HM Yusuf Said; Pendamping Desa Harus Tetap Berada di Tempat Tugas

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan maksimal, maka seluruh Pendamping Desa harus tetap berada di tempat tugasnya, bukan di daerah lain, seperti di Ibukota Kabupaten.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, HM Yusuf Said saat diwawancarai awak media usai menghadiri prosesi pelantikan 7 Kades terpilih se-Kecamatan Enok oleh Bupati HM Wardan, yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Bagan Jaya, Rabu (13/1/2016).

“Kalau mereka tidak berada di tempat, SKPD terkait harus melakukan evaluasi, sehingga mereka bisa lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugasnya,” tegas Yusuf.

Apalagi, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, keberadaan Pendamping Desa sangat penting, khususnya dalam melakukan pengawasan kualitas pekerjaan di lapangan, administrasi dan lain sebagainya.

“Jika nantinya ada ditemukan hasil pekerjaan yang tidak bagus, maka mereka harus ikut bertanggung jawab. Jadi, kerja Pendamping Desa itu jangan hanya sekedar membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPj) saja,” pungkasnya. –adi




Pemkab Inhil Gelar Rapat 5 Ranperda

Wakil Bupati H.Rosman Malomo di dampingi Sekda menyampaikan arahan saat menghadiri rapat 5 RANPERDA
Wakil Bupati H.Rosman Malomo di dampingi Sekda menyampaikan arahan saat menghadiri rapat 5 RANPERDA

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat 5 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Kamis (14/1/2016).

Rapat tersebut  dipimpin oleh Wakil Bupati Inhil H Rosman Malomo didampingi Sekda Inhil H Said Syarifuddin dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil.

Adapaun kelima Ranperda tersebut adalah Ranperda bisa baca tulis Al-Qur’an yang diiusulkan Bagian Kesra Setdakab Inhil dan Ranperda retribusi perpajangan Izin mempekerjakan tenaga asing yang diusulkan Dinas Tega Kerja.

Sedangkan Ranperda yang diusulkan Dinas Kesehatan ada tiga yakni Ranperda kawasan tanpa rokok, Ranperda inisiasi menyusui dini dan Air Susu Ibu Eksklusif  serta Ranperda desa dan kelurahan siaga aktif.

Dimana, kelima Ranperda tersebut akan diajukan ke DPRD Kabupaten Inhil masa persidangan 1 tahun 2016.

“Apapun Ranperda yang diusulkan, saya harapkan tetap fokus dan betul-betul menghayati terhadap yang telah diusulkan tersebut hingga akhir,” pesan Rosman.

Bahkan, Wabup dua periode ini mengingatkan bahwa Ranperda itu harus diperhatikan dengan konsentrasi baik redaksionalnya maupun dari sisi penting lainnya. –mirwan/adv




Diskop UKM Desak Koperasi Rampungkan RAT

Sekretaris Dinas Koperasi & UMKM Inhil, Azwardi
Sekretaris Dinas Koperasi & UMKM Inhil, Azwardi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendesak seluruh koperasi se-Inhil untuk segera merampungkan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Diskop UKM Kabupaten Inhil R Rida Indaryanti melalui Sekretaris Dinas, Azwardi kepada detikriau.org di ruang kerjanya kemarin. Menurutnya, pelaksaan RAT tersebut merupakan hal yang penting sebagai langkah awal untuk melanjutkan kerja selanjutnya.

“Saya minta segera lakukan RAT, kita targetkan pertengahan tahun sudah selesai. Jika tidak, koperasi terkait tidak bisa bekerja pada tahun anggaran 2016 ini,” kata Azwardi.

Dikatakannya, koperasi yang pertama melaksanakan RAT tersebut adalah koperasi yang berada di kecamatan Tanah Merah pada tanggal 13 Januari 2016. Dihari berikutnya, disusul oleh koperasi yang berada di kecamatan Tempuling dan Kempas.

