Pemkab Inhil Gelar Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Jaelani

TEMBILAHAN, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar haul akbar Syekh Abdul Qadir Jaelani di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Minggu (31/1/2016).

Haul tersebut sekaligus memperingati haul Syekh Muhammad Nawawi Shiddiq Berjan, Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahhab, KH Sa’dullah Hudari dan tuan-tuan guru serta bersempena dengan HUT Majelis Ta’lim Al-Hidayah Ke-XIX Kabupaten Inhil tahun 2016.

Kegiatan pagi itu dihadiri langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan beserta jajarannya, Anggota DPR RI Dapil Riau, M Nasir dan DPD RI Dapil Jambi. Kepala Kemenag Provinsi Riau Tarmizi serta beberapa pejabat Pemprov Riau lainnya dan daerah luar Provinsi Riau serta dipadati sejumlah jamaah.

Dalam kegiatan ini, panitia pelaksana menghadirkan penceramah KH Asyhuri Abdul Hadi Pengasuh Pondok Pesantren Al-Asyraf Magelang, Jawa Tengah.

Bupati Inhil dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan peringatan tersebut merupakan modal dasar untuk menjadi insan yang bermoral karena mengingat kembali jasa-jasa para ulama terdaluhu yang berjuang demi kelangsungan umat.

“Saya fikir sumbangan dari pemerintah tidaklah seberapa namun kegotong-royongan masyarakatlah yang sangat berharga untuk mensukseskan kegiatan ini, saya harap kegiatan seperti ini selalu diselenggarakan,” kata Wardan.

Saat ini, pihak terkait sedang melakukan pendataan resmi terhadap ulama-ulama besar yang dulunya turut mengembangkan ilmu keagamaan di wilayah Kabupaten Inhil. Untuk sementara ini sudah lebih dari 40 ulama besar yang sudah terdata.

Terkait hal ini, Bupati yang dikenal agamis sangat menyambut baik terhadal usaha pendataan tersebut dan iapun siap membantu sesuai tupoksinya.

“Saya sangat setuju untuk mendata para tuan guru yang pernah berjasa terhadap mengembangkan keaganaan di daerah kita ini,” imbuhnya. mirwan/adv




Penyakit Dede “Manusia Akar” Tetap Jadi Misteri

penyakit-dede-manusia-akar-tetap-jadi-misteri-LbNBANDUNG – Penyakit yang diderita Dede Koswara masih menjadi misteri. Hingga Dede meninggal, penyebab penyakit yang dideritanya tak kunjung terungkap.

Sekujur tubuhnya ditumbuhi kutil. Bahkan kutil di kaki dan tangannya tumbuh jauh lebih banyak. Bentuknya pun menyerupai akar sehingga ia dijuluki ‘manusia akar’.

Sejak Dede dan penyakitnya terungkap ke media massa pada 2007, teka-teki apa penyakitnya terus bergulir. Tapi pelan-pelan akhirnya diketahui Dede diserang sebuah virus yaitu human papilloma virus (HPV) yang mengakibatkan ia mengalami penurunan imunitas.

Setelah melakukan serangkaian operasi pengangkatan kutil sejak 2008 hingga 2015, kutil di tubuh Dede selalu kembali tumbuh. Tidak ada pencegahan efektif yang dilakukan. Yang ada hanya operasi pemotongan kutil setelah kutil itu tumbuh lagi hingga ukuran besar.

“Kami sampai saat ini belum mengetahui bagaimana menghentikan pertumbuhan kutilnya. Meski sudah dibersihkan (melalui operasi), ternyata masih tetap tumbuh,” kata Dr. Rudi Wisaksana, Sp.PD-KPTI dari tim infeksi khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), di RSHS, Kota Bandung, Sabtu (30/1/2016).

Setelah operasi terakhir pada akhir 2015, bagian tempat tumbuhnya kutil di tubuh Dede sempat ditutup kain. Hasilnya, kutil tetap tumbuh seperti sebelumnya. Tapi ada perbedaan karena kutil yang tumbuh menjadi lebih lembek.

Tim dokter RSHS pun masih belum bisa memastikan apakah kutil itu jadi lebih lembek karena dibalut kain atau bukan. “Hal itu yang masih kami pelajari,” ungkapnya.

