Semua yang Hidup Pasti Akan Mati. Kapan Waktu Itu Akan Tiba? dan Apa Tandanya?

Detikriau.org – Semua yang hidup pasti akan mati. Seperti apa proses kematian yang nantinya akan dialami oleh setiap makhluk hidup? Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian itu sendiri bisa disebabkan sakit, kecelakaan atau sebab lainnya.

Dikutip dari laman berdzikrul-maut.blogspot.co.id, beberapa proses terjadi menjelang sakaratal maut. Proses sekarat mulai terjadi ketika tubuh tidak bisa mendapatkan asupan oksigen yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Sel yang berbeda akan memiliki kecepatan kematian yang berbeda pula, sehingga panjangnya proses seseorang sekarat tergantung pada sel-sel yang kekurangan oksigen ini.

Sedangkan otak memerlukan oksigen dalam jumlah yang besar dan hanya memiliki sedikit oksigen cadangan. Sehingga jika asupan oksigen berkurang maka akan mengakibatkan kematian sel dalam waktu 3-7 menit saja.

Beberapa tanda yang ditunjukkan oleh orang yang sekarat adalah lebih banyak tidur, hal ini untuk menghemat energi yang tinggal tersisa sedikit di tubuh.

Ketika energi tersebut hilang, maka seseorang akan kehilangan nafsu untuk makan ataupun minum.

Proses menelan pun menjadi sulit dan mulut akan sangat kering, sehingga memaksa orang yang sekarat untuk minum akan membuatnya tersedak.

Selain itu orang yang sekarat akan kehilangan kontrol pada kandung kemih dan ususnya, sehingga seringkali terlihat mengompol.

Orang akan merasa bingung, gelisah dan tidak tenang karena tidak dapat bernapas dengan teratur.

Ketika sel-sel di dalam tubuh mulai kehilangan sambungan, maka akan mengalami kejang otot.

Kematian akan semakin mendekat jika kaki dan tangan terasa dingin dan mulai sedikit membiru akibat terhentinya aliran darah ke daerah tersebut. Tapi lama-kelamaan akan semakin menyebar ke bagian tubuh atas seperti lengan, bibir dan kuku.

Selain itu orang menjadi tidak responsif, meskipun matanya terbuka tapi memiliki tatapan mata kosong atau tidak melihat sekelilingnya.

Setelah itu pernapasan akan terhenti sama sekali dan diikuti oleh berhentinya kerja jantung, maka secara klinis orang tersebut sudah mati karena tidak ada sirkulasi dan cadangan oksigen untuk bisa mencapai sel-sel di tubuh.

Namun kematian klinis bisa dikembalikan melalui proses CPR (napas bantuan), transfusi atau ventilator. Tapi jika 4-6 menit setelah kematian klinis tidak ada perubahan, maka itu artinya jantung sudah tidak bisa bekerja lagi. Karena jantung sudah tidak bekerja, maka secara otomatis aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh dan otak juga akan terhenti.

Akibat tidak adanya asupan oksigen dan darah ke otak, maka dalam hitungan beberapa detik otak juga akan mati dan disitulah akhir dari perjalanan hidup seorang manusia.

Seseorang yang akan meninggal mempunyai beberapa tanda-tanda yang dirasakan oleh dirinya sendiri dan yang dapat dirasakan oleh orang di sekitarnya.

100 Hari Seseorang Sebelum Meninggal

Pada masa ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi tanda-tanda akan kembalinya seseorang pertama kali. Tanda ini lazimnya terjadi selepas waktu Ashar (sama seperti Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaiyhi Wassalaam mendapatkan wahyu terakhir ketika 81 hari sebelum beliau wafat). Beberapa orang dapat merasakannya dan (sebagian dari padanya) tidak merasakan dan menyadari tanda-tanda ini secara langsung.

Tanda-tandanya adalah dari ujung rambut ke ujung kaki akan mengalami getaran seperti menggigil.

60 Hari Sebelum Meninggal

Pada masa ini, seseorang yang akan meninggal akan merasakan gerakan pada pusar. Pada masa ini, seseorang yang mengetahuinya akan cenderung tawar-menawar, berpikir bahwa kematian dapat diundur, panik yang teramat sangat dan depresi berlebihan.

