Terkait Ranperda KTR, DPRD Inhil Gelar Public Hearing

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Public Hearing bersama perwakilan organisasi, masyarakat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang rencananya akan diterapkan di daerah tersebut.

Public Hearing yang dilaksanakan di aula Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (22/2/2016) ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) II DPRD, Herwanissitas dan didamping para anggota.

Adapun tujuan Public Hearing tersebut, adalah untuk menyampaikan draf Ranperda dan bagaimana regulasi KTR nantinya kepada para peserta yang hadir, sebelum akhirnya Ranperda tersebut disahkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna yang akan dilaksanakan pada Selasa (23/2/2016) besok.

Dikatakan Herwanissitas, Perda KTR yang akan diberlakukan ini tidak semata-mata untuk melarang orang merokok, namun hanya sebatas mengatur perokok agar tidak merokok di sembarang tempat, khususnya di kawasan yang telah ditetapkan sebagai KTR.

“Lahirnya Perda ini bukan untuk menyulitkan masyarakat. Jadi, akan diterapkan secara bertahap,” tutur pria yang akrab disapa Sitas ini.

Oleh karena itu, lanjut Sitas, setelah Perda KTR ini diundangkan, maka akan diberikan waktu selama 2 tahun kepada pengusung Perda, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil, untuk melakukan pembinaan dan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat di Negeri Seribu Parit.

“Apabila ada yang melanggar Perda ini, tentu ada sanksinya, sesuai dengan regulasi yang telah kita buat. Ada denda administrasi dan pidana pidana,” imbuhnya. Adi/adv




Waktu Tepat Berhenti Beri Uang pada Anak

Setiap orang tua pasti selalu ingin memberi hal terbaik bagi anaknya. Salah satunya adalah dukungan keuangan.

Namun seiring berjalannya waktu, anak pun akan terus tumbuh menjadi pribadi dewasa yang nantinya dapat menyokong kehidupannya sendiri.

Akan tetapi banyak orang tua yang masih terus memberi dukungan keuangan pada anak hingga dewasa. Hal ini justru dapat berampak buruk bagi kemampuan finansialnya nanti.

Lalu kapan waktu yang tepat bagi orang tua untuk berhenti memberi uang pada anak?. Berikut penjelasannya mengutip Business Insider, Senin (22/2/2016):

  1. Ketika kondisi finansial tidak stabil

Jika kondisi finansial di keluarga sedang tidak stabil maka baik bagi Anda untuk berhenti menyokong keuangan anak terlebih dahulu. Hal ini bisa dicermati ketika Anda sulit untuk membayar tagihan-tagihan penting di luar kebutuhan si anak.

  1. Anak punya pekerjaan tetap

Jika anak Anda sudah memiliki pekerjaan tetap yang dapat menyokong kehidupan pribadinya, maka ini saat yang tepat untuk mulai mengurangi suntikan keuangan kepada mereka.

  1. Selalu membantu anak di setiap kondisi

Ada kalanya anak dihadapkan pada kondisi keuangan yang harus mampu mereka selesaikan. Banyak dari mereka yang akhirnya memilih untuk meminta bantuan dari orang tua agar mampu mendapat jalan keluar yang cepat. Padahal, hal ini bisa menjadi stimulus buruk bagi perkembangan mereka.

Tidak ada salahnya untuk membantu anak apabila mereka memiliki masalah keuangan. Namun, Anda tetap harus jeli melihat kondisi.

Cobalah untuk menempatkan diri di situasi yang benar-benar penting dan memerlukan bantuan. Sehingga nantinya sang anak dapat mencoba untuk memecahkan permasalahannya sendiri.

  1. Kemampuan finansial anak buruk

Terus menerus menyokong keuangan anak akhirnya dapat berdampak buruk. Salah satunya adalah sang anak yang akhirnya sulit untuk mengatur keuangan yang dimiliki.

Ajarkan anak perbedaan antara “perlu” dan “ingin”. Jika dia masih bisa menggantikan barang yang dia mau dengan yang lebih murah, atau dengan yang serupa, maka dia tidak perlu membeli barang tersebut. Ini merupakan satu pelajaran keuangan yang penting.

