Mantan Bupati Inhil Sarankan Zona Anti Korupsi Dilanjutkan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mantan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Indra Muchlis Adnan menyarankan kepada Pemkab Inhil untuk melanjutkan Zona Anti Korupsi. Dulunya, zona anti korupsi itu sudah sempat berjalan pada masa kepemimpinannya sebagai Bupati Inhil.

“Saran saya, kepala daerah sekarang ini mau melanjutkan zona anti korupsi,” kata Indra dalam sambutan pada kegiatan Deklarasi Lembaga komunitas Peduli Hukum (LKPH) Inhil yang dihadiri Asisten I Setdakab Inhil dan sejumlah pejabat lainnya di salah satu aula Hotel di kota Tembilahan, Kamis (25/2/2016).

Menurutnya, zona anti korupsi itu cukup penting sebagai warning bagi pejabat yang ingin melakukan tindakan korupsi. Sedikit banyaknya kata Indra, pejabat akan sangat waspada terhadap resiko yang akan diterimanya jika melakukan penyimpangan.

“Zona itu bukan dari pemikiran saya namun langsung dari salah satu direktur di KPK yang sekarang menjabat sebagai Kajari Provinsi Banten,” Pungkas Indra. Mirwan




Proyek Belum Berjalan, Kontraktor Lokal Sebut Ekonomi Masyarakat Melemah

“Minta Bupati Intruksikan SKPD Segera Lelang Proyek”

kontraktorRengat, detikriau.org – Putaran roda Ekonomi Masyarakat khususnya  kabupaten Inhu saat ini melemah, hal ini selain harga sawit dan karet yang masih dirasa Rendah , juga disebabkan faktor belum berjalannya kegiatan Proyek di Pemkab Inhu. dua faktor ini dinilai sebagai Barometer stabilitas Ekonomi Masyarakat khususnya di Kabupaten Inhu.

” Saat ini Ekonomi Masyarakat kabupaten Inhu kian Melemah, kondisi ini ditandai dengan sepinya jual-beli baik  di pasar – pasar Desa maupun pasar perkotaan  ” ujar Suharmaini SP  yang juga berprovesi sebagai Direktur Perusahaan yang bergerak Bidang Kontraktor, Kamis (25/2) di kantor Pekerjaan Umum (PU)Pematang Reba.

Dikatakannya, dua faktor ini jadi  penentu   melemahnya ekonomi masyarakat.  Ia juga   berharap agar Bupati Inhu H Yopi Arianto, SE dapat mengambil  Sikap dan mengambil langkah langkah guna pemulihan ekonomi Masyarakat agar tidak semakin terpuruk.

Masih menurutnya, jika  Bupati Inhu bisa Segera  menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepada Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) untuk  melakukan proses pelelangan Proyek  Anggaran tahun 2016, diyakini akan dapat memulihkan ekonomi masyarakat. dengan  kegiatan Proyek   berjalan,  maka Sirkulasi putaran uang bisa menormalisasikan Ekonomi.

” Sebelum Proyek  dilelang perekonomian masyarakat disemua lini akan melemah,seperti yang dirasakan oleh masyarakat sekarang ini” tambahnya.

lanjut Suharmaini,  bagi masyarakat yang berprofesi sebagai Kontraktor yang menjadi rekanan dengan pemerintah karena tidak ada putaran keuangan dari APBD, jelas  kebutuhan ekonomi masyarakat tidak stabil.

“Mudah mudahan pemimpin nomor satu di Inhu, H Yopi Arianto SE tergugah hatinya terhadap keluh kesah  yang dirasakan oleh masyarakat yang keseharian berprofesi sebagai Kontraktor ” harapnya. (Zal)




Asisten I Setdakab Inhi Hadiri Deklarasi LKPH

Pemasangan PIN LKPH kepada Asisten I oleh Ketua LKPH Inhil
Pemasangan PIN LKPH kepada Asisten I oleh Ketua LKPH Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Afrizal menghadiri kegiatan Deklarasi Lembaga komunitas Peduli Hukum (LKPH) Inhil di salah satu aula Hotel di kota Tembilahan, Kamis (25/2/2016).

