Hindari Gagal Panen, Petani disarankan Lakukan Tindakan Preventif

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil, RM Sudinoto
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil, RM Sudinoto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen pada tanaman padi, para petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) disarankan agar menggunakan tindakan preventif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil, Kuswari melalui Sekretaris, RM Sudinoto saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan Sudinoto, tindakan preventif ini penting dilakukan, dalam upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti gagal panen di Kecamatan Kempas dan Enok.

“Kalau sudah ada tanda-tanda tanaman padi akan diserang hama, maka harus segera dikendalikan dengan pemberian pestisida dan lain sebagainya,” tutur Sudinoto.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya dan harus menjadi perhatian para petani, adalah penggunaan varitas yang tahan terhadap serangan hama, seperti hama wereng yang paling banyak menyerang tanaman padi.

“Kemudian, lakukan juga sistem pemupukan yang sesuai dengan anjuran, sehingga tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan beras yang berkualitas,” imbuhnya. Adi




Pemkab Inhil Targetkan Sistem Resi Gudang Sudah Berjalan Pada Tahun 2017

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menargetkan rencana pelaksanaan sistem resi gudang sudah berjalan pada tahun 2017 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil Edwan Shasby yang didampingi Sekretaris Tim Sosialisasi resi gudang Azwar dan Kabid Perdagangan Raja Teruna pada konferensi pers di aula kantor Disperindag jalan Veteran Tembilahan, Selasa (16/2/2016).

“Kita targetkan pada tahun 2017 mendatang sistem resi gudang ini sudah berjalan sesuai harapan. Sebab sampai saat ini kami belum mendapatkan kendala yang signifikan dan mohon dukungannya hingga sukses,” katanya.

Ia memaparkan, dasar utama menerapkan sistem tersebut karena wilayah Inhil terbilang sangat luas perkebunan perkelapaan dan pemerintah bertanggung jawab untuk mensejahterakan para petani, salah satu upayanya adalah penerapan sistem resi gudang.

Selain itu, berdasarkan hasil tinjauan dan kajian dari konsultan beberapa waktu lalu di Negeri Sri Gemilang ini menyatakan bahwa Kabupaten Inhil layak diterapkannya sistem tersebut. Bahkan menurutnya, pernyataan dari kementerian saja siap memberikan izin resmi menerapkan sistem itu di wilayah Inhil.

“Hanya saja kapan SK dikeluarkan yang kita belum tahu, namun yang jelas dalam waktu dekat SK itu akan dikeluarkan secara resmi oleh kementerian,” yakinkannya.

Setelah SK resmi keluar lanjutanya, maka Pemkab Inhil langsung membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait sistem resi gudang. Tujuannya, semua pihak terkait akan melaksanakan kerjaan sesuai aturan dan pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat Inhil. Mirwan/adv




Wakil Ketua DPRD Inhil Hadiri Musrenbang di Kecamatan Batang Tuaka

imageTEMBILAHAN, detikriau.org – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Ferryandi menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batang Tuaka dan Gaung, Senin (15/2/2016).

Musrenbang kecamatan yang diikuti aparatur desa dan kelurahan tersebut, juga dihadiri semua unsur pimpinan kecamatan, tokoh masyarakat dan pemuda serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil.

Pada kesempatan itu, Ferryandi kembali mengingatkan dan mengharapkan agar semua Kepala Desa dan Lurah yang ada untuk dapat meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan dana pembangunan.

“Saat ini, dana yang mengalir ke desa sangat besar. Jadi, diharapkan semua aparatur desa pro aktif dalam meningkatkan wawasannya, terutama yang berkaitan dengan penggunaan dana tersebut, sehingga tidak tersangkut persoalan hukum di kemudian hari,” tutur Ferryandi.

Selain itu, lanjut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, aparatur desa dan masyarakat juga harus saling mendukung dalam merealisasikannya, yang dimulai dari proses perencanaan seperti Musrenbang hingga terwujud program dan kegiatab, yang hasilnya dapat langsung dirasakan oleh bagi masyarakat luas.

“Mari sama-sama kita bangun dan majukan kampung kita ini,” ajaknya.

Sementara itu, Camat Gaung, Suryawirawan berharap agar semua satuan kerja yang ada di lingkungan Pemkab Inhil bisa mengakomodir hasil Musrenbang desa dan kecamatan, sehingga tidak timbul lagi kekecewaan dan pesimistis dari aparatur desa.

“Semua desa telah melakukan Musrenbang, ke depannya kita semua berharap pemerintahan yang lebih tinggi bisa mengakomodirnya,” kata Suryawirawan.

Senada dengan itu, Camat Batang Tuaka, Umar Hamdi juga mengungkapkan kekecewaannya atas sedikitnya partisipasi perwakilan satuan kerja dalam mendampingi desa ketika melaksanakan Musrenbang desa.

“Kami sangat menyayangkan adanya Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dan perwakilan satuan kerja yang tidak mendampingi desa dalam Musrenbang, padahal usulan pembangunan dari desalah yang harus mulai didengar dan mereka catat,” imbuhnya. Adi




Jelang Akhir Masa Jabatan, Penjabat Bupati Inhu Gelar Doa Bersama

Rengat, detikriau.org – Jelang akhir masa tugasnya selaku Penjabat Bupati  Indragiri Hulu (Inhu), H Kasiarudin menggelar acara Doa Selamat Akhir Masa Tugas yang dilaksanakan secara sederhana di Kediaman Dinas Bupati Jalan Ahmad Yani Rengat, Senin (15/2/2016) malam.

