Jum’at Pagi Berdarah, Amir Tewas dengan Luka Mengenaskan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tabrakan maud terjadi di parit 21 Sungai Beringin Tembilahan, tepat di tikungan tajam sekitar, Jum’at (22/1/2016) pagi.

Saat itu, Amir warga Sungai Luar sedang melaju kencang dan menabrak seorang pria warga Sungai Perak.

Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan yang ditangani langsung oleh Polantas Polres Inhil dan dibantu warga setempat. Kondisi keduanya sangat mengenaskan.

“Nyawa Amir yang tidak tertolong lagi,” kata warga setempat, Adi (32) kepada detikriau.org.

Insiden itu, semua keluarga tampak menangis histeris di rumah sakit.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan komfirmasi resmi dari pihak kepolisian. –mirwan




Bupati Lantik Kades Terpilih di Kecamatan Keritang dan Kemuning

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melantik kepala desa (Kades) terpilih di 2 kecamatan sekaligus dalam satu hari yakni kecamatan Keritang dan Kecamatan Kemuning, Kamis (21/1/2016)

Pertama, Bupati terlebih dahulu melantik seluruh Kades di Keritang dan seusai itu langsung beranjak ke kecamatan Kemuning yang didampingi sejumah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil.

Pesan utama Bupati, seluruh Kades tersebut harus mampu mengantisipasi terjadinya Kebakatan Lahan dan Hutan (Karlahut) terkait insiden tahun kemarin. Sebab tahun 2015 lalu di dua kecamatan yang mengalami musibah Karlahut, terutama kecamatan Kemuning.

Selain itu, diingatkan juga bahwa besaran anggaran yang digelontorkan ke desa, baik itu dari Kabupaten, Provinsi maupun Pusat bernilai cukup besar. Maka diharapkannya dapat menjadikan peluang desa untuk berpacu dalam memajukan desa.

“Contoh untuk Kecamatan Keritang, tahun ini saja dianggarkan sebesar Rp 53 miliyar khusus untuk pembangunan, termasuk didalamnya untuk perbaikan perkebunan,” tutur Wardan.

Untuk diketahui, kelima Kades Kecamatan Keritang yang dilantik adalah Tarmizi Yusuf sebagai Kepala Desa Kotabaru Seberida, A Aris sebagai Kepala Desa Teluk Kelasa, H Ridwan sebagai Kepala Desa Pebenaan, M Idris sebagai Kepala Desa Kuala Keritang serta Usman sebagai Kepala Desa Pengalihan.

Sedangkan Kades terpilih di Kecamatan Kemuning adalah M Rais Kepala Desa Tuk Jimun, Anistar Kepala Desa Kemuning Tua, Ahmad Samadi Kepala Desa Lubuk Besar, Ardi Mukhlis  Kepala Desa Kemuning Muda dan Edi Warman Kepala Desa Sekara. –mirwan/adv




Tekan Kenakalan Siswa, Guru BP Diminta Bekerja Lebih Maksimal

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto
Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh guru Bimbingan Penyuluhan (BP) yang ada di setiap tingkatan sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk bekerja serta melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih maksimal lagi.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Adriyanto dalam upaya menekan dan mengantisipasi semakin meningkatnya kenakalan remaja dan perilaku yang menyimpang dari peserta didik.

Dikatakan Adriyanto, keberadaan guru BP sangat penting dan memiliki tugas yang sangat besar di sekolah, diantaranya memberikan konseling kepada anak-anak atau siswa yang bermasalah.

“Inilah salah satu tanggung jawab penting yang harus dilaksanakan oleh guru BP,” tutur pria yang akrab disapa H Ateng ini

Oleh karena itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Inhil ini berharap agar guru BP dapat bekerja dengan lebih optimal, khususnya dalam menyiapkan generasi muda dan masa depan daerah serta bangsa yang lebih baik.

“Mari sama-sama kita pantau dan bimbing anak-anak kita, supaya mereka tidak terjerumus dalam hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya. Adi/adv




Masyarakat Berharap Rencana Pemerintah Perbaikan Kerusakan Jalan GAS – Batang Tuaka Segera Terealisasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah masyarakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) berharap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan penghubung antara Kecamatan GAS menuju Kecamatan Batang Tuaka pada tahun 2016 ini bisa segera terealisasi.

Pasalnya, sudah cukup lama masyarakat menderita, dikarenakan kondisi ruas jalan yang sudah sangat memprihatinkan dan rusak parah. Bahkan, ketika musim penghujan seperti sekarang ini, ruas jalan tersebut bisa dikatakan tidak layak lagi untuk dilalui masyarakat.

