Kenali Mitos Penyakit Diabetes yang Salah

detikriau.org – Penyakit diabetes adalah salah satu penyakit yang sangat banyak diderita oleh masyarakat. Bagaimana tidak, data yang ditunjukkan dari federasi diabetes internasional bahkan menunjukkan bahwa penderita diabetes di Indonesia ternyata tertinggi ke lima di dunia!

Melihat fakta ini, banyak orang Indonesia yang ternyata belum mampu mengadopsi gaya hidup sehat sehingga mudah terkena diabetes. Selain itu, adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat justru membuat pencegahan diabetes menjadi hal yang semakin sulit untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa mitos yang berkaitan erat dengan masalah diabetes di Indonesia.

Mitos Tipe Diabetes dan Faktor Usia
Anda bisa bertanya pada diri anda sendiri, apakah anda mengetahui tipe-tipe penyakit diabetes? Banyak masyarakat awam yang berpikir bahwa diabetes adalah satu jenis penyakit dan diabetes tipe 1 maupun tipe 2 adalah sama saja. Padahal, kedua jenis penyakit ini memerlukan penanganan yang berbeda dimana penderita diabetes tipe 1 telah mengalami fase dimana tubuh tidak lagi menghasilkan insulin dan membutuhkan suntikan insulin dan penderita diabetes tipe 2 hanya memerlukan sepertiga suntikan insulin saja. Selain itu, banyak masyarakat yang berpikir jika diabetes hanya akan menyerang orang tua saja sehingga saat muda kita bisa melakukan gaya hidup dan pola makan seenaknya. Padahal, banyak orang berusia remaja yang sudah mengalami diabetes tipe ke dua. Biasanya, anak-anak atau remaja tersebut memiliki masalah obesitas sejak kecil sehingga mudah terkena diabetes.

Mitos Makanan Manis dan Karbohidrat
Untuk mencegah diabetes, masyarakat awam sering kali berpendapat bahwa mengkonsumsi makanan manis dan juga karbohidrat adalah hal yang sangat dilarang. Padahal, dalam realitanya, penderita diabetes justru masih bisa mengkonsumsi karbohidrat, meskipun jumlahnya tentu akan terbatas dan sesuai dengan saran dokter. Selain itu, makanan manis ternyata tidak selalu menjadi penyebab diabetes. Penyakit diabetes tipe 2 terjadi karena gaya hidup yang sangat tidak sehat layaknya kurang berolahraga, hobi memakan makanan kurang sehat, atau bahkan kesulitan menjaga berat badan ideal. Sementara itu, penyakit diabetes tipe 1 justru disebabkan oleh masalah sistem autoimun yang menyebabkan pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin. Mengurangi konsumsi makanan manis memang akan sangat baik untuk menjaga tubuh sehat dan menjaga berat badan tubuh, namun, hal ini tidak serta merta langsung mengurangi resiko terkena diabetes.

Mitos Diabetes Tipe Kering & Tipe Basah
Mitos terakhir tentang diabetes pada masyarakat adalah adanya diabetes tipe kering dan tipe basah. Tidak ada tipe diabetes yang seperti ini. Masyarakat menganggap penyakit diabetes tipe basah sebagai diabetes melitus hanya karena jika tubuh terkena luka, maka luka ini bisa tidak mengering sama sekali dan menyebabkan komplikasi yang membahayakan. Namun, mitos ini tetap saja tidak benar adanya./ doktersehat.com




Jangan Simpan Lima Bahan Makanan Berikut di Kulkas

Detikriau.org – Terkadang, kita memasukkan segala macam bahan makanan mulai ke dalam kulkas. Mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga bumbu-bumbu dapur.

Tapi tahukah Anda, ada sebagian bahan makanan yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas?

Faktanya, kulkas memang bukan perangkat yang bisa menampung dan membuat semua bahan makanan tetap pada kondisi ideal.

Berikut adalah 5 jenis bahan makanan yang tidak boleh disimpan di kulkas seperti dilansir dari Eatingwell.

  1. Tomat

Bila Anda pernah menanam tomat, tentu Anda tahu betul bahwa tomat lebih menyukai tumbuh di area yang panas ketimbang dingin.

