Adriyanto : Jadilah Guru Yang Dekat Dengan Murid, Bukan Yang Ditakuti

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto
Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan tenaga pendidik atau guru yang baik dan profesional sangat penting di setiap sekolah dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di suatu daerah.

Oleh karena itu, dibutuhkan mereka yang benar-benar siap, tulus dan ikhlas mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Apalagi mengingat, karakter para siswa yang berbeda-beda, sehingga memerlukan kreatifitas dari setiap tenaga pendidik atau guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto. Menurutnya, peran tenaga pendidik atau guru sangat besar dalam memberikan ilmu dan pengetahuan bagi para siswa di sekolah.

“Untuk itu, diperlukan berbagai terobosan dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif dan disenangi siswa,” tutur pria yang akrab disapa H Ateng ini.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh tenaga pendidik atau guru untuk mewujudkan suasana belajar mengajar seperti tersebut di atas, adalah dengan melakukan pendekatan persuasif kepada setiap siswa, sehingga bisa lebih mengenal dan mengetahui bagaimana karakter para siswa.

Dengan begitu, lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Inhil ini, tenaga pendidik atau guru akan mampu mencari dan menemukan ide-ide baru yang lebih kreatif, khususnya dalam upaya menumbuhkan minat belajar siswa.

“Yang penting itu, jadilah seorang guru yang dekat dengan siswa, bukan guru yang ditakuti,” pesannya. Adi/adv




Bahrum: SBSI 92 Inhu Tak Pernah Terjadi Dualisme Kepemimpinan

ketua SBSI 92 kabupaten Inhu Bahrum dan dua rekan seprofesi saat ditemui di Dinsonakertrans Inhu.
ketua SBSI 92 kabupaten Inhu Bahrum dan dua rekan seprofesi saat ditemui di Dinsonakertrans Inhu.

Rengat, detikriau.org – Serikat Buruh Seluruh Indonesia 1992 (SBSI 92) Kabupaten Indragiri Hulu yang dipimpin Bahrum (47)  sampai saat ini masih solid, dan hingga saat ini SBSI 92 tidak pernah terjadi dualisme kepemimpinan dan masih diakui pemkab Inhu, jika ada di Inhu yang mengaku mengatasnamakan SBSI 92 selain kepemimpinan Bahrum maka hal ini dinyatakan Ilegal (tidak Resmi)

” Sampai saat ini SBSI 92 tidak pernah terjadi Dualisme kepemimpinan, SBSI 92 di kabupaten Inhu  tetap solid dan tetap eksis ” sebut Bahrum saat di kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan  Transmigrasi (DISNAKERTRANS)  kabupaten indragiri hulu (Inhu) pematang Reba Senin 25/1 bersama 2 rekan se profesinya.

Dikatakannya,sesuai SK DPP  Pusat  masa jabatan kepengurusan SBSI 92 Kabupaten inhu berakhir hingga tahun 2017, jadi artinya selama kurun waktu sejak berdirinya SBSI 92 Di Kabupaten Inhu Belum pernah melaksanakan Konfercab atau belum pernah dilakukan, karena Periode  masa bhakti belum berakhir “hal ini sesuai AD/ART organisasi SBSI 92, jadi jelas SBSI 92 tidak pernah terjadi dua lisme kepemimpinan hingga tahun 2017 ,  ” ujarnya.

Diharapkannya, bagi Anggota SBSI 92 yang telah memiliki kartu keanggotaan SBSI 92 agar tidak ragu dan tidak bimbang dan  tetap menginduk kepada kepemimpinan SBSI awal (kepemimpinan Bahrum Red) , Sah secara aturan dan perundang undangan yang berlaku,

“yang sah dan diakui adalah  SBSI 92 kepemimpinan saya” Tegaskannya.

Sementara kepala Dinas Sosial tenaga kerja dan transmigrasi (dinsosnaker tran) Kuwat widiyanto melalui kasi Perlindungan hubungan Industrial Sutrisno senin 25/1 Mengatakan, sampai saat ini dokumen pencatatan organisasi Buruh di dinsosnaker trans yang sah adalah SBSI 92 kepemimpinan saudara Bahrum. Ujarnya.

