Dalam Satu Hari, Bupati Inhil Lantik 11 Kades di Dua Kecamatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam satu hari, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan melantik 11 Kepala Desa (Kades) terpilih di dua tempat berbeda, yakni 7 Kades di halaman Kantor Desa Bagan Jaya Kecamatan Enok dan 4 Kades di Pendopo Desa Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas, Rabu (13/1/2015).

Tampak hadir saat itu, sejumlah anggota DPRD dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Camat dan Upika, serta ratusan masyarakat di Kecamatan Enok.

Bupati Wardan dalam sambutannya mengatakan, Kades yang baru dilantik ini merupakan pilihan dan keinginan rakyat untuk memimpin serta membangun dan memajukan daerah, yang tentunya harus didukung oleh seluruh elemen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Ke depan, terbentang tugas yang amat berat bagi Kades, karena anggaran yang disalurkan cukup besar, seperti melalui APBN sekitar Rp 1 hingga 1,5 miliar, APBD Riau sebesar Rp 500 juta dan APBD Inhil sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1,2 miliar,” kata Bupati Wardan.

Dijelaskan mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, anggaran sebanyak itu harus mampu dikelola secara baik dan profesional, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Saya tidak mau mendengar adanya kades yang tidak bisa mengelola anggaran ini, sehingga berurusan dengan hukum. Jangan smpai ini terjadi,” tambahnya.

Selanjutnya ditegaskan Bupati Wardan, dirinya tidak ingin mendengar adanya pemotongan terhadap dana Program DMIJ, baik yang dilakukan oleh Kades maupun aparatur lainnya, meski hanya satu sen saja.

“Jangan ada yang memotong dana DMIJ sepeserpun. Jadi dalam pengelolaannya harus menggunakan pola manajemen masjid, seperti harus ada papan laporan yang bisa dibaca masyarakat secara langsung, sehingga masyarakat tidak ada yang berburuk sangka dan bisa mengetahui kemana saja dana itu digunakan,” imbuhnya.

Adapun 7 Kades yang dilantin di Kecamatan Enok, yakni Kades Pengalihan, Buhari, Kades Sungai Ambat, Yusran Abidin, Kades Simpang Tiga, Eka Susilawati, Kades Sungai Rukam, Rasyidi, Kades Bagan Jaya, H Andi Hamzah, Kades Suhada, Muhammad Ikhsan dan Kades Jaya Bakti, Fahruddin.

Sedangkan 4 Kades yang dilantik di Kecamatan Kempas, yaitu Kades Sungai Gantang Syarifuddin, Kades Sungai Ara H Fauzi, Kades Rumbai Jaya, Indra Setia Budi dan Kades Karya Tani, Anang Fahmi. –adi/adv




Indonesia Siap Sambut Gerhana Matahari Total Langka

“LAPAN memprediksi akan terjadi di 10 provinsi Indonesia”

Detikriau.org – Sekitar dua bulan lagi, tepatnya 9 Maret 2016, Indonesia akan merasakan pertunjukkan alam tak biasa, yakni Gerhana Matahari Total (GMT). Alasannya, peristiwa tersebut akan terulang lagi 350 tahun kemudian.

Tak ayal, para “pemburu GMT” seperti astronom, fotografer, dan ilmuwan dari berbagai displin ilmu pengetahuan yang berasal berbagai negara akan menyambangi Indonesia. Sebab, gerhana langka itu akan melintasi sejumlah daerah di Tanah Air.

“Gerhana matahari adalah suatu peristiwa, di mana bulan melintas di antara bumi dan matahari, sehingga kedudukan matahari, bulan, dan bumi terletak pada satu garis lurus, sehingga menyebabkan cahaya matahari yang jatuh ke bumi terhalang oleh bulan. Gerhana matahari akan terjadi pada siang hari,” tutur Kepala Bagian Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Jasyanto, dalam siaran persnya, Rabu 13 Januari 2016.

Jasyanto menjelaskan, saat GMT berlangsung, setidaknya ada tiga aspek penting, di antaranya aspek ilmiah penelitian, edukasi publik, dan aspek budaya. Ketiganya ini, akan berdampak pada pariwisata daerah, terutama di Indonesia yang terkena dampak langsung dari GMT ini.

“Banyak pelajaran penting yang perlu diambil dan disempurnakan untuk memberikan manfaat besar bagi Indonesia terkait mencerdaskan masyarakat serta meningkatkan pariwisata untuk memperkenalkan potensi budaya dan alam Indonesia kepada wisatawan. GMT ini juga penting dalam mengali potensi nasional di bidang keantariksan khususnya bidang astronomi,” tambah dia.

Mengenai GMT ini, LAPAN memprediksikan akan terjadi di 10 provinsi Indonesia, yaitu dimulai dari Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit (Kalimantan Tengah), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate, dan Halmahera (Maluku Utara).

Selain itu, sejumlah daerah lain di Indonesia juga bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, antara lain Kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon.

