Awas, ATM Bersama Jadi Ladang Uang Hacker

Jakarta – Perbankan sejatinya adalah sektor yang paling rentan terhadap ancaman hacker. Data terbaru menyebut hacker mulai memanfaatkan jaringan ATM ‘bersama’ untuk menguras uang dari bank yang diincarnya. Bagaimana caranya?

Beberapa waktu lalu dunia perbankan dunia sempat dihebohkan oleh ancaman berbasis malware yang bernama Carbanak. Malware ini mampu memanipulasi sistem perbankan untuk meningkatkan saldo rekening milik nasabah tertentu secara sesaat.

Maksud sesaat adalah, saldo akan bertambah di periode waktu tertentu. Di saat itulah nasabah yang adalah hacker itu sendiri akan menguras uang dari Bank melalui ATM. Setelah saldo yang meningkat tadi diambil, saldo akan kembali ke nilai semula.

“Ilustrasinya begini, misalnya saldo anda sebenarnya hanya Rp 200 ribu. Namun di periode tertentu malware yang menginfeksi sistem perbankan akan meningkatkan saldo tersebut jadi Rp 1 juta. Kelebihan 800 ribu inilah yang diambil oleh hacker (yang menyamar sebagai nasabah),” kata Doni Koesmandarin, Territory Channel Manager Kasperksky Indonesia, di Plaza Indonesia, Jakarta.

Biasanya waktu yang dipilih hacker untuk melakukan penarikan tersebut dilakukan menjelang tengah malam hingga dini hari. Karena di waktu tersebut sistem perbankan sedang melakukan kalkulasi transaksi harian, yang mana merupakan saat-saat paling rentan bagi sistem bank.

Ancaman Lintas Bank

Tapi kata Doni, saat ini malware Carbanak sudah bisa ditangani. Meski begitu bukan berarti ancaman untuk sektor perbankan berakhir, karena malware penggantinya disebut sudah mulai bertebaran lagi. Dalam laporannya Kaspersky menyebutnya sebagai Metel dan GCMAN. Selain itu ada juga Carbanak 2.0 yang disebut-sebut sebagai penerus malware Carbanak sebelumnya.

Metel dan GCMAN, juga Carbanak 2.0 diklaim punya kemampuan yang jauh lebih baik. Kalau dulunya ancaman di perbankan hanya terfokus pada bank yang diincar, malware-malware baru tersebut bisa memanfaatkan jaringan lintas bank.

Seperti diketahui, hampir sebagian besar Bank di dunia sudah memanfaatkan kerjasama ATM ‘bersama’. Nasabah bisa mengambil uang dari ATM manapun asal punya kerjasama dengan bank tempatnya menabung. Namun kemudahan ini dipandang berbeda oleh hacker.

Malware Metel dan GCMAN, setelah berhasil menginfeksi sistem perbankan bisa melakukan hal yang sama dengan Carbanak, yakni meningkatkan saldo nasabah tertentu. Yang membuatnya lebih baik adalah, hacker bisa mengambil uang hasil manipulasinya lewat rekening Bank lain.

“Jadi hacker meningkatkan saldo di Bank A, tapi mengambilnya menggunakan kartu ATM dari Bank B. Kalau begini bukan Bank A yang dirugikan meski uangnya yang diambil, tapi Bank B. Karena Bank A akan meminta pertanggungjawaban dari Bank B,” jelas Doni.

Metel dan GCMAN pertama kali ditemukan di Rusia, namun terbuka peluang malware tersebut akan meluas jamahannya ke Amerika Serikat hingga Taiwan.

Menginfeksi Lewat Staf Bank yang ceroboh.

Sebenarnya bukan perkara mudah untuk Metel dan GCMAN menginfeksi sebuah Bank. Tahap awal yang dilakukan hacker adalah menyebar ribuan email spam yang berisi malware ke sejumlah staf bank. Sampai sini yang bisa dilakukan hacker adalah menunggu hingga ada staf bank yang cukup ceroboh untuk membuka salah satu email spam tersebut.

Menurut Doni, kemungkinan staf bank membuka email spam sangatlah kecil. Tapi setinggi apapun kewaspadaan staf-staf bank tersebut, terbuka peluang ada satu atau dua staf yang cukup ceroboh untuk membuka isi email spam karena penasaran.

“Kalau ada staf bank yang membuka email spam itu, malware akan langsung ter-download untuk kemudian menginfeksi sistem Bank. Selanjutnya malware tersebut akan dimanfaatkan oleh hacker untuk mencari celah guna melancarkan aksinya,” ujar Doni.

Beberapa malware yang terafiliasi dengan Metel, GCMAN, dan Carbanak 2.0 sudah berhasil dideteksi oleh Kaspersky. Tapi ini masih awalnya, karena ke depannya jumlah malware tersebut masih bisa bertambah.