Semoga katanya, dari pelaksanaan tersebut menjadi motivasi bagi koperasi lainnya agar bisa melaksanakan RAT secepatnya. –mirwan/adv




Polres Inhil Ciduk Pelaku Begal Terlatih Asal Palembang

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik saat memberikan keterangan pers di Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan.
Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik saat memberikan keterangan pers di Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meringkus pelaku begal terlatih berinisial Ma (28) warga asal Palembang Sumatera Selatan (Sumsel). Penangkapan dilakukan di kecamatan Kempas, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 04.45 WIB.

Tak hanya itu, kepolisian juga berhasil membekuk 3 rekannya yakni Mru (30) dan Ro (23) warga kempas dan Rw (23) warga jalan Tanjung Harapan Tembilahan.

“Ada 4 pelaku tindak pidana pencurian dan kekerasan yang berhasil kita tahan, namun dari 4 ini ada 1 pelaku utamanya yakni Ma warga asal Palembang, ia datang ke sini memang bertujuan melakukan aksi kejahatan dan ia merupakan pelaku terlatih yang sudah biasa dilakukannya di sana,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik saat konferensi pers di Mapolres Inhil.

Saat akan diringkus usai pelaku turun dari mobil travel dari Palembang di Kempas, pelaku sempat melakukan perlawanan dengan menodongkan sebilah badik, namun upaya tersebut dapat teratasi dengan lancar tanpa kendala yang signifikan.

“Setelah dilakukan pengembangan, ketiga pelaku lainnya pun juga berhasil kami amankan,” tambah Kapolres.

Menurut Kapolres, keempat pelaku tersebut telah beberapa kali melakukan tindak pidana curas di Kabupaten Inhil ini, diantaranya merampas kendaraan di jalan Bandara Tempuling, jalan Pekan Arba Tembilahan, Curanmor di jalan Telaga Biru Tembilahan dan beberapa tindakan lainnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, diantaranya berupa sisa uang tunai hasil penjualan sepeda motor berjumlah Rp 2.200.000, sebilah Badik dan Senpi mainan. Selain itu juga diamankan Handphone milik pelaku, topi dan beberapa pakaian lainnya yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan.

Sedangkan sejumlah sepeda motor hasil begal, petugas masih melakukan penyelidikan karena seluruh kendaraan tersebut sudah terjual di Palembang.

“Keempat pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang tindak pidanan pencurian dan kekerasan dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. –mirwan




Hilang Kendali Truk Pembawa Alat Bangunan Terjungkal

mobil terjunTembilahan (detikriau.org) – Sebuah truk bermuatan alat-alat bangunan yang bernopol BM 9693 AN terjungkal ke sisi jalan di parit 9 ketapang kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. Kamis(14/01/2016)

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 5:30 WIB, mobil yang di kemudikan oleh Uyun (49) dari perawang menuju tembilahan tersebut kehilangan kendali akibat bola-bola stir yang lepas sehingga mobil tersebut terjungkal ke sisi jalan.

Saat diwawancarai detikriau.org di tempat kejadian, uyun mengatakan bahwa ia tidak bisa mengendalikan stir mobil tersebut dikarenakan bola-bola stir nya lepas, sehingga terjungkal ke sisi jalan(Fa)

Akibat kejadian tersebut sopir hanya mengalami keterlambatan mengantar barang ke Tembilahan. tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.(Fa)




Mau Mendapat Beasiswa? Buatlah Potret Diri Anda yang “Charming”!

Detikriau.org – Sebutlah, Anda lulusan perguruan tinggi negeri (PTN) terkenal dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,8. Dengan modal itu, Anda ingin melanjutkan studi ke jenjang S-2 di bidang food technology di Wageningen University, sebuah universitas pertanian terbaik di dunia yang berada di Belanda. Saat diminta menjelaskan mengapa Anda melamar program tersebut, kira-kira apa jawaban Anda?

