DPRD Inhil Apresiasi DBMSDA Tingkatkan Kualitas Jalan IKK
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengpresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), khususnya dalam upaya mewujudkan peningkatan kualitas jalan di kecamatan (Jalan IKK).
“Kita pantas memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Bina Marga Inhil, atas keberhasilan dalam membangun dan meningkatkan kualitas Jalan IKK,” kata Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferryandi, belum lama ini.
Oleh karena itu, lanju politisi Partai Golkar Inhil ini, ke depan DBMSDA diharapkan dapat menjadikan jalan IKK tersebut sebagai contoh untuk membangun jalan di lingkungan lainnya, baik di kota ataupun desa desa.
“Dengan bagusnya kualitas, niscaya pembangunan akan bisa terlaksana secara merata dan selalu berkembang dari waktu ke waktu, karena perbaikan tidak melulu pada bidang yang sama setiap tahun,” tambahnya.
Seperti diketahui, hampir seluruh badan jalan yang ada di Inhil, sudah pernah menjadi objek pembangunan dan perbaikan, namun karena kualitas yang tidak baik, jalan jalan yang dibangun dan diperbaiki tersebut tidak bisa dinikmati masyarakat dalam waktu yang lama.
“Bina Marga dan Cipta Karya selaku dinas yang terkait langsung dengan upaya pembangunan tersebut, ke depan kita minta mengutamakan kualitas yang tentu saja dimulai dengan sebuah perencanaan yang baik dan matang,” imbuhnya. Adi
Satu Desa di Iran Dieksekusi Mati Karena Narkoba
Teheran – Seluruh warga lelaki sebuah desa di Iran Utara dieksekusi mati karena menjadi pecandu narkoba.
The Guardian melaporkan Jumat (26/2/2016), berita itu diungkap Shahindokht Molaverdi, wakil presiden urusan wanita dan anak-anak Iran. ”Setiap lelaki di sebuah buah desa di Provinsi Sistan dan Baluchestan telah dieksekusi,” tutur Molaverdi, tanpa menyebutkan nama desa dan kapan eksekusi itu dilakukan.
”Anak-anak mereka berpotensi menjadi pengedar atau pedagang narkoba, untuk membiayai keluarga mereka. Atau bakal melakukan balasan,” kata Molaverdi dalam wawancara dengan kantor berita setengah resmi Mehr.
Mendengar ini, sejumlah organisasi anti hukuman mati meminta Badan Kriminalitas dan Narkoba PBB, UNODC menghentikan bantuan ke Iran. Maklum, sejak tahun lalu, badan PBB itu mendanai program anti narkoba Iran.
Pada 2016 ini, Iran rencananya menerima bantuan dana senilai US$20 juta. ”UNODC harus memberi prasyarat pada Iran untuk mengakhiri hukuman mati bagi pengguna narkoba,” ujar Maya Foa, dari kelompok anti hukuman mati, Reprieve.
Dalam laporannya yang diterbitkan Januari silam, Amnesti HAM dunia mengungkapkan Iran mengeksekusi 73 orang remaja selama 2005 – 2015. Menurut utusan PBB, Ahmed Shaheed, Provinsi Sistan dan Baluchestan, merupakan kawasan termiskin di Iran. Angka kemiskinannya paling tinggi. Kesehatan bayi dan anak-anak paling rendah demikian pula tingkat kehidupan mereka. ”Jumlah eksekusi akibat narkoba dan kriminalitas paling tinggi. Mereka dianggap musuh Allah, tanpa pernah menjalani proses pengadilan,” tutur Ahmed Shaheed.
5 Jenis Latihan Tempur Pasukan Elit Indonesia Ini Bikin Tentara Luar Negeri Lemas
Beberapa tahun lalu, pasukan Indonesia memang tidak begitu dipandang oleh banyak negara di dunia. Namun kini justru tentara-tentara elit Tanah Air masuk jajaran 20 besar deadly squads in the world. Tentunya, untuk menjadikan seorang tentara tahan banting, kuat terhadap segala hal sekaligus memiliki kelihaian dalam bertempur dan menggunakan senjata, ada latihan-latihan khusus yang dilakukan.