40 Hari Sebelum Meninggal

Tanda ini juga akan terjadi pada waktu Ashar, di mana pusar terasa berdenyut-denyut. Pada saat itu daun yang bertuliskan nama kita di pohon akan gugur dan Malaikat Maut akan membawa daun itu. Di masa ini, Malaikat maut selalu mengikuti kita dan bersiap menemani kita sampai tiba 40 hari kemudian saat ia harus memulakan tugasnya untuk memulainya hidup seorang manusia di Alam Kubur.

7 Hari Sebelum Meninggal

Adapun tanda yang lebih signifikan terjadi pada hari ketujuh sebelum seseorang akan meninggal, (yaitu) beberapa orang yang dianugerahi sakit akan bertambah parah sakitnya.

Massa ototnya (dagingnya) berkurang drastis, semakin terlihatnya tulang dan pembuluh-pembuluh darahnya. Di masa ini, seseorang akan merasakan lapar (mengidam), namun dia tidak ingin makan dan seolah berpikiran bahwa dia sudah tidak lagi membutuhkan (dan tidak menginginkan) makanan lagi. Merasakan bahwa kenikmatan dunia sudah tidak terasa nikmat lagi.

5 Hari Sebelum Meninggal

Seseorang yang lima hari lagi akan menemui ajalnya, dia akan merasakan anak lidahnya bergerak-gerak. Kondisi psikologis seseorang akan merasa tenang

3 Hari Akan Meninggal

Pada saat ini akan terasa denyutan pada dahi tengah (yaitu di antara kanan dan kiri dahi). Jika tanda ini dirasakan, maka dianjurkan berpuasa untuk membersihkan najis dan kotoran yang telah masuk ke dalam perut kita. Pada masa ini, bagian hitam dari mata sudah tidak bersinar kembali. Bagi orang yang sakit, daun telinganya bagian ujungnya akan layu dan bagian hidungnya perlahan akan jatuh. Telapak kakinya yang telunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

2 Hari Sebelum Meninggal

Pada masa ini seluruh bagian dahi akan terasa bergerak-gerak. Saat itu adalah saat di mana seseorang telah mulai merasakan suatu kesiapan untuk menghadap Sang Khalik

1 Hari Sebelum Meninggal

Sehari (pada waktu selepas Ashar) sebelum meninggal seseorang akan merasa ada denyutan di bagian belakang kepala (yaitu ubun-ubun). Hal ini menandakan bahwa seseorang telah merasakan bahwa ia tidak akan merasakan dan menemui waktu Ashar kembali. Di mana waktu Ashar yang selama ini selalu memberikan tanda-tanda akan datangnya ajal baginya.

Akhir Menjelang Maut

Ketika waktu hidupnya tinggal dihitung oleh detikan waktu, seseorang akan merasakan rasa sejuk di bagian pusar, lalu turun ke bagian pinggang dan naik ke bagian Halkum (tenggorokkan). Ketika merasakan ini, hendaklah membaca Syahadat dan berdiam diri menanti kedatangan Malaikat Maut yang menjemput kita untuk menghadap kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang mana Dia telah menghidupkan kita dan yang mematikan kita pula.

Di saat sebelum meninggal, seseorang akan merasa kesepian yang teramat sangat, merasakan di sekitarnya sangat hitam dan suram, merasakan sakit yang teramat sangat dan ingin menangis untuk yang terakhir kalinya di dunia. Di saat sebelum meninggal, akan muncul seperti Flashback (atau kilasan balik) tentang masa-masa hidupnya saat dia dilahirkan di dunia oleh ibunya, saat ia menikmati bahagianya masa kecil bersama kedua orang tuanya, saat bermain-main dengan saudaranya dan teman sepermainannya sewaktu kanak-kanak, saat ia merasakan bahagianya masa sekolah bersama teman-temannya, saat ia menyayangi istri (atau suami) dan keluarga barunya, saat ia merasakan masa senjanya bersama orang terdekat yang masih ada, saat merasakan sakit dan saat hari-hari kemarin.

Ia merasakan bahwa hidup ini cepat sekali ia lalui dan tidak terasa akan tibalah akhir masa baktinya ia di dunia untuk menjalankan perintah Allah.

