“Telaga Musim” Kenangan Indah Warga Teluk Pinang Itu Kini Semakin Pudar

Kondisi terkini ruas Jalan Telaga Musim
Kondisi terkini ruas Jalan Telaga Musim

GAS, detikriau.org – Telaga Musim, begitulah nama jalan ini dikenal oleh masyarakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir.

Pemberian nama tersebut bukanlah sembarangan dan tanpa alasan. Namun, karena memang di jalan ini terdapat sebuah sumur yang menyerupai telaga dan digunakan oleh penduduk sekitar untuk melakukan ritual mandi pada Bulan Safar setiap tahunnya.

Sedangkan pemberian kata “Musim” yang mengiringi kata “Telaga”, sehingga menjadi “Telaga Musim” bukan pula asal-asalan. Sebab, masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang jalan ini banyak melakukan aktifitas musiman.

Seperti ketika musim berladang, banyak masyarakat setempat yang bercocok tanam padi di sawah milik mereka masing-masing atau hanya sekedar membantu orang lain dan mendapatkan bagian hasil untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari.

“Kalau dulu, selain musim berladang, disini juga ada musim bermain bola kaki (sepakbola,red) dan biasanya sangat ramai didatangi oleh para penonton,” cerita Ali Ramli, selaku orang yang mengusulkan nama jalan tersebut.

Foto sumur atau telaga di Jalan Telaga Musim yang kini sudah dipenuhi tumbuhan dan rumput di tengahnya
Foto sumur atau telaga di Jalan Telaga Musim yang kini sudah dipenuhi tumbuhan dan rumput di tengahnya

Lapangan sepak bola
Lapangan sepak bola kini juga sudah tampak sangat tidak terawat

Belum lagi saat musim permainan rakyat, seperti musim layang-layang, guli (kelereng, red), gasing, yeye dan lain-lain. Banyak masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa memainkannya.

“Apalagi kalau musim sekolah, disini akan ramai anak-anak yang berpakaian seragam lewat setiap harinya. Karena memang disini ada satu sekolah Madrasah, yakni Abbasiyah,” terang Ali, yang juga Ketua RT 06 RW 03, Parit 8, Kelurahan Teluk Pinang ini.

Namun kini, sejumlah keunikan dan kelebihan tersebut perlahan-lahan mulai pudar, seiring dengan berjalannya waktu yang semakin hari semakin jauh meninggalkan masa-masa itu.

Masa dimana masyarakat saling bekerjasama dan bahu membahu mengerjakan aktifitas rutin mereka, seperti berladang, yang memang merupakan profesi yang digeluti oleh sebagian besar masyarakat setempat.

Permasalahan ini timbul dikarenakan ketidakmampuan masyarakat terutama dari segi ekonomi, untuk mencari bibit padi yang akan ditanam di ladangnya.

Apalagi, sejak sekitar 3 tahun belakangan ini, bantuan bibit padi dari Pemerintah Daerah (Pemda) tidak lagi mereka dapatkan, sehingga makin menyulitkan masyarakat setempat yang ingin berladang.

“Kalau dulu, kita pernah mendapat bantuan bibit dari Pemerintah, tapi sekarang tak ada lagi. Sedangkan bibit yang disimpan masyarakat sudah habis, dikarenakan padi yang ditanam gagal panen. Dan untuk membeli bibit baru tak sanggup, karena harganya mahal. Itu mungkin yang menjadi kendala masyarakat tak lagi menanam padi,” tambah Ali.

Kondisi tersebut, diperparah lagi dengan matinya lapangan sepakbola kebanggaan masyarakat setempat sejak beberapa tahun terakhir ini.

Dari lapangan yang dulunya bersih dan ramai dikunjungi, baik oleh para pemain sepakbola maupun penonton hingga menjadi semak belukar yang dipenuhi rerumputan tinggi tak terjamah.

Selain itu, kondisi ruas jalan yang rusak parah juga membuat keberadaan jalan ini semakin sepi dan suram. Dimana, hampir di seluruh badan jalan terdapat lubang-lubang besar yang dipenuhi air dan lumpur saat hujan turun.

