Tips Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal

Umumnya bisnis properti membutuhkan modal yang besar.

Oleh : Siti Nuraisyah Dewi

Jika Anda ingin memulai sebuah bisnis, khususnya di bidang properti, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hanya saja, umumnya bisnis di bidang ini membutuhkan modal yang lumayan besar. Lantas, apakah bisa jika tanpa modal?.

Jika cita–cita Anda adalah menjadi seorang investor ataupun developer, maka uang adalah hal yang utama. Jika tidak memilikinya, maka Anda perlu memulai dari bawah, yakni menjadi seorang broker properti.

Walau begitu, bukan berarti langkah menjadi seorang broker benar–benar tanpa modal. Hanya saja, ada beberapa langkah yang bisa memuluskan jalan Anda meski Anda tidak memiliki dana sepeserpun.

Berikut adalah tipsnya.

 

  1. Mulai dari lingkungan sekitar

Karena tanpa modal, maka Anda jangan langsung tergesa–gesa untuk mendapat banyak transaksi. Mulailah dari lingkungan sekitar dengan mengamati, siapa saja pihak yang membutuhkan rumah ataupun yang ingin menjual rumah.

Informasi tersebut bisa Anda dapat dari menyimak obrolan–obrolan tetangga dekat. Sebisa mungkin, dapatkan secara detail informasi tersebut untuk memudahkan Anda ke tahap berikutnya.

Setelah itu, cari pembeli potensial ataupun rumah yang sesuai dengan permintaan mereka. Santai saja, karena tahap ini juga merupakan langkah pembelajaran Anda dalam memulai bisnis properti. Meski begitu, Anda tetap harus fokus.

 

  1. Cari informasi sebanyak mungkin

Jika klien pertama Anda adalah pihak yang ingin membeli rumah, maka Anda harus banyak–banyak mencari informasi mengenai rumah yang sesuai.

Buat daftar sekitar lima hingga 10 rumah potensial, ajukan satu per satu kepada klien Anda, jangan sekaligus, karena hal itu akan membuatnya bingung.

Informasi bisa Anda dapatkan dari berbagai media, mulai dari media online hingga media cetak yang mengiklankan barang properti.

Jika klien Anda suka pada salah satu pilihan Anda, buat perjanjian dengan si penjual, baik itu pemilik rumahnya langsung, broker, ataupun pihak developer.

Perjanjian bisa berisi tentang persentase komisi yang akan Anda dapatkan dengan menjual rumah tersebut.

Agar tidak kena tipu, disarankan untuk membuat perjanjian hitam di atas putih.

 

  1. Jual seluas mungkin

Akan sangat berbeda jika klien pertama Anda adalah orang yang ingin menjual rumahnya. Seandainya begitu, maka Anda perlu membuka jalur penjualan seluas mungkin.

Dan jika ingin tanpa modal, Anda perlu memilih media-media gratis. Misalnya situs jual–beli online, share di media sosial, membuat situs atau blog gratis dengan kata kunci yang baik, atau beritakan dari mulut ke mulut.

Tentunya Anda juga perlu memberi komisi pada mereka yang mencarikan pembeli untuk proyek Anda.

Jangan lupa untuk membangun kredibilitas yang baik agar image Anda semakin baik. Jika sudah memiliki banyak klien, tak ada salahnya untuk membangun brand dan merekrut karyawan Anda sendiri.

sumber: vivanews

 




Wabup Inhil Hadiri Rapat Paripurna HUT Kabupaten Kampar Ke-66

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo menghadiri rapat paripurna istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-66 di Gedung DPRD Kampar, Bangkinang, Sabtu (6/2/2016) kemarin.

Selain Wabup, rapat tersebut dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandy Rachman, Anggota DPD RI Riau Gafar Usman, Unsur Forkopimda, Walikota/Bupati Se-Provinsi Riau, Tokoh, alim ulama serta perwakilan dari Provinsi Sumbar.

Plt Gubri menyebutkan bahwa pada tahun 2016 ini Pemerintah Provinsi Riau mengalami devisit keuangan di karenakan harga minya bumi turun dan dampak sampai kepada kita termasuk Kabupaten Kampar.

“Untuk diharapkan kepada SKPD Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota untuk melakukan penghematan,” katanya.

Terakhir, Plt Gubri menyampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten Kampar pada hari ini memperingati hari lahirnya Kabupaten Kampar yang Ke-66 TH 2016 yang di peringati setiap tanggal 6 Februari setiap tahunnya. (Mirwan/Advetorial)




Bertani Ala Aquaponik Yuk!

 

Secara sederhana Akuaponik dapat digambarkan sebagai kombinasi dari akuakultur dan hidroponik.

Dari sinilah nama akuaponik berasal.

Fokus dalam Akuakultur adalah memaksimalkan pertumbuhan ikan di dalam tangki atau kolam pemeliharaan. Ikan biasanya ditebar pada tangki atau kolam dengan kepadatan yang tinggi. Tingkat penebaran yang tinggi ini berarti bahwa air untuk budidaya menjadi mudah tercemar oleh kotoran ikan. Kotoran ikan ini berbentuk Amonia yang beracun bagi ikan. Sementara itu, Hidroponik bergantung pada aplikasi nutrisi buatan manusia. Nutrisi ini dibuat dari ramuan bahan kimia, garam dan unsur-unsur mikro. Ramuan nutrisi dicampur dengan teliti untuk membentuk keseimbangan optimal untuk pertumbuhan tanaman.

