Markas Pengedar Narkoba Diserbu, Polisi Temukan 2 Senpi Beserta Belasan Amunisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Petugas kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil) menyerbu markas pelaku pengedar narkoba di Kecamatan Keritang bulan Januari kemarin.

Meski narkoba jenis sabu-sabu hanya ditemukan seberat 6,5 gram, namun kepolisian menemukan barang ilegal lainnya berupa 2 unit Senjata Api rakitan beserta belasan butir amunisi.

Dalam penggerebakan ini polisi mengamankan 3 pelaku berinisial RE, SA dan AP. RE merupakan pelaku bandar narkoba sekaligus kepemilikan Senpi, sedangkan AP juga merupakan pelaku kepemilikan senpi dan AS pelaku narkoba.

“Kami lakukan penggeledahan rumah kecil atau pondok tempat mereka bermarkas. Dimana, kondisi pondok mereka terpasang cctv dan layar tv yang digunakan untuk memantau apakah ada orang yang mendekat markasnya,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik di Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (1/2/2016).

Hasil pengembangan sementara lanjutnya, senpi yang dimilikinya itu diperoleh dari kota Palembang Provinsi Sumantera Selatan yang dibeli dengan harga mulai Rp 2 juta dan Rp 2,5 juta. mirwan




Begini Kondisi Setan Saat Adzan Berkumandang

Begini Kondisi Setan Saat Adzan BerkumandangSetan adalah musuh nyata manusia yang akan selalu menggoda kepada jalan yang sesat. Mereka akan melakukan berbagai cara agar keturunan Nabi Adam As bersamanya ke neraka pada hari kiamat kelak.

Setiap saat setan melakukan siasat jitu untuk menggoda manusia. Waktunya dihabiskan untuk membuat manusia melupakan Allah SWT. Namun ada waktu dimana setan berhenti menggoda bahkan lari tidak berdaya.

Yakni saat muadzin mengumandangkan adzan. Ternyata adzan bukan perkara sederhana bagi setan. Mereka akan mengalami kondisi buruk ketika panggilan salat ini diserukan. Seperti apa kondisi setan saat adzan berkumandang? Berikut ulasannya.

Adzan merupakan panggilan Allah untuk para hamba melaksanakan Ibadah salat lima waktu. Ini adalah panggilan umum yang  akan Allah perdengarkan kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya, termasuk dari golongan setan.

Saat adzan dikumandangkan, setan melarikan diri bahkan sampai terkentut-kentut untuk menghindari diri dari mendengarkan adzan. Mereka begitu takut mendengar seruan tersebut.

“Apabila panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan adzan lagi” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

“Apabila panggilan shalat dikumandangkan, maka setan akan lari terbirit-birit sambil terkentut-kentut hingga ia tak lagi mendengar (suara) adzan tersebut…” [HR. Darimi No.1178].

Syaikh Majdi Abdul Wahab Al Ahmad dalam Syarah Hisnul Muslim mengatakan, setan menganggap bahwa adzan merupakan sesuatu yang begitu besar dan sangat menakutkan. Ketakutan dan ketegangan yang dialami menyebabkan persendian menjadi kendur sehingga tidak bisa menguasai dirinya. Saluran seni dan kotoran menjadi terbuka, hingga bisa mengompol atau terkentut.

Lalu mengapa setan begitu ketakutan ketika mendengar adzan. Pasalnya seruan azan berisi kalimat tauhid dan syiar-syiar Islam. adzan adalah suara keras yang berisi dzikrullah ‘Azza wa Jalla dan hal itu menyakitkan bagi setan. Ketika itu, mereka putus asa sehingga lari dan menjauh dari manusia. Ketika mendengar seruan kebaikan ini,  setan dibebani kewajiban untuk meyakini dan menjalankan kandungan seruan kebaikan tersebut.

Alasan lain yang membuat setan lari terbirit- birit adalah karena mereka tidak mau menjadi saksi atas muadzin yang mengumandangkan adzan. Nabi dalam sabdanya mengatakan bahwa semua benda baik kering maupun basah nantinya akan menjadi saksi bagi muadzin yang mendapat keutamaan pada hari kiamat.

“Tidaklah adzan didengar oleh jin dan  manusia, batu dan pohon, kecuali mereka akan bersaksi untuknya.” (HR Abu Ya’la)

Namun jangan senang dulu, karena setelah adzan selesai setan akan kembali lagi dengan cepatnya menggoda manusia.

“…Maka apabila adzan telah selesai dikumandangkan ia akan kembali, & apabila iqamah dikumandangkan setan akan segera berpaling, jika iqamah telah selesai dikumandangkan ia akan kembali lagi (untuk mengganggu manusia) hingga ia membersitkan dalam hati seseorang dgn mengatakan ‘Ingatlah hal ini & itu’ dari hal-hal yg sebelumnya tak ia ingat. Abu Muhammad berkata; Tsuwwiba maksudnya adl didirikan. [HR. Darimi No.1178].

