Tips Mendikbud Melawan Janji Manis Kaum Radikal

JAKARTA – Mendikbud Anies Baswedan meminta agar masyarakat bersikap kritis dalam menyikapi radikalisme saat ini. Menurutnya, masyarakat tidak perlu over reaktif melainkan harus proposional. Salah satunya dengan berpikir kritis.

“Kritis dan analitis itu benteng terbaik hadapi ide yang tidak masuk akal. Ada yang tawarkan usaha modal  Rp 10 juta dalam tiga bulan jadi Rp 40 juta, enak sekali. Tapi itu tidak masuk akal. Kalau kritis pasti ide itu bisa dimentahkan,” ujar Anies, Sabtu (23/1).

Menurutnya, sikap kritis harus mulai dibangkitkan dari lingkungan sekolah. Guru juga harus menanamkan itu pada para siswanya.  Ia mengatakan, dalam kurikulum pelajaran di sekolah para siswa juga harus belajar kritis.

“Orang tua juga harus mengajarkan anaknya untuk kritis. Sehingga anaknya bisa berinteraksi dengan benar,” tegas Anies.

Anies memastikan, ide-ide radikalisme akan sulit masuk dan memengaruhi masyarakat yang kritis. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada tulisan maupun pesan yang disebarkan melalui SMS maupun media sosial.

“Jangan baru dapat broadcast langsung percaya, kemudian disebarkan. Harus kritis melihat semua informasi,” tandasnya. (jpnn)




Bupati Lantik 8 Kades di Kec Kuindra dan Concong

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) melantik Kades di dua kecamatan yakni Kuala Indragiri (Kuindra) dan kecamatan Concong, Jum’at (22/1/2016) kemarin.

Kades di kecamatan Kuindra sebanyak 5 Kades yakni Rusadi Kades Tanjung Lajau, Abd Rahman D Kades Sungai Buluh, Agusman Kades Sungai Bela, Yurnalis Iswandi Kades Teluk Dalam dan Suriadi Kades Singai Piyai yang dilaksanakan di desa Tanjung Lajau.

Sedangkan Kades se-kecamatan Concong ada 3 yakni Abdul karir kadis desa kampung baru, roni paslah kadis Concong dalam dan Badrun Kades Panglima raja yang dilaksanakan di desa Kampung Baru.

“Harapan saya setelah dilantik ini langsung bekerja, jangan menunda-nunda lagi,” kata Wardan.

Saat itu, Bupati tampak didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabuuaten Inhil Yulizal dan sejumlah pejabat lainnya. –Mirwan/adv




Bupati: Mutasi Esselon II Sebagai Upaya Mencapai Progres 100 Persen

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyebutkan mutasi yang dilakukan terhadap sejumlah pejabat esselon II kemarin adalah sebagai upayanya memaksimalkan capaian progres hingga 100 persen.

Meski sulit, namun langkah itu menurutnya cukup efektif karena sudah disesuaikan dengan bidang kemampuannya masing-masing. Artinya, mutasi tersebut merupakan hasil evaluasi selama ia memimpin Inhil.

“Saya akui sulit mengejar 100 persen, tapi ini adalah salah satu langkah kita untuk mencapai itu. Karena setiap saat kita selalu evaluasi dan saya selalu ditanyakan banyak kalangan kenapa selalu mengevaluasi tetapi tidak ada pergerakan, inilah jawabannya,” kata Wardan kepada sejumlah awak media, kemarin di Concong.

Bahkan menurutnya lagi, mutasi itu hal yang biasa dilakukan dalan kepemerintahan karena menginginkan peningkatan prestasi kerja.

Pada intinya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini mengharapkan dengan suasana baru itu bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. –mirwan/adv




Cara Jitu Memiliki Rumah Sebelum Usia 30an

detikriau.org – Memiliki rumah di usia yang masih muda merupakan impian banyak orang, bahkan hampir semua orang menginginkan hal tersebut dapat terwujud menjadi kenyataan. Bukan hanya sebuah kebanggan tersendiri bagi pemiliknya, namun hal ini juga sebagai sebuah bukti kesuksesan seseorang di usia yang masih tergolong muda.