Aquaponik menggabungkan kedua sistem tersebut. Aquaponik menggunakan kotoran ikan yang berisi hampir semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Akuaponik juga menggunakan tanaman dan medianya untuk membersihkan dan memurnikan air. Jadi dalam akuaponik terjadi simbiosis antara tanaman dan ikan.

 

Membuat Kolam Terpal, Kolam Murah

 

Kolam Terpal

Kolam terpal adalah kolam yang biaya pembuatannya sangat murah. Kolam terpal cocok untuk daerah yang tanahnya tidak bisa menyimpan air. Bahan yang dibutuhkan hanya terpal, sekam dan batako/bata merah.

Ukuran terpal yang dibutuhkan adalah:

 

Panjang terpal = panjang kolam terpal+ (2x kedalaman kolam) + 10 cm.

Lebar terpal = lebar kolam + (2x kedalaman kolam terpal) + 10 cm.

kolam-terpal-gambar

sketsa kolam terpal:

Kolam sebaiknya dibuat di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Gali tanah dengan luas dan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan. Tanah dari hasil galian kolam digunakan untuk membuat tanggul. Padatkan tanggul supaya tanggul tersebut kuat. Permukaan tanggul diberi batako/bata merah.

Setelah penggalian selesai, dasar kolam diberi sekam setinggi kurang lebih 10 cm. Terpal di pasang dan sisa terpal (10 cm) ditutupi dengan batu bata atau batako. Kolam siap diisi air.

kolam terpal bisa juga dibuat dengan tanpa melakukaan penggalian. Sebagai ganti galian kolam, bisa dibuat kerangka dari tumpukan batu bata atau batako. Cara pembuatan selanjutnya sama dengan cara di atas.

contoh kolam terpal
contoh kolam terpal

 

Air untuk Budidaya Ikan

Air adalah kebutuhan utama dan penentu keberhasilan dalam budidaya ikan. Selain jumlahnya harus mencukupi, kualitas yang baik menghasilkan output yang baik pula.

Parameter yang biasa digunakan untuk menentukan kualitas air adalah kadar oksigen, temperatur, derajat keasaman, kandungan amonia dan kekeruhan air. Kualitas air yang diperlukan berbeda untuk setiap jenis ikan. Seperti lele yang relatif tahan dengan kualitas air yang buruk.

 

Kadar Oksigen

Kadar oksigen untuk memperoleh hasil produksi optimal adalah diatas 5 ppm. Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan berkurang nafsu makannya dan pertumbuhannya terhenti. Untuk meningkatkan kadar oksigen dapat digunakan aerator atau mengalirkan air secara terus menerus.

 

Temperatur

Secara umum suhu air 25-32 oC baik untuk budidaya ikan. Pada suhu rendah nafsu makan ikan akan turun yang mengakibatkan pertumbuhan ikan terganggu. Pada suhu tinggi ikan akan menunjukkan gejala kekurangan oksigen. Perubahan suhu secara tiba-tiba mengakibatkan ikan stress yang dapat mengakibatkan kematin.

 

Derajat Keasaman

Derajat keasaman (pH) yang baik untuk budidaya ikan adalah 5.5-9.0. Meskipun ikan masih dapat bertahan di luar kisaran pH tersebut namun produksi yang dihasilkan rendah.

Jika pH terlalu rendah dapat dinaikkan dengan menggunakan kapur pertanian (CaCO3).

Kekeruhan

Kekeruhan melindungi ikan dari serangan predator. Selain itu kekeruhan dapat mempengaruhi pernafasan dan nafsu makan ikan. Kekeruhan 30-40 cm baik untuk budidaya ikan.

Kadar Amonia

Amonia bersifat racun bagi ikan. Amonia dihasilkan dari sekresi/ kotoran ikan. Kadar amonia optimum untuk budidaya ikan adalah dibawah 1,4 ppm. Cara untuk menurunkan kadar amonia dalam air adalah dengan mengganti air sebagian atau seluruhnya atau dengan cara filterisasi. Untuk budidaya ikan hias dalam akuarium atau kolam kecil, filterisasi ini paling sering digunakan karena lebih praktis dan menghemat waktu.

Klik link Filter ini untuk melihat contoh filter untuk kolam.

 

Kolam Taman

Bayangkan sebuah tempat yang hijau dan sejuk dengan gemericik air terjun yang mengalir. Tentu anda merasa nyaman berada di tempat tersebut. Namun tidak mudah menemukan tempat seperti itu sekarang. Apalagi di kota besar yang semakin gersang dan bising. Tentu saja anda dapat sesekali melakukan perjalanan ke Puncak atau Bali. Tapi tentu saja tidak bisa setiap saat. Selain karena membutuhkan biaya juga membutuhkan waktu yang tentu saja sangat berharga.

Salah satu solusinya adalah membuat kolam taman. Kolam kecil yang bisa di buat di halaman rumah bahkan di dalam rumah. Tidak sulit membuat kolam taman. Cara paling mudah adalah menggunakan jasa pembuat taman yang ada di sekitar anda. Jika ingin membuat yang lebih sesuai dengan selera anda dan mau sedikit repot, anda bisa membuatnya sendiri.

