Persaingan SNM PTN Bakal Kian Ketat, Ini Penyebabnya

Menristekdikti Muhammad Nasir. Foto ; dok.JPNN
Menristekdikti Muhammad Nasir. Foto ; dok.JPNN

JAKARTA – Persaingan untuk meraih kursi di Perguruan Tinggi Negeri melalui SNM PTN bakal semakin ketat. Pasalnya panitia memutuskan memangkas kuota mahasiswa baru melalui seleksi berbasis nilai rapor siswa itu.

Pengumuman pemangkasan kuota itu disampaikan dalam peluncuran SNM PTN 2016 di kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Senayan, Jakarta kemarin. Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum SNM PTN Rochmat Wahab.

Rangkaian SNM PTN 2016 dimulai dengan pengisian dan verifikasi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) pada 18 Januari sampai 20 Februari. Kemudian masa pendaftaran pada 29 Februari – 12 maret.

Lalu pencetakan kartu tanda peserta (22 Maret – 21 April), proses seleksi (24 Maret – 8 Mei), dan pengumuman hasil seleksi pada 10 Mei. Informasi lengkap ada di snmptn.ac.id.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu mengatakan, tahun lalu pembagian porsi seleksi masuk mahasiswa baru adalah SNM PTN minimal 50 persen, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) 40 persen, dan sisanya untuk ujian mandiri maksimal 10 persen.

’’Tahun ini komposisi itu kita ubah,’’ katanya kemarin. Rochmat mengatakan formasi tahun ini adalah mahasiswa baru dari SNM PTN dipangkas menjadi minimal 40 persen. Kemudian di SBM PTN minimal 30 persen, dan untuk ujian mandiri maksimal 30 persen.

Rochmat beralasan bahwa penambahan kuota jalur mandiri itu untuk mengakomodasi kebutuhan yang tinggi. Guru besar bidang pendidikan anak berbakat itu menjelaskan, selama ini kuota mahasiswa baru seperti untuk anak-anak dari kawasan terpencil tidak terpenuhi.

Selama ini mahasiswa dari seleksi mandiri kerap dicap bakal mendapatkan biaya kuliah yang mahal. Rochmat meluruskan bahwa baik itu mahasiswa melalui SNM PTN, SBM PTN, maupun seleksi ujian mandiri dikenakan biaya kuliah merujuk pada sistem uang kuliah tunggal (UKT).

Rochmat menjelaskan sampai saat ini panitia masih menetapkan proporsi kuotanya saja. Dia mengatakan untuk detail jumlah kursi yang tersedia untuk SNM PTN, SBM PTN, dan ujian mandiri belum ditetapkan. Dia mengatakan hari ini (16/1) mulai menerima data kursi mahasiswa baru dari seluruh PTN.

Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan penetapan kuota mahasiswa baru untuk setiap seleksi menjadi kewenangan rektor. Dengan demikian kondisi di setiap PTN bisa berbeda-beda.

Dia mencontohkan, aturannya untuk SNM PTN minimal 40 persen. Maka bisa saja nanti ada PTN yang tetap 50 persen pengisian mahasiswa barunya menggunakan SNM PTN seperti tahun lalu. ’’Kita ingin memberikan kemandirian kampus untuk urusan administrasi seleksi mahasiswa baru,’’ kata dia. -JPNN




Diskop dan UMKM Inhil Wacanakan Buka Centra Makanan Ringan

pangananTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merencanakan membuka centra makanan ringan hasil produksi UMKM yang ada di Inhil.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Diskop dan UMKM Kabupaten Inhil R Rida Indaryanti melalui Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana UMKM Bidang UMKM, Guntur kepada awak media, kemarin.

“Ya, kita merencanakan akan membuka centra makanan ringan hasil produksi UMKM di wilayah kita, rencana mempromosikannya kita mulai pada bulan Februari mendatang,” kata Guntur.

Promosi tersebut lanjutnya, akan dipusatkan di centra jalan Baharuddin Yusuf, tepat depan pasar pagi. Menurutnya, itulah bangunan yang baru rampung dan sebagai centra promosi makanan ringan.

Untuk diketahui, jumlah UMKM se-kota Tembilahan saat ini mencapai 4 ribu lebih. Sedangkan UMKM secara keseluruhan se-Inhil telah mencapai 8 ribu lebih. Mirwan/adv




Bupati Inhil Lantik 7 “Raja Desa” Se- Kecamatan Mandah di Pantai Solop

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melantik sebanyak tujuh kepala desa terpilih se-Kecamatan Mandah periode 2016-2022 di Pantai Solo Pulau Cawan, Sabtu (16/1/2016).