Rudi mengatakan HPV sebenarnya bukan virus ganas. Tapi yang terjadi pada Dede justru berbeda. “Kalau ke yang lain mungkin hanya jadi kutil biasa, tapi kenapa ke Dede sedemikian hebat (pertumbuhan kutilnya), mungkin ada sesuatu,” jelasnya.

Sementara setelah Dede meninggal, tim dokter RSHS akan tetap melanjutkan penelitian agar bisa diketahu penyebab tumbuhnya kutil di tubuh Dede yang begitu besar. “Penelitian tetap berlanjut tapi dikerjakan bersama dengan Fakultas Kedokteran Unpad,” tuturnya.

Selain tumbuhnya kutil, penyebab penurunan imunitas Dede juga masih menjadi misteri. Sebab Dede mudah terkena penyakit hingga akhirnya membuatnya mengalami kegagalan multi organ yang meliputi jantung, hati, hingga ginjal.

sumber; okezone

 




Kenali Mikrosefalus, Cacat Lahir yang Dihubungkan dengan Virus Zika

57aMIKROSEFALUS adalah suatu kondisi di mana bayi lahir dengan kepala kecil abnormal. Kelainan langka ini menjadi perhatian setelah dikaitkan dengan wabah Zika.

Sementara peneliti belum membuktikan apakah benar virus tersebut menyebabkan mikrosefalus, berikut yang perlu Anda ketahui tentang mikrosefalus.

Menurut Mayo Clinic, mikrosefalus adalah kondisi otak langka yang menyebabkan kepala bayi secara signifikan lebih kecil dari normal. Gejala utama dari gangguan ini adalah kepala yang menyusut, seperti yang terlihat di foto keluar di negara epidemic Zika seperti Brazil dan El Salvador.

Kebanyakan bayi dan anak-anak yang didiagnosis dengan microcephaly akan memiliki masalah kognitif. Banyak bayi yang lahir dengan penyakit ini meninggal segera setelah dilahirkan atau meninggal saat lahir. Hal ini terjadi karena otak bayi tidak bisa menjaga mereka hidup.

Beberapa bayi yang lahir dengan microcephaly dapat hidup normal, tapi mereka sangat langka. Kebanyakan bayi yang bertahan hidup akan menghadapi tantangan perkembangan, malformasi kepala dan tubuh, sering alami kejang, dan banyak keluhan lainnya. Sayangnya, sejauh ini belum ada obat untuk mengatasi kondisi tersebut.

Di luar Zika, penyebab seorang janin bisa mengembangkan kondisi tersebut seperti craniosynostosis (penyatuan sendi tengkorak yang terlalu dini sehingga membuat otak tidak dapat tumbuh), sindrom Down, penggunaan narkoba oleh ibu saat hamil, dan kurangnya oksigen. Demikian seperti dilansir dari Yahoo, Sabtu (30/1/2016). okezone.com




Bupati Buka Konfrensi Muslimat NU Cabang Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi pelaksanaan Konfrensi Muslimat Nahdhatul Ulama (NU) Cabang Kabupaten Inhil di Gedung Dharma jalan Sungai Beringin Tembilahan, Jum’at (29/1/2016) sore kemarin.

Pembukaan itu dihadiri Pengurus Wilayah Muslimat NU Provinsi Riau, Dewan Penasehat Muslimat NU Cabang Inhil Hj Zulaikhah Wardan, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil serta sejumlah pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil. Selain itu juga tampak dipadati oleh para alim ulama serta pengurus cabang dan ranting se-Kabupaten Inhil.

Digelarnya konfrensi Muslimat NU itu sebagai upaya mengaktifkan kembali kepengurusan  masa mendatang yakni memilih kembali kepengurus Muslimat NU Cabang Kabupaten Inhil yang baru pada masa bhakti 2016-2020. Sebab diketahui, organisasi tersebut sempat fakum tanpa ada kegiatan selama 2 tahun terakhir.

“Atas nama pemerintah, saya menyambut baik dengan dilaksanakannya Konfrensi Muslimat NU ini dengan harapan tidak terulang lagi kefakuman selama 2 tahun kebelakang,” ungka Bupati Inhil HM Wardan.