 

Caranya secara garis besar sebagai berikut:

Siapkan alat dan bahan-bahan yang diperlukan. Alat: Selang, tali, cangkul/skop, ember dan alat penggalian lainnya. Bahan: Pasir, Batu/bata, lapisan kedap air (plastik tebal/ terpal/ pond liner), pelindung lapisan kedap air (koran bekas/ karpet bekas/ underlayment), pompa air, hiasan lain. Tentukan tempat dimana anda akan membangun kolam. Pertimbangkan letak nya dengan colokan listrik dan sumber air yang tersedia. Tandai bentuknya dengan kapur atau tali.

Gali kolam sesuai dengan bentuk dan kedalaman yang anda inginkan.

Beri lapisan pasir setebal 5 cm di dasar kolam.

Tambahkan lapisan underlayment untuk melindungi lapisan kedap air.

Pasang lapisan kedap air, lalu isi dengan air.

Tutupi lapisan kedap air yang tersisa dengan batu dan tanah sisa penggalian. Tambahkan pompa air untuk air mancur (!! hati-hati dengan aliran listrik).

Tes pompa air dan kolam dari kebocoran dengan membiarkannya selama sehari. Jika air tidak berkurang maka kolam sudah jadi.

Berikut Contoh Pond liner dan Underlayment. (ad)

Pondgard Liner 10 X 15

Sunterra 300212 8′ X 10′ PVC Pond Liner, Black

Pond Underlayment 5 x 15

DANNER Underlayment 15′ x 6′

 

Sistem Akuaponik

Dalam akuaponik umumnya tanaman ditanam di dalam media tanam yang terpisah dari tangki ikan. Air dipompa dari tangki ikan ke media tanam dan dialirkan kembali ke dalam tangki ikan.

Ada tiga sistem dasar media tanam dalam akuaponik.

Media tanam yang diisi kerikil, expanded clay , atau media lain yang mirip adalah bentuk paling sederhana dari akuaponik. Sistem ini dapat dilakukan dengan dua cara. Dengan aliran air terus menerus atau dengan siklus padang surut.

Aquaponics-System

contoh aquaponik sistem sederhana
contoh aquaponik sistem sederhana

  1. bak ikan 2. pompa air 3. bak tanam 4. auto siphon 5. media tanam 6. penyangga

Deep Water Culture

adalah salah satu metode yang sering digunakan secara komersial. Air dipompa

dari tangki ikan melalui sistem filtrasi. Kemudian air dipompa ke saluran panjang di mana rakit terapung yang diisi dengan tanaman berada permukaan air.
Atau model yang berikut:

 

Nutrient Film Technique hanya cocok untuk jenis tanaman tertentu, biasanya sayuran berdaun hijau. Dalam sistem NFT, air yang kaya nutrisi dipompa ke dalam selokan kecil yang tertutup. Air mengalir dalam selokan dalam bentuk aliran yang sangat tipis. Tanaman diletakkan dalam wadah plastik kecil yang memungkinkan akarnya mengakses air. Salah satu elemen penting untuk sistem akuaponik adalah bakteri menguntungkan. Bakteri ini menguraikan unsur dalam air menjadi bentuk yang dapat diserap dan digunakan oleh tanaman.

Ada dua jenis bakteri yang berbeda yaitu nitrosomonas dan nitrobacter. Nitrosomonas mengubah amoniak menjadi nitrit. Nitrit ini kemudian diubah menjadi Nitrat oleh bakteri Nitrobacter. Tanaman kemudian menyerap nitrat ini untuk pertumbuhannya.

 

Ikan dan Tanaman dalam Akuaponik

 

Ikan adalah kunci dalam sistem akuaponik. Ikan menyediakan hampir semua nutrisi bagi tanaman. Ada berbagai jenis ikan yang dapat digunakan dalam sistem akuaponik. Jenis ikan ini tergantung pada iklim lokal dan jenis yang tersedia di pasaran.

Dalam prakteknya, ikan nila merupakan ikan yang paling populer dipilih untuk proyek komersial dan hobi rumahan. Tapi Barramundi, lele, ikan mas, Ikan Mas, Koi, Murray Cod, Silver Perch, Jade Perch, Trout juga digunakan juga Krustasea air tawar seperti Yabby dan Redclaw.

Akuaponik tidak hanya baik untuk sayuran hijau. Aquaponics akan menumbuhkan hampir semua jenis sayuran. Beberapa varietas sayuran buah yang berkinerja baik adalah; terung (ungu), Capsicum (peper lonceng), kacang, kacang polong dan banyak lagi. Wortel dan Bit juga bisa tumbuh. Tanaman yang tumbuh dalam sistem aqiaponic hanya dibatasi oleh jenis sistem aquaponics, atau lebih tepatnya, jenis media tanam. Media tanam yang diisi kerikil atau semacamnya, tampaknya menjadi media tanam yang paling berhasil untuk berbagai jenis tanaman.

 

Pakan Alami untuk Larva Ikan

Larva merupakan masa kritis dalam fase hidup ikan. Pada fase ini mortalitas sangat tinggi. Tingginya mortalitas larva disebabkan karena tingginya virulensi (daya serang) penyakit, hama dan terbatasnya ketersediaan pakan yang cocok bagi larva ikan. Pada fase larva, ikan baru saja melepaskan ketergantungannya pada makanan cadangan.

