Pejabat Banyak Mangkir Undangan Milad Pusdatin, HM Wardan Lagi-Lagi Meradang

“Mungkin harus diabsen dulu baru mau datang. Kalau memang begitu, ke depan setiap kegiatan harus diabsen,”

 “Bupati Bahkan Merasa tak dihargai dan Terkesan diejek”

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Indragri Hilir (Inhil), HM Wardan lagi-lagi lontarkan kalimat kekecewaan. Kali ini disebabkan ulah sejumlah Pejabat Esselon yang tidak menghadiri peringatan Milad ke-2 Pusdatin Puanri Cabang Inhil. meskipun sebelumnya sudah diundang.

“Saya kecewa melihat banyak kursi kosong di belakang, padahal acara ini sangat besar dan penting,” kata Bupati Wardan dalam sambutannya saat menghadiri peringatan Milad Pusdatin Puanri Cabang Inhil tahun 2015 di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, Selasa (12/1/2016) malam.

Seharusnya, lanjut Bupati, hal ini bisa menjadi penyemangat dan motivasi dalam mendorong pembangunan dan kemajuan daerah di masa mendatang.

“Mungkin harus diabsen dulu baru mau datang. Kalau memang begitu, ke depan setiap kegiatan harus diabsen,” tambahnya.

Tidak hanya itu yang membuat Bupati Wardan marah, karena disaat memberikan sambutannya, ada juga pejabat yang berbicara di belakang saat dirinya sedang memberikan sambutan.

Padahal, sambutan yang diberikan tersebut sangat penting untuk dilaksanakan oleh masing-masing SKPD terkait.

“Ini sudah sering terjadi dan saya bukan tidak tahu. Saya sedang berbicara di depan, tapi di belakang ngomong dan tertawa, entah mengejek atau apa,” tegas Bupati Wardan dengan nada suara yang agak tinggi. -adi




Prabowo: Aneh, Indonesia Mayoritas Islam Tapi Aktivis Islam Dicurigai

DEPOK – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku sudah lama memiliki hubungan persahabatan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) .

Menurut Prabowo, itu karena kader-kader PKS merupakan teman-temannya yang berlatarbelakang aktivis saat dirinya masih menjadi tentara.

“Dalam perjalanan, hubungan saya dengan PKS sudah lama. Teman-teman saya banyak yang masuk PKS. Waktu saya di tentara, mereka aktivis dan sekarang di PKS,” kata Prabowo dalam Rakornas PKS di Depok, Selasa (12/1/2016).

Mantan Danjend Kopas‎sus itu sempat heran karena dulu aktivis Islam sangat dicurigai.

Menurut dia, curiga terhadap aktivis Islam di negara yang mayoritas beragama muslim adalah sebuah hal yang aneh.

“Waktu itu aktivis Islam dicurigai. Agak aneh memang negara mayoritas Islam tapi ada aktivis Islam dicurigai,” tutur Prabowo yang disambut tepuk tangan peserta Rakornas.

‎Masih kata Prabowo, pada saat PKS muncul cukup mengegerkan dunia politik Indonesia yang awalnya bernama Partai Keadilan.

Dirinya pun cukup salut dengan PKS yang merupakan partai memiliki disiplin dan militan.

“Saya saksikan sendiri (disiplin dan militan). Saya pernah kampanye bersama PKS di Jawa Tengah,” ujarnya.

Meski menurutnya, PKS dianggap partai Islam garis keras, Islam yang radikal dengan ciri khas berjenggot namun hal itu tidak terbukti sepenuhnya. “Sudah dua presiden (PKS) nggak pakai jenggot, Sekjennya nggak pakai jenggot,” tandasnya./ tribunnews.com




Kisah Nomor Cantik Ponsel Seharga Rp 1,2 Miliar

detikriau.org – Nomor cantik ponsel adalah salah satu gaya hidup atau hobi dan kesenangan seseorang. Hal ini menjadikan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Setiap orang mempunyai sugesti dan pilihan tersendiri terhadap angka-angka dan kombinasi angka dari setiap nomor cantik. Begitu pula dengan kemampuan setiap orang untuk membelinya.

Ternyata ada nomor cantik yang terjual dengan nilai fantastis yaitu Rp1,2 miliar. Kejadian unik ini diungkap oleh Deddy N1, pemilik nomor  dengan angka berderet sampai 10 kali.

“Saya awalnya menawarkan harga Rp1,3 miliar. Setelah tawar menawar disepakati harganya Rp1,2 miliar,” kata pengusaha ponsel itu ketika ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara belum lama ini.

Deddy menceritakan, awalnya nomor cantik itu diperoleh dari operator seluler lewat lelang, itu merupakan satu di antara 3000 nomor cantik koleksinya. Ia menyimpannya lama, lantas seorang temannya dari Komunitas Nomor Cantik (KNC) bernama Daniel Remote memberitahu bahwa ada yang berminat pada nomor cantiknya.