 

 

 




Zulaikhah Wardan Hadiri Konferensi Wilayah VI Muslimat NU Riau di Pekanbaru

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Muslimat NU Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan menghadiri konferensi wilayah VI Muslimat NU Riau di Gedung Daerah Pekanbaru, Sabtu (13/2/2016) .

Konferensi itu dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pengurus Pusat Muslimat (PPM) NU sekaligus menjabat sebagai Menteri Sosial RI Hj Khofifah Indar Prawansa yang dihadiri oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beserta istri, Ketua NU Provinsi Riau Tarmizi Tohor, Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat (PWM) Riau Hj Dinawati, Unsur Forkopimda, Ketua dan para pngurus Muslimat NU Cabang Kabupaten Se-Provinsi Riau.

Saat itu, kehadiran Zulaikhah didampingi Pengurus Cabang Kabupaten Inhil yang bertemakan Tingkatkan Peran Perempuan Riau yang Berkualitas Menuju Masyarakat Damai Sejahtera dan Religius.

Ketua Umum PPM NU dalam sambutannya mengatakan, PPM NU terus mendorong perempuan-perempua NU terus menambah ilmu pengetahuan, ini sangat bermanfaat untuk mendidik anak-anak kita di rumah.

“Kita ingin tahun 2021 nanti Perempuan NU itu menjadi Perempuah Indonesia sejahtera dan religius,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubri menyebutkan bahwa untuk membangun Provinsi Riau bukan saja menjadi tugas Pemerintah daerah dan aggota Dewan namun butuh dukungan dari semua pihak, termasuk PWM.

Dalam konferensi tersebut juga ditampilkan kerjinan tangan khas Kabupaten se Provinsi Riau. Salah satunya dari inhil yang menampilkan kerajinan tangan khas Inhil. Mirwan/Adv




Tanpa Persetujuan ASN, Belasan Pejabat Inhil Dilantik Ulang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Belasan pejabat esselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dilantik ulang karena pelantikan sebelumnya belum mendapat persetujuan dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelantikan ini dilakukan oleh Sekdakab Inhil H Said Syarifuddin di aula Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil jalan SKB Tembilahan, Jum’at (12/2/2016) malam.

“Pelantikan sebelumnya batal karena belum mendapat persetujuan ASN. Namun sekarang kita telah mendapat persetujuan dan pelantikan sah dilakukan,” ungkap Sekda.

Sekedar mengingatkan, belum lama ini sempat dilakukan pelantikan terhadap 18 pejabat esselon di Pemkab Inhil. Namun kali ini, jumlah pelantikan bertambah menjadi 19 pejabat yakni Fahrolrozy dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Inhil bidang pemerintahan.

Selain itu, ada dua pejabat ditukar jabatannya yakni Tantawi Jauhari dan Wiryadi.

Dimana, sebelumnya Tantawi Jauhari menjabat sebagai Kadishubkominfo dilantik sebagai Kadis Perkebunan. Sedangkan Wiryadi sebelumnya menjabat sebagai Kadis Perkebunan dilantik sebagai Kadishubkominfo. Mirwan




Wabup Inhil Hadiri Rakornas Sinkronisasi Data Kemiskinan Wilayah Barat di Jakarta

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sinkronisasi data kemiskinan wilayah barat di Hotel Sultan and Residence Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2016) kemarin.

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Ketua Komisi VIII DPR RI, Wakil Bupati/Walikota dan Ketua Tim Koordinasi Penanngulangan Kemisikinan (TKPK) wilayah barat yang dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 8 sampai 12 Februari 2016.

Wabup ini didampingi Ketua TKPK Kabupaten Inhil dan Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Inhil Saiful Kelana.

Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam rakor ini yakni terbangunnya dukungan dan komiten bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menunjang keberhasilan Program Perlindungan Sosial.

Adapun tema yang di angkat pada Rakoornas ini yaitu Sinkronisasi Data Kemiskinan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka Perluasan Kepesertaan Program Keluarga Harapan . kegiatan tersebut di hadiri sebanyak 689 peserta dari 189 Kabupaten dari 12 Provinsi wilayah Barat yang teridiri Ketua TKPK, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris Daerah, Wakil Bupati dan Wakil Walikota.