Banyak orang yang menjadikan rumah sebagai sebuah tolak ukur pencapaian besar dalam hidup mereka. Hal ini sangat wajar karena memiliki sebuah rumah selalu terasa lebih menyenangkan bila dibandingkan dengan kepemilikan atas aset dalam bentuk yang lainnya seperti apartemen. Rumah juga merupakan salah satu bentuk aset dengan nilai investasi yang selalu naik setiap tahunnya, hal ini juga menjadi salah satu alasan kenapa orang berlomba-lomba menginvestasikan uang mereka dalam bentuk rumah. Harapan akan keuntungan yang lebih besar dan nilai jual yang hampir tidak pernah turun telah membuat rumah menjadi sebuah investasi ‘primadona’ dengan jumlah investor yang sangat besar. Belum lagi jumlah permintaan rumah yang juga selalu ramai. Hal tersebut kemudian menjadi alasan kenapa harga rumah begitu mahal dan mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Lalu pertanyaannya adalah, mungkinkah kita dapat memiliki sebuah rumah impian di usia sebelum 30an?

Bila menilik sesaat pada jumlah penghasilan yang kita miliki saat ini, maka besar kemungkinan sebagian dari kita akan meragukan hal tersebut dapat diwujudkan menjadi sebuah kenyataan. Atau barangkali sebagian dari kita justru telah menyerah di awal sesaat setelah mengetahui jumlah uang muka yang harus dibayarkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah jumlahnya. Hal tersebut tentu wajar terjadi, namun beberapa langkah di bawah ini akan membantu kita menghilangkan keraguan untuk segera memiliki rumah di usia sebelum 30an.

  1. Menabung dengan Disiplin dan Cerdas

Bisa jadi Anda telah menabung sejak dulu, akan tetapi hingga sekarang belum juga dapat mengumpulkan sejumlah dana untuk membeli rumah. Dalam hal ini, cara/metode yang Anda gunakan saat menabung perlu untuk dievaluasi kembali. Anda tidak akan mampu membeli rumah bila besaran tabungan yang Anda miliki tidak tepat, meskipun Anda telah menabung selama bertahun-tahun, hal tersebut tetap sulit diwujudkan.

Tetapkan jumlah tabungan yang akan Anda simpan setiap bulannya, minimal sebesar 30% dari penghasilan bulanan Anda. Pisahkan uang tersebut pada rekening khusus, selalu utamakan menabung setiap kali Anda menerima gaji. Lakukan hal ini secara rutin setiap bulannya dan dalam waktu beberapa tahun uang yang terkumpul dapat dijadikan sebagai dana membeli rumah.

  1. Mencari Pekerjaan Sampingan

Hal ini adalah salah satu solusi yang dapat Anda lakukan, khususnya bagi Anda yang memiliki penghasilan dalam jumlah yang pas-pasan. Akan sangat sulit bagi Anda untuk memiliki sebuah rumah bila hanya mengandalkan gaji yang jumlahnya akan habis untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Temukan sebuah pekerjaan sampingan yang dapat Anda kerjakan tanpa mengganggu pekerjaan utama di kantor. Anda dapat mengerjakan pekerjaan sampingan ini setelah pulang kantor atau di hari Sabtu-Minggu saat jadwal libur. Ada banyak pilihan pekerjaan yang dapat Anda pertimbangkan, salah satunya adalah menjadi seorang freelancer. Kemajuan sistem informasi telah memungkinkan kita untuk dapat mengakses banyak pekerjaan secara online, maka Anda dapat memanfaatkan hal tersebut untuk memperoleh sejumlah penghasilan tambahan. Ada banyak pekerjaan yang ditawarkan melalui internet, pilih dan lakukan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang Anda miliki.

  1. Mulai Berinvestasi

Membiarkan uang mengendap di dalam tabungan dalam jangka waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang tepat untuk dilakukan. Mulailah berpikir untuk melakukan investasi dan membuat uang Anda berlipat ganda melalui investasi.

Anda dapat memulainya dengan cara ikut menanam modal di dalam usaha yang dikelola teman atau keluarga Anda, hal ini tentu saja akan membuat Anda mendapatkan sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Anda juga dapat menginvestasikan uang Anda dalam bentuk investasi yang lebih aman, seperti: emas, deposito, atau reksadana.

  1. Menghemat Biaya Tempa Tinggal

Bila Anda bekerja jauh dari rumah dan hal tersebut membuat Anda harus tinggal terpisah dengan keluarga, maka akan ada sejumlah biaya bulanan yang harus Anda keluarkan untuk membayar kost/menyewa sebuah rumah yang lokasinya dekat dengan kantor.