Pakan alami adalah pakan yang paling cocok untuk fase larva. Selain karena komponen gizinya lebih lengkap juga karena pakan alami selalu bergerak sehingga menarik nafsu makan larva ikan.

Pakan alami yang ideal untuk larva ikan harus memenuhi beberapa kriteria yaitu: bentuk dan ukuran sesuai dengan lebar bukaan mulut larva ikan pemakannya, mudah diproduksi secara massal, kandungan nutrisinya tinggi, mudah di cerna, cepat berkembangbiak, memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan, tidak beracun atau mengeluarkan racun, dan gerakannya menarik bagi larva ikan tetapi tidak terlalu aktif sehingga mudah ditangkap oleh larva ikan pemakannya.

Pakan alami yang sudah bisa diproduksi secara massal diantaranya

Infusoria , rotifera , kutu air (moina dan daphnia) , artemia, tetraselmis, chlorella, diatomae dan cacing tubifex (cacing rambut/sutra).

Selain pakan alami, larva ikan juga bisa diberi pakan buatan. Tentu saja pakan buatan untuk larva ikan ini harus sesuai dengan sifat, cara dan kebiasaan makan larva ikan.

 

Menumbuhkan Pakan Alami dengan Pemupukan Kolam

Pakan alami merupakan pakan terbaik bagi pertumbuhan ikan, baik itu bagi larva ikan maupun ikan dewasa.

Pakan alami pada dasarnya sudah terdapat dalam air kolam. Namun agar jumlahnya

melimpah perlu dilakukan pemupukan kolam.

Pemupukan kolam dapat menggunakan pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pupuk organik yang biasa digunakan dalam pemupukan kolam adalah kotoran ayam atau kotoran puyuh. Sedangkan pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah urea dan TSP.

Pemupukan kolam dengan menggunakan pupuk organik, dosis yang digunakan adalah 200-500 gram pupuk per meter persegi luas kolam. Sedangkan jika kolam dipupuk dengan pupuk anorganik, dosis yang digunakan adalah 10 gram TSP dan 15 gram Urea per meter persegi luas kolam.

Pemupukan kolam biasanya dilakukan pada saat persiapan kolam. Setelah kolam dikeringkan, pematang dan caren kolam diperbaiki. Tanah dasar kolam di cangkul dan di biarkan kering 2-3 hari.

Pupuk organik atau pupuk anorganik lalu di tebarkan secara merata dan kolam digenangi air 30-40 cm. Kolam di biarkan 5-7 hari agar pakan alami tumbuh.

Sebelum ikan dimasukkan, air kolam ditambah sampai kedalaman yang di inginkan.

Untuk pemupukan pada kolam yang sedang dipergunakan, pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik. Pupuk organik tersebut tidak langsung disebarkan ke dalam kolam karena di khawatirkan akan menurunkan kualitas air kolam.

Pemupukan kolam dilakukan dengan cara memasukkan pupuk organik ke dalam karung, lalu karung tersebut dimasukkan ke dalam kolam. Pakan alami biasanya tumbuh melimpah setelah 5-7 hari.

 

Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal

Budidaya ikan lele selain biasa dilakukan di kolam tanah atau kolam semen juga bisa dipelihara di kolam terpal. Ikan lele yang dihasilkan dari budidaya kolam terpal relatif lebih bersih jika dibandingkan dengan ikan lele hasil budidaya kolam tanah. Selain itu, biaya membuat kolam terpal juga lebih murah dan cara nya mudah.

Kolam terpal bisa dibuat dengan menggali tanah atau tanpa menggali tanah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Setelah kolam terpal selesai dibuat dan diisi dengan air, ke dalam kolam terpal dimasukkan garam.

Garam yang dimasukkan sebanyak 200 gram tiap 1 m3 air. Setelah itu kolam terpal didiamkan 3-7 hari.

Bibit ikan lele ditebar pagi atau sore hari. Benih ikan lele dimasukkan ke dalam kolam terpal dengan wadahnya agar benih ikan lele bisa beradaptasi dengan suhu air kolam. Setelah kurang lebih 15 menit benih ikan lele dibiarkan keluar sendiri dari wadahnya.

Pilihlah bibit ikan lele yang sehat dan berkualitas. Bibit lele yang sehat ditandai dengan gerakannya yang terlihat aktif, tidak memiliki kelainan fisik atau cacat dan tidak mempunyai luka. Bibit lele juga harus seragam ukurannya, seumur dan dari induk yang sama. Sebisa mungkin bibit lele berasal dari kolam terpal atau kolam semen.

Padat tebar ikan lele di kolam terpal 100-300 ekor per meter kubik air. Untuk pemula disarankan menggunakan padat tebar yang rendah.

Ikan lele mulai di beri makan pada hari ke-2 setelah tebar. Pakan diberikan 2 kali sehari. Pakan yang diberikan berupa pelet yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran mulut ikan lele . Pakan diberikan secukupnya saja. Pakan berlebih yang tersisa bisa memicu timbulnya penyakit. Ikan lele adalah ikan yang membutuhkan pakan berkadar protein relatif tinggi. Kadar protein terbaik untuk pertumbuhan lele adalah 35-24%

Ikan lele yang mati selama pemeliharaan harus segera dibuang agar tidak membusuh dan

menimbulkan penyakit. Air kolam terpal diganti sebagian jika kualitasnya sudah menurun. Air di bagian dasar kolam terpal yang mengandung lumpur dibuang dengan menggunakan selang sampai berkurang setengah atau sepertiganya. Air yang dibuang lalu diganti dengan air baru. Apabila berjalan lancar, setelah 2–3 bulan ikan lele akan berukuran 8-12 ekor per kilogram dan bisa dipanen.