Ternyata, ini juga berlaku setelah ia dipetik dari pohonnya. Tomat kurang “menyukai” tempat penyimpanan yang terlalu dingin.

Maka, kulkas bukanlah tempat ideal untuk mengimpan tomat. Menyimpan tomat di kulkas akan membuatnya “mealy” alias tidak segar, kandungan air berkurang, dan dan semi-keriput.

Memang, tomat ini tetap bisa digunakan untuk memasak, tapi tidak dapat disajikan dalam kondisi segar.

  1. Basil/Kemangi

Sama dengan tomat, kemangi mencintai panas. Sehingga menyimpan kemangi di kulkas bisa membuatnya layu.

Basil sebaiknya disimpan layaknya bunga segar, jadi Anda bisa menyimpannya di dalam secangkir air dan simpan di meja yang kena matahari langsung. Ganti airnya setiap satu hingga dua hari sekali.

Bisa juga, Anda menutupinya dengan plastik longgar agar ia tetap lembap. Pastikan kantong plastik tersebut memiliki celah untuk udara, ya.

  1. Kentang

Bila kentang ditaruh di kulkas, maka rasa dan teksturnya akan berubah karena suhu dingin membuat perubahan pati menjadi gula yang lebih cepat.

Kentang menyukai area yang sejuk, bukan dingin. Kentang idealnya disimpan di suhu sekitar 7,5 derajat Celsius.

Memang, jarang sekali orang yang memiliki tempat penyimpanan gelap khusus umbi-umbian, tapi Anda bisa menyimpannya di dalam kantong kertas dan tempatkan di tempat sejuk.

Pasalnya, material kertas lebih memungkinkan kentang bernapas ketimbang plastik, sehingga kentang tidak mudah busuk.

  1. Bawang

Sebenarnya, saat bawang dikeluarkan dari tanah, ia belum memiliki kulit tipis pelindung.

Untuk “menumbuhkan” dan menjaga lapisan luar tersebut, mereka harus disimpan di lingkungan kering seperti pantry, bukan tempat yang lembap seperti kulkas.

Selain itu, lokasi yang sirkulasi udaranya tidak baik membuat bawang mudah busuk.

Jangan pula menyimpannya dekat kentang karena uap air dan gas dari kentang membuatnya lebih mudah busuk pula.

Simpan bawang di tempat sejuk, kering, gelap, berventilasi baik. Ingat, cahaya yang berlebihan bisa membuat bawang menjadi pahit.

  1. Alpukat

Alpukat baru bisa matang setelah ia dipetik dari pohon. Jika Anda membeli alpukat sekeras batu, jangan menyimpannya di kulkas, karena memperlambat proses pematangan. Di sisi lain, jika Anda memiliki alpukat matang sempurna tapi belum mau dikonsumsi, baru Anda bisa menyimpannya di kulkas karena ini akan membuatnya lebih awet.

Annelis Brilian / Tribunnews.com/Tabloidnova.com




DPRD Inhil Dukung Langkah Pemkab Inhil Deklarasikan GAN

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, yang telah mendeklarasikan Gerakan Anti Narkoba.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat dikonfirmasi awak media usai mengikuti Upacara Deklarasi Gerakan Anti Narkoba, yang dipusatkan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Jum’at (8/1/2016) pagi.

Dikatakan Yusuf, pendeklarasian Gerakan Anti Narkoba ini jangan hanya dijadikan sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi hendaknya bisa diikuti dengan langkah dan tindakan ril di lapangan.

“Kita harapkan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba ini dapat dilakukan sedini mungkin, yang diawali dari internal Pemda dan dilanjutkan ke ruang lingkup yang lebih luas,” tutur Yusuf.

Dicontohkan politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, seperti dengan melakukan tes urine kepada seluruh aparatur di lingkungan Pemkab Inhil.

“Kita juga sangat mengharapkan, deklarasi ini sebagai embrio pendirian BNN Kabupaten Inhil. Jadi, jangan setelah dideklarasikan langsung hilang dan tak ada kelanjutannya,” pungkasnya. -adi-




SD 008 Tembilahan Hulu Kembali Terima Anak Miskin Putus Sekolah

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – SD Negeri 008 Tembilahan Hulu kembali menerima seorang anak yang putus sekolah, Misuriyani (11) warga jalan Gunung Daek Tembilahan.