Sumber: liputan6

 




Galeri Foto: Kadiskop UMKM Inhil Hadiri Acara Pembukaan RAT ke-16 Tahun Buku 2015 Koperasi Serba Usaha TASMAL




Inilah Lima Hal yang Pasti Ditanyakan Saat di Akhirat

Ternyata, Inilah Lima Hal yang Pasti Ditanyakan Saat di AkhiratKehidupan di dunia merupakan hal sementara, sedangkan kehidupan kekal akan di jalani saat di akhirat kelak. Kiamat menjadi suatu peristiwa yang pasti terjadi dan tidak bisa dielakkan oleh siapapun. Tidak ada satu pun orang yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat tersebut kecuali Allah SWT.

Di akhirat kelak, umat manusia akan di timbang amalan kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan di dunia. Barang siapa yang berat timbangannya akan menjadi penghuni surga dan mereka yang menghabiskan kehidupannya dengan maksiat maka bersiaplah menahan panasnya api neraka.

Di hari kiamat kelak, dua kaki manusia tidak akan beranjak sedikit pun sebelum mendapatkan pertanyaan dan menyampaikan jawabannya. Lalu apa sajakah hal-hal yang akan ditanyakan saat di akhirat kelak? Berikut informasi selengkapnya.

1. Umur
Umur menjadi hal yang sudah pasti akan ditanyakan saat di akhirat nanti. Tentu saja pertanyaan tersebut berkaitan dnegan untuk apa saja umur tersebut kita pergunakan? Apakah untuk melakukan kesibukan duniawi saja atau mengimbanginya dengan kesibukan akhirat?

Banyak di antara kita yang lalai dengan perkara umur ini. Bahkan tidak jarang kita jumpai orang-orang yang bukan melaksanakan perintah Allah, namun justru menghabiskan separuh kehidupannya untuk berbuat maksiat dan dosa. Orang-orang yang demikian inilah yang kelak akan terjerumus ke dalam pedihnya siksa neraka karena menjadi dunia sebagai orientasi hidupnya.

Sebaliknya, mereka yang mempergunakan umurnya untuk menyibukkan diri dengan dzikir, shalat, membaca Al-Qur’an, membayar zakat, membantu sesama dan amalan kebaikan lainnya akan diberi keindahan surga. Oleh karenanya, janganlah menghabiskan waktu untuk berfoya-foya dan terlena dengan kenikmatan duniawi yang hanya sementara.

2. Ilmu
Perkara selanjutnya yang juga akan ditanyakan saat kiamat nanti adalah mengenai ilmu. Bagaimanakah cara kita memperoleh dan mempergunakan ilmu menjadi suatu hal yang sangat penting. Apakah kita menggunakan setiap lembar ilmu yang diperoleh untuk kebaikan atau justru menggunakannya untuk berbuat maksiat.

3. Masa Muda
Masa muda menjadi waktu yang sebenarnya harus dipergunakan untuk mendulang pahala yang sebanyak-banyaknya dari Allah SWT. Namun, pada kenyataannya saat ini banyak orang yang menghabiskan masa mudanya dengan sibuk belanja, mengikuti mode, bercampur baur dengan lawan jenis yang bukan muhrim.

Semua kegiatan tersebut ternyata menjadi ladang untuk mengumpulkan dosa. Maka beruntunglah bagi mereka yang menggunakan masa mudanya untuk menuntut ilmu akhirat dengan tidak melupakan ilmu dunia. Rajin mendatangi majelis taklim dan bertemu dengan orang-orang shaleh, menjaga diri dari perbuatan zina serta tidak suka melakukan perbuatan sia-sia lainnya.

4. Harta (Cara Mendapatkannya)
Pertanyaan yang tidak kalah penting akan ditanyakan saat kiamat kelak adalah perkara harta. Ada dua pertanyaan terkait harta ini, yang pertama mengenai bagaimana cara kita memperolehnya. Apakah kita mendapatkan harta dengan cara menipu, mencuri, melakukan korupsi atau perbuatan dosa lainnya. Ataukah kita mendapatkan harta tersebut dengan cara yang baik, berkah dan halal. Tentu saja cara kedua inilah yang mampu bermanfaat di dunia dan akhirat.

5. Harta (Cara Memanfaatkannya)
Pertanyaan selanjutnya mengenai perkara harta adalah cara memanfaatkannya. Apabila kita mendapatkan harta dengan cara yang buruk, maka kemungkinan besar harta itu juga akan digunakan untuk keburukan. Misalnya mendapatkan harta dari hasil korupsi, bisa jadi digunakan untuk zina, hura-hura dan sejenisnya.