Dikatakannya, meski ada yang merujuk SK SBSI 92  kepemimpinan selain Bahrum,  disnakertrans kabupaten Inhu  tetap tidak akan merespon dan menolak  usulan atau SK yang baru, sebab tetap mengacu kepada yang awal

“artinya kita tetap mengakui kepengurusan yang lebih dulu, kecuali setelah ada ingkrah putusan pengadilan yang sah “Pungkasnya, (zal)




Disdukcapil Inhil Wacanakan Jalin Kerjasama Dengan Dinkes dan DKPP

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merencanakan menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Kebersihan, Perumahan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Inhil.

Wacana itu bertujuan untuk mempercepat proses pendataan kelahiran bayi dan angka kematian penduduk. Dinkes misalnya, instansi tersebut tentu memiliki kerja cepat mendata ibu melahirkan dan begitu juga dengan DKPP yang memiliki ruang lingkup pendataan pemakaman baru, artinya terdatalah penduduk yang baru meninggal dunia.

“Wacana ini akan kami coba lakukan pada tahun ini juga. Namun untuk saat ini masih dalam perumusan perencanaan,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Inhil, MJ Verman kepada detikriau.org.

Ia mengaku sulit melakukan pendataan tanpa melibatkan instansi lain, sebenarnya katanya bisa saja namun lambat. Dengan dalih itulah pihaknya berinisiatif menjalin kerjasama dengan instansi lain.

“Kalau menurut aturan yang ada, seharusnya ketua RT yang melaporkan setiap ada kematian penduduk, tetapi di daerah kota ini tidak jalan secata maksimal, proses pendataan begitu sedikit lambat jadi kita jemput saja data-datanya melalui dinas terkait,” imbuhnya. Mirwan/adv




Infeksi Zika Serang Ibu Hamil dan Bayi

Detikriau.org – Berbagai penyakit baru kerap bermunculan di seluruh belahan dunia. Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Brasil telah melaporkan bahwa warganya banyak yang terinfeksi virus Zika.
Dari laporan yang ada, telah ditemukan dua wanita yang bayi dalam kandungannya ternyata menderita microcephaly atau kondisi kepala dan otak bayi tidak berkembang dan berukuran kecil. Kemudian, pada 28 November 2015, mereka kembali menemukan virus Zika pada jaringan otak bayi yang meninggal dengan kondisi microcephaly.

Sebelumnya, infeksi Zika ini sudah terjadi di French Polynesia. Kala itu diduga telah ditemukan 17 bayi dengan gangguan susunan syaraf pusat. Kelainan pada bayi tersebut juga diklaim berhubungan dengan infeksi virus Zika.

Menurut peneliti kesehatan global Universitas Oxford, Prof Trudie Lang, sepanjang 2015, ada 2.700 bayi dengan kondisi microcephaly di Brasil. Angka ini meningkat dari 105 kasus pada sepanjang 2014. “Ini menjadi masalah dunia, tidak hanya bagi Brasil. Berbagai penelitian terus kita upayakan untuk mengetahui potensi ancaman virus ini bagi kita,” ungkap Lang, seperti yang dilansir Reuters, Senin (11/1).

Sementara itu, beberapa dokter di Brasil saat ini bahkan menganjurkan agar warganya menunda kehamilan pada musim hujan ini. Soalnya, virus Zika dapat mengancam para ibu hamil melalui penularan nyamuk Aedes aegypti.

Di sisi lain, sebagian besar pakar internasional belum terlalu meyakini ada tidaknya hubungan langsung antara infeksi virus Zika dan kejadian microcephaly pada bayi yang lahir di Brasil. Virus Zika sebenarnya bukanlah termasuk golongan penyakit baru. Virus ini ditemukan pertama kali di Uganda pada 1947 pada seekor monyet di Hutan Zika. Nama Zika sekaligus diambil dari nama hutan tersebut.

Kemudian pada 1948, virus ini ditemukan pada nyamuk Aedes africanicus dan pada 1954 ditemukan pada manusia di Nigeria.

Menurut mantan kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, Prof dr Tjandra yoga Aditama SpP(K) MARS DTM&H DTCE, infeksi virus ini mirip dengan deman berdarah dengue (DBD), namun gejalanya lebih ringan. Biasanya terdapat bercak merah di kulit, demam, nyeri kepala, dan mata terasa panas dan conjunctivitis.

Mantan direktur jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes ini juga mengatakan, beberapa waktu lalu infeksi virus ini diduga dihubungkan dengan gangguan susunan saraf pusat dalam bentuk microcephaly dan retardasi mental.