Sumber:

 

Pembenihan Betta/ Cupang

Pemilihan Induk

Induk di pilih minimum berukuran 5 cm. Induk jantan yang sudah matang kelamin warna tubuhnya lebih cerah dibanding yang betina. Ikan betina yang siap kawin perutnya lebih gendut dan telur yang berwarna gelap membayang di perutnya. Cara pemijahan Tempat pemijahan di isi air 25 cm, dan di lengkapi dengan eceng gondok atau tali rafia. Ikan jantan di lepas dulu. Baru ikan betina di lepas kemudian. Satu ikan betina mampu menghasilkan 200-500 butir telur. Bila pemijahan selesai, pisahkan induh betina. Sedangkan ikan jantan di biarkan merawat dan menjaga telur. Telur akan menetas setelah 36 jam, Larva akan menggantung pada sarang. 3-4 hari kemudian larva sudah bisa berenang. Induk jantan kemudian di pindahkan.

 

Pemeliharaan Larva

Secara bertahap, larva akan melepaskan diri dari sarang dan berenang bebas. Selama minggu pertama larva di beri makan infusoria sebagai makanan utamanya. Selanjutnya mulai awal minggu kedua, mulai di perkenalkan dengan pakan yang lebih besar   ukurannya yaitu rotivera, artemia, kutu air dan cacing sutra. Setelah 4 minggu, benih bisa di panen untuk pemeliharaan selanjutnya.

 

Pembenihan Ikan Mas

Pemilihan Induk

Ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah:

Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor.

Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor. Bentuk tubuh secara keseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.

Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih. Panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan, lensa mata tampak jernih.

Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam. Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang pangkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.

Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

Betina: Badan bagian perut besar, buncit dan lembek. Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat. Jika perut istriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Jantan: Badan tampak langsing. Gerakan lincah dan gesit. Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.

 

Pembenihan/Pemijahan

Luas kolam pemijahan 5 meter persegi dengan dasar kolam sedikit berlumpur.

Kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari. Kolam pemijahan juga merupakan kolam penetasan. Untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air. Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain. Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

Pemeliharaan Bibit/Pendederan Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas dan berumur 5-7 hari. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan yang sudah disiapkan. Kolam dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan.

Jumlah benih yang disebar mulanya=100-200 ekor/meter persegi. Setelah 1 bulan, ukuran benih menjadi 2-3 cm, lakukan penjarangan menjadi =50-75 ekor/meter persegi. Setelah 1 bulan, ukuran benih menjadi 3-5 cm lakukan penjarangan lagi menjadi =25-50 ekor/meter persegi. Setelah pemeliharaan 1 bulan, ukuran benih menjadi 5-8 cm, perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih. Lakukan Penjarangan menjadi =3-5 ekor/meter persegi. Setelah pemeliharaan 1 bulan, ukuran benih menjadi 8-12 cm sehingga perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih. Benih siap di besarkan sampai ukuran konsumsi.

 

Pembenihan Ikan Gurami

Pembenihan

Ikan gurami banyak dikembangkan oleh petani. Selain karena permintaan pasar cukup tinggi, ikan gurami mudah dipelihara dan harganya relatif stabil.

Ikan gurami pada dasarnya dapat memijah sepanjang tahun. Tapi produktifitasnya lebih tinggi pada musim kemarau. Kualitas air untuk pemijahan yang baik adalah bersuhu 25-30 oC dan pH-nya berkisar 6,5 – 8,0. Ketinggian air kolam 40 – 60 cm dengan laju pergantian air 10-15 % per hari.

Induk jantan mempunyai ciri berupa benjolan di kepala bagian atas. Selain itu, rahang bagian bawah lebih tebal dan tidak ada bintik hitam pada kelopak sirip dada. Sedangkan induk betina bentuk kepala bagian atasnya datar. Rahang bawahnya tipis dan ada bintik hitam pada kelopak sirip dada.

 

Pemijahan

Induk ditebar dengan kepadatan 1 ekor tiap 5 m2. Perbandingan jumlah jantan dan betina 1:3-4. Induk betina dapat memproduksi 1500 sampai dengan 2500 butir telur tiap kg berat induk. Sarang diletakkan 1-2 m dari tempat bahan sarang. Kedalaman sarang 10 -15 cm dari permukaan air. Sarang dipasang mendatar sejajar dengan permukaan air dan menghadap ke arah tempat bahan sarang. Bahan sarang berupa ijuk atau sabut kelapa. Tempat bahan sarang berupa anyaman kasar dari bambu atau bahan lain dan diletakkan di permukaan air. Pembuatan sarang dapat berlangsung selama 1 sampai dengan 2 minggu bergantung pada kondisi induk dan lingkungannya. Pemeriksaan sarang yang sudah berisi telur dilakukan dengan cara meraba dan menggoyang sarang secara perlahan. Dapat juga dengan menusuk sarang menggunakan lidi. Jika sarang sudah berisi, akan keluar minyak atau telur ke permukaan air. Jika sarang sudah dipastikan berisi, sarang diangkat. Telur lalu dipisahkan dari sarang dengan cara membukanya secara hati-hati. Telur yang baik akan berwarna kuning bening. Sedangkan telur yang jelek berwarna kuning keruh. Telur yang jelek harus dibuang karena tidak akan menetas.