Setelah berjalannya Deklarasi, Asisten langsung mengikuti diskusi dan dialog ilmiah dengan tema fenomena pekat dan penanggulangannya di Inhil tajaan LKPH yang diikuti langsung oleh Dewan Pembina LKPH H Indra Muchlis Adnan, Ketua LKPH Andang Widiantoro beserta sejumlah pengurus lainnya.

Mewakili Bupati, Asisten I mendukung dan menyambut baik atas dideklarasinya Ormas tersebut sehingga kedepannya diharapkan bisa menjadi salah satu kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah demi kemajuan daerah bumi sri gemilang.

“Pada kesempatan ini juga saya menyambut baik serta mengapresiasi terhadap pelaksanaan diskusi ilmiah yang akan bermanfaat untuk daerah kita sendiri, terutama persoalan penyakit masyarakat dan lain sebagainya,” kata Afrizal.

Terakhir, ia mengajak semua elemen untuk saling bekerjasama dalam memberantas penyakit masyarakat yang sedang merajalela di lingkungan sekitar. Sebab dukungan dan bantuan ormas dan lain sebagainya dikatakan Afrizal merupakan salah satu kekuatan bagi Pemda. Mirwan/adv




2 Nelayan Asal Jambi Dibekuk Polisi di Perairan Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengamankan 2 nelayan asal Kuala Tungkal Provinsi Jambi di perairan Kuala Sungai Hujan kecamatan Reteh Kabupaten Inhil, Rabu (24/2/2016) kemarin.

Identitas kedua pelayan adalah Ahmad Riduan (39) sebagai Nakhoda dan Sukriadi (26) sebagai ABK Kapal. Keduanya warga Jalan Kelapa Gading RT 17 kelurahan Tungkal Harapan Kabupaten Tanjabbar Jambi.

“Pengamanan dilakukan kemarin sekitar pukul 09.45 WIB karena kedapatan tidak melengkapi dokumen SPB dan alat tangkap ikan. Saat itu, kedua nelayan menggunakan satu unit kapal penangkap ikan jenis trol,” sampaikan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, Kamis (25/2/2016).

Selain penelayan, petugasnya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit KM “Barokah 2” dan satu unit jaring alat tangkap ikan jenis trawl serta 50 kg jenis ikan campur.

saat ini, kapal beserta barang bukti lainnya telah diamankan di kantor Sat Pol Air Polres Inhil untuk diproses lebih lanjut. Mirwan




Kisah Sang Pembaca Basmalah yang Membuat Hati Tergugah

basmalahBasmalah merupakan kata pembukaan Bismillah yang artinya ‘Dengan nama Allah’, lengkapnya adalah Bismillahirrahmanirrahim yang artinya ‘Dengan menyebuat nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’.

Di dalam melakukan segala sesuatu, kita hendaknya mengucapkan basmalah. Karena segala sesuatu itu harus diawali dengan do’a. Dengan diawali basmalah, insyaAllah apa yang akan kita kerjakan akan dimudahkan oleh Allah Ta’ala.

Berikut ini ada kisah seorang istri yang selalu mengucapkan basmalah ketika akan melakukan segala aktivitasnya. Namun sayangnya, ia memiliki suami yang fasiq dan durhaka, sehingga sang suami tak suka jika istrinya selalu mengucap basmalah.

Baca Kisah Selengkapnya …….




Ketahui Empat Bekal untuk Menuju Surga

Ketahui Empat Bekal untuk Menuju SurgaMenjadikan diri sebagai penghuni surga bukanlah suatu perkara mudah. Ada persyaratan yang harus dijalankan agar bisa memasuki tempat terindah tersebut. Syaratnya, manusia wajib  melaksanakan amalan kebaikan dan menjauhkan diri dari dosa.

Namun, ada banyak sekali godaan dari syaitan dan kawanannya yang dilancarkan agar manusia tergelincir dalam kemaksiatan ketika berada di dunia. Karena hal inilah banyak manusia yang akhirnya terjerumus dalam lembah dosa karena kurangnya ilmu dan ajaran agama.