Latihan khusus tersebut tentunya bukan jenis yang dapat dikatakan mudah atau biasa. Karena tempa’an fisik sekaligus mental dipadupadankan dalam satu rangkaian kegiatan yang dapat membuat orang biasa akan menangis jika tidak kuat menjalaninya.
Nah, berikut ini adalah latihan tempur pasukan elit TNI yang sangat keras dan mampu membuat tentara-tentara dari berbagai negara terbengong dan lemas, walaupun hanya membayangkannya saja.
Berenang di kedalaman laut dengan beban puluhan kilogram
Untuk dapat lulus dan masuk menjadi pasukan elit Kopaska TNI AL, maka latihan yang harus dilakukan adalah dengan menjalani test berenang di kedalaman laut. Tidak hanya itu saja, beban yang harus dibawa juga tidak ringan, karena para tentara harus membawa persenjataan lengkap. Tas dengan berat yang berkilo-kilo serta harus berenang ke daratan setelah ‘dibuang’ di tengah laut dengan kaki dan tangan terikat.
Setelah mampu melepaskan diri dan berenang ke daratan dengan beban yang dibawanya, prajurit harus dapat bertahan hidup dengan meninggalkan semua persenjataan di pinggir pantai. Mereka hanya berbekal satu pisau komando saja untuk menuju ke tengah hutan dan berada di sana seorang diri selama beberapa hari. Banyak yang menganggapnya mustahil dilakukan, namun banyak juga mengatakan bahwa memang latihan anggota elit Kopaska TNI AL sedemikian beratnya.
2. Mode penjelajahan dan survival
Prajurit TNI-AD yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dari Yonif 644/Walet Sakti melakukan patroli di hutan perbatasan Indonesia – Malaysia di Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (8/12). Patroli dilakukan untuk meninjau sekaligus memeriksa keberadaan patok batas negara Indonesia dengan Malaysia. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/nz/15.
Metode latihan pendidikan dasar yang harus dilalui seorang prajurit sebelum masuk menjadi bagian dari pasukan elit Kopassus adalah dengan menjalani mode penjelajahan dan survival di gunung dan hutan.
Dalam sesi ini, prajurit akan disekap layaknya tawanan dan akan dilepaskan satu persatu tanpa dibekali senjata atau persediaan apapun. Mereka harus mampu bertahan dan dapat melarikan diri dari kejaran para musuh yang tak lain adalah instruktur.
Dalam simulasi ini, tembakan yang diberikan menggunakan peluru asli, karet dan hampa. Bahkan ketika tertangkap lagi, maka prajurit akan kembali dimasukkan ke dalam sel tahanan, diinterogasi sampai disiksa.
Tentunya, dibutuhkan mental dan fisik yang benar-benar kuat untuk menjalani sesi satu ini.
3. Merangkak dengan diberondong tembakan menggunakan peluru asli
Jika tidak memiliki mental yang kuat, maka akan menangis atau terkencing-kencing dengan metode pelatihan yang dilakukan oleh pasukan elit TNI AU atau Paskhas ini. Dalam latihan yang sempat direkam dan diunggah ke YouTube tersebut, ada beberapa orang instruktur yang berdiri di atas menara dan menembaki para prajurit yang sedang berlatih dengan cara tiarap di sebuah lahan berlumpur.
Tidak tanggung-tanggung, banyak tembakan yang dilepaskan dengan menggunakan senjata semi otomatis AK-47 buatan Soviet untuk menguji mental dan kesiapan para prajurit elit Paskhas ini.
Bahkan video tersebut menjadi viral dan ditonton sekaligus diulas berbagai pihak di seluruh dunia. Banyak orang yang menganggap bahwa metode latihan tersebut sangat tidak manusiawi. Namun justru hal inilah yang membuat para prajurit elit Paskhas memiliki ketangguhan dari sisi mental dan fisik dibandingkan dengan tentara-tentara dari negara lain.