“Virus Zika juga tergolong Flavi virus, tadinya bentuknya hanya seperti demam berdarah tapi lebih ringan, ada juga yang menyebutkannya sebagai bentuk ringan dari penyakit Chikunguya. Penularan melalui gigitan nyamuk Aedes, tapi ada juga laporan melalui seks atau trans plasental, walaupun amat jarang,” ungkapnya.

Hingga saat ini, kata dia, penelitian terus dilakukan guna mengetahui lebih dalam mengenai virus tersebut. Dari peta epidemi, dunia pun menyebutkan negara Asia termasuk daerah yang memungkinkan seseorang terkena virus Zika, namun masih dalam kadar yang ringan.

“Sejauh ini, tidak pernah ditemukan kasus virus tersebut di kawasan Asia. WHO pun masih mengamati kejadian virus Zika di Brasil dengan seksama dan sejauh ini belum ada langkah internasional yang dilakukan guna memberantas virus ini,” kata dia. reuters ed: dewi mardiani. republika

 




Virus Zika Mengancam Dunia, Indonesia Perlu Waspada

Detikriau.org – Sampai saat ini sudah ada sebanyak 400 bayi yang dilahirkan mengalami microcephaly (pengecilan tengkorak kepala dan juga penciutan otak) akibat serangan virus Zika di Brazil. Terkait dengan wabah ini bahkan pemerintah Brazil menganjurkan agar wanita di negara itu untuk menunda kehamilannya sampai dengan epidemik virus ini mereda.

Kehebohan ini semakin bertambah mengingat bulan Agustus mendatang Brazil akan menjadi tuan rumah olimpiade. Bahkan phak WHO telah memberikan peringatan bagi orang yang akan bepergian ke 22 negara yang dianggap rawan sebagai penyebaran virus ini.

22 negara yang dianggap rawan terhadap wabah virus Zika ini umumnya terletak di Amerika Latin dan Karibia. Negara yang telah dinyatakan memiliki kasus epidemik virus Zika ini adalah : Bolivia, Ekuador, Guetemala, Paraguai, Venezuela, Barbados dan Meksiko.

Virus Zika yang merupakan family dari Flaviviridae ini sebenarnya menyerang orang dewasa dan dapat menyebabkan kelumpuhan, namun mengingat dampaknya yang sangat serius, wanita yang sedang hamil diangap paling rawan karena jika terserang virus ini akan melahirkan bayi yang mengalami pengecilan tengkorak kepala dan otak.

Virus Zika yang disebarkan melalui gigitan nyamuk ini menyebabkan kerusakan otak bayi ketika dalam kandungan yang menyebabkan kelahiran bayi dengan kondisi yang dinamakan microcephaly. Akibat serangan virus ini bayi yang dilahirkan akan mengalami cacat permanen. Para pakar kesehatan di Brazil mengidentifikasi bahwa virus yang mewabah di Brazil ini masuk dari French Polynesia yang dibawa oleh pencandu bola yang menyaksikan kejuaraan sepak bola tahun 2014 lalu.

Virus Zika pertama kali ditemukan pada tahun 1940 an pada monyet yang hidup di hutan di Uganda di Afrika Tengah. Selanjutnya virus ini menulari manusia yang kejadian pertamanya mulai dilaporkan pada tahun 1954 di Nigeria. Dalam kurun beberapa dekade memang kasus virus ini relatif kecil yang hanya ditemukan 17 kasus di Afrika dan di Asia Tenggara.

Pada tahun 2007 terjadi ledakan kasus virus Zika ini di kepulauan Cook, Easter Island dan Polinesia. Di Kolombia tercatat sebanyak 560 kasus yang menyerang wanita dengan masa kehamilan 6-8 bulan. Di El Salvador dilaporkan kasus virus Zika sebanyak 169 kasus dimana 45 diantaranya menyerang wanita hamil dengan 2 kasus kematian. Pemerintah Salvador mengumumkan bahwa kasus virus ini pertama kali terjadi pada bulan November lalu dan sejak itu telah dilaporkan dugaan kasus virus Zika sebanyak 3836 sampai dengan bulan Desember lalu

