Cabuli Cewek Gangguan Jiwa, Pak Ndut Jadi Boronan Polisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – MA alias Pak Ndut (50), warga jalan Pendidikan Kecamatan Enok jadi boronan polisi karena terlibat pasal 286 KUHP tentang tindak pidana pencabulan, Selasa (1/3/2016) kemarin.

Berdasarkan Laporan Polisi: LP/02/III/2016/Riau/Res Inhil/Sek-Enok tertanggal 2 Maret 2016, korban yang dicabulinya berinisial FR (22) warga jalan Sukadamai Kecamatan Enok. Anak dari pasangan suami istri atas nama Erwandi dan Khairunnisa ini ternyata mengalami gangguan jiwa, sehingga mudah dilakukan tindakan tidak senonoh oleh pelaku.

“Tempat tindakan cabul itu dilakukan di rumah pelaku sendiri lantai dua sekitar pukul 09.45 WIB,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik, Kamis (3/3/2016).

Kronogisnya, bermula si korban berjalan di seputar jalan Pendidikan Enok sekitar pukul 09.30 WIB, tak lama kemudian pelaku memanggil korban ke rumah dengan dalih akan diberikan minuman es.

Selain itu, pelaku juga mengatakan kepada korban bahwa akan bisa menyembuhkan penyakit gangguan jiwa yang dialami korban. Lalu korbanpun menuruti bujukan dan rayuan dari pelaku dan dibawa ke lantai dua dalam rumah, saat itu juga wanita malang ini dicabuli.

Setelah itu, korban pun diizinkan pulang dengan membawa es batangan. Sampai ke rumah, korban langsung ditanya ibundanya dari mana dapat es tersebut dan dijawab dari Pak Ndut. Saat itu juga korban mengeluhkan sakit pada bagian vagina, merasa curiga, ibundanya mengusut total hingga diduga kuat akibat ulah Pak Ndut.

“Disaat petugas Polsek Enok hendak melakukan penyelidikan, pelaku langsung kabur duluan menghilangkan jejak. Namun sejumlah barang bukti sudah diamankan berupa 1 helai baju kaos warna pink, 1 helai celana hawai karet warna hitam dan 1 helai celana dalam warna cream, milik korban. Ketiganya adalah milik korban,” papar Kapolres. / Mirwan




Tingkatkan Perekonomian, Diskop UMKM Inhil Akan Dirikan Koperasi di Kelompok Tani

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi) berencana membentuk koperasi bagi kelompok tani se Kabupaten Inhil.

Tak hanya itu, pada kelompok perikanan dan perkebunan juga akan dijajaki sebagai upaya meningkatkan perekonomian di negeri Sri Gemilang.

Pernyataan tersebut diutarakan Kepada Diskop UMKM Inhil, Dianto Mampanini kemarin. Menurutnya, wacana itu telah mapan untuk dikerjakan pada tahun 2016 ini.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Perkebunan. Semuanya sepakat terhadap rencana Diskop,” kata Dianto.

Menurutnya lagi, rencana tersebut sangat wajar untuk dieksekusikan atas dasar upaya peningkatan perekonomian. Sebab, keberadaan kelompok-kelompok itu tidak hanya informal tetapi merupakan kelompok satu wadah.

“Saat ini kami bersama beberapa Kepala SKPD terkait sedang merumuskan lebih luas lagi agar rencana ini terwujud sesuai harapan,” tutupnya. Mirwan/adv




Inhut dan Insel diakomodir Pusat Sebagai DOB Persiapan, Dewan Ajak Semua Pihak Untuk Saling Bersinergi

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau kepada seluruh pihak terkait untuk meningkatkan koordinasi dan bersinergi agar DOB persiapan yang ditetapkan pusat bagi Inhil Selatan dan Inhil Utara tidak dinilai gagal.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Inhil, Yusuf Said, untuk mewujudkan upaya pemekaran wilayah Kabupaten Inhil, selama ini sudah begitu banyak upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan, baik waktu maupun biaya.

“Jadi, walaupun masih dalam katagori Daerah Otonomi Baru (DOB) persiapan, namun perjuangan membentuk Insel dan Inhut kita nilai akan segera terwujud. Karena itu, semua elemen yang ada harus saling bekerjasama dan memberikan dukungan,” tutur Yusuf, kemarin.

“Kepada pemerintahan di kabupaten induk, kita minta untuk selalu tetap fokus dan serius dalam segalanya, termasuk peruntukan anggaran bagi kabupaten yang baru dimekarkan,” imbuhnya.

Untuk sekedar diketahui, pada rapat dengar pendapat antar Komisi II DPR RI dan Kemendagri, senin (29/2/2016) yang lalu di Jakarta, dari 88 usulan DOB baru yang disetujui kelanjutan prosesnya, Provinsi Riau mendapatkan lima jatah, yakni Kabupaten Indragiri Selatan (Insel), Indragiri Utara, Kabupaten Gunung Sahilan Darussalam, Kota Duri dan Kabupaten Rokan Darussalam.

Selanjutnya alur DOB persiapan menuju ke DOB defenitif disesuaikan dengan faktual di daerah, yaitu berkenaan dengan pemenuhan syarat administratif. Syarat administratif bisa disusulkan di dalam evaluasi selama waktu tiga tahun. Adi




Awal Maret, Inhil Terpantau 1 Titik Hotspot

 

“Kata Kepala BPBD Inhil Itu Bukan kebakaran Lahan”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpantau satu titik api pada awal bulan tepat tanggal 1 Maret 2016 kemarin.