4. Pelatihan survival dan uji daya tempuh
Dalam metode ini, seperti halnya model pelatihan penjelajahan dan survival. Para prajurit harus mampu bertahan hidup dengan pisau komando di dalam hutan sekitar 3 minggu. Mereka juga wajib untuk mampu membedakan antara tumbuhan yang beracun atau yang dapat dimakan dan berburu binatang liar.
Setelah tahap latihan hutan gunung tersebut, masih ada yang harus dilakukan yaitu melakukan long march dari Situ Lembang ke Cilacap. Long march ini dilakukan dengan membawa amunisi lengkap, senjata dan banyak benda yang tentunya memiliki berat berkilo-kilo. Tidak hanya itu saja, ada model latihan yang harus dilakukan dengan berenang menyeberangi selat dari Cilacap menuju Nusakambangan. Edan!
5. Latihan ketahanan fisik dan mental
Detasemen Jala Mangkara atau biasa disingkat Denjaka adalah pasukan elit TNI AL yang menduduki posisi tertinggi di atas tentara TNI-AL dan marinir. Untuk masuk menjadi anggota Denjaka, latihan dan test yang diberlakukan amat sangat berat.
Selain ditenggelamkan di tengah laut ganas di sekitar Banyuwangi dengan tangan dan kaki terikat, prajurit juga harus mampu bertahan hidup di tengah hutan (Alas Purwo) dengan bekal hanya garam saja.Tidak ada persenjataan, makanan atau air minum yang dibawa karena para prajurit harus mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan segala hal yang disediakan alam.
Selain itu, prajurit juga harus memiliki IQ yang tinggi, secara personal harus menguasai teknik strategi individu.
Hanya itu saja? Tentu saja tidak, para prajurit ini juga harus dapat terjun, baik di waktu siang ataupun malam tanpa peralatan deteksi sinar inframerah dan wajib tepat di titik yang diwajibkan. Selain itu, untuk ketahanan menyelam, para prajurit wajib piawai menggunakan kompas dan menghitung derajat daerah sasaran. Setelah semua dapat dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan long march dari daerah Banyuwangi menuju Surabaya dengan jalan kaki dan bobot yang harus dibawa mencapai puluhan kilogram.
Tidak jarang dari para prajurit yang ingin melakukan latihan untuk mendapatkan baret khusus atau masuk dalam jajaran pasukan elit harus menerima pukulan, luka, sampai dengan kekerasan fisik lainnya. Mereka diharapkan mampu bertahan dari segala macam ancaman atau kondisi apapun. Jika tidak, maka akan dikembalikan ke divisinya semula atau dianggap gagal.
1 Maret, Mantan Anggota Osama bin Laden dipastikan Sambangi Kota Tembilahan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Staf Ahli BNPT Abdurrahman Ayyub, atau lebih dikenal sebagai mantan salah seorang pejuang Afganistan dipastikan akan tampil sebagai narasumber pada kegiatan Tabligh Akbar tajaan Polres Inhil bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat di halaman Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan tanggal 1 Maret mendatang.
Disamping itu, kehadiran mantan anak buah Osama bin Laden tersebut akan didampingi Ustaz Maudidi Abdullah dari Jakarta dengan mengangkat tema Menangkal Bahaya ISIS dan Radikalisasi di Bumi Sri Gemilang.
Kasat Intelkam Polres Inhil, AKP Edi Sutomo kepada detikriau.org, Jum’at (26/2/2016) menjelaskan, Abdurrahman Ayyub sengaja diundang sebagai upaya memberi pemahaman yang luas kepada masyarakat Inhil bahwa keberadaan ISIS sangat berbahaya dan patut diperangi.
