DPRD Sarankan BPMPD Inhil Laksanakan Program Orientasi Bagi Kepala Desa Secara Berkesinambungan

yusuf saidTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Komisi I DPRD, HM Yusuf Said menyarankan kepada BPMPD Kabupaten Inhil, untuk melaksanakan program orientasi bagi seluruh Kepala Desa, yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

“Dimana, sebelumnya harus dibuat duku regulasi, yang kemudian dijadikan orientasi pembangunan desa dan pendalaman melalui program orientasi tersebut,” tutur Yusuf saat ditemui awak media di ruang kerjanya, belum lama ini.

Apalagi mengingat, saat ini dana yang dialokasikan kepada desa juga relatif besar, yang berasal dari berbagai sumber, sehingga para Kepala Desa harus benar-benar memahami dan sadar terhadap arah dan urgensi pembangunan desa yang mereka pimpin.

“Sejak diterbitkannya UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa, desa telah menjadi daerah yang otonom, yang mana desa itu telah bisa merencanakan dan melaksanakan pembangunannya sendiri melalui pendanaan dari berbagai sumber, diantaranya APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten bahkan APBDes,” terang Yusuf.

Oleh karena itu, Pemda harus membuat regulasi turunan dari UU tersebut melalui Perda yang bersifat komplementer, dalam rangka pengawalan pembangunan desa di Kabupaten Inhil.

“Setelah regulasi dibuat, untuk tahap selanjutnya secara teknis dilaksanakan oleh pemerintahan desa. Untuk itu, Kepala Desa harus terlebih dahulu memahami regulasi ini sebagai orientasi pelaksanaan pembangunan desa,” tambahnya.

Dalam program orientasi tersebut, lanjut Yusuf, tidak hanya diberikan pemahaman tentang administrasi desa, tetapi lebih luas lagi perihal penyamaan persepsi mengenai arah dan urgensi pembangunan desa, baik fisik, ekonomi maupun Sumber Daya Manusianya.

“Dengan dilaksanakannya program orientasi ini, diharapkan dapat lebih menyentuh hal-hal teknis dalam pelaksanaan pembangunan desa. Disamping itu, juga bisa diperuntukkan bagi aparatur desa lainnya,” imbuhnya. adi/adv




Inilah Dua Penyakit Umat Jelang Kiamat

Inilah Dua Penyakit Umat Jelang KiamatKiamat sudah menjadi kepastian yang tidak terelakkan. Namun tidak ada waktu yang pasti kapan kiamat akan terjadi. Jangankan manusia biasa, malaikat dan para Nabi pun tidak pernah mengetahui perkara ini.
Namun Allah sudah mengabarkan tentang tanda-tandanya. Sebelum kiamat, umat akan melakoni fase yang disebut akhir zaman. Tidak hanya dari fisik bumi yang kita tinggali, ciri-cirinya juga menyangkut perilaku dan tingkah laku manusia.

Melalui Nabi Muhammad SAW Allah SWT menggambarkan periode ini. Pada akhir zaman nanti, umat islam akan mengalami dua penyakit yang tidak terobati. Kabar buruknya, penyakit tersebut sudah mulai terasa pada era kini. Apa penyakit itu? Berikut ulasannya.
Dalam hadist shahih yang diriwayatkan Abu Daud Rasulullah SAW mengatakan, bahwa dua penyakit tersebut adalah cinta dunia dan takut mati. Padahal saat itu jumlah Umat Islam begitu banyak. Namun dua penyakit ini membuat lemah dan tidak berdaya.

1. Cinta Dunia
Sikap ini ditandai dengan besarnya ambisi kita untuk mengejar dunia tanpa berpikir tentang akhirat. Padahal sejatinya hidup di dunia ini hanya persinggahan saja. Namun karena sikap ini membuat seseorang lupa mengumpulkan amal sebagai bekal untuk di akhiratnya.

DARI Tsauban Ra. berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka”.

Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena kami sedikit pada hari itu?” Nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahan’ itu, hai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati”. (HR. Abu Daud).

Lihatlah saat ini, berapa banyak orang tersangkut korupsi, berapa banyak orang menjual narkoba dan ekstasi dan masuk kantor polisi? Apa yang mereka kejar sebenarnya? Ya, uang, kekayaan, kekuasaan. Tidak terselip sedikitpun dari tindakan itu bekal untuk menuju akhirat.

“Dosa merupakan urusan pribadi dan tanggungjawabku sendiri”, jawaban ini mungkin saja pernah terdengar saat ada orang lain yang menasihati. Mereka tidak pernah sadar, bahwa Jahannam begitu sangat pedih.

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (Q.S An-Nazi’at: 37)

2. Takut Mati
Takut mati bisa saja membuat seseorang menjadi giat mengumpulkan amal sebagai bekal. Namun pada konsep ini, takut mati yang dimaksud adalah orang-orang yang takut mati karena lemahnya iman. Mereka menyadari kurangnya amal sehingga tidak mau bertemu Allah lewat kematian. Hingar bingar dunia membuat mereka terpedaya sehingga melupakan kematian.

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Dengan mengingat kematian, manusia akan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.

Bagaimana kondisi umat saat ini? Kematian menjadi hal yang sangat ditakuti. Lihat saja, hanya segelintir orang Islam yang berani mati di Palestina, Suriah dan negeri Islam tertindas lainnya. Padahal Allah SWT memberi kepastian surga dari untuk para syuhada yang membela agamanya.

sumber: infoyunik

 




Ssst, Ternyata Pelaku Pencuri di Kantor Bupati Inhil Oknum Satpol PP

“Ketangkap Kamera CCTV Saat Menjalankan Aksi”

IMG_20160204_193350TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaku tindak pidana pencurian di gedung Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) tadi malam telah diamankan. Dan ternyata, pelakunya adalah oknum anggota Satpol PP Kabupaten Inhil berinisial HG (37).