Pemandangan tersebut memang tidak bisa terelakkan lagi, karena mengingat sudah sekitar belasan tahun jalan ini tidak pernah lagi mendapatkan perhatian dari Pemkab Inhil melalui SKPD terkait.

“Jalan Telaga Musim ini sudah lama tak diperbaiki, ada sekitar belasan tahunlah. Jadi kalau sekarang rusak parah, ya wajar saja,” terang Ali.

Padahal, keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat. Disamping sebagai akses menuju ladang atau kebun masyarakat dan digunakan oleh para siswa yang ingin menuntut ilmu di sekolahnya, juga merupakan jalan penghubung satu-satunya ke Kampung Baru, Kelurahan Teluk Pinang.

“Kita kasihan juga melihat siswa yang kesulitan lewat jalan ini, begitu pula guru-guru yang ingin mengajar di sekolah yang ada di Kampung Baru sana,” kata Ali lagi.

Oleh karena itu, ia berharap agar kondisi tersebut dapat menjadi perhatian Pemkab Inhil ke depan. Apalagi, keberadaan jalan merupakan kebutuhan penting guna menunjang kelancaran aktifitas masyarakat setiap harinya.

“Saya terus berdo’a, semoga Teluk Pinang bisa semakin maju dan berkembang di kemudian hari, tidak semakin tertinggal atau bahkan ditinggalkan, dan khusus Jalan Telaga Musim, saya harapkan bisa kembali ramai dengan aktivitas musimannya seperti waktu dulu,” imbuhnya. Adi




Ketua DPRD Inhil Harapkan Program Kegiatan 2016 Segera Terlaksana

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam berharap agar kegiatan dan program pembangunan di tahun anggaran 2016 ini bisa segera terlaksana.

Langkah tersebut, dalam upaya memaksimalkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Inhil, sehingga tidak terulang lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Harapan kita, pembangunan bisa lebih cepat, dengan tetap mengutamakan kualitasnya,” tutur Dani saat berbincang dengan awak media di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dijelaskan Dani, yang terpenting dalam pelaksanaan kegiatan dan program pembangunan daerah tersebut adalah kehati-hatian, serta tetap sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Prinsipnya harus seperti itu, supaya aparatur tidak terkena dan terseret dalam persoalan hukum di kemudian hari,” tambahnya.

Selain itu, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, yang juga tidak kalah pentingnya adalah melakukan evaluasi secara rutin dan menyeluruh terhadap berbagai kegiatan dan program yang telah dilaksanakan di lapangan.

“Segala keberhasilan dan kekurangan di tahun lalu, hendaknya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pembangunan ke depan,” imbuhnya. Adi/adv




HM Wardan; Kalau Datanya Hanya Rekayasa, Tentu Tidak Akan Bisa Membuat Kebijakan yang Maksimal

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN, detikriau.org – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mencari dan mengumpulkan data-data yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini saat diwawancarai sejumlah awak media usai menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati, apabila tidak memiliki data yang valid dan benar, maka setiap SKPD akan kesulitan untuk menemukan berbagai kendala serta hambatan dalam membuat kebijakan yang tepat.

“Kalau datanya hanya merekayasa, tentu kita tidak akan bisa membuat kebijakan yang maksimal,” terang Bupati.

Oleh karena itu, Bupati Inhil yang dikenal agamis ini menekankan kepada seluruh SKPD akan pentingnya memiliki data yang akurat dan sesuai dengan fakta di lapangan.

“Dengan begitu, program dan kegiatan yang dilaksanakan ke depannya tidak terkesan asal jadi dan sembarangan saja,” imbuhnya. Adi/ Advetorial




Transaksi Daun Ganja, ABK Speedboat dan Pelajar SMP Digari Polisi

IMG_20160208_144352PELANGIRAN (detikriau.org) – Dua pria terpaksa diamankan petugas karena terbukti terlibat tindak pidana narkotika. Pembekukan dilakukan di pelabuhan pasar ikan Pelangiran, Minggu (7/2/2016) malam sekitar pukul 21.30 WIB pecan kemaren.