Jadi setelah mendengarkan adzan Umat Islam sebaiknya langsung bergegas mendirikan salat. Hal ini untuk menghindari godaan setan yang lebih dasyat lagi.  Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.




Diduga Hendak Diperkosa, 3 Siswi SMAN 1 Pelangiran Dibacok Hingga Berlumuran Darah

Salah seorang korban yang ditemui dalam kondisi berlumuran darah
Salah seorang korban yang ditemui dalam kondisi berlumuran darah

PELANGIRAN (detikriau.org) – Peristiwa naas menimpa 3 siswi kelas II SMA Negeri 1 Pelangiran. Bagaimana tidak, ketiganya dibacok OTK hingga berlumuran darah di dalam kos jalan H Sirajuddin Kelurahan Pelangiran Besar, Senin (1/2/2016) dini hari.

Identitas korban adalah Yuna Farma (17) warga Desa Teluk Bunian kecamatan Pelangiran, Sugiyarti (17) warga Desa Terusan Beringin Jaya Kecamatan Pelangiran dan Ade Hartini (17) warga Kecamatan Mandah.

Menurut informasi dari tetangga kos korban, Fendy kepada detikriau.org, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, namun waktu itu ia mengaku sedang tertidur lelap. Tak lama kemudian salah satu korban datang mengetuk rumahnya meminta pertolongan dengan kondisi berlumuran darah.

“Jam 2 lewat korban mengetuk rumah saya. Saya kaget kondisinya sangat mengenaskan, saat itu juga saya hibungi pak Kapolsek untuk membantu membawa ketiganya sekaligus ke Puskesmas,” ceritanya.

Ia menduga kalau insiden tersebut bermotif hendak melakukan tindakan pemerkosaan. Sebab belakangan terakhir, kos tersebut sering diintai oleh sejumlah anak muda.

Selain itu, dalam peristiwa ini tidak ada harta benda milik korban yang hilang.

Sementara itu, teman sekolah korban, Adi (18) menyampaikan, selama korban menjalankan proses belajar-mengajat di SMA tersebut belum pernah memiliki musuh. Bahkan menurutnya, ketiga korban ini dikenal baik berkomunikasi di sekolah.

Saat ini, ketiga korban sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Adapun luka-lukanya, Yuni mengalami 2 buah luka bacokan di kepala bagian depan sebelah kiri serta jari manis dan jari tengah tangan sebelah kiri putus akibat sabetan benda tajam. Sugiyarti mengalami luka bacok atau sabetan senjata tajam pada bagian kening sebelah kiri korban. Sedangkan Ade Hartini mengalami luka di bagian atas kepala korban dan luka di kepala bagian kiri atau di atas telinga akibat Sajam.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik membenarkan adanya peristiwa itu. Saat ini petugasnya sedang melakukan penyelidikan dan sedang mengejar pelaku.

“Kami tindak lanjuti, dalam waktu dekat akan kami temukan keberadaan pelaku,” pungkas Kapolres. –Mirwan




Awas, Makanan Ini Bisa Jadi Rezekinya Setan

Oleh Wiwik Setiawati

Awas, Makanan Ini Bisa Jadi Rezekinya Setan
Awas, Makanan Ini Bisa Jadi Rezekinya Setan

Setiap makhluk Allah pasti diberi rezeki. Tidak hanya bagi ciptaan-Nya yang patuh, Allah pun memberikan rezeki kepada makhluk pembangkang dan penyesat manusia yakni setan laknatullah. Ternyata setan memiliki pola kehidupan menyerupai manusia.

Mereka makan dan minum seperti kita. Bahkan setan juga melakukan jima, dan berbagai aktivitas lainnya. Namun apakah di dunia gaib juga tersedia makanan layaknya dunia manusia? Dari manakah setan ini mendapatkannya?

Ternyata setan dan kawanannya juga memperoleh rezeki dari setiap makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Namun bagaimana bisa makanan yang kita konsumsi bisa menjadi sumber rezekinya mereka? Berikut informasi selengkapnya.
Kepada Allah Ta’ala, iblis berkata, “Tuhanku, semua makhluk telah Engkau jelaskan rezekinya.” Pungkas makhluk terlaknat ini seraya sampaikan tanya, “Di manakah rezeki bagiku?”

Dalam lanjutan hadits yang diriwayatkan oleh adh-Dhiya’ dari Sa’id bin Jubair yang mendapatkan riwayat ini dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah Ta’ala berkata (menjawab pertanyaan setan tentang rezeki bagi mereka), ‘Di dalam makanan yang tidak disebutkan nama-Ku.’”

Merujuk pada makna kalimat ‘makanan yang tidak disebutkan nama-Ku (Allah)’, maka semua jenis makanan baik yang halal sekalipun jika dikonsumsi manusia tanpa melafalkan bismillah maka makanan tersebut termasuk dalam kategori rezeki setan.