Mentri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa saat membuka Rakoornas mengatakan, dilaksanakannya Rakor tersebut untuk membangun komitmen bersama bahwa referensi data yang dilakukan dari berbagai program penanganan fakir miskin baik dari Kementrian, Lembaga, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta leading sektor untuk mengakhiri perbedaan data kemiskinan tersebut.

Ditambahkan, Rakornas itu tidak ada lagi perbedaan data Kemiskinan antara Pusat dan Daerah.

Usai melaksanakan Rakoor, Kamis malam (11/2/2016) di lanjutkan dengan penutupan rakoornas yang tutup Dirjen Kementrian Sosial RI Bidang perlindungan dan jaminan sosial Dr.Ir.Raden Hari Hikmat yang di rangkai dengan penandatanganan berita cara kesepatakan Data kemiskinan Antara Kementrian Sosial RI dengan Pejabat yang mewakili Kabupaten Kota wilayah Barat.  (Mirwan/Adv)




DPRD Inhil Upayakan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Moderen di TPA

Iwan Taruna
Iwan Taruna

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) upayakan pengolahan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) berbasis teknologi modern.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna terkait pengolahan sampah di TPA dan rencana pendirian Bank Sampah.

Dikatakan Iwan, sebelumnya sudah pernah dilakukan pembahasan mengenai pendirian Bank Sampah. Dimana, dalam tahap pendiriannya perlu dibuat prototype (percontohan tipe tunggal) terlebih dahulu.

“Waktu itu, rencananya akan didirikan di daerah “Kampung Jawa”. Namun sebelum masuk ke tahap pelaksanaan dan pengembangan, diperlukan sebuah prototype,” tutur Iwan kepada awak media di Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan Iwan, pihaknya telah berkonsultasi dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat terkait pengolahan sampah di TPA, sehingga nantinya bisa dioperasikan dengan menggunakan teknologi yang modern.

“Kita masih mengalami keraguan dalam realisasi pengelolaan Bank Sampah ini, dikarenakan asumsi kerumitan teknis dalam pelaksanaan nantinya di lapangan,” terangnya.

Sedangkan untuk kendala penerapan teknologi modern dalam pengolahan sampah di TPA, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, lebih disebabkan oleh anggaran dana yang dikeluarkan akan sangat besar.

“Kendati demikian, diharapkan mudah-mudahan semua ini dapat direalisasikan. Kami akan terus berkoordinasi dalam upaya merealisasikannya,” imbuhnya. Adi/Adv




Pamit Menangkap Ikan, Pulang Dalam Kondisi Sudah Menjadi Tengkorak

KATEMAN (detikriau.org) – Yanto (18), warga Suak Patut Kelurahan Amal Bhakti Kecamatan Kateman ditemukan mengapung dalam kondisi sudah menjadi tengkorak di perairan Sungai Guntung, tepatnya perairan depan pelabuhan bongkar muat kelapa jalan Gadjah Mada ujung kelurahan Tagaraja, Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 02.00 WIB.

Mayat pria yang berprofesi sebagai nelayan itu pertama kali ditemukan oleh ABK Kapal Bakri (20), saat itu Bakri sedang memandu Kapten Kapalnya untuk menambatkan Kapal di dermaga tersebut, saat itulah ia menyaksikan ada sesosok mayat di perairan dengan kondisi tertelungkup.

Kala itu juga ia bersama teman kerjanya memeriksa dengan jelas dan tampak kondisi mayat telah membusuk serta beberapa bagian tubuh korban sudah tidak utuh lagi akibat gigitan hewan laut.

“Selanjutnya jenazah dibawa ke UGD RSUD Raja Musa untuk dilakukan pemeriksaan atau VER terhadap korban. Alhasil, tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, meskipun wajah, perut dan kaki sudah tidak utuh lagi,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Jum’at (12/2/2016).

Hasil interogasi dari keluarga korban lanjut Warno, korban minta izin kepada pihak keluarga turun dari rumah beberapa waktu lalu untuk pergi mencari ikan, namun korban tidak pulang hingga akhirnya korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Disamping itu, meski tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun sampai saat ini penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan Polsek Kateman. (Mirwan)