Putri dari pasangan suami Istri, Jamhari dan Asmawati ini putus sekolah disaat sedang menjalani proses belajar kelas III, tepat pada bulan Juli tahun 2015 lalu di salah satu SD Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), ia terpaksa meninggalkan sekolahnya karena faktor ekonomi.

“Bapak saya kerja bangunan dan mama saya ibu rumah tangga. Saya mau sekolah lagi, tapi orang tua saya sudah tidak ada biaya,” kata gadis cilikm yang biasa disapa Ani ini kepada detikriau.org, Jum’at (8/1/2016).

Sementara itu, Kepala SD Negeri 008 Tembilahan Hulu, M Fadli saat dikonfirmasi menyatakan siap menerima anak tersebut tanpa harus mengeluarkan biasa serupiah pun, bahkan pihak sekolah menyediakan segala kebutuhan belajar, mulai dari seragam, buku dan lainnya.

“Hari senin (11/1, red) anak ini sudah bisa memulai bersekolah duduk di bangku kelas III,” kata Fadli. –Mirwan-




Disdik Inhil Kembali Ingatkan Sekolah Untuk Tidak Lakukan Pungutan

Kadisdik Inhil, Helmi D
Kadisdik Inhil, Helmi D

Tembilahan, detikriau.org –Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, kembali menyampaikan larangan kepada seluruh lembaga pendidikan di Inhil untuk tidak melakukan pungutan dengan dalih apapun kepada siswa maupun orang tua siswa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Inhil, Helmi, larangan pungli ini akan terus disampaikannya agar proses transfer ilmu kepada generasi penerus dapat berjalan dengan lancar dan mampu digapai oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita kembali wanti-wanti kepada seluruh sekolah untuk tidak melakukan pungutan dengan dalih apapun,” Sampaikan Kadisdik yang saat itu mengaku masih berada di Pekanbaru melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, jum’at (8/1/2016)

“Larangan pungutan ini sudah sangat jelas. Maka, sebenarnya tidak ada alasan bagi pihak sekolah untuk melakukannya.” Ditambahkan Helmi

Helmi juga mengingatkan bahwa saat ini masyarakat sudah semakin cerdas menilai. Tindakan di luar peraturan perundang-undangan berlaku akan menimbulkan masalah hukum, Apalagi saat ini aparat penegak hukum tengah gencar melakukan penindakan masalah penyimpangan wewenang aparatur pemerintahan.

“Esok, sabtu (9/1/2016) pembagian rapot siswa akan dilakukan. Kembali saya ingatkan agar tidak melakukan pungutan kepada siswa,” Peringatkan Kadisdik. -dro




Daripada Kehilangan Nyawa, Warso Harus Relakan Sebelah Kakinya Jadi Santapan Buaya

TELUK BELENGKONG (detikriau.org) – Peristiwa naas menimpa Suwarso (46), warga dusun II desa Hibrida Jaya RT 008 RW 005 Kecamatan Teluk Belengkong. Bagaimana tidak, kakinya putus akibat terkaman buaya di SP3 GHS Teluk Belengkong, Jum’at (8/1/2016) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, pria malang ini disambar buaya saat ia sedang memotong rumput di pinggir kanal.

Waktu itu kaki korban belum putus namun kondisinya sudah patah. Takut diseret ke sungai, spontan saja si korban memotong daging pegelangan kakinya hingga putus.

Setelah itu, buaya itupun langsung hilang dari permukaan air. Tak lama kemudian korban pun dibantu masyarakat setempat dan dilarikan ke Puskesmas Teluk Belengkong. Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB, korban dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Ini merupakan korban yang kesekian kalinya. Baru-baru ini, pada bulan akhir 2015 kemarin juga ada warga Teluk Belengkong diterkam buaya hingga tewas,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Menurut keterangan warga setempat, Mahyubi melalui sambungan selularnya menjelaskan, kanal tersebut banyak dihuni Buaya. Bahkan menurutnya lagi, binatang buas tersebut mulai berkeliaran di sungai Teluk Belengkong.

“Solusinya, kami harus waspada bepergian melalui kanal. Namun untuk sementara kanal itu masih sering dilewati masyarakat karena kondisi jalan aspal masih parah,” pungkasnya. –Mirwan-