Analisis Hasil Pengukuran Stunting Kecamatan Tembilahan Hulu Tahun 2024

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat darikekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek pada usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungandan pada masa awal kehamilan, kemudian setelah bayi lahir sampai dengan usia 2 tahun yang disebut dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 17/09/24

Akan tetapi kondisi stunting baru terlihat setelah anak berusia 2 (dua) tahun. Dengandemikian periode 1.000 HPK seharusnya mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah dan semua pihak karena periodeini menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.

Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibuhamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting adalahintervensi yang dilakukan pada 1.000 HPK. Intervensi stunting memerlukan konvergensi program dan upaya sinergisPemerintah serta dunia usaha/masyarakat.

Dari grafik diatas menunjukkan prevalensi stunting di Kecamatan Tembilahan Hulu  mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 29 kasus pada tahun 2022 menjadi 54 kasus pada tahun 2023. Namun terjadi penurunan sekitar 33,3% di tahun berikutnya, yaitu dari 54 kasus pada tahun 2023 menjadi 36 kasus pada tahun 2024. Dari 6 Desa/Kelurahan yang terdapat di Kecamatan Tembilahan Hulu, ada 1 Desa/Kelurahan yang menunjukkan kenaikan yang konsisten dari tahun 2022 hingga tahun 2024, yaitu  Desa Pulau Palas. 

Lalu Kelurahan Tembilahan Hulu yang mengalami kenaikan jumlah kasus dari 10 kasus pada tahun 2023 menjadi 11 kasus pada tahun 2024. Sedangkan Desa/Kelurahan lainnya mengalami penurunan prevalensi stunting dari tahun 2023 ke 2024. Secara umum, hal ini menunjukkan bahwa adanya konvergensi program/intervensi upaya percepatan pencegahan stunting telah mampu menurunkan prevalensi stunting  di Kecamatan Tembilahan Hulu walau belum maksimal, sehingga perlu peningkatan kerjasama dan komitmen semua pemangku kebijakan dan pelaksana program agar dapat lebih kompak dalam mengambil langkah-langkah penanganan yang lebih kuat, komprehensif, dan berkelanjutan serta tepat sasaran untuk menurunkan angka stunting secara lebih signifikan ditahun-tahun yang akan datang.

Berbagai kegiatan/upaya yang telah dilakukan di Kecamatan Tembilahan Hulu untuk menurunkan angka stunting, antara lain:

  1. Penyuluhan, sosialisasi Asi Ekslusif, Inisiasi menyusu dini (IMD) di Kelas Ibu Hamil
  2. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi, Prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Gerakan masyarakat  hidup sehat (Germas).
  3. Pelaksanaan Posyandu dengan pelayanan 5 siklus hidup.
  4. Pemberian Tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja putri.
  5. Melakukan kunjungan rumah ibu hamil resiko tinggi dan kekurangan energi kronis  (KEK) serta balita bermasalah gizi.
  6. Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dengan KEK dan balita bermasalah gizi.
  7. Melakukan inspeksi kesehatan lingkungan tempat pengolahan pangan (TPP)
  8. Melaksanakan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kuaalitas air di depot air minum
  9. Melakukakan Survey kualitas air minum rumah tangga
  10. Melaksanakan pelayanan kesehatan calon pengantin di KUA
  11. Pemberian Vitamin A pada Balita (6-59 bulan) di posyandu dan TK/Paud
  12. Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplimenter dan Batra
  13. Akupressure Paska Salin
  14. Kuini Segar (Kelompok Usia Dini Sehat Edukatif Bergerak Aktif dan Kreatif)

Dalam melaksanakan upaya/kegiatan penurunan angka stunting dan perbaikan gizi balita di Kecamatan Tembilahan Hulu, terdapat Faktor determinan yang masih menjadi kendala dalam upaya tersebut, yaitu :

Asap ROKOK

    Asap rokok  selalu menjadi bahaya yang selalu mengintai para anak-anak. Banyak balita yang masih terpapar asap rokok di lingkungan rumah, karena adanya perokok aktif dalam keluarga. paparan asap rokok dapat mengganggu kesehatan pernapasan dan memperburuk kondisi stunting karena dapat menurunkan daya tahan tubuh anak.