Namun tidak semua orang yang mendapatkan harta dengan cara buruk mempergunakanya untuk keburukan juga. Harta tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebaikan, seperti bersedekah dengan hasil uang curian. Namun perlu diketahui bahwa Allah tidak akan menerima kebaikan kecuali dengan cara dan sumber yang baik pula.

Ada pula orang yang mendapatkan harta dengan cara yang baik namun menggunakannya untuk keburukan. Misalnya ia mencari harta dengan menjadi seorang kuli bangunan, akan tetapi mempergunakan harta tersebut untuk berjudi, ikut pesta minuman keras dan maksiat lainnya.

Cara memanfaatkan harta yang terakhir adalah mendapatkan dengan baik dan mempergunakannya di jalan kebaikan. Orang yang demikian ini adalah orang yang beruntung sebab mereka menjemput rezeki dengan cara yang baik dan memanfaatkanya di jalan Allah.

Demikianlah informasi mengenai lima hal yang sudah pasti ditanyakan saat hari kiamat kelak. Sebagai kaum muslim kita harus mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melaksanakan dengan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya agar mendapatkan indahnya surga seperti yang telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang beriman.

sumber: infoyunik

 




Tenaga Pendidik diminta Laksanakan Tugas dan Tanggungjawab Secara Optimal

“Lebih di Khususkan Bagi yang Bertugas diwilayah Terpencil”

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga pendidik atau guru yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, terutama mereka yang ditempatkan di wilayah terpencil serta jauh dari ibukota kabupaten dan kecamatan.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan awak media di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Herwanissitas, sebagai abdi negara, pemerintah dan masyarakat, seorang guru yang menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus mau ditugaskan dimana saja, serta wajib bekerja sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kepada seluruh guru yang berada di daerah pedesaan, diharapkan untuk lebih pro aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar, terlebih lagi sebagai seorang PNS,” tutur pria yang akrab disapa Sitas ini.

Politisi Partai Pebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini menilai, kebanyakan tenaga pengajar yang ditugaskan di wilayah yang jauh dari ibukota kabupaten sering melalaikan tugasnya dengan berbagai alasan.

“Banyak kita dengar mereka yang mengajar di daerah yang jauh itu tidak maksimal dalam mengajar, apalagi mereka tidak berdomisili di daerah tempat mereka ditugaskan itu,” tambahnya.

Kendari dirinya tidak menampik bahwa kekurangan tenaga pengajar dari kalangan PNS di Kabupaten Inhil juga mempengaruhi mutu pendidikan, lanjut Sitas, namun dengan adanya tenaga pengajar honorer diharapkan bisa membantu untuk peningkatan kualitas pendidikan di Inhil.

“Kita juga berharap agar para guru PNS bisa berdomisili di tempat mereka mengajar, sehingga tidak ada alasan tidak masuk mengajar, yang berimbas kepada hak anak-anak atau generasi penerus untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” imbuhnya. (adi)

 




Ratusan Mahasiswa dan Pemuda Pungut Sampah di Kota Tembilahan

“Sempena Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ratusan mahasiswa dan pemuda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, Komunitas serta LSM melakukan aksi pungut sampah di seputaran kota Tembilahan, Minggu (21/2/2016).

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari. Aksi dimulai dari taman kota jalan Gadjah Mada hingga sejumlah titik jalan di ibu kota yang rawan sampah sejak pukul 06.30 sampai 10.00 WIB.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan diikuti ratusan dari kawan-kawan yang peduli, ini merupakan gerakkan awal dan harapan kita ini terus berlanjut kedepannya, dan harapan kami kedepannya dapat menumbuhkan rasa peduli dari semua pihak agar kota ini bersih,” kata Koordinator Lapangan, Rizka Lestari.

Menurutnya, dari aksi tersebut secara tidak langsung akan mengajak sejumlah komponen hingga masyarakat pada umumnya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Semoga saja katanya berhasil menumbuhkan motivasi baru terhadap lingkungan sekitar.

Disamping itu, pihaknya juga berterima kasih kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait turut mendukung kegiatan pagi itu. Selain mendapatkan dukungan, massa juga ditemani langsung oleh Kepala DKPP Kabupaten Inhil H Sirajuddin di lapangan. (Mirwan)