Anda dapat menghapuskan biaya tersebut atau setidaknya mengurangi jumlahnya dan mengalokasikannya sebagai dana tabungan bulanan. Tidak ada salahnya Anda menumpang tinggal dengan keluarga/saudara yang jarak rumahnya dekat dengan kantor Anda, atau mencari tempat kost dengan biaya sewa bulanan yang murah juga dapat Anda jadikan sebagai pilihan.

  1. Mencari Pinjaman

Sebagian besar orang akan mengalami kesulitan memiliki sebuah rumah ketika terbentur pada permasalahan uang muka yang jumlahnya cukup besar. Hal ini sering menjadi alasan dasar bagi banyak orang untuk kemudian mengalami kegagalan dalam mengajukan KPR.

Untuk mengatasi permasalahann tersebut, tidak ada salahnya bila Anda mengutarakan niat dan meminjam sejumlah uang kepada keluarga/saudara Anda. Jangan pernah malu untuk mencari pinjaman, apalagi kekurangan dana yang Anda alami hanya sekian persen saja dari ketentuan bank, akan sangat sayang bukan bila Anda harus menunda untuk mengajukan KPR hanya karena kekurangan sejumlah uang muka.

  1. Mencari Cicilan yang Sesuai

Selalu pertimbangkan dengan baik jumlah penghasilan Anda dengan nilai cicilan KPR yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena KPR merupakan kredit dengan jangka waktu pembayaran yang bisa saja sangat panjang (hingga 30 tahun), karena itu Anda harus cermat dalam melakukan perhitungan di dalam keuangan Anda.

Jangan tergoda dengan jangka cicilan pendek hanya karena bunga yang ditawarkan jauh lebih ringan. Anda harus tetap menyesuaikan kemampuan bayar Anda dengan jumlah cicilan yang harus Anda setorkan setiap bulannya. Jangan sampai jumlah cicilan yang terlalu besar setiap bulannya, membuat seluruh rencana keuangan Anda menjadi berantakan dan Anda terbebani hutang cicilan yang menunggak di kemudian hari.

  1. Jangan Tunda Membeli Rumah

Jadikan rumah sebagai sebuah kebutuhan yang pengadaannya bersifat prioritas bagi Anda dan jangan pernah menunda untuk membelinya. Di saat Anda telah memiliki sejumlah dana yang cukup untuk mengajukan KPR, maka segeralah pikirkan untuk melakukan pengajuan dalam waktu dekat.

Pastikan Anda  segera melakukan serangkaian survei, misalnya dengan mendatangi lokasi perumahan yang akan dibeli, mendatangi bank dan menanyakan informasi mengenai layanan KPR. Setelah memiliki pilihan yang tepat, maka segera ajukan KPR Anda.

  1. Memanfaatkan Premi Dasar Asuransi Kesehatan Sebagai Uang Muka

Meski masih muda dan mungkin jarang sakit, namun tak ada salahnya Anda memiliki asuransi kesehatan sebagai bentuk perlindungan terhadap biaya-biaya pengobatan yang mungkin di keluarkan di kemudian hari. Selain sebagai bentuk perlindungan, hal ini juga bisa dijadikan sebagai sebuah bentuk tabungan.

Ikuti program asuransi kesehatan dengan nilai dana nominal menengah dan uang setoran bulanan tersebut dapat diambil kembali setelah 5 tahun ke depan, tentunya dengan sejumlah potongan oleh pihak asuransi. Namun dana tersebut dapat dijadikan sebagai dana tambahan uang muka bagi rumah Anda, berikut contoh perinciannya:

Premi bulanan Rp500.000 x 12 bulan = Rp6.000.000 (per tahun)
Dana yang terkumpul selama 5 tahun = Rp30.000.000

Sumber: cermati.com




Polisi Pemerkosa 13 Wanita Divonis 263 Tahun Penjara

OKLAHOMA CITY – Nama baik kepolisian di Oklahoma City, Amerika Serikat (AS) dicemarkan salah satu (mantan) anggotanya, Daniel Holtzclaw. Kelakuannya memperkosa 13 wanita pun berbuah hukuman paling getir – vonis penjara lebih dari dua setengah abad!