    Belum Mendapat Imunisasi Dasar Lengkap

      Faktanya masih ada sebagian besar balita stunting di Kecamatan Tembilahan Hulu belum mendapatkan imunisasi dasar. Salah satu alas an rang tua tidak memberikan imunisasi adalah kekhawatiran mereka terhadap efek samping imunisasi. Ketidaklengkapan imunisasi dapat menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit yang bisa mempengaruhi status gizi dan pertumbuhan anak tersebut.

      Tingkat Pendidikan dan Pemahaman Orang Tua 

        Dengan Tingkat Pendidikan orang tua balita yang masih rendah mengakibatkan kurangnya pemahaman mereka tetntang pentingnya nutrisi dan pola asuh yang baik untuk mencegah stunting dan juga dapat berpengaruh terhadap informasi kesehatan yang memadai.

        Tidak mendapat ASI Ekslusif

          Masih ada beberapa anak stunting yang tidak diberi ASI Ekslusif dengan berbagai alasan, sehingga pertumbuhan dan gizi anak tidak optimal pada enam bulan pertama kehidupan.

          Faktor pemberian makan tambahan pada anak 

            Pemberian makanan tambahan pada anak juga berperan penting dalam tambahan gizi yang dapat diserap oleh anak. Pentingnya makanan yang bergizi untuk anak juga berpengaruh terhadap stunting. Kurangnya asupan protein hewani merupakan salah satu pemicu stunting. Pemberian makanan pada anak dimulai pada usia 6 bulan juga terlihat masih banyak yang memberikan makanan pada anak sebelum usia 6 bulan.

            Belum Memiliki Jamban Sehat serta Akses Air Bersih

              Masih terdapat anak yang tinggal dirumah tanpa jamban sehat, yang meningkatkan resiko infeksi dan memperburuk status kesehatan serta gizi anak. Juga masih terdapat beberapa rumah tangga yang belum dapat mengakses terhadap air bersih yang dapat menjadi salah satu faktor memperburuk status gizi kesehatan balita, meningkatkan resiko terkena penyakit yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan.

              Penyakit Kronis atau Infeksi

                Adanya balita dengan riwayat penyakit juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi stunting, karena penyakit kronis dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi dan pertumbuhan anak. Hal ini harus menjadi perhatian bagi orang tua, apabila menemukan anak tidak naik berat badannya harus dibawa ke fasilitas Kesehatan untuk dilakukan pengecekan Kesehatan oleh tenaga Kesehatan. 

                Kejadian Stunting di Kecamatan Tembilahan Hulu tidak  hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja, ada beberapa faktor penyebab kejadian ini masih terus terjadi. Mulai dari Asap Rokok, Tingkat Pemahaman Orang tua, Imunisasi yang tidak lengkap, ASI dan MPASI, masalah lingkungan hingga Faktor Penyakit yang diderita oleh anak-anak.

                Untuk menurunkan serta mengentaskan stunting tentu faktor-faktor determinan tersebut harus terlebih dahulu diselesaikan di iringi dengan upaya perbaikan gizi anak stunting. Hal ini dapat  dilaksanakan melalui Upaya yangdilakukan UPT Puskemas Tembilahan Hulu dan Pemerintah Kecamatan Tembilahan Hulu serta dukungan dari berbagai sektor untuk menangani dan mencegah bertambahnya kasus balita stunting, melalui Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi. Pemerintah Desa/Kelurahan diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dan partisipasi aktif dalam hal ini. (ADV)




                Pakde Parto Bacalon Wakil Walikota Dumai Hadiri Undangan Masyarakat Tanjung Penyembal

                ARB INdonesia, DUMAI – Ratusan Masyarakat Kelurahan Tanjung Penyembal menghadiri Silaturahmi bersama Suparto Wiguno (Pak de Parto) Bakal calon Wakil Walikota Dumai Periode 2025-2030, Senin,(16/09/2024).