Selain didapati lubang menganga dan dalam, ruas jalan yang rusak parah tersebut juga dipenuhi dengan lumpur-lumpur licin bak kubangan, yang menyulitkan para pengguna jalan saat melintasinya.

“Sekarang ini, tak jarang kita menyaksikan mobil yang terperosok di dalam lubang dan tak bisa bergerak lagi, sehingga harus ditarik oleh mobil lainnya,” cerita Andi, salah seorang warga Kelurahan Teluk Pinang kepada awak media, kemarin.

Tidak hanya itu saja, para pengendara kendaraan roda dua juga sering terjatuh, karena terperosok ke dalam lubang besar menganga dan dalam yang dipenuhi lumpur licin tersebut.

“Kalau sudah turun hujan, kita tidak bisa memilih jalan mana yang aman dan bisa dilewati, karena seluruh badan jalan sudah ditutupi lumpur-lumpur yang licin,” tambah Udin, warga Kelurahan Teluk Pinang lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap agar Pemkab Inhil dan anggota DPRD terutama dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, yang meliputi Kecamatan GAS, Gaung dan Batang Tuaka dapat memperhatikan serta memprioritaskan perbaikan jalan tersebut, guna menunjang kelancaran aktifitas masyarakat sehari-hari.

“Mudah-mudahan perbaikan jalan ini bisa cepat terealisasi dan tidak gagal lagi, karena masyarakat sudah sangat lama menantinya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2016 ini, kerusakan ruas jalan penghubung dari Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan GAS dan Sungai Luar Batang Tuaka sepanjang lebih kurang 40 km tersebut akan diperbaiki, dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 116 miliar.

“Perbaikan ruas jalan ini akan dibagi dalam empat bagian, yakni Sungai Luar – Sungai Dusun Rp 37 miliar, Sungai Dusun – Sungai Piring Rp 18 miliar, Sungai Piring – Teluk Pantaian Rp 38 miliar dan Teluk Pantaian – Teluk Pinang dengan anggaran sebesar Rp 22 miliar,” terang Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferryandi kepada awak media, belum lama ini. adi




Seruduk Pohon, Moncong Mobil Ramzi Remuk

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satu unit mobil berwarna hitam rusak berat akibat menabrak sebatang pohon di desa Pekan Tua Kecamatan Kempas, Rabu (20/1/2016) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korbannya adalah Ramzi kurniawan warga Tembilahan dan 3 orang rekannya. Waktu itu, mobil Ramzi disetir oleh rekannya dalam perjalanan dari kota Tembilahan menuju Pekanbaru, sesampainya di TKP, tiba-tiba saja sopir hilang kendali dan menabrak pohon dipinggir jalan.

Meski tidak sampai memakan korban jiwa, namun keempatnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

“Sebelum dibawa ke RSUD, abang kami dengan 3 temannya terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas setempat. Tak lama kemudia, baru dirawat di rumah sakit,” kata adik ipar korban, M Zikri kepada detikriau.org, Kamis (21/1/2016).

Saat ini, lanjutnya, korban telah dibawa pulang ke rumah masing-masing karena kondisinya sudah cukup membaik. -Mirwan




Dicari! Anak Pemakai Jersey Messi dari Plastik

BARCELONA – Seorang anak kecil asal Dohuk, Irak, yang mengenakan “jersey“ Argentina milik Lionel Messi dari plastik sedang dicari karena publik tak tega melihat dia. Foto ini sangat populer, bahkan membuat Barcelona dan Messi mencari anak kecil tersebut.

Messi adalah salah satu pemain paling hebat dalam sejarah sepakbola. Adalah sesuatu yang lumrah ketika melihat anak kecil atau orang dewasa mengenakan jersey bertuliskan nama peraih lima trofi Ballon d’Or tersebut.

Tapi, apa yang membuat nama Messi terlihat tragis adalah ketika seorang anak kecil yang usianya tak lebih dari 10 tahun memakai jersey yang terbuat dari plastik keresek. Setelah foto itu menyeruak, anak kecil ini menjadi bahan pembicaraan publik di media sosial.

Sebagaimana diberitakan Sportskeeda, Rabu (20/1/2016), Messi terenyuh dengan foto tersebut dan menyuruh orang untuk mencari keberadaan sang anak kecil. La Pulga—julukan Messi—ingin bertemu dan membantu dia.

Dengan harga jersey sepakbola yang setidaknya bernilai 50 euro (sekira Rp763 ribu), tak semua orang sanggup membelinya. Anak kecil ini lantas memiliki kreativitas tinggi dengan menulis nama Messi lengkap dengan nomor 10 di atas plastik keresek berwarna biru-putih. / Okezone.com