Ketujuh Raja tingkat Desa tersebut adalah Said Khairul Hanafiah Pulau Cawan, M Thawil Bolak Raya, Suhaimi Bente, R Arifin Belaras, Rudi Hartono Bakau Aceh, Maslan Bantayan dan Sujono Batang Sari.

Dalam sambutannya, Bupati meminta kepada Kades yang baru dilantik ini untuk dapat menjalankan tugas pokok sebagai abdi masyarakat desa dengan semaksimal mungkin.

“Karena keberadaan Kades sangat berperan penting dalam pembangunan desa, contoh saja pada program DMIJ yang diprogamkan pemerintah dan dananya langsung dikucurkan ke desa, bahkan dana juga ada bersumber dari provinsi dan pusat, oleh sebab itu saya minta Kades bekerja serius,” pintanya.

Disamping itu, ia mengingatkan bahwa dana yang dibeban kepada desa cukup beresiko jika kepala desa tidak mempergunakan anggaran tersebut tidak sesuai harapan. Mengatasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, maka Bupati akan selalu mengevaluasi kinerja para kades selambat-lambatnya pada akhir tahun.

Pada kegiatan itu, Bupati didampingi Kepala BPMPD Inhil Yulizal, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan beserta sejumlah pejabat lainnya. Selain itu juga tampak dihadiri unsur Forkopimda Inhik dan anggota dewan dapil Kecamatan Mandah serta dipadati masyarakat Mandah.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut digelar serangkaian dengan beberapa kegiatan lainnya diantaranya pelantikan pengurus Koni Kecamatan Mandah dan pramuka. –Mirwan/adv




Konon, Raja Bujang Masih Berkuasa di Pantai Solop

MANDAH (detikriau.org) – Kisah mistis “Raja Bujang” penguasa pantai Solop desa Pulau Cawan kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih melekat dalam kepercayaan masyarakat. Konon, Raja Bujang ini bukan hanya menguasai kawasan pantai namun juga menguasai satu pulau.

Asran (65), warga asli kecamatan Mandah menceritakan, pada zaman dahulu sebelum kemerdekaan ada seorang pria bernama Bujang, warga Kuala Gaung yang datang ke Pulau Cawan. Kala itu, si Bujang tersesat dan hilang tanpa jejak.

Alkisah, si Bujang ini dibawa oleh orang Bunian ke alam ghaib dan dinikahkan dengan keturunan Bunian.

Dari hubungan resmi itu, pria ini mendapat kekuasaan di alam tersebut untuk memimpin makhluk ghaib yang ianya kini dikenal dengan sebutan Raja Bujang.

“Entah gimana dia dapat kekuasaan, yang jelas si Bujang menjadi raja di alam Bunian sampai sekarang,” kata Asran kepada detikriau.org, Sabtu (16/1/2016) di Pantai Solop Pulau Cawan.

Menurutnya, sekali-kali raja asli dari bangsa manusia ini menampakkan diri di alam nyata, namun sebatas penampakan remang-remang. Bahkan, kapal milik Raja Bujang pun juga kerap tampak secara kasat mata oleh warga setempat di perairan Pulau Cawan.

“Jika ada melihat kapal semacam bayang-bayang dan bening, itulah kapal Raja Bujang,” ujarnya.

Sejauh pengetahuannya, Raja Bujang tersebut membela manusia, terbukti dengan keamanan warga setempat, meski pulau itu dikenal angker karena sebagai pulaunya dihuni warga Bunian.

Namun yang harus diingat, jika manusia berlaku jahil atau membuat onar di lokasi, khusus bagi para pengunjung, ada hukuman secara langsung yang dihadiahi penghuni pulau.

“Terkadang demam, bisa juga berakibat gangguan jiwa bahkan bisa sampai hilang dari alam kita,” yakini-nya.

Senada, salah seorang ibu lanjut usia dari warga desa Belaras Kecamatan Mandah juga menceritakan hal yang serupa. Belakangan menurutnya, bukan satu atau dua kali saja anak-anak hilang di Pulau tersebut, namun sudah beberapa kali.

“Itu adalah anak-anak yang mengganggu keariban Pulau, kita ke sini jangan berbuat tidak senonoh saja insya Allah aman,” kata Ibu yang enggan menyebutkan namanya.