                Terlihat, masyarakat di Kelurahan Tanjung Penyembal Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai sangat antusias menghadiri kegiatan yang menghadirikan Pakde Parto.

                lTugino salah satu warga tempatan mengatakan sosok Pakde Parto inilah yang masyarakat inginkan menjadi pemimpin untuk Dumai kedepan.

                “Orangnya baik,mudah senyum dan jiwa sosialnya sangat tinggi,” tuturnya.

                “Kami masyarakat yang jauh dari kota Dumai ini ,berharap juga agar nanti nya Pemimpin Kota Dumai yang menang harus turun lapangan kedaerah kami tanjung Penyembal ini ,biar tau keadaan kami masyarakat ini,” tambahnya.

                “Harapan kami Ferdiansyah -Pak De Parto ?enang dalam Pilkada Dumai ini,” tutupnya.

                Sementara itu, Rini salah sayu emak- emak yang turut hadir berharap agar nantinya pemimpin yang terpilih benar benar pro kepada masyarakat miskin yang dipinggiran ini.

                “Masalah biaya masuk anak-anak sekolah yang selalu kami pikirkan, begitu juga dengan seragam ataupun buku buku sekolah nya.bSosok kepedulian Pak De Parto tidak kami sangsikan .
                Semoga Pak de Parto menjadi pemimpin Kota Dumai ini nantinya” ungkapnya. Dedi




                Prevalensi Stunting di Kecamatan Kuindra Inhil Mengalami Peningkatan di Tahun 2024

                ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Kasus stunting di Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, mengalami peningkatan pada tahun 2024, meskipun sebelumnya sempat menurun.

                Berdasarkan data, prevalensi balita stunting di wilayah tersebut tercatat sebesar 22% pada tahun 2024, naik dari 12% pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kasus di empat desa, yaitu Kelurahan Sapat, Desa Teluk Dalam, Desa Sungai Piyai, dan Desa Sungai Buluh. 17 September 2024. 

                Stunting, atau kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak terlalu pendek untuk usianya, biasanya terjadi akibat gizi buruk sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Masa ini disebut sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan merupakan periode kritis yang menentukan pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.

                Untuk menurunkan angka stunting, Kecamatan Kuala Indragiri telah melaksanakan berbagai program intervensi selama 1.000 HPK, termasuk pelatihan pencegahan stunting, sosialisasi ASI eksklusif, pendidikan gizi bagi ibu hamil, serta penyediaan sarana air bersih dan sanitasi. Salah satu program inovasi adalah “Gerakan Satu Hati” (GSH), yang melibatkan partisipasi ASN, swasta, dan masyarakat untuk berdonasi.

                Namun, beberapa faktor seperti akses terbatas ke air bersih, kebiasaan buang air besar sembarangan, dan kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai bagi ibu hamil masih menjadi kendala utama dalam penurunan angka stunting. Oleh karena itu, pemerintah setempat berupaya untuk meningkatkan sinergi antara berbagai pihak guna memperbaiki kondisi ini.

                Untuk mengatasi masalah ini, telah dicanangkan aksi stunting ABCDE, yang meliputi aktif mengonsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan rutin kehamilan, dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

                Tahun 2023, pemerintah Kecamatan Kuala Indragiri juga telah mengadakan rembuk stunting untuk menetapkan desa-desa yang menjadi fokus intervensi, namun peningkatan kasus pada tahun 2024 menunjukkan perlunya kerjasama yang lebih erat antar pihak terkait. ADV




                Prevalensi Balita Stunting di Kuindra Tercatat 22 Persen

                ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kasus stunting di Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, mengalami peningkatan pada tahun 2024, meskipun sebelumnya sempat menurun.

                Berdasarkan data, prevalensi balita stunting di wilayah tersebut tercatat sebesar 22% pada tahun 2024, naik dari 12% pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kasus di empat desa, yaitu Kelurahan Sapat, Desa Teluk Dalam, Desa Sungai Piyai, dan Desa Sungai Buluh.

                Stunting, atau kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak terlalu pendek untuk usianya, biasanya terjadi akibat gizi buruk sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Masa ini disebut sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan merupakan periode kritis yang menentukan pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.