 

Penetasan Telur

Telur ditebar dalam pasu atau ember hitam dengan kepadatan 4 sampai 5 butir tiap cm2. Ketinggian air dijaga 15– 20 cm dan suhu 29-30 oC. Tambahkan aerasi kecil untuk mempertahankan kandungan oksigen terlarut. Telur akan menetas setelah 36 – 48 jam.

 

Pemeliharaan Larva

Setelah telur menetas, larva dapat terus dipelihara di tempat penetasan. Setelah 6 hari dipindahkan ke akuarium dengan padat tebar 15 – 20 ekor/liter . Pakan mulai diberikan pada saat larva berumur 5 sampai dengan 6 hari. Pakan berupa cacing Tubifex, Artemia, Moina atau Daphnia. Penggantian air hanya sudah banyak kotoran dan sisa pakan.

 

Pendederan

Pendederan dapat dilakukan di dalam akuarium atau kolam. dalam akuarium, perlakuannya sama seperti halnya memelihara larva. Hanya saja perlu dilakukan penjarangan. Sedangkan jika pendederan dilakukan di dalam kolam, sebelumnya perlu dilakukan persiapan kolam. Persiapan tersebut meliputi pengolahan tanah dasar kolam, pengeringan, pengapuran, pemupukan, pengisian air dan pengkondisian air kolam.

 

tekhnik Aquaponik

 

Akuaponik merupakan salah satu cara mengurangi pencemaran air yang dihasilkan oleh

budidaya ikan dan juga menjadi salah satu alternatif mengurangi jumlah pemakaian air yang dipakai oleh sistem budidaya.

Teknologi akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam rangka

pemecahan keterbatasan air. Disamping itu teknologi akuaponik juga mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan.

Aquaponik yaitu memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan. Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan system re-sirkulasi. Sistem teknologi akuaponik ini muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit, akuaponik yang merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran. Beberapa hal berkaitan dengan pemeliharaan ikan agar baik dalam teknologi akuaponik adalah sebagai berikut:

 

Jenis Ikan : Padat Tebar

Ikan Mas : 10-200 ekor/m2

Ikan Nila : 100-150 ekor/m2

Ikan Gurame : 5-10 ekor/m2

Ikan Lele : 100-150 ekor/m2

Ikan Patin : 10-15 ekor/m2

 

Wadah Pemeliharaan

 

Wadah pemeliharaan ikan prinsipnya mempunyai pembuangan air yang dapat menyedot

kotoran ikan ataupun sisa pakan yang digunakan untuk dialirkan kedalam bak filter misalnya dengan menggunakan ember – ember plastik ukuran 10-20 l atau papan kayu yang dibentuk menjadi seperti bak saluran air yang dilapisi plastik. luasan ember sebagai filter yang digunakan adalah 25% dari permukaan wadah pemeliharaan ikan seperti pada gambar. Sehingga air yang kotor menjadi bersih kembali. Medianya terdiri dari : batu kerikil atau batu apung lebih dianjurkan untuk digunakan karena jika memakai tanah maka seringkali jalannya air lebih terhambat karena tanah-tanah halus juga ikut hanyut dan menyumbat lubang pengeluaran Sistem Resirkulasi

Secara ringkasnya dapat digambarkan sebagai berikut, air yang berasal dari wadah

pemeliharaan ikan dialirkan dengan menggunakan pompa air ke filter yang juga berfungsi sebagai tempat untuk menanam tanaman, kemudian air yang sudah difilter tersebut dialirkan kembali kedalam kolam ikan dialirkan secara terus menerus, sehingga amoniak yang berada di kolam akan tersaring sampai 80 % oleh tanaman tersebut..jenis tanaman yang sudah dicoba dan berhasil cukup baik adalah kangkung, tomat, sawi dan fetchin atau pokchai. Karena media filter tidak menggunakan tahah maka agar tanaman dapat tumbuh baik perlu disemaikan dulu sampai bibit berumur 1-1,5 bulan baru siap dipindahkan pada system akuaponik dengan jarak tanam :

 

Jenis Tanaman – Jarak Tanam

 

Kangkung – 10 cm

Cabai – 40 cm

Tomat – 40 cm

Terong sayur – 40 cm

 

Cara membuat akuaponik

Akuaponik merupakan sebuah alternatif menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu wadah. Proses dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikanya. Lalu tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan. Dengan siklus ini akan terjadi siklus saling menguntungkan dan bagi kita yang mengaplikasikanya tentu saja akan sangat menguntungkan sekali, karena lahan yang dipakai tidak akan terlalu luas.

 

Sistematika pembuatan akuaponik

 

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sistem budidaya ikan secara akuaponik ,

diantaranya adalah :

Bak beton, untuk wadah budidaya, ukurannya disesuaikan dengan luas area

yang mungkin digunakan, dalam sistem akuaponik ini digunakan bak

berukuran 2 x 3 m,

 Pipa, untuk jalur sirkulasi air, ukurannya disesuaikan dengan luas area yang

mungkin digunakan, dalam sistem akuaponik ini pipa yang digunakan

sebanyak 8 buah dengan panjangnya masing-masing 4 m,

 Selang ukurannya disesuaikan dengan banyaknya pot yang digunakan, dalam

sistem akuaponik ini mengunakan selang sepanjang 4 m.