Ya, Holtzclaw yang sedianya sudah dipecat sejak Januari 2015 silam, akhirnya diganjar hukuman yang mungkin paling berat buat terdakwa dengan vonis penjara. Sebanyak 13 wanita jadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaannya, hingga berujung 36 pasal dakwaan.

Belasan wanita yang jadi korban Holtzclaw, merupakan para wanita yang sebelumnya pernah bermasalah hukum dan Holtzclaw sebagai anggota kepolisian, bukannya membantu, tapi malah memanfaatkan keadaan itu.

Semua wanita itu juga jadi saksi di pengadilan yang kian memberatkan hukuman Holtzclaw. Hakim pun memutus vonis bersalah dan mengenakan hukuman 263 tahun penjara! Dipastikan, Holtzclaw bakal membusuk di hotel prodeo.

“Saya sangat menginginkan hidup saya kembali. Kehidupan saya sebelum direnggut dari dia (Holtzclaw),” seru Jannie Ligons, salah satu korban pemerkosaan Holtzclaw, seperti disitat Mirror, Jumat (22/1/2016).

“Dia (Holtzclaw) pantas mendapatkannya (hukuman 263 tahun penjara) atas apa yang dilakukannya. Takkan ada satu pun hari yang dilewatinya tanpa memikirkan bagaimana saya dilecehkan,” timpal korban lainnya, Sherry Ellis. okezone.com

 

 

 

 

 




Kajari Rengat Tahan 5 Mantan Karyawan BRI.

“Dugaan Kredit Fiktif KUR 2010-2011 dengan Kerugian Negara Sebesar Rp 900 juta”

 Kajari Rengat, Teuku Rahman
Kajari Rengat, Teuku Rahman

Rengat, detikriau.org – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat menahan lima orang mantan pegawai BRI unit Kilan Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kamis (21/1). kelima karyawan tersebut di dakwa terlibat dalam kasus korupsi dana kredit fiktif pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2010 – 2011 lalu dengan kerugian sebesar Rp 900 juta.

“Kelima terdakwa itu masing-masing, Hari Antoni, Tio Suhendra, Cedikia M Radis, Aulia Rosadi dan Rivaldi Wijaya,” ujar Kajari Rengat Teuku Rahman SH MH melalui Kasi Pidsus Roy Madino SH, Kamis (21/1).

Penahanan kelima terdakwa menurutnya merupakan lanjutan dari perkara sebelumnya yakni yang dilakukan oleh Kepala Unit BRI Kilan Herianto Jumadi dan sudah vonis beberapa waktu lalu selama 1 tahun dan 8 bulan penjara.

Penahanan terhadap terdakwa  hari  Kamis (21/1) setelah pemberkasan terhadap lengkap untuk selanjutnya diajukan ke Pengadilan. Selain itu juga, terdakwa ditahan selama 20 hari kedepan dan dititipkan di Rutan Rengat untuk mempermudah proses selanjutnya.

Dijelaskannya, Peran terdakwa atas perkara dugaan korupsi tersebut yakni, sesuai dengan jabatan dan tugasnya sebagai mantri pada BRI unit Kilan. Dimana mantri bertugas sebagai survey lapangan atas usulan KUR kepada BRI. Namun dalam prakteknya, kelima terdakwa tidak pernah melakukan survey dan hanya menyetujui serta menandatangi permohonan KUR tersebut. Sehingga, Kepala Unit BRI Kilan atas pengajuan itu tinggal menyetujui untuk dicairkan.

“Kelima terdakwa tidak mengakui menikmati dana kredit fiktif tersebut tetapi atas peran mereka, pengajuan dana kredit bisa dicairkan,” ungkapnya.

Masih kata Roy, Dalam perjalanannya dari sejumlah keterangan saksi dan terdakwa yang memiliki peran dan bermain pada kredit fiktif itu terungkap, berkat kerjasama Kepala Unit BRI bersama Ketua KUD didaerah itu berinisial Su. Hanya saja, sejak kasus tersebut bergulir, Ketua KUD menghilang dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Rengat.

Untuk itu katanya, penanganan perkara kredit fiktif sudah tuntas dengan ditahananya kelima terdakwa tersebut. “Karena awalnya kejaksaan sudah menahan dan mengadili mantan Kepala Unit BRI kilan dan dilanjutkan dengan lima bawahannya,” Pungkasnya.(Zal)