                Untuk menurunkan angka stunting, Kecamatan Kuala Indragiri telah melaksanakan berbagai program intervensi selama 1.000 HPK, termasuk pelatihan pencegahan stunting, sosialisasi ASI eksklusif, pendidikan gizi bagi ibu hamil, serta penyediaan sarana air bersih dan sanitasi. Salah satu program inovasi adalah “Gerakan Satu Hati” (GSH), yang melibatkan partisipasi ASN, swasta, dan masyarakat untuk berdonasi.

                Namun, beberapa faktor seperti akses terbatas ke air bersih, kebiasaan buang air besar sembarangan, dan kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai bagi ibu hamil masih menjadi kendala utama dalam penurunan angka stunting. “Oleh karena itu, pemerintah setempat berupaya untuk meningkatkan sinergi antara berbagai pihak guna memperbaiki kondisi ini,” tuturnya, 17 September 2024.

                Untuk mengatasi masalah ini, telah dicanangkan aksi stunting ABCDE, yang meliputi aktif mengonsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan rutin kehamilan, dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

                Tahun 2023, pemerintah Kecamatan Kuala Indragiri juga telah mengadakan rembuk stunting untuk menetapkan desa-desa yang menjadi fokus intervensi, namun peningkatan kasus pada tahun 2024 menunjukkan perlunya kerjasama yang lebih erat antar pihak terkait.(adv)




                Wow! Ratusan Masyarakat Batak Bukit Batrem 2 Sambut Meriah Kedatangan Suparto Wiguno

                ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Ratusan masyarakat Suku Batak di Kelurahan Bukit Batrem 2 Kecamatan Dumai timur Kota Dumai, menyambut dengan penuh gembira atas kedatangan Bakal Calon Wakil Walikota Dumai, Soeparto Wiguno yang dikenal dengan Oppung Parto, pada Senin (16/9/2024).

                Kehadiran Suparto Wiguno(Oppung Parto) yang didampingi Ketua Tim Batak BP Siregar ,disambut dengan gembira.

                Harapan kami ,Semoga “Oppung Parto “sehat dan sukses dalam cita cita nya pada Pilkada 27 November 2024.
                Kami dari tokoh masyarakat Batak Bukit batrem2 Dumai timur ,akan memberikan dukungan penuh kepada Oppung Parto agar nantinya menjadi Wakil walikota Dumai periode 2025-2030.
                Doa dan harapan agar beliau selalu diberkati dalam perjuangan politiknya,” ujar Tampubolon, salah seorang tokoh masyarakat Batak yang hadir.

                Suparto Wiguno(OppungParto) dalam sambutan nya, mengucapkan ribuan terima kasih atas kesempatan pertemuan silaturahmi bersama saudara/i ku di Kelurahan Bukit Batrem 2 ini.

                “Dukungan dari masyarakat Batak ini adalah anugerah besar bagi saya dan Pak Ferdiansah SE.
                Kami berkomitmen untuk membawa perubahan positif bagi Dumai, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Suparto.

                Saya sudah berkordinasi dengan Tokoh Muda Batak BP Siregar untuk nanti nya mengelola Tanah Wakaf untuk pekuburan Umat Kristiany yang ada dikota Dumai.
                Tempat tanah wakaf yang luasnya 250×60 M dengan luas 1,5 ha yang berlokasi di bukit Cahaya Kelurahan Bumi ayu.
                Kalau dari bukit jin(jln Caltex lama) kira kira 1 km jaraknya.
                Sudah lama hal ini saya niatkan ,mungkin inilah saat nya saya menyerahkan nya ke umat Kristiany ungkap Oppung Parto.

                BP Siregar Ketua Tim Batak yang ditemui awak media ini mengatakan,memang benar pak de Parto sudah menyerahkan surat kepemilikan Tanah tersebut kepada saya untuk Wakap tanah pekuburan Umat Kristiany dengan luas 1,5 ha.
                Tanah Wakap dari Oppung Parto ini akan saya serahkan nantinya ke semua ketua ketua Parsahutaon untuk mengelolanya.
                Karena saya sudah berusaha menghubungi pengurus BKGD,namun tidak dijawab sama sekali pungkas BP Siregar.