 Pipa Keni sistem L, untuk sambungan antar pipa, digunakan sebanyak 16

buah,

 Dop, untuk menyambungkan pipa, dalam sistem akuaponik ini menggunakan

sebanyak 8 buah,

 Ember plastik atau pot, untuk wadah tanaman konsumsi, banyaknya

disesuaikan dengan ukuran bak dan keinginan, dalam sistem akuaponik ini

menggunakan 36 ember,

 Aerator, untuk sumber oksigen ikan,

 Pompa, untuk mensirkulasi air,

 Timer, untuk mengatur sirkulasi air oleh pompa,

 Benih ikan, sebagai objek budidaya, ikan yang digunakan beragam, dalam

sistem akuaponik ini menggunakan ikan mas dan ikan nila, kepadatannya

sendiri disesuaikan dengan ukuran bak, dalam sistem akuaponik ini dilakukan

penebaran sebanyak 200 ekor ikan nila dan ikan mas,

Bibit tanaman konsumsi, sebagai objek budidaya tanaman, jenisnya beragam,

namun dalam sistem akuaponik ini menggunakan tanaman kangkung,

 Arang, sebagai media hidup tanaman dan filter air, banyaknya disesuaikan

dengan jumlah tanaman yang ditanam, dalam sistem akuaponik ini sebanyak 2

karung ukuran 25 kg.

Langkah-langkah pembuatan sistem budidaya ikan secara akuaponik, diantaranya

adalah :

 

 Pembuatan bak beton dan tandon,

 Pemasangan pompa dan timer,

 pemasangan ember yang sebelumnya diisi arang dan bibit tanaman,

pemasangan dilakukan pada bagian atas tembok,

 Pemasangan pipa sirkulasi air, yang terdiri dari dua bagian :

  1. Pipa yang berada di atas tanaman, yang merupakan pipa yang

berisi air hisapan dari kolam yang akan dialirkan ke tanaman,

  1. Pipa di bawah tanaman, merupakan pipa berisi air dari tanaman

yang kemudian dialirkan ke tandon sebelum mengalir kembali

ke kolam,

 Pemasangan selang diantara tanaman dan pipa bawah

 Resirkulasi awal air kurang lebih selama seminggu,

 Penebaran ikan.

Ket :

  1. Kolam Ikan
  2. Pompa
  3. Pipa air keluar kolam
  4. Pot tanaman akuaponik
  5. Pipa air keluar dari pot
  6. Pipa air masuk ke reservoir
  7. Tandon
  8. Pipa air masuk kembali ke kolam

sumber : sayuranikan

 




Usulan Ranperda, Pansus II DPRD Inhil Sambangi Sejumlah Daerah di Indonesia

Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas
Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Panitia Khusus (Pansus) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang ada di Indonesia.

Studi banding yang dilakukan dalam 3 kelompok ini, dipimpin langsung oleh Ketua Pansus II DPRD Inhil, Herwanissitas dan didampingi aparatur di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait selaku pengusung Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Ketua Pansus II DPRD Inhil, Herwanissitas mengatakan, dalam upaya menyelesaikan tugas dan tanggung jawab Pansus II yang membahas 5 Ranperda, maka pihaknya telah melakukan berbagai langkah yang diperlukan, diantaranya pembedahan dan pembahasan draft Ranperda.

“Untuk lebih memperkaya pemahaman kita, diperlukan pengayaan seperti masukan dari berbagai pihak terkait,” tutur Herwanissitas saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Minggu (7/2/2016).

Oleh karena itu, lanjut pria yang akrab disapa Sitas ini, pihaknya bersama SKPD pengusung Ranperda melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) bersangkutan.

“Seperti Ranperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Bogor, Jawa Barat, serta Ranperda Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,” terang Sitas.

Kemudian, untuk Ranperda Retribusi Perpanjangan Kontrak Tenaga Kerja Asing, kata Sitas lagi, pihaknya melakukan studi banding ke Kota Batam. Sedangkan Ranperda Desa dan Kelurahan Siaga Aktif, belum bisa dilakukan studi banding, karena yang baru menerapkan Perda ini cuma di Minahasa, Sulawesi.

“Untuk Ranperda Baca Tulis Al-Qur’an, kita kembalikan ke pengusung agar diperbaiki dan dilengkapi draftnya, sebelum dibahas lebih lanjut nantinya,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, setelah selesai melakukan studi banding, pihanya akan masuk dalam pembahasan materi Ranperda, yang dimulai dari poin per poin, pasal per pasal dan bab per bab.

“Kita targetkan paling tidak pembahasannya selama satu minggu, sehingga pada tanggal 23 Februari mendatang sudah tuntas dan bisa dilaporkan di Paripurna,” imbuhnya. Adi/adv




Edarkan Narkoba, Oknum PNS Damkar Inhil Digiring Polisi

IMG_20160207_113404TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ar (35), warga jalan Pelita Riau Kecamatan Tembilahan terpaksa diamankan petugas karena terbukti terlibat tindak pidana narkoba. Penangkapan terhadap pria berstatus PNS di Damkar BPBD Kabupaten Inhil ini dilakukan di kediamannya, Sabtu (6/2/2016).