Jika jawaban Anda adalah ingin memperdalam ilmu yang telah didapatkan di Indonesia atau ingin meraih karir yang baik di bidang tersebut, maka bersiaplah Anda bersaing dengan ratusan mahasiswa lain untuk bisa studi di kampus itu.

Kenapa? Karena akan ada beratus orang yang menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sama dengan Anda. Anda tidak sendiri!

Lalu, jika ditanya lagi, manfaat apa yang akan Anda berikan dengan ilmu yang Anda akan dapatkan nanti bagi organisasi, institusi, komunitas, bangsa dan negara, apa kira-kira jawaban Anda?

Boleh jadi, dengan optimistisnya Anda menjawab akan membawa ide-ide baru bagi organisasi Anda dan berkontribusi penuh terhadap pembangunan di bidang tersebut. Jika benar itu adalah jawabannya, maka bersiap-siaplah Anda akan bersaing dengan ratusan orang yang menjawab pertanyaan itu dengan jawaban sama. Ya, jawaban yang generik dan normatif, tidak artikulatif!

Mengapa

Banyak pelajar yang menemui kesulitan dan tidak dapat menjawabnya dengan tepat dan artikulatif tentang motivasi mereka untuk meneruskan studi di luar negeri dan mengambil bidang studi tersebut.

Jawaban standar biasanya, “Saya ingin memperdalam ilmu yang saya dapat saat kuliah S-1,”.

Atau, jawaban lainnya, “Saya ingin memperluas wawasan saya, atau ingin mendapat pengalaman internasional,”.

Bahkan, ada jawaban yang lebih sederhana lagi. “Karena bidang studi S-2 yang saya ambil ini sama dengan program studi S-1 saya,”.

Sepertinya, pertanyaan berbau ‘mengapa’ cukup sulit dijawab oleh sebagian besar pelajar Indonesia. Padahal, pertanyaan seputar ‘mengapa’ itulah yang justru menjadi kunci untuk menentukan pelajar tersebut layak diterima di suatu perguruan tinggi atau menjadi penerima beasiswa.

Mengapa? Mengapa Anda ingin kuliah di negara tersebut dan mengambil bidang studi tertentu? Mengapa Anda layak menjadi penerima beasiswa? Mengapa Anda merasa lebih baik dari kandidat lain? Mengapa dari kacamata lembaga pemberi beasiswa, ‘investasi’ yang mereka tanamkan ke Anda akan mendatangkan return lebih baik ketimbang pada kandidat lain?

Mengapa universitas-universitas berkelas dunia tersebut rugi besar jika tidak memberikan Anda letter of admission? Masih banyak ‘mengapa’ lainnya untuk dijawab.

Motivasi

Banyak pemburu beasiswa mengira bahwa dengan berbekal IPK tinggi dari universitas terkenal dan nilai bahasa Inggris tinggi, maka otomatis pintu akan terbuka lebar-lebar dan mereka dengan mudah melanjutkan studi atau meraih beasiswa di luar negeri. Mereka lupa, ada beratus-ratus, bahkan beribu pelamar lain memiliki IPK di atas 3 atau nilai IELTS di atas 6.5.

Nilai dan angka tersebut hanyalah persyaratan minimal. Itu semua hanya knock out of criteria.

Agar dapat terpilih, harus ada faktor lain yang mampu membuat si pelamar mengungguli pelamar lain. Faktor itu harus mampu membedakan Anda dengan pelamar lain. Apa itu? Motivasi!

Lembaga pemberi beasiswa memang akan mencari kandidat yang punya motivasi kuat dan tujuan studi yang jelas. Mereka mencari kandidat dengan self awareness tinggi terhadap kekuatan dan kelebihannya. Juga, terhadap potensi dan passion yang dimilikinya.

Para kandidat juga harus mampu membaca faktor-faktor eksternal dan perubahan global, misalnya tentang kelangkaan energi, ketahanan pangan dan perubahan iklim, selain tentu saja isu-isu geopolitik, perubahan perilaku sebagai dampak digitalisasi dan mampu memprediksi bermacam perubahan di masa depan.