Ia sangat mengharapkan dengan kehadiran organisasi Muslimat NU itu mampu membantu program-program Pemkab Inhil kedepannya. Dan secara tidak langsung katanya, Pemkab juga akan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap segala kegiatan Muslimat NU Cabang Inhil ini.

Sementara itu, Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan menerangkan bahwa muslimat NU itu merupakan organisasi yang cukup panjang perjalanan dan pengalamannya serta merupakan organisasi senior di Indonesia sehingga tidak perlu diragukan lagi untuk eksis di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, melalui Konfrensi Muslimat NU Cabang Inhil diharapkan mampu menyusun agenda kerja yang benar-benar mampu menyentuh kepentingan kehidupan masyarakat serta membantu pemerintah dalam mewujudkan Visi Kabupaten Inhil dengan Spirit Baru menuju Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.

“Muslimat NU ini adalah wadah perempuan muslim untuk kelanjutan perjuangan dakwah. Intinya, muslimat NU berupaya membangun Kabupaten Inhil melalu bidang keagamaan, untuk itu kita sejalan dengan pemerintah untuk mendukung semua program pemerintah di bidang Agama, seperti Program Magrib Mengaji dan Wisata Religi yang terkenal dengan Gema Muharram dan gerakan masyarakat bershalawat dan lain-lain,” papar Ikha. Mirwan/adv




Dianto: Koperasi Yang Bermasalah Segera Dikonsultasikan

Dianto Mampanini
Dianto Mampanini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dianto Mampanini meminta kepada anggota koperasi untuk melakukan konsultasi secepatnya jika ada persoalan.

“Kalau ada persoalan terhadap koperasi jangan didiamkan, tetapi segera dikonsultasikan, apapun masalahnya,” kata Dianto, kemarin.

Bahkan, Kadis baru menjabat di Diskop dan UMKM ini menawarkan untuk berdiskusi tanpa harus jam kerja kantor. Artinya, bisa membicarakan persoalan di luar jam kantor.

Hal tersebut merupakan salah satu upayanya menciptakan hasil kerja koperasi yang maksimal diwaktu akan mendatang. Tak hanya itu, ia juga menginginkan seluruh anggota koperasi menerapkan daya saing yang tinggi sebagai motivasi untuk menghasilkan kerja yang bermutu.

“Yang jelas saya minta jangan diabaikan persoalan koperasi, bisa hubungi kami di luar jam kantor maupun jam kantor,” imbuhnya. Mirwan/adv




Pria Gangguan Jiwa Ini Ditemukan Dalam Kondisi Tergantung Tak Bernyawa

IMG_20160130_1244100KATEMAN (detikriau.org) – Marwin (28), warga Suak Paminah Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung dengan ikatan tali di leher serta lidah terjulur keluar, Jumat (29/12016) sore kemarin sekira pukul 17.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh Kakak korban, Rahmita alias Ita (30). Saat itu Ita pulang ke rumah dan memanggil korban namun tidak ada jawaban. Kemudian si saksi inipun langsung masuk kedalam dan sontak saja ia melihat adiknya sudah tergantung di ruang belakang atau dapur rumah.

Melihat itu, Ita langsung berlari keluar rumah dan berteriak minta bantuan warga setempat. Tak lama kemudian wargapun berdatangan serta mencoba memutuskan gantungan leher korban namun nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

“Saat itu juga korban langsung dibawa ke RSUD Raja Musa Kateman untuk dilakukan VER,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Sabtu (30/1/2016).

Setelah dilakukan VER oleh tim medis lanjutnya, maka diperoleh keterangan bahwa pada tubuh korban terdapat luka bekas jeratan dileher korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia, di tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan lainnya, Lidah korban dalam keadaan menjulur dan adanya cairan yang keluar dari kemaluan korban yang diduga cairan sperma.

Sedangkan barang bukti yang ditemukan petugas berupa selembar kain sarung yang telah dipotong yang dijadikan korban sebagai tali untuk menggantungkan lehernya ke plafon rumah dan 1 ember bekas warna putih yang diduga tempat pijakan korban sebelum meloncat dan menggantungkan diri.

“Hasil interogasi terhadap kakak kandung korban, Ita menerangkan bahwa si Marwin selama ini mengalami gangguan jiwa,” tandas Warno. Mirwan