangan kinerja yang telah tercapai dan apa yang masih perlu diteruskan serta dibagian mana yang perlu diperbaiki, semuanya akan kita lakukan pengauditan,” katanya usai dilantik oleh Bupati Inhil HM Wardan di gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (31/12/2015).

Hal itu lanjutnya, sudah bisa dimulai pada esok hari tanggal 1 Januari 2015. Setelah itu, ia akan memfokuskan penghimpunan data-data terkini di Kabupaten Inhil, baik data bersifat tetap maupun data tidak tetap.

Dicontohkan, data tepat tersebut berupa luas wilayah dan lainnya, sedangkan data tidak tetap seperti angka kematian, jumlah warga tidak mampu dan lain sebagainya.

“Nanti, kita akan lakukan koordinasi kepada pihak BPS dan instansi terkait untuk penyesuaian data yang akurat sesuai keinginan pak Bupati,” tutupnya. –mirwan-




Said Syarifuddin Resmi Jabat Sebagai Sekda Inhil

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hili (Inhil) HM Wardan melantik secara resmi terhadap jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan empat kepala Dinas definitif di lingkungan Pemkab Inhil di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (31/12/2015).

Berdasarkan keputusan Bupati Inhil nomor: KPTS.936/XII/HK-2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian jabatan pimpinan tinggi pratama, maka yang menjabat sebagai Sekda definitif di Inhil adalah H Said Syarifuddin.

Sedangkan empat kepala dinas yang dilelang juga diputuskan yakni  H Zainal Arifin sebagai Kepala Dinas Kesehatan, H Aslimuddin sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah, H Kuswari sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan H Irsal Ahmad sebagai Kepala Dinas Bina Marga.

“Ini merupakan hasil seleksi dari tim panitia penyeleksi beberapa waktu lalu, dan ini adalah proses pelelangan yang pertama kita lakukan sesuai UU nomor 25 tahun 2014 tentang pengambilan jabatan tinggi pratama,” kata Wardan.

Atas nama pimpinan daerah, Bupati Inhil mengharapkan kepada Sekda dan empat kepala dinas untuk dapat meneruskan dan memperbaiki segala kinerja yang telah berjalan sebelumnya. Selain itu, diharapkannya juga mampu mengoptimalkan tugas kedepan sesuai yang diamanatkan.

“Tumbuhkanlah rasa tanggung jawab. Khusus kepada Sekda, saya meminta untuk memprioritaskan menghimpun data yang akurat dari segala bidang di Inhil ini, terutama data dibidang pembangunan dan kemasyarakatan,” imbuhnya. –mirwan-




Tindak Kejahatan Sepanjang Tahun 2015 di Inhil Meningkat

IMG_20151230_170622TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik menyampaikan, jumlah tindak pidana selama tahun 2015 di Kabupaten Inhil meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2014 lalu.

Dimana, berdasarkan data yang dirangkung tercatat sebanyak 350 kasus pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2014 lalu tercatat hanya 340 kasus. Meski begitu, kepolisian juga mampu meningkatkan jumlah penyelesaiannya.

“Penyelesaian kasus tindak pidana tahun 2014 hanya 258 kasus dan untuk tahun 2015 ini kita berhasil menyelesaikan sebanyak 268 kasus,” terang Wicaksono saat Press Release di Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Rabu (30/12/2015).

Jika dirincikan, maka jumlah kasus tahun 2015 ini dapat dibagi menjadi 11 bagian yakni kasus Curat sebanyak 62 kasus dan diselesaikan sedikitnya 28 kasus, Curanmor sebanyak 34 kasus dan terselesaikan sedikitnya 12 kasus, Curas sebanyak 25 kasus dan terselesaikan sedikitnya 17 kasus, tindak penganiayaan tercatat sebanyak 45 kasus dan terselesaikan sedikitnya 31 kasus, untuk penggelapan sebanyak 24 kasus dan diselesaikan sedikitnya 11 kasus.

Sedangkan tindak pidana pengeroyokan, Polres Inhil mampu menyelesaikan 25 kasus dari 18 kasus ditahun 2015 ini. Begitu juga dengan kasus perjudian, tahun ini hanya tercatat 17 kasus dan diselesaikannya sebanyak 30 kasus

“Dari 25 kasus terselesaikan itu, ada 7 kasus yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dengan tindak pidana perjudian, kasus-kasus lama yang kita tangani,” paparnya.

Tak hanya itu, petugas penegak hukum ini juga mendata kasus tindak pidana perlindungan anak. Dimana, pihaknya mencatat selama setahun terakhir sebanyak 19 kasus dan terselesaikan 17 kasus, KDRT sebanyak 9 dan terselesaikan 8 kasus, kasus penipuan sebanyak 7 dan diselesaikan sedikitnya 4 kasus.

Terakhir, Polres juga mencatat jumlah tindak pidana jenis lainnya sebanyak 90 kasus dan terselesaikan sebanyak 85 kasus. -mirwan-




UNISI Tembilahan Wacanakan Program S2

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan merencanakan membuka program Strata 2 (S2). Rencana tersebut difokuskan pada program studi yang telah mencapai akreditasi B.

“Kita akan membuka S2 nanti, sekarang sedang dalam proses kelengkapan administrasi,” sampaikan Rektor Unisi R Sri Handayani melalui Wakil III, Junaidi, Rabu (30/12/2015).

Meski begitu, ia belum dapat meyakinkan kepastian penyelenggaraan S2 tersebut. Yang jelas katanya, Universitas ternama di Kabupaten Inhil ini berkomitmen untuk membuka program pasca sarjana.

Untuk diketahui, perguruan tinggi tersebut telah memiliki 1 program studi yang berstatus akreditasi B. dimana, nilai B itu sudah menjadi satu persyaratan mutlak untuk membuka program S2. Bahkan saat ini pihaknya telah melakukan reakreditasi satu program lainnya.

“Progam studi Manajemen yang telah berstatus B, kita sedang menunggu lagi keputusan pada program studi Ilmu Hukum,” tandasnya. –mirwan-