Untuk merekam sejarah alam tersebut, LAPAN berencana untuk menyambut datangnya GMT. Direncanakan, Kamis 14 Januari 2016, lembaga pemerintah non kementerian ini akan menyelengarakan launching hitung mundur GMT 2016 di kantornya./ viva.co.id




Jubir Presiden; Restorasi Gambut ditargetkan Tuntas Lima Tahun

20160113Johan-Siti-Nazir-BRGJakarta – Masalah lahan gambut di Indonesia dikoordinasi Badan Restorasi Gambut (BRG) ditargetkan tuntas dalam lima tahun ke depan dengan luasan lahan yang akan dipulihkan mencapai dua juta hektare, kata Staf Khusus Presiden Johan Budi.

“Diharapkan dengan adanya badan ini, bisa pulih. Diprediksikan akan kembali seperti semula sekitar lima tahun,” ujarnya di  di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu ini membentuk Badan Restorasi Gambut melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 yang dipimpin Nazir Foead untuk segera membuat rencana aksi dan melaksanakannya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, yang turut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers pembentukan BRG, mengatakan bahwa badan tersebut non-struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

BRG, menurut dia, menjalankan fungsi-fungsi pelaksanaan koordinasi dan penguatan kebijakan pelaksanaan restorasi gambut, perencanaan pengendalian, dan kerja sama penyelenggaraan restorasi gambut.

Badan itu juga bertugas melakukan pemetaan dan penetapan zonasi lindung dan fungsi budi daya, pelaksanaan konstruksi infrastruktur pembatasan gambut dan segala perlengkapannya, hingga penataan ulang pengelolaan area gambut yang terbakar.

“Pelaksanaan sosialisasi dan edukasi, dalam rangka restorasi gambut, pelaksanaan supervisi dan pemeliharaan infrastruktur di lahan konversi dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Bapak Presiden,” ucap Siti.

Struktur organisasi BRG sendiri terdiri dari Kepala, Sekretariat Badan, dan empat deputi.

“Dalam melaksanakan tugas, BRG didukung tim pengarah teknis dan kelompok ahli. Pengarah teknis adalah para gubernur yang terlibat, serta para deputi dan dirjen yang relevansi tugasnya masuk di sini,” kata Siti.

Sedangkan, kelompok ahli berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, profesional, dan masyarakat.

“BRG masa tugasnya sampai 31 Desember 2020,” demikian Siti Nurbaya Bakar. (ANTARA News)




Presiden Umumkan Terbentuknya Badan Restorasi Gambut

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan terbentuknya Badan Restorasi Gambut di Istana Merdeka Jakarta, Rabu sore.

“Seperti kita ketahui bersama, tahun kemarin terjadi kebakaran hutan di beberapa provinsi. Oleh sebab itu, saya hari ini menyampaikan terbentuknya Badan Restorasi Gambut, melalui Perpres yang saya tanda tangani 6 Januari lalu,” kata Presiden Jokowi yang melakukan jumpa pers secara mendadak.

Ia menambahkan, pada hari yang sama ia juga ingin memperkenalkan Ir Nazir Foead sebagai pimpinan Badan Restorasi Gambut.

Menurut Mantan Gubernur DKI itu, pimpinan badan tersebut nantinya akan mengkoordinasikan restorasi lahan gambut di beberapa provinsi.

Nasir, menurut dia, cukup memiliki kompetensi dan pengalaman, terutama mengkoordinasikan dengan kementerian dan lembaga, termasuk lembaga internasional.

“Rencana aksi harus segera dibuat dan diimplementasikan, dan menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menangani masalah lahan gambut, terutama kepada dunia internasional,” kata Kepala Negara.

Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah akhirnya mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Badan Restorasi Gambut untuk mencegah kebakaran lahan gambut di masa mendatang.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, Rabu mengatakan, Perpres Nomor 1 tahun 2016 itu terbit 6 Januari.

“Sebetulnya (Badan Restorasi Gambut) sebagian besar tugasnya itu menata lanskap ekologi yang namanya gambut, yang ingin ditata, dia harus selamat dan tidak boleh terbakar dan membuat kebakaran,” katanya.

Dia menjelaskan lembaga tersebut nantinya bertugas menjaga, mengelola dan merestorasi lahan gambut.

Menurut dia, ada dua sampai tiga juta hektare lahan gambut yang akan direstorasi.

Upaya itu akan dilakukan dengan melibatkan sejumlah lembaga atau kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (ANTARA News)




Sianida Dalam Makanan Kita Sehari-hari

Detikriau.org – Banyak makanan kita sehari-hari ternyata mengandung racun sianida dalam jumlah yang sedikit. Mengingat racun sianida sangat berbahaya, haruskah kita membatasi atau bahkan menghentikan mengonsumsi makanan-makanan tersebut, atau ada cara lain untuk menetralisir efek negatifnya?

Makanan seperti almond dan kacang lima mengandung senyawa sianida berkadar rendah. Begitupun dengan suplemen vitamin B12, ada yang mengandung sianida juga.