Kasus pertama virus Zika pertama kali terjadi di Amerika dilaporkan di Hawaii dimana terlahir bayi dengan kondisi microcephaly. Diduga bayi ini tertular virus Zika ketika ibunya mengalami kehamilan di Brazil tahun lalu. Sementara itu pada hari jumat lalu terdapat 3 orang yang positif tertular virus ini di Florida dan Illinois. Sementara itu baru saja dikabarkan bahwa 3 kasus virus Zika sudah terjadi dan dikonfirmasi oleh pemerintah Inggris. Korban adalah warga Inggris yang baru pulang dari Kolombia, Suriname dan Guyana (sumber). Di Israel juga sudah dikonfirmasi ada satu kasus (sumber). Gejala orang tertular virus Zika Gejala yang muncul akibat serangan virus ini hampir sama dengan gejala flu seperti demam dan sakit kepala, mata dan hidung berair, mata merah, pengerasan ganglion, sakit persendian serta pelemahan otot. Dengan gelaja ini penderita akan mengalami penurunan kondisi kesehatan dan mengalami kelumpuhan. Gejala ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari

Walaupun sebagian besar penderita dapat pulih kembali setelah terserang virus ini, namun beberapa laporan menyebutkan bahwa virus ini dapat juga berakibat vatal bagi orang dewasa terutama yang mengalami pelemahan otot pernafasan. Bagi orang tertular virus ini dainjurkan untuk : banyak istirahat, minum cairan yang banyak agar tidak mengalami dehidrasi, minum obat seperti acetaminophen atau paracetamol untuk mengurangi demam dan sakit otot dan persendian serta dilarang untuk mengkonsumsi obat aspirin atau obat-obatan anti imflamasi non steroidial (sumber). Sampai saat ini memang belum ada vaksin yang dihasilkan melalawan virus ini. Indonesia perlu waspada Mengingat tingginya angka kehamilan dan juga penyebaran virus ini melalui gigitan nyamuk Aedes, maka Indonesia perlu mewaspadai penyebaran virus Zika ini. Penularan virus ini dapat terjadi dengan cepat dari manusia ke manusia dengan nyamuk sebagai media penyebarannya, sebagaimana kasus demam berdarah.

Indonesia perlu waspada Mengingat tingginya angka kehamilan dan juga penyebaran virus ini melalui gigitan nyamuk Aedes, maka Indonesia perlu mewaspadai penyebaran virus Zika ini. Penularan virus ini dapat terjadi dengan cepat dari manusia ke manusia dengan nyamuk sebagai media penyebarannya, sebagaimana kasus demam berdarah

Disamping itu mengingat sebagai besar orang yang tertular virus ini hanya terkena dampak sedang saja seperti terkena flu biasa, maka ketidak perdulian ini dapat mempercepat penyebaran virus ini jika tidak dideteksi dengan cepat. Mengingat luasnya wilayah Indonesia dan juga kondisi iklim di Indonesia yang mendukung bagi berkembang biaknya nyamuk dan juga perpindahan orang dengan cepat dari satu negara ke negara lainnya, Indonesia memang sangat rawan menjadi wilayah penyebaran virus ini. Mudah mudahan penyebaran virus Zika di Amerika latin dan Karibia ini dapat menjadikan pihak berwenang di Indonesia lebih waspada sebagaimana Indonesia mengantisipasi mewabahnya penyakit demam berdarah. Ilustrasi judul : Virus Zika jika menyerang wanita hamil akan menyerang dan menghasilkan bayi dengan kondisi microchepaly. kompasiana




DPRD Harapkan BPD Lebih dimaksimalkan

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan seluruh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan dapat lebih dimaksimalkan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat diwawancarai awak media usai menghadiri prosesi pelantikan Kepala Desa (Kades) terpilih di salah satu kecamatan di Negeri Seribu Parit, belum lama ini.

Dijelaskan Yusuf, peran BPD di suatu desa sangat penting, salah satunya sebagai pengawas masyarakat dalam penerapan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di lapangan, sehingga lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di wilayah masing-masing.

“BPD bertanggung jawab kepada masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan program pembangunan DMIJ, apakah sudah berjalan dengan baik serta sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Yusuf.

Oleh karena itu, lanjut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, apabila ditemukan adanya pekerjaan dan kegiatan yang tidak sebagaimana mestinya, maka menjadi tugas BPD untuk mengarahkannya.

“Jadi, kalau ada yang tidak benar, langsung saja kritisi, sebab inilah tugas BPD,” pungkasnya. Adi/adv