Oleh sebab itu, jika ingin menjadi penghuni surga saat di akhirat kelak kita harus membekali diri dengan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah. Tidak hanya itu, ternyata ada juga empat bekal untuk menuju surga. Apa saja? Berikut informasi selengkapnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani, Abu Darda berkata, “Rasulullah SAW telah memberi wasiat kepadaku agar aku melihat kepada orang yang lebih rendah daripadaku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, mencintai orang-orang miskin dan mendekati mereka, menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutuskan hubungan denganku, berkata atas nama Allah dan tidak takut dalam menegakkan kebenaran di jalan Allah, tidak meminta apa pun dari orang lain, dan memperbanyak bacaan hawqalah. Sesungguhnya semua itu adalah bekal menuju surga.”

1. Tak Tergoda Kenikmatan Dunia
Hal pertama yang harus dimiliki kaum muslimin untuk bekal menuju surga kelak adalah tidak tergoda dengan kenikmatan dunia. Sadarilah bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara saja, banyak orang yang kemudian terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan karena menjadikan dunia sebagai tujuan hidup.

Oleh karenanya kita tidak boleh diperbudaj nafsu syaitan untuk mengejar kenikmatan dunia semata. Ketahuilah bahwa kepuasan yang sesungguhnya itu bukan berasal dari kelimpahan harta benda, akan tetapi lebih kepada keberhasilan orang tersebut dalam mensyukuri nikmat yang dilimpahkan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan melimpahnya harta dan benda, melainkan kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.” (HR Abu Ya’la).

2. Meningkatkan Ibadah Sosial
Selain tidak tergoda pada kenikmatan dunia, kita juga dituntut untuk meningkatkan ibadah sosial agar bisa menjadi bekal menuju surga kelak. Tentu di perjalanan hidup ini kita membutuhkan orang lain dan begitu pula sebaliknya.

Pandangan yang seperti ini akan membawa hikmah berupa kesadaran akan kondisi kehidupan manusia yang harus saling tolong menolong. Ada banyak cara untuk meningkatkan ibadah sosial, seperti menolong kaum miskin, serta menjalin silaturahim antar kaum muslim.

Tentu hal tersebut harus dilakukan dengan ikhlas dan berjiwa besar serta penih kasih sayang terhadap orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR Bukhari Muslim).

3. Berjuang di Jalan Allah
Bekal yang ketiga yaitu berjuang menegakkan kebenaran di jalan Allah SWT. Berjihad di jalan Allah merupakan salah satu perbuatan yang sangat muliah. Orang yang senantiasa melakukan ini tentu akan meyakini akan adanya pertolongan dari Allah. Serta ia tidak akan mundur dalam memperjuangkan kebenaran. Bahkan orang yang melakukan ini akan mendapatkan puncak kebahagiaannya karena berhasil memperjuangkan kebenaran dan mengalahkan kebatilan.

Allah berfirman, “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Dan janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu terhadap kebenaran itu.” (QS. 2:147).

4. Hidup Mandiri dan Tidak Bergantung Kepada Orang Lain

Bekal untuk menuju surga yang terakhir adalah hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Hal ini berarti bahwa setiap orang diperintahkan agar berusaha dan bekerja dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alangkah lebih baik apabila ia hidup sederhana dengan hasil kerja kerasnya sendiri dibandingkan hidup berlimpah tetapi dari pemberian orang lain. Tentu saja rasa kenikmatannya tersebut akan berbeda.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sekali-kali seseorang itu makan makanan lebih baik daripada apa yang dimakannya dari hasil jerih payahnya sendiri. Dan Nabi Daud AS itu makan dari hasil jerih payahnya sendiri.” (HR. Bukhari).

Demikianlah informasi mengenai empat bekal yang harus dimiliki manusia untuk menuju surga. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita memperhatikan keempat hal di atas, agar Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hidup di dunia serta limpahan karunia berupa surga saat di akhirat kelak.

Sumber: infoyunik