                Terima kasih buat Bapak Suparto Wiguno(Oppung Parto) yang telah memikirkan Umat Kristiany Dumai ucapnya.

                Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, sebagai bentuk keakraban dan semangat kebersamaan dalam memenangkan pasangan FATONAH di Pilkada mendatang(**).




                Masyarakat Dumai Kukuhkan Dukungan untuk Paslon FATONAH

                ARB INdonesia, DUMAI – Masyarakat Kota Dumai tumpah ruah mendatangi kediaman almarhum Mantan Wakil Walikota Dumai, Uwo Amris, dalam sebuah acara silaturahmi dan pengiriman doa untuk almarhum yang digelar pada Minggu (15/9/2024).

                Kedatangan masyarakat yang berjumlah ratusan orang itu juga untuk mengukuhkan dukungan kepada pasangan calon Ferdiansyah, SE dan H. Soeparto (FATONAH) dalam Pemilukada 2024 mendatang.

                Silaturahmi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, khususnya dari keluarga besar Minang yang merasa sangat dekat dengan perjuangan Uwo Amris semasa hidupnya.

                Ketua Minang Bersatu, Ramen Ray, ST, dalam pidatonya menyampaikan bahwa momentum ini sangat penting, tidak hanya untuk mengenang Uwo Amris, tetapi juga untuk menjaga kekompakan warga Dumai, khususnya masyarakat Minang.

                “Adapun tujuan kita berkumpul di rumah Uwo Amris ini untuk mengenang momentumnya orang Minang, khususnya, dan umumnya kekompakan warga Dumai saat itu yang bersatu dalam berjuang. Mengapa ini bisa terjadi? Karena adanya kebersamaan, makanya kemenangan itu bisa diraih,” ujar Ramen Ray.

                Selain itu, acara ini juga menjadi ajang deklarasi dukungan untuk pasangan Ferdiansyah dan H. Soeparto dalam Pilkada Dumai 2024. Ramen Ray menegaskan bahwa masyarakat Minang sangat berterima kasih kepada pasangan FATONAH yang sudah berbuat banyak untuk masyarakat dan Ikatan Keluarga Minang di Dumai, terutama H. Soeparto yang dianggap sebagai orang tua bagi masyarakat Minang.

                “Izinkan kami mendampingi bang Ferdi sebagai putra asli Dumai dan mbah Parto ini, yang kita anggap sebagai orang tua Minang. Mereka sudah berbuat sebelum menjadi pejabat, terutama dalam memberikan hibah tanah perkuburan untuk 50 tahun ke depan. Sampai saat ini, kain kafan dan mobil ambulans juga tinggal ditelpon tanpa bayaran. Jadi sungguh tidak ada alasan bagi kita, orang Minang, untuk tidak mendukung FATONAH,” tegas Ramen Ray.

                Sementara itu, Ferdiansyah dalam sambutannya menyatakan siap melanjutkan cita-cita pembangunan yang sempat digagas oleh almarhum Uwo Amris, yang menurutnya masih banyak yang tertunda. Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat adalah kekuatan besar untuk mewujudkan hal tersebut.

                “Saya siap melanjutkan cita-cita pembangunan almarhum Uwo Amris yang sempat tertunda. Kita semua tahu bahwa ia adalah sosok yang visioner dan peduli kepada masyarakat Dumai, terutama dalam hal pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Ferdiansyah.

                Ferdiansyah juga mengingatkan para pendukungnya untuk tetap solid dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang mungkin dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menjelang Pilkada.

                “Saya ingatkan, jangan pernah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar. Fokus kita adalah untuk membangun Dumai menjadi lebih baik,” ujarnya.

                H. Soeparto, yang akrab disapa Pak De Parto, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Minang. Ia berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan melanjutkan kerja-kerja sosial yang telah dimulai selama ini.

                “Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa ini. InsyaAllah, kami akan terus memperjuangkan apa yang sudah kami mulai dan mendengarkan setiap aspirasi masyarakat. Terutama bagi masyarakat Minang dan masyarakat Kota Dumai secara keseluruhan, kami akan pastikan perhatian yang lebih besar ke depan,” kata Pak De Parto. *