Satu titik hotspot tersebut terdapat di bagian Inhil utara, tepat di Desa Bekawan Kecamatan Mandah.

“Satu titik hotspot terpantau oleh Sipongi Noaa tertanggal 1 Maret,” kata salah seorang pegawai Bidang Kerusakan Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, Bambang kepada awak media, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya, temuan titik panas hasil pantauan tersebut telah dilakukan koordinasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil untuk segera ditanggulangi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Inhil Yusfik saat dikonfirmasi mengatakan, terpantaunya satu titik tersebut bukan karena adanya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) namun hanya sebatas uap panas di desa tersebut.

“Itu bukan berasal dari kebakaran lahan melainkan hanya dari uap panas yang terpantau,” ujar Yusfik.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Riau mencatat, sekitar 222,5 hektar lahan di Riau hangus dilalap sijago merah yang didominasi lahan gambut milik masyarakat dan perusahaan. Kebakaran tersebut ditenggarai memicu titik panas yang beberapa hari ini terus meningkat.

Lahan yang terbakar ini berada di tujuh kabupaten, yakni Bengkalis, Siak, Pelalawan, Dumai, Rohil, Inhu dan Inhil. Paling parah terdapat di Bengkalis, Pelalawan dan Siak, dengan rata-rata luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektar.

“Ada 48 titik kebakaran berada di lahan milik masyarakat dan tiga titik kebakaran berada di lahan milik perusahaan. Kebakaran tersebut didominasi terjadi di kawasan gambut,” ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK MM, dikutip melalui laman goriau.com, Selasa (1/3/2016)

Dijelaskannya, Polda Riau telah mengerahkan kekuatan dari masing-masing Polres hingga jajaran Polsek guna memadamkan api. Sampai sekarang, sudah dua ratusan personil terjun langsung ke lokasi lahan yang terbakar, ditambah dengan aparat TNI, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan lainnya.

Upaya lainnya, Polda Riau kini tengah disibukkan dengan pembuatan sekat kanal yang berfungsi menahan air, sehingga lahan gambut tetap lembab. “Target kita sekitar tiga ribuan sekat kanal dibangun di titik rawan kebakaran lahan, baik yang permanen atau non permanen,” tegas Guntur.

Dari target itu, Polda Riau dan jajaran sudah berhasil membangun 384 sekat kanal non permanen di lahan-lahan tersebut, yang berada di Kabupaten Siak, Dumai, Inhu, Inhil, Pelalawan, Rohil, Bengkalis, Kampar, Rohul dan Kepulauan Meranti. / Mirwan

 




Ilmuan Energi Dari Polandia Ke Inhil, Ini Sarannya Untuk Pemda

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ilmuan energi dari Negara Polandia Mr Frank Pool mampir ke ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tepatnya ke SMK Negeri 2 Tembilahan, awal pekan kemarin.

Kedatangannya ke SMK tersebut meninjau secara langsung terhadap bantuan yang dikirimkan langsung dari Polandia beberapa waktu lalu berupa alat praktek jurusan energi terbaru yakni jurusan Biomassa.

“Dia menilai wilayah Kabupaten Inhil memiliki peluang besar untuk mengembangkan jurusan Biomassa, jadi kami berharap jurusan ini dapat dikembangkan karena kedepan sangat akan dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan manusia,” kata Mr Frank Pool melalui juru bicaranya Rohmadi Ridho yang didampingi Kabid Dikmen Disdik Inhil Suwardi dan Kepala SMKN 2 Tembilahan.

Diingatkannya, keterbatasan sumber energi, khususnya sumber energi fosil saat ini terus menipis. Jika terabaikan, maka dalam potensinya pun juga akan tergeletak sia-sia.

Untuk itu, ia memberi saran kepada Pemkab Inhil untuk mulai memfokuskan terhadap mengembangkan jurusan Biomassa yang ada di SMKN 2 tersebut. Dengan begitu, maka pemanfaatkan potensi sumber daya energi baru dan terbarukan akan berguna bagu daerah.

“Ilmuan dari Polandia itu mengingatkan kepada Pemkab Inhil segera mulai memikirkan jurusan Biomassa, katanya jangan disia-siakan jurusan itu karena kedepan jurusan inilah yang nantinya mampu membantu Inhil yang lebih maju disektor produksi energi terbarukan dari produk kelapa,” paparnya.

Sementara Kabid Dikmen Disdik Inhil, Suwardi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa jurusan Biomassa di SMKN 2 Tembilahan merupakan jurusan baru di negeri Sri Gemilang. Disamping bantuan dari ilmuan luar negeri, jurusan itu juga dilirik oleh kementerian dibidang energi.

“Baru dua tahun berjalan, masih tahao promosi dan perkenalan kepada masyarakat. Namun siswa dalam jurusan itu sudah ada puluhan orang,” imbuhnya. Mirwan




Wabup Hadiri Sosialisasi HIV/Aids Tanpa Napza di PT Pulau Sambu Sungai Guntung

KATEMAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo menghadiri kegiatan sosialisasi HIV/Aids tanpa Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) di PT Pulau Sambu Sungai Guntung Kecamatan Kateman, Selasa (1/3/2016) kemarin.

Selain Wabup, juga dihadiri Kepala Disnakertras Kabupaten Inhil Masdar, pengurus KPA Inhil, Upika dan Camat Kecamatan Kateman serta 200 perwakilan perusahaan sebagai peserta sosialisasi