Tersangkanya adalah ABK Speedboat berinisial La Alias Udin (23) warga Kampung Baru Seberang Tembilahan dan seorang pelajar SMP berinisial Sa alias Ehen (16) warga jalan Sirajuddin Kelurahan Pelangiran Besar.

“Disaat petugas mendatangi TKP, kedua Tsk itu sedang melakukan transaksi daun ganja kering,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (8/2/2016).

Saat itu juga petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 2 paket sedang yang berisi daun ganja kering yang terbungkus dengan kertas, uang tunai sebesar Rp 40 ribu, kerta paper merk grand master daa 2 unit Handphone.

“Saat ini kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Pelangiran guna dilakukan proses lebih lanjut,” tutup Warno. Mirwan




Lima Tindakan Penyebab Doa Anda Ditolak Allah

Lima Tindakan Penyebab Doa Anda Ditolak AllahBerdoa merupakan salah satu upaya yang dilakukan Umat Islam ketika berharap sesuatu dari Allah SWT. Aktivitas spiritual yang satu ini memang ampuh memberikan harapan ketika manusia berusaha mendapatkan apa yang diinginkan.

Namun, manusia hanya mampu berusaha dan berdoa, sedangkan hasilnya tetap Allah SWT yang menentukan. Ada kalanya doa yang dimunajatkan begitu cepat dikabulkan, namun ada pula yang menunggu lama bahkan doa tersebut tidak kunjung terwuju

Ternyata, urusan doa tidak sebatas meminta, memanjatkan dengan khusuk dan kemudian berusaha. Namun ada tindakan kita yang menghalangi Allah mengabulkan permintaan hamba-hamba-Nya. Berikut ini sepuluh tindakan yang buat doa anda  ditolak Allah.

1. Melalaikan Hak-Hak Allah SWT
Sejatinya Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-hambaNya. Namun datangnya adalah pada saat yang tepat. Namun lain halnya jika doa ditolak, itu artinya apa yang kita munajatkan tidak akan pernah terwujud.

Tindakan pertama yang dapat membuat doa ditolak Allah adalah melalaikan hal-hak dari sang Pencipta tersebut. Meski mengaku tiada Tuhan selain Allah, namun mereka tidak melaksanakan apa yang menjadi hak Allah. Padahal, kewajiban kita yang menjadi hak Allah adalah menyembah-Nya. Namun mengaku Islam, manusia tetap saja menyekutukan Allah dengan mempercayai hal-hal lain selain Allah. Jelas ini tidak saja menjadi sebab tertolaknya sebuah doa, lebih dari itu ia termasuk perbuatan syirik.

“Janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

Dari Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Saya pernah membonceng Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam di atas himar, beliau berkata kepada saya, “Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-hambaNya dan apa hak hamba atas Allah?” Saya berkata, “Allah dan RosulNya lebih tahu.” Beliau bersabda, “Hak Allah atas hambaNya ialah agar mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun. Dan hak hamba atas Allah ialah tidak diadzab selama dia tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.”

2.  Sesuatu yang Haram
Pada era kini perkara halal dan haram mungkin tidak lagi menjadi hal yang vital. Segala cara dilakukan untuk memperbanyak pundi-pundi harta untuk menyenangkan dunia.  Mungkin saja, dengan hal haram yang dilakukan seseorang akan mendapatkan keberlimpahan harga.

Namun Allah SWT tidak akan mengabulkan doa hamba yang masih terjamah oleh hal-hal haram tersebut. Pasalnya Allah hanya menerima hal-hal baik, karena sejatinya Allah adalah maha baik.

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari sumber yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah mungkin akan dikabulkan doa orang seperti itu?.” (HR. Muslim).

3. Tidak Fokus dan Mudah Melupakan Doanya
Hal ketiga yang dapat membuat Allah menolak doa hamba-Nya adalah karena manusia tidak fokus, tergesa-gesa kemudian melupakan doa tersebut. Ketika menginginkan sesuatu hendaknya kita bersungguh-sungguh memunajatkannya. Allah SWT tentu akan bermurah hati memberi apa yang memang benar-benar kita inginkan.