Pembeli itu seorang pengusaha nasional yang namanya minta dirahasiakan. Dalam jual beli itu dijelaskan, ada perjanjian hitam di atas putih namun tidak memakai akta notaris.

“Kami memang tidak pernah formal. Untuk yang senilai ratusan juta dasarnya saling percaya saja. Paling hanya kuitansi,” katanya.

Sedangkan yang harga puluhan juta tidak pakai perjanjian apa-apa. Jadi transaksi sering tidak pakai kuitansi. “Istilahnya hanya di bawah meja,” katanya.

Jual beli semacam itu dibenarkan oleh Daniel Remote, pemrakarsa Komunitas Nomor Cantik. Biasanya transaksi anggota yang tergabung dalam KNC atas dasar pertemanan dan kepercayaan. Maka begitu nomor cantik diterima, dites dengan cara melalukan miss call. Akan tertera angka di layar ponsel, selanjutnya uang akan ditransfer pembeli ke penjualnya.

“Sesederhana itu,” katanya.

Karena saling membutuhkan, penggemar nomor cantik bergabung di KNC. Artis yang ikut gabung antara lain Limbad, Torro Margen, dan pesulap Demian. Rencananya pada Agustus 2016 akan mengadakan meet and great Jambore Nasional KNC ke-4 di Ancol, Jakarta Utara. /Viva.co.id




Yulizal Bantah Adanya Pungutan Uang Jutaan Untuk Pelantikan Kades

“Tapi Kalaupun Benar, itu Hal yang Biasa…. Loh?”

pelantikan kadesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMDP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Yulizal menyebutkan bahwa adanya informasi pungutan terhadap kepala desa untuk pelaksanaan pelantikan hanya sebatas isu belaka.

Namun menurutnya, jikapun benar, hal tersebut merupakan hal yang biasa karena pelaksanaan pelantikan Kades ditanggulangi oleh pemerintah kecamatan setempat.

“Itu hanya isu saja, kalaupun benar tolong terbuka siapa Kades yang berstatmen dan jika merasa keberatan laporkan ke kantor kita, nanti dicarikan solusinya,” kata Yulizal kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, Selasa (12/1/2016).

Sebelumnya, salah satu Kades terpilih di Inhil yang enggan disebutkan namanya sempat berstatmen di beberapa media bahwa penyelenggaraan pelantikannya dikenakan biaya iuran mencapai Rp 15 juta.

Penilaiannya, besaran iuran tersebut sangat tidak wajar karena tidak sesuai dengan besaran kegiatan. Sebab itu ia sedikit merasa kecewa dengan pihak penyelenggara yang dianggap serupa pemerasan. –mirwan




Tabrak Kayu log, Speedboat Bermuatan 80 Penumpang Ini Tenggelam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Speedboat Tobindo Expres bermuatan 80 penumpang tenggelam di perairan Kuala Patah Parang Kecamatan Sungai Batang, Selasa (12/1/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.

Insiden tersebut disebabkan karena speedboat menabrak sebatang kayu yang ada di tengah sungai dan mengakibatkan Speedboat bocor besar. Mengatasi korban jiwa, nahkoda langsung mengkandaskan ke pantai sekitar TKP.

“Tak lama kemudian, Speedboat dari Tembilahan menuju Pulau Kijang Kecamatan Reteh itu langsung dijemput oleh Speedboat dari Pulau Kijang didampingi oleh petugas Polair Pulau Kijang dan dibantu oleh Kapolsek Benteng,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Sekitar pukul 17.30 WIB, lanjut Warno,‎ seluruh penumpang tiba di ibu kota Kecamatan Reteh dengan kondisi aman dan selamat.

“Artinya, peristiwa itu tidak sampai memakan korban jiwa hanya saja kerungian materil yang dialami Speedboat.” Tutup Paur Humas. – Mirwan




Rida: Waspadalah Dengan Koperasi Liar, Kalau Ada Tolong Laporkan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) R Rida Indaryanti mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk waspada dengan oknum yang menjalanakan usaha berkedok koperasi.

Pernyataan tersebut diungkapkannya terkait maraknya informasi kalau masyarakat Tembilahan khususnya yang menjadi korban tawaran oknum yang membawa nama koperasi. Padahal, secara administrasi tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, hati-hati dengan koperasi yang tidak jelas. Pilihlah koperasi yang betul-betul terstruktur dan terdaftar di wilayah hukum Pemkab Inhil,” kata Rida kepada detikriau.org, kemarin.

Ia menjelaskan, koperasi yang dapat meminjamkan adalah anggota yang terdaftar sebagai anggota koperasi sesuai azas yakni dari, oleh dan untuk koperasi.

Dengan demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk meneliti terlebih dahulu nama koperasi, alamat dan badan hukumnya.

“Bagi masyarakat yang menemukan tindakan oknum yang mengatas namakan koperasi untuk dapat melaporkan ke Dinas Koperasi dan UMK Inhil,” tandasnya. –Mirwan/adv