Hadir dalam kegiatan itu, Kajari Rengat Teuku Rahman, Kasdim 0302 Inhu Mayor Kav Sukri Hendri, Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo, SIK, Sekda Inhu H Agus Rianto serta para pejabat di lingkungan pemkab Inhu dan para camat, tokoh masyarakat serta beberapa warga masyarakat. Jalannya pelaksanaan doa itu sendiri dipandu oleh Kepala Kemenag Inhu H Abdul Kadir.

H Kasiarudin mengungkapkan bahwa selain merupakan perwujudan rasa syukur atas kelancaran dalam menjalankan tugas yang terhitung hingga pada (17/2) selama 6 bulan 14 hari, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi ia untuk berpamitan dan kembali menjalankan tugas sebelumnya di lingkungan Pemerintah Propinsi Riau.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak baik pemerintah maupun unsur FKPD serta seluruh masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan serta kerjasamanya. Dengan tugas sebagai penjabat bupati yang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan roda pemerintahan serta penyelenggaraan pilkada Inhu yang aman dan tertib, ia menagku bersyukur hal tersebut dapat telaksana sesuai dengan harapan.

Ia juga berpesan agar koordinasi, komunikasi antar semua pihak dapat terus dijaga sehingga persoalan-persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan mudah.

Selain itu, dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Inhu, ia merasa yakin kedepannya apa yang menjadi harapan seluruh masyarakat dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Inhu terpilih akan tercapai. Meskipun kembali bertugas di propinsi, ia juga akan tetap memberikan sumbangsih baik ide dan pemikiran demi kemajuan Inhu kedepan.

“Inhu akan selalu saya rindukan, hati dan pikiran saya akan selalu ada di kabupaten ini”, ucap penjabat bupati (zal)




Dibacok, Telinga dan Jari Tangan Karyawan PT BPLP Ini Putus

“diduga Korban didendam Karena Pernah memaki dan mengganggu istri pelaku”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Roro Ge Gulo (50), karyawan PT BPLP desa Bagan Jaya Kecamatan Enok terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah dibacok menggunakan sebilah golok oleh rekan kerjanya A (36) di jalan KM 9 Desa Bagan Jaya, Senin (15/2/2016) kemarin sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan penuturan korban, peristiwa bermula saat ia sedang melakukan kerjaan sampingan ikat mengikat padi. Ketika ia sedang melepaskan ikatan dengan posisi menunduk, tiba-tiba pelaku muncul dari belakang dan langsung membacok ke arah telinga sebelah kiri.

“Itu awal mula saya dibacok hingga daun telinga saya putus, setelah itu saya kembali dibacok beberapa kali hingga luka-luka di beberapa bagian tubuh dan satu jari tangan saya sebelah kiri putus,” paparnya, Selasa (16/2/2016).

Aksi brutal pelaku terhenti setelah dilerai oleh warga setempat.

“Yang jelas saya minta pelaku ini disanksi seberat-beratnya sesuai peraturan,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman membenarnya adanya tindakan penganiayaan di TKP.

Bahkan saat ini, pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau atau golok telah diamankan di Mapolsek Enok guna dilakukan proses lebih lanjut sesuai pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

“Hasil introgasi sementata, motif penganiayaan ini karena pelaku menaruh dendam dengan korban, yang mana korban pernah mendatangi rumah pelaku dan memaki-maki serta mengancam pelaku, dan korban juga pernah mengganggu istri pelaku dengan meminta nomor handphone istri pelaku,” terang Warno. Mirwan




Diserang Hama Wereng, 3,5 Ha Lahan Persawahan di Kempas dan Enok Gagal Panen

TEMBILAHAN, detikriau.org – Lahan sawah masyarakat seluas lebih kurang 3 hektar, yang terletak di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) gagal panen. Kondisi ini diakibatkan serangan hama Wereng sejak sekitar 10 hari yang lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil melalui Sekretaris, Sudinoto, SP, MM ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (15/2/2016).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Sudinoto, saat ini pihaknya telah melakukan pengendalian hama, yang bekerjasama dengan tim Perlindungan Tanaman (Perlintan) Provinsi Riau.

“Hamanya sudah diatasi dengan pestisida, namun masih terkendala dengan kondisi banjir yang melanda daerah tersebut,” tutur Sudinoto.

Selain di Kecamatan Kempas, lanjut mantan Camat Tembilahan Kota ini, ada satu lagi lahan sawah masyarakat yang terserang hama yang sama, yaitu di Kecamatan Enok, dengan luas lahan sawah sekitar setengah hektar.

“Kedua tempat itu bisa dipastikan gagal panen dan sekarang tanaman padinya sudah dimusnahkan dengan cara ditebas,” terangnya.

Dijelaskan Sudinoto, pemusnahan tanaman tersebut dilakukan agar lahan-lahan sawah masyarakat yang lainnya tidak terjangkit hama Wereng.

“Di Kecamatan Enok ini juga sudah kita lakukan pengendalian hama, dengan cara menyemprotkan pestisida di lahan yang terserang hama,” tambahnya.

Lebih jauh Sudinoto menyampaikan, hama jenis wereng ini memiliki postur tubuh yang kecil dan berwarna coklat serta memiliki sebentuk air racun yang dikeluarkan dari mulutnya.

“Air itulah yang bisa membuat tanaman padi seperti habis terbakar api dan mengering, sehingga akhirnya mati. Oleh karena itu, para petani harus mengantisipasi persoalan ini sedini mungkin, dengan melakukan tindakan preventif, yakni dengan memilih varitas yang tahan hama Wereng dan melakukan pemupukan yang sesuai dengan anjuran,” imbuhnya. Adi