Layaknya orangtua, mereka akan mengabulkan permintaan yang diinginkan anak jika mereka bersungguh-sungguh. Namun jika hanya sekedar permintaan seperti angin lalu saja, maka orang tua pun akan mudah mengabaikannya. Terlebih jika sambil menggerutu jika permintaan tersebut tidak kunjung dikabulkan.

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Do’a) salah seorang diantara kalian pasti akan dikabulkan selagi ia tidak terburu-buru, dengan mengatakan; ‘Aku telah berdoa, namun tidak kunjung dikabulkan.” (HR.Muttafaq ‘alaih).

4. Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Tindakan keempat yang membuat Allah menolak doa adalah meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Islam menempatkan manusia itu tidak saja dalam dimensi individu, akan tetapi juga dalam dimensi sosial sebagai anggota masyarakat. Manusia wajib menyuruh kepada kebaikan, mencegah dari kejahatan. Jika justru menjadi pendukung kejahatan, niscaya Allah akan benar-benar hampir mengirimkan siksaan dan menolak doa-doanya.

Dari Hudzaifah bin al-Yaman dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, benar-benar kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar atau Allah benar-benar hampir mengirimkan siksaan dari-Nya, lalu kalian berdoa dan tidak akan dikabulkan.” [HR at-Turmudziy: 2169 dan Ahmad: V/ 388, 391]

5. Melampaui Batas ketika Berdoa
Tindakan kelima yang dapat membuat doa tertolak adalah kesalahan dalam berdoa. Manusia sering melampaui batas ketika menginginkan sesuatu, sehingga mereka berdoa dengan cara-cara yang salah. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raaf: 55).

Kesalahan yang sering kita temui adalah manusia yang mengkhususkan suatu tempat sebagai lokasi yang dianggapnya mustajab untuk berdoa. Misalnya berdoa di pohon, goa, tepi laut dan sebagainya yang justru mengarah pada syirik. Mungkin apa yang kita inginkan bisa saja diterima dengan cara-cara ini. Namun ini tentu tidak berlangsung lama, mengingat dunia hanya persinggahan sementara, setelahnya ada azab pedih menanti dan tidak bisa terelakkan.

sumber, infoyunik




Aksi Nekad Bandar Narkoba, Hadang Polisi dengan Tombak dan Teriaki Maling

Tsk, IS
Tsk, IS

TEMBILAHAN, detikriau.org – IS (32), Tsk Bandar Narkoba bertindak nekat. Warga jalan Pekan Arba gang Rahmat Tembilahan ini dengan sebilah tombak menghadang petugas kepolisian yang hendak melakukan penggeledahan dirumah kediamannya, Minggu (7/2/2016) malam sekitar pukul 22.00 WIB

Meski mendapat perlawanan, petugas berhasil mengatasi situasi ini. Dirumah tsk, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 550 ribu, 2 paket kecil sabu-sabu, 2 buah gunting, 1 buah sendok dari pipet, 1 buah bong, 2 buah mancis gas, 1 buah jarum suntik, 1 buah kaca pembakar, 2 buah Handphone, 3 paket bungkusan plastik klep les merah, 3 lembar plastik putih bening, 1 unit Tv merk LG warna hitam yang berfungsi sebagai layar monitor cctv, 1 set kamera cctv beserta kabel dan 1 buah tombak.

Menurut informasi dari kepolisian, Tsk kerap melakukan transaksi barang terlarang di kediamannya secara tersembunyi.

“Tsk sempat menghalangi dan melawan petugas ketika hendak masuk ke kediamannya, ia telah mengetahui kedatangan petugas karena memantau dari CCTV,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (8/2/2016).

Bahkan lanjut Warno, Tsk itu sempat meneriaki petugas dengan ucapan maling. Namun semua upaya pengamanan berjalan lancar tanpa terkendala yang signifikan.

Saat ini, Tsk beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolres Inhil guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Mirwan