Hal itu dibenarkan pihak kepolisian seusai membuka CCTV yang terpasang di setiap sudut kantor. Meski pelaku pencurian hanya seorang, namun sebagai penadah ada dua yakni AL (47) dan MA (36).

“Ternyata pelakunya adalah oknum Satpol PP. Ia kami ringkus di kediamannya jalan Tanjung Harapan Tembilahan,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Tembilahan, Ipda Agus Susanto kepada detikriau.org, Kamis (4/2/2016).

Dipaparkannya, pelaku ini beraksi pada hari Rabu (3/2) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dan pelaku ini murni sebagai pelaku tunggal.

Saat ini, oknum Satpol PP beserta kedua penadah telah diamankan di Mapolsek Tembilahan guna dilakukan proses lebih lanjut. Tak hanya itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 laptop  merk HP Pavilion G series dan 1 baju kaus oblong warna Biru dan peci warna hitam yang di pakai pelaku. Mirwan




Bahas Perda KTR, Pansus II DPRD dan Diskes Inhil Kuker ke Diskes Bogor

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Panitia Khusus (Pansus) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Diskes Kota Bogor, Kamis (4/2/2016).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Ketua Pansus II DPRD Inhil, Herwanissitas ini, disambut langsung oleh Sekretaris Diskes Bogor, drg Dede dan Kabid Promkes, dr Nia.

Selain diikuti Anggota Pansus II DPRD Inhil, dalam rombongan turut juga hadir Kepala Diskes, H Zainal Arifin MKes, Kabid PPKDPK, Ns Matzen MKes, Kasi Promkes, Fitri Astuti dan Staf, Maria, serta perwakilan Bagian Hukum Setda Inhil, Zia.

Pada kesempatan itu, Ketua Pansus II DPRD Inhil, Herwanissitas berharap agar semua informasi yang diperoleh dari Diskes Bogor, khususnya tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) harus disesuaikan Perdanya dengan kondisi masyarakat di Negeri Seribu Parit.

image_1“Kita setuju Perda ini dibuat, namun dengan konsekuensi harus memperbanyak sosialisasi ke masyarakat, terutama di instansi pemerintah, seperti tempat pelayanan kesehatan dan pendidikan,” tutur Herwanissitas.

Sementara itu, Kabid PPKDPK Diskes Inhil, Ns Matzen MKes menjelaskan, kunjungan ke Diskes Bogor ini bertujuan untuk membahas Perda KTR yang telah diterapkan di daerah tersebut.

“Kita ingin mengetahui dan mempelajari bagaimana pelaksanaan Perda ini, baik cara penerapan, sosialisasi, larangan iklan rokok dan lain sebgainya,” imbuhnya. Adi/adv




Jelang Imlek, Polres Inhil Tetapkan Pengamanan Siaga 1

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik
Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik

TEMBILAHAN, detikriau.org – Polres Indragiri Hilir (Inhil) menetapkan status pengamanan siaga 1 dalam rangka menyambut hari raya imlek tepat pada tanggal 8 Februari mendatang.

“Inhil kita tetapkan status pengamanan siaga 1, kalau secara khusus pengamanan kita lakukan untuk wilayah-wilayah yang terdapat vihara, seperti di Tembilahan, Guntung, Mandah dan Concong,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik kepada sejumlah awak media di Mapolres Inhil belum lama ini.

Tentu saja lanjutnya, pengamanan itu melibatkan seluruh Polsek yang ada di Inhil dengan kekuatan penuh. Personilnya akan melakukan monitoring dan pengamanan tertutup dengan menerjunkan intel untuk mencari informasi terkait potensi gangguan-gangguan dalam pelaksanaan Imlek nantinya.

Namun untuk sementara, kondisi wilayah hukum Kabupaten Inhil cukup kondusif dan tentram. Semoga saja katanya tetap aman hingga usai perayaan imlek dan seterusnya. Mirwan




Koperasi KIP-RI SMAN 1 Tembilahan Gelar RAT Tahun Buku 2015

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Masril (tengah)
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Masril (tengah)

TEMBILAHAN, detikriau.org – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KIP-RI) SMA Negeri 1 Tembilahan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di aula SMAN 1 Tembilahan jalan Keritang, Kamis (4/2/2016).

Rapat itu dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Masril dan dihadiri Sekretaris Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Inhil, salah satu Kasi dibidang Diskop Inhil, Tarmizi dan seluruh anggota koperasi KIP-RI SMAN 1 Tembilahan.

“RAT Koperasi KIP-RI SMAN 1 Tembilahan ini juga merupakan bagian dari wewenang Diskop dan UMKM Inhil yang mesti dikembangkan secara bersama, saya harap anggota koperasinya bisa bekerja lebih meningkat lagi dari sebelumnya,” kata Masril.

Untuk diketahui, rapat tersebut merupakan RAT tahun buku 2015 sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan program pada tahun 2016 ini.

Sebelumnya, Dinas Koperasi & umkm Inhil menyampaikan himbauan kepada seluruh pengurus koperasi yang aktif di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk segera menyelesaikan RAT selambat-lambatnya bulan Maret 2016 mendatang.

Saat ini, dari jumlah 499 koperasi di Inhil, hanya sebanyak 249 koperasi yang masih aktif. Sampai saat ini yang menyelesaikan pertanggung jawaban masih terbilang sangat sedikit.

Jika terlambat, lanjutnya, maka resikonya tidak bisa melanjutkan kerja pada masa tahun 2016 ini. Akibatnya pun akan ditanggung oleh koperasi itu sendiri serta sedikit berpengaruh terhadap pemerintah daerah dan masyarakat umum. Mirwan/adv