Selain itu malware-malware tersebut juga sudah tak pandang platform alias bisa jalan di semua sistem operasi populer, yakni Windows, Mac OS, dan Linux.

Berikut daftar malware-malware Metel, GCMAN, dan Carbanak 2.0 yang sudah berhasil dideteksi.

– Trojan-Dropper. .Win32.Metel
– Backdoor.Win32.Metel
– Trojan-Banker. Win32.Metel
– Backdoor.Win32.GCMan
– Backdoor.Win64.GCMan
– Trojan-Downloader. Win32.GCMan
– Trojan-Downloader. Win32.Carbanak
– Backdoor.Win32.Carbanak

sumber: detik.com

 




Udara Bisa dikemas dan di Jual, Laris. Bagaimana Caranya?

detikriau.org – Meningkatnya polusi udara di seluruh dunia menimbulkan sebuah ide bisnis baru yang aneh, yaitu bertani udara. Industri yang tidak terduga ini melakukan pengemasan udara segar untuk dijual kepada konsumen.

Hal di atas terdengar aneh dan sia-sia, tetapi berjualan udara segar ternyata laris seperti menjual kacang goreng. Terbukti udara di dalam toples yang dijual laris di beberapa kota berpolusi udara seperti Beijing dan Shanghai. Bahkan orang-orang rela mengeluarkan kocek $ 160 atau sekitar dua juta rupiah untuk sebotol udara.

De Watts, seorang pemuda dari Inggris mengumpulkan udara dari lokasi seperti Yorkshire, Somerset dan Wales untuk dijual. Tiap botol udara memiliki karakter daerah yang dijelaskan pada kemasan botolnya.

Misalnya udara dari Welsh yang dideskripsikan dengan, “merasakan embun pagi”, kemudian udara dari Somerset berlabel, “udara tanpa noda”. De Wats telah menjual 180 botol udara sejak usahanya dimulai beberapa minggu yang lalu. Bahkan menurutnya sangat banyak permintaan hingga melebihi kemampuan pasokan.

Para “pecinta udara” kadang memiliki permintaan khusus untuk botol udara pesanannya. Terkadang De Watts harus mengambil udara dari sebuah puncak gunung, atau juga di bagian lembah. Beberapa orang ingin udara yang dikumpulkan saat cuaca dengan hembusan angin kencang, sedangkan ada juga yang ingin menghirup udara suatu daerah yang dikumpulkan saat malam hari.

Meski terkesan sederhana, ternyata cara para petani udara ini “membudidayakan” udara tidak sembarangan. Mereka menempatkan botol di jaring khusus, yang kemudian digunakan untuk “memanen” udara.

De Wats ternyata bukan orang yang pertamabertani udara dan menjualnya. Tahun lalu sebuah perusahaan start-up di Kanada menjual udara pada kantung plastik untuk lelucon di toko online. Tanpa disadari ide leluconnya ternyata memiliki peminat serius ketika sekantung udara itu dijual seharga $ 213. Perusahaan ini kemudian mulai mengemas udara dari Pegunungan Rocky dan menjualnya di Cina untuk 100 Yuan, harga yang berkali lipat lebih mahal dari sebotol air.

Menurut De Watts, menghirup sebotol udara segar sangat berguna untuk memulihkan kondisi tubuh setelah begadang, meningkatkan konsentrasi di sekolah atau bekerja, atau saat berolahraga.”Ketika anda membukanya, anda akan merasa dalam sebuah pemulihan” ujar De Watts.

sumber: mediatani

 




Wakil Ketua DPRD Inhil Hadiri Musrenbang Kecamatan GAS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), DR Ferryandi menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Rabu (10/2/2016).

Kegiatan yang dipusatkan di Panggung Teratak Sepakat, Kelurahan Teluk Pinang ini diikuti 9 desa dan 3 kelurahan, serta dihadiri semua unsur pimpinan kecamatan, tokoh masyarakat dan pemuda di Kecamatan GAS.
Pada kesempatan itu, Ferryandi berharap agar semua Kepala Desa dan Lurah yang ada di Kecamatan GAS, untuk dapat meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan dana pembangunan.
Apalagi jika mengungat, dana yang mengalir ke setiap desa saat ini sangat besar. Oleh karena itu, seluuh aparatur desa harus pro aktif dalam meningkatkan wawasan dan penetahuannya terutama yang berkaitan langung dengan penggunaan dan pelaporan dana tersebut.
“Aparatur desa dan masyarakat harus saling mendukung dalam merealisasikannya, yang dimulai dari proses perencanaan, seperti ketika Musrenbang ini,” tutur Ferryandi.
Sementara itu, Camat GAS, Abdul Rasyid berharap agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkungan Pemkab Inhil bisa mengakomodir hasil Musrenbang setiap desa dan kecamatan, sehingga tidak timbul lagi kekecewaan, baik oleh aparatur desa maupun masyarakat.
“Semua desa telah melakukan Musrenbang, jadi ke depannya kita semua berharap pemerintahan yang lebih tinggi bisa mengakomodirnya,” kata Rasyid./Adi