Ditegaskan dalam riwayat lain, bahwa setan juga memakan kacang sebagaimana disampaikan oleh ‘Umar bin Khaththab. Ia bertanya kepada seseorang yang pernah ditawan bangsa jin, “Apakah makanan mereka?”

Yang ditanya sampaikan jawaban, “Kacang, dan apa yang tidak disebutkan nama Allah Ta’ala (saat memakannya).”

“Apa minumannya?” tanya ‘Umar lagi. Lalu dijawab, “Jadaf.”

Jadaf ditafsirkan sebagai tumbuhan di Yaman yang tidak perlu menggunakan air untuk memakannya, atau makanan yang bisa dimakan oleh unta dan tidak butuh air setelah memakannya, atau minuman yang tidak membuat peminumnya tersedak.

Selayaknya rezeki bagi manusia yang berbentuk makanan, ada pula jenis bahan tertentu yang dijelaskan sebagai makanan (rezeki) bagi bangsa setan ini. Hal ini disimpulkan dari hadits yang dishahihkan oleh Imam Muslim sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada bangsa jin, “Setiap tulang yang tidak disebutkan nama Allah Ta’ala yang jatuh ke tanganmu adalah daging yang paling baik untukmu.”

Lanjut baginda yang mulia, “Dan setiap kotoran binatang adalah makanan binatangmu.”

Kemudian, baginda Nabi menghadap ke arah para sahabatnya yang mulia. Beliau berpesan, “Jangan gunakan keduanya (tulang dan kotoran hewan) untuk membersihkan kotoran. Karena keduanya adalah makanan saudara-saudaramu.”

Demikianlah informasi mengenai rezeki untuk setan yang ternyata adalah setiap makanan yang dikonsumsi tanpa terlebih dahulu melafalkan bismillah. Oleh karena itu, sebagai muslim yang beriman hendaklah kita senantiasa membaca bismillah ketika hendak melakukan atau mengonsumsi sesuatu agar tidak menjadi rezeki bagi setan.




Transaksi Narkoba, Pria Pengangguran Ini di Kerangkeng Polisi

IMG_20160131_154123RETEH (detikriau.org) – LD (23), warga kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa diamankan petugas kepolisian karena terlibat kasus narkoba, Sabtu (30/1/2016) kemarin.

Pembekukan dilakukan pada malam hari setelah pihak kepolisian menerima informasi dari sejumlah saksi sekitar pukul 19.30 WIB. Waktu itu petugas sempat melakukan patroli mencari pelaku karena tidak berada di rumah.

Tak lama berselang, petugas berhasil menemukan pelaku di jalan SMP kelurahan setempat. Kemudian sekitar pukul 20.20 WIB petugas melakukan penggeledahan di rumah pria tak memiliki pekerjaan itu dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti.

“Barang bukti tersebut berupa 1 buah kotak Hp yang berisi 1 unit timbangan digital merk Heles warna silver, alat hisap sabu dan 1 buah kotak plastik kecil warna hitam dengan tutup berwarna biru yang berisikan 4 paket diduga sabu yang dibungkus plastik bening,” jelas Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Minggu (31/1/2016).

Saat ini lanjutnya, tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolsek Reteh guna penyidikan lebih lanjut dan situasi Kamtibmas dalam keadaan aman dan tertib. Mirwan




Jumlah Kehadiran Jamaah Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Jaelani Menurun

TEMBILAHAN, detikriau.org – Kehadiran jumlah jamaah pada elaksanaan acara haul akbar Syekh Abdul Qadir Jaelani di lapangan Gadjah Mada Tembilahan tahun 2016 tampak menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut diakui Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan langsung. Padahal, haul tahun ini tidak hanya memperingati Syekh Abdul Qadir Jaelani, namun juga beringingan dengan haul Syekh Muhammad Nawawi Shiddiq Berjan, Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahhab, KH Sa’dullah Hudari dan tuan-tuan guru serta bersempena dengan HUT Majelis Ta’lim Al-Hidayah Ke-XIX Kabupaten Inhil tahun 2016.

“Amat disayangkan jamaah yang hadir terlihat menurun dari tahun sebelumnya, sebab tahun dulu di lapangan ini begitu padat dengan jamaah,” ungkap

Seharusnya, kemeriahan peringatan haul akbar diupayakan lebih meriah lagi dan minimal dapat mempertahankan. Sebab peringatan haul Syekh Abdul Qadir Jaelani ini dilakukan setiap tahun.

Adha (24) salah seorang warga Tembilahan mengaku tidak mengetahui dengan adanya pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut.

Begitu juga yang diakui warga Tembilahan lainnya. Lia (25) misalnya, mengutarakan sedikit kekecewaan tanpa ada sosialisasi secara luas. Padahal ia merupakan salah satu jamaah yang suka menghadiri kegiatan keagamaan dari Pemkab Inhil dan umum.

“Kok tidak ada kabar, kalau saya tahu ada haul Akbar di lapangan pasti saya hadiri,” pungkasnya. mirwan