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Minggu (7/2/2016) menjelaskan, awal terungkapnya tindakan seorang PNS itu bermula ketika dilakukan penangkapan terhadap Ma alias Anggah (27) warga jalan Sungai Beringin Tembilahan sekitat pukul 14.00 WIB.

Kala itu, si Anggah ini kedapatan menyimpan daun ganja di dalam koper dan terisi secara penuh serta uang tunai sebesar Rp 378 ribu. Setelah dilakukan intrograsi, dua jam berikutnya petugas kepolisian langsung membekuk oknum PNS ini.

“Pelaku Angah ini mengakui kalau sejumlah daun ganja diperoleh dari oknum PNS itu. Maka petugas langsung bergerak ke kediamannya,” terang Warno.

Adapun barang bukti yang ditemukan di rumah oknum PNS adalah 1 embar plastik asoi warna hitam berisi 3 paket sedang ganja kering yang masing-masing dibungkus dengan kertas koran dan 1 dompet warna biru berisikan 13 paket kecil ganja kering yang dibungkus dengan koran.

Selain itu juga ditemuka barang bukti 1 linting ganja yang terletak dalam kotak rokok dan 1 bungkus kertas paper merk toreador serta 1 unit Handphone milik pelaku. Mirwan




Proxy War Makin Nyata dan Ancam Indonesia

SURABAYA – Indonesia tengah mewaspadai penyebaran Proxy War. Salah satu jenis peperangan ini masuk ke kategori perang yang mematikan. Proxy War diartikan sebagai peristiwa saling adu kekuatan di antara dua pihak yang bermusuhan, dengan menggunakan pihak ketiga. Pihak ketiga ini sering disebut dengan boneka. Pihak ketiga ini dijelaskan sebagai pihak yang tidak dikenal oleh siapapun, kecuali pihak yang mengendalikannya dari jarak tertentu.

“Proxy War saat ini berlatar belakang energi. Proxy War di Indonesia semakin nyata dengan adanya pergeseran konflik dunia, salah satunya,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam ceramahnya di depan para awak media cetak dan elektronik di atas KRI Makassar-590, yang sedang berlayar di Perairan Laut Jawa, Jumat (5/2).

Panglima TNI membawakan materi bertajuk “Memahami Ancaman, Menyadari Jati Diri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas” dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2016.

Menurut Panglima TNI, media massa sebagai sarana informasi dan pendidikan memiliki peran penting dan strategis. Wartawanlah yang menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.

“Saat ini sisa cadangan energi dunia sisa 45 tahun dan  itu akan habis jika kita semua tak berusaha menemukan penggantinya, karena konsumsi energi 2025 meningkat 45 persen,” tuturnya.

“Sekitar 70 persen konflik di dunia berlatar belakang energi. Peningkatan energi pada tahun 2007-2009 juga memicu kenaikan harga pangan dunia yang mencapai 75 persen. Disisi lain, hanya ada negara-negara yang dilintasi ekuator yang mampu bercocok tanam sepanjang tahun negara tersebut, seperti Amerika Latin, Afrika Tengah, dan Indonesia sendiri,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga memaparkan tentang jumlah penduduk dunia yang akan mencapai 12,3 milliar di tahun 2043. Menurutnya, jumlah tersebut 3 kali lipat melebihi daya tampung bumi. Jadi, di dunia ini hanya ada 2,5 miliar penduduk yang tinggal di garis ekuator, sementara untuk sisa penduduknya ada sejumlah 9,8 milliar yang berada di luar ekuator.

“Kondisi ini yang memicu terjadinya perang untuk mengambil alih energi negara-negara yang berada di garis ekuator, salah satunya Indonesia. Maka saat ini yang terjadi adalah perang masa kini dengan latar energi akan mengalami pergeseran menjadi perang pangan, air, dan energi,” papar Panglima TNI.

Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan, banyak cara dilakukan negara asing untuk menguasai kekayaan alam Indonesia. Saat ini sudah terasa yakni adanya Proxy War sudah mulai kita waspadai karena sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara dan berkeluarga.

“Caranya dengan menguasai media di Indonesia, dengan menciptakan adu domba TNI-Polri, rekayasa sosial, perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan narkoba sudah jauh-jauh hari dilakukan,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, maka semua komponen bangsa harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup, keahlian sesuai bidangnya, menempa diri dengan pengalaman yang nyata di lapangan. Dengan demikian akan terbentuk karakter individu bangsa Indonesia yang kuat dan berwawasan kebangsaan. Pada akhirnya, dengan kekuatan karakter individu yang kuat tersebut, bangsa Indonesia akan mampu melawan dan menghancurkan Proxy War di Indonesia.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, agar kita tidak menyerah terhadap semua ancaman, sebab kita memiliki modal geografi dengan potensi menjadi negara agraris yang berkelimpahan sumber daya alam. Sebagai negara maritim, kita memiliki sumber daya alam kelautan yang melimpah. Jika kedua potensi tersebut dikelola dan dikembangkan, maka akan menjadi daya tawar yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. “Di sisi lain, dengan modal demografi Pancasila dan kearifan lokal, bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan dan mampu melewati berbagai ancaman yang mengganggu jalannya pembangunan,” katanya. (JPNN)