“Dulunya dia itu sempat berjuang di Timur Tengah namun setelah mendapat hidayah, dia kembali ke NKRI dan bergabung dengan BNPT. Nantinya, beliau akan menceritakan pengalaman selama perang di Afganistan,” terang Edi.
Untuk itu, ia mengundang seluruh komponen masyarakat Inhil khususnya untuk dapat menghadiri kegiatan tersebut. Sebab acara itu digelar secara terbuka yang bisa dihadiri siapa saja. Mirwan
Dewan; Aparatur Kesehatan diminta Proaktif Sosialisasikan Perda Baru
Wakil Ketua DPRD Inhil, DR H Feryandi
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh aparatur dan tenaga kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk lebih proaktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya dalam menerapkan berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang baru dibuat.
Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferryandi saat diwawancarai sejumlah awak media usai memimpin Rapat Paripurna, dalam rangka penyampaian Laporan Panitia Khusus (Pansus) I tentang Pokok-pokok Pikiran DPRD Tahun 2017 dan Laporan Pansus II tentang 5 Ranperda Tahun 2016, di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.
Dikatakan Ferryandi, mengingat minimnya informasi dan pengetahuan yang didapat oleh masyarakat di wilayah pedesaan minim terutama yang berkaitan dengan program dan kebijakan Pemda, maka aparatur harus lebih gencar dan meningkatkan sosialisasinya.
“Apalagi 3 Ranperda di bidang kesehatan yang baru kita setujui bersama tadi, tentu dibutuhkan sosialisasi yang lebih infensif lagi kepada masyarakat, supaya tidak ada masyarakat yang tidak mengetahuinya,” tutur Ferryandi.
Selain itu, lanjut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, sarana dan prasarana pendukungnya juga harus dipersiapkan dengan baik dan maksimal, sehingga tidak menemukan kendala dan hambatan saat pelaksanaan dan penerapan Perda di lapangan nantinya.
“Kami di DPRD akan terus mensupport berbagai program dan kebijakan Pemda, khususnya di bidang kesehatan ini,” imbuhnya. Adi
Percepat Swasembada Pangan, DTPHP Rencanakan Pemberian Bantuan bagi Kelompok Tani
swasembada pangan nasional
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan memberikan berbagai macam bentuk bantuan untuk kelompok tani di daerah tersebut.
Langkah ini disampaikan Kepala DTPHP Inhil, Kuswari diwakili Sekretaris, Sudinoto dalam upaya mensukseskan program percepatan pembangunan swasembada pangan nasional.
Dikatakan Sudinoto, pada rencana strategis pembangunan tahun 2016 ini, DTPHP Kabupaten Inhil akan tetap memperhatikan sektor pangan, hortikultura dan sarana prasarana pertanian.
“Jadi, tahun ini merupakan langkah awal kita untuk mewujudkan swasembada pangan di Inhil, sesuai dengan keinginan dan arahan dari Bupati kita,” tutur Sudinoto kepada awak media di ruang kerjanya baru-baru ini.
Dijelaskan Sudinoto, mengingat persiapan untuk mewujudkan target tersebut mendesak, maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis guna menambah target produksi, salah satunya dengan mensinergikan program antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota melalui forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DTPHP yang ada.
“Disamping itu, untuk jangka panjang kami juga akan memperkuat sektor pangan, seperti padi, jagung dan kedelai. Namun untuk sektor lainnya, yakni holtikultura dan peternakan serta potensi unggulan lainnya juga akan dikembangkan,” tambahnya.
Sementara itu, untuk sektor pangan jenis padi di Kabupaten Inhil, lanjut Sudinoto, saat ini produksinya sudah cukup baik, namun untuk jagung dan kedelai sudah mulai meningkat, meskipun masih ada sedikit kendala-kendala.
“Jika dipetakan dengan baik potensi pertanian di Inhil ini, saya rasa target penambahan produksi akan tercapai. Selain potensi tanaman pangan, Inhil juga memiliki potensi unggulan di bidang hortikultura dan peternakan,” imbuhnya. Adi/adv