Dalam dosis besar, sianida adalah racun yang sangat berbahaya dan pada dosis tertentu, bisa mematikan.  Dosis sianida yang berbahaya, umumnya berkisar antara 50 dan 200 mg hidrogen sianida.

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kita bisa saja terkena racun sianida dari berbagai sumber seperti makanan, rokok dan sumber lainnya.

Secara alami, ada beberapa bahan makanan yang menghasilkan sianida dosis rendah seperti singkong, kacang lima, kacang merah, bayam, kedelai, rebung, tapioka, kecambah millet dan almond.

Biji buah-buahan  seperti aprikot, apel, dan buah persik juga diduga memiliki sejumlah besar bahan kimia yang dapat dimetabolisme menjadi sianida.

Untungnya, bagian daging buah  yang dapat dimakan dari buah-buahan ini mengandung jumlah senyawa racun yang jauh lebih rendah dari yang terkandung di dalam biji atau lubang bagian tengahnya.

Masih menurut CDC, meski tubuh kita bisa mengatasi racun sianida dalam dosis sangat rendah, sebaiknya kita menghindari makan bagian buah atau tumbuhan yang mengandung senyawa racun. Misalnya, makanlah hanya daging buah apel dan buang bagian tengah serta bijinya.

Cara lain menghindari efek sianida adalah dengan mengolah makanan dengan cara yang tepat sebelum dimakan.

Sebagai contoh, kacang lima mentah mengandung linamarin. Linamarin adalah suatu senyawa yang ketika dikonsumsi lalu terurai di dalam tubuh akan diubah menjadi hidrogen sianida. Memasak kacang lima selama 10 menit sudah cukup untuk membuatnya aman dikonsumsi.

Atau kacang merah mentah yang mengandung racun phytohaemagglutinin. Ini juga bisa  dinetralisir dengan cara memasaknya pada suhu didih selama 10 menit. Memasak kacang merah di bawah suhu didih bisa melipatgandakan kandungan racun.

Di dalam 1.000 mikrogram vitamin B12 suplemen sianokobalamin mengandung 20 mikrogram sianida.

Namun, menurut ahli gizi Jack Norris dari AS, jumlah sianida di dalam sianokobalamin, secara fisiologis aman dikonsumsi. Mikrogram adalah jumlah yang sangat kecil  dibandingkan miligram. Ada 1.000 mikrogram di dalam satu miligram sehingga  jumlah sianida di dalam suplemen B12  masih jauh di bawah dosis yang bisa dikatakan beracun.

Sianida akan bereaksi lebih cepat jika dihirup dan karena itu lebih berbahaya. Menghirup gas sianida, terutama di ruang yang berventilasi buruk, memiliki potensi bahaya terbesar.

Umumnya, eksposur mematikan  sianida adalah hasil  dari kecelakaan alias perbuatan tidak disengaja atau bisa juga tindakan yang disengaja. Karena sifat racunnya yang sangat cepat,  sianida umum  digunakan dalam aksi terorisme dan pembunuhan./ kompas.com

 




Atasi Kerusakan Perkebunan Masyarakat, Pemkab Inhil Serahkan Eksavator untuk Kecamatan Enok

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) menyerahkan bantuan alat berat berupa satu unit eskavator kepada Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Enok, Rabu (13/1/2016).

Prosesi penyerahan bantuan alat berat yang dilakukan sempena pelantikan 7 Kepala Desa (Kades) terpilih se-Kecamatan Enok, yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Bagan Jaya ini diberikan langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan.

Pada kesempatan itu, Bupati Wardan menyatakan bahwa penyerahan bantuan eskavator ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memperbaiki kerusakan lahan perkebunan di Kecamatan Enok, yang sudah mencapai sekitar sembilan ribu hektar.

“Mudah-mudahan, ini bisa membantu masyarakat, dengan melakukan musyawarah bersama Kades dan kelompok tani, untuk menentukan wilayah mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu,” tutur Bupati Wardan.

Selanjutnya, kepada seluruh Camat dan Kades diminta agar segera mendata jumlah lahan perkebunan yang rusak dan produktif, untuk dibuat profilnya. Karena mengingat Kabupaten Inhil ini merupakan wilayah dengan hamparan kelapa terluas di dunia, yakni sekitar 432 ribu hektar. Dimana 70 persen diantaranya adalah milik masyarakat, yang sekarang kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga perlu dilakukan peremajaan dan perbaikan.

“Tugas kita ke depan, bagaimana harga kelapa ini bisa lebih stabil, itu yang harus diperjuangkan, salah satunya dengan program Resi Gudang, yang harganya ditetapkan melalui bursa,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Disbun Inhil, H Mukhtar T menjelaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan lahan perkebunan masyarakat yang rusak, baik melalui kontraktual atau pelelangan maupun dengan program terobosan, seperti penyerahan bantuan eskavator ini.

“Kita minta Camat menempatkan alat berat ini di lokasi yang prioritas, sehingga keberadaannya diharapkan dapat mempercepat upaya penanganan kerusakan kebun masyarakat yang semakin luas,” imbuhnya. -adi