Madrasah Nurul Jihat Sapta Marga Kerap Disantroni Pencuri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tiga jenjang Madrasah di Yayasan Nurul Jihat jalan Sapta Marga Tembilahan Hulu menjadi bulan-bulanan pelaku pencurian. Bagaimana tidak, lembaga pendidikan Islam itu sudah beberapa kali kehilangan barang-barang berharga.

Ridwan, salah seorang guru setempat mengaku resah terhadap peristiwa kehilangan barang yang selalu menimpa Madrasah tersebut. Mulai dari barang termurah hingga perangkat-perangkat Komputer.

“Sudah beberapa kali di sini dimasuki maling. Malam tadi saja (9/2), di kantor TU MI Nurul Jihat kehilahangan monitor komputer, hardisk eksternal dan satu unit Laptop,” katanya kepada detikriau.org, Rabu (10/2/2016).

Sebelumnya lanjut Ridwan, di kantor MTs dan MA Nurul Jihat juga telah jadi sasaran pencuri. Barang yang hilang berupa Proyektor dan beberapa barang berharga lainnya.

Sementara itu, TU MI Nurul Jihat, Zikrillah selaku saksi pertama insiden pencurian di ruang kantor TU MI menjelaskan, tadi malam ia datang ke TKP guna mengerjakan kerja lembur. Namun dilihatnya, gembok pintu kantor telah terbuka.

Merasa curiga, ia pun mengecek ke dalam ruangan dan ternyata sejumlah barang berharga telah raib dibawa kabur. “Termasuklah Laptop milik pribadi saya juga hilang,” papar Zikri. Mirwan




Wisata Pantai Solop, Dinas Pariwisata Hanya Memfasilitasi Artis Lokal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memeriahkan wisata pantai solop tidak sampai mengundang artis ibu kota.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Disporabudpar Kabupaten Inhil Junaidi melalui Kabid Pariwisata Kartini kepada detikriau.org di ruang kerjanya, Rabu (10/2/2016).

“Hiburan yang memeriahkan wisata pantai solop dan hutan mangrove nantinya hanya penyanyi lokal saja dalam bentuk orgen tunggal, tidak ada kami mengundang artis,” katanya.

Perlu diketahui, Pemkab Inhil berencana menggelar kegiatan wisata pantai solop serta wisata mangrove di desa pulau cawan Kecamatan Mandah disetiap akhir pekan pada hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan tersebut akan berkelanjutan yang dimulai pada tanggal 13-14 Februari mendatang.

Terkait hal ini, beredar pemberitaan yang menyatakan kalau artis ibu kota, Andrigo alias Igo akan manggung di pulau tersebut.

Sebenarnya kata Kartini, beberapa waktu terakhir memang ada tawaran dari pihak artis untuk menampilkan Igo pada pembukaan promosi wisata pantai, namun sampai saat ini tawaran tersebut belum diindahkan.

Jikapun manggung kanjutnya, berarti hanya pihak swasta yang memfasilitasi dan diluar tanggup jawab pemerintah.

“Kita tidak menerima tawaran itu karena ada beberapa faktor yang menjadi hambatan, salah satunya pendanaan,” imbuhnya. Mirwan




Wardan: Pembatalan Rencana Pemekaran Inhil Hanya Sebatas Isu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyatakan bahwa rencana pemekaran daerah otonomi baru di Kabupaten Inhil ini belum dibatalkan.

Alasannya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini mengaku belum menerima pernyataan resmi dari pemerintah pusat. Bahkan menurutnya, sampai detik ini tidak ditemukan persoalan daerah sebagai penghalang rencana pemekaran daerah otonomi baru.

“Isu pembatalan itu hanya sebatas pemberitaan saja, belum ada surat yang masuk ke Pemkab Inhil,” ungkapnya kepada sejumlah awak media di TPA Sungai Beringin, kemarin.

Menurutnya lagi, meski kebijakan batal-tidaknya ada di pemerintah pusat namun tetap meninjau segala kelengkapan berkas dan segala hal pendukung proses pemekaran lainnya. Dan itu katanya tidak diragukan lagi untuk wilayah Inhil.

Dengan begitu, ia sangat yakin kalau daerah Inhil ini tetap diproses untuk mekar. “Jika alasan pusat membatalkan pemekaran karena keterbatasan anggaran maka kita akan jumpai langsung ke sana,” pungkasnya. Mirwan/adv