Untuk diketahui, pulau tersebut, khususnya kawasan pantai solop selalu dihampiri wisatawan dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan wisata alamnya. Biasanya para wisatawan berkunjung pada saat moment lebaran idul fitri dan idul adha. Wallahu a’lam bish-shawab. –mirwan




Beberapa SKPD Belum Rampungkan Laporan Progres 2015, Bupati Inhil Beri Waktu 1 Minggu

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan memberikan waktu satu minggu bagi SKPD yang belum menyelesaikan laporan Progres tahun 2015 lalu.

Pernyataan tersebut disampaikannya kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat Evaluasi di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Jum’at (15/1/2016) kemarin sore.

“Sebelum finalisasi, terlebih dahulu saya ingin melihat pada rapat terakhir ini dan ternyata saya temukan beberapa SKPD yang belum rampung,” kata Wardan.

Namun, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini enggan menyebutkan SKPD mana saja yang belum merampungkan laporan tersebut. Yang jelas katanya, sejumlah SKPD tersebut masih diberi waktu satu minggu kedepan untuk menuntaskannya.

Kemudian, pada rapat tertutup tersebut juga dibahas tentang persiapan pelelangan. Tahap awal, ia meminta kepada seluruh jajaran Pemkab Inhil untuk melengkapi secara administrasi.

“Pertama secara administrasi saya minta juga tadi jangan ditunda-tunda lagi, sebab jika itu sudah selesai maka kerja selanjutnya bisa kita lanjutkan secepatnya,” tutupnya. –mirwan/adv




Perbedaan Penyakit DBD dan Tifus yang Penting untuk Anda Ketahui

Detikriau.org – Gejala Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) dan tifus memiliki kesamaan. Bila kita tidak mengetahui tentang kedua penyakit ini, bisa mengakibatkan salah dalam penanganan penderita bahkan dapat menyebabkan kematian. Apa perbedaan antara DBD dan tifus? Mari kita pelajari dalam artikel ini! 

Penyebab

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus Dengue, itulah sebabnya penyakit ini disebut Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD. Penyakit ini menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian langsung menggigit orang sehat lainnya dan membuat virus yang ada berpindah ke orang sehat sehingga menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.

Tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini ada pada berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Bakteri ini bisa ada pada makanan atau minuman dan akan masuk ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Itulah penyebab seseorang bisa terkena tifus.

Gejala

Demam Berdarah Dengue

  • Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
  • Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
  • Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
  • Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.

Tifus

  • Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
  • Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
  • Nyeri perut dan diare.
  • Batuk dan sakit tenggorokan.

Pemeriksaan

Cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan. Berkonsultasi dengan dokter dan biasanya untuk memastikan, dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui secara pasti penyakit apa yang diderita

Demam Berdarah Dengue
Pada pasien demam berdarah, pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/ul, seseorang akan didiagnosis mengalami demam berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, Anda dapat berkunjung kembali ke dokter untuk memeriksa jumlah trombosit jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jadi, jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti Anda mengalami demam berdarah.

Tifus
Untuk mengetahui apakah Anda mengalami tifus atau tidak, maka akan dilakukan tes Widal. Yang diperiksa pada tes ini adalah apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi. Jika hasil menunjukkan > 1/160 berarti Anda menderita tifus. Pemeriksaan lain dapat dilakukan dengan memeriksa tinja penderita karena pada tinja penderita tifus mengandung bakteri Salmonella typhi.

Pengobatan

Demam Berdarah Dengue
Tidak ada obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena tidak ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Jika penderita tidak dapat makan dengan baik, mengalami diare atau muntah, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar dapat dibantu dengan infus sehingga daya tahan penderita lebih kuat. Pada penderita demam berdarah tidak ada pantangan makanan.

Tifus
Pemberian antibiotik adalah paling tepat untuk membunuh bakteri penyebab penyakit ini. Untuk menyembuhkan usus yang luka, makanan yang dimakan tidak boleh keras agar tidak memaksa kerja usus yang sedang sakit. Hindari juga makanan yang asam dan pedas.

Cara Pencegahan

Demam Berdarah Dengue
Melakukan gerakan 3 M. Yang dimaksud gerakan 3 M adalah Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.

Tifus
Dengan selalu menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tifus tidak dapat berkembang biak. Dan memilih makanan dan minuman yang bersih untuk dikonsumsi./ doktersehat.com