Kemampuan membaca dan memahami faktor internal (potensi, minat, passion) atau self awareness dan sensibilitas membaca faktor eksternal (perubahan global, tantangan masa depan) dan ‘mengemasnya’ menjadi satu paket yang “menggiurkan” pihak pemberi beasiswa, adalah keharusan bagi para pemburu beasiswa.

Di tengah ratusan, bahkan ribuan formulir pendaftaran yang masuk, motivation statement dan CV yang artikulatif, yang distinctive, menjadi satu nilai jual di mata lembaga pemberi beasiswa. Baik itu motivation statement dan CV harus bikin mereka kepincut!

Ingat, pemberi beasiswa tidak akan memberikan beasiswa kepada pelamar yang sekedar mencari pengalaman internasional atau memperluas jejaring, apalagi hanya ingin naik golongan karena telah mendapatkan gelar akademis lebih tinggi.

Pemberi beasiswa tidak akan pernah kepincut dengan pelamar yang motivasi utamanya belajar ke luar negeri sekadar untuk mendapat posisi lebih baik sepulang studi di negeri orang. Organisasi pemberi beasiswa manapun mendapat mandat yang sama dari pendonor masing-masing, yaitu mencari kandidat terbaik, yang worth investing! Anda harus menjadi kandidat yang benar-benar diperhitungkan!

Memangnya kenapa kalau Anda lulusan PTN ternama dan lulus sebagai lulusan terbaik? Memangnya kenapa kalau Anda pernah jadi pemimpin organisasi mahasiswa di kampus? Tidak berarti apa-apa jika Anda tidak bisa mengkaitkan potensi diri anda dengan study objective Anda?

Yang terjadi akhirnya adalah sebuah paradoks, yaitu di satu sisi over valuation. Yaitu, kondisi dimana Anda merasa yang terbaik dan paling berkualifikasi tanpa dibarengi self awareness tentang kekuatan dalam diri Anda tersebut dapat menjadi katalis bagi keberhasilan studi dan rencana masa depan setelah selesai studi. Enggak nyambung!

Siapkan potret diri Anda!

Bagi Anda yang pernah melihat lukisan potret diri dari pelukis besar Affandi di museum Affandi di Yogyakarta atau pelukis legendaris Vincent van Gogh di Van Gogh Museum di Amsterdam, tentu setuju kalau lukisan-lukisan tersebut, walaupun terlihat sangat sederhana, tidak glamor dan neko-neko. Lukisan itu tidak rumit, tapi lain dari yang lain, dan berhasil mencuri perhatian.

Lukisan Affandi berkaos oblong sambil menghisap pipa seakan mengeluarkan pernyataan: “Inilah aku (self awareness). Aku dengan kebersahajaanku, sekaligus kekuatanku. Aku dan duniaku, passion-ku dan visiku!”.

Begitu juga lukisan potret diri Van Gogh. Sederhananya lukisan tersebut, tapi mampu menyihir karena lugas mengatakan: “Lihatlah aku, sang maestro!”.

Jadi, motivation statement dan curriculum vitae tidak perlu berbunga-bunga, apalagi copy paste dari sumber lain. Buatlah lukisan potret diri yang lugas, tidak perlu cantik, tapi charming dan dapat mencuri perhatian tim seleksi beasiswa.

Buatlah lukisan potret diri yang tidak membuat pemberi beasiwa nantinya akan mengatakan “Kalian berhutang pada negara, dan kalian beruntung mendapatkan beasiswa ke luar negeri!”.

Tapi, lukisan potret diri Anda yang mampu berkata: “Negara atau pemberi beasiswa akan sangat beruntung memilih saya. Cause I deserve it!”.

Selamat berburu beasiswa!

Penulis adalah pemerhati pendidikan dan bergiat sebagai koordinator tim beasiswa pada Netherlands Education Support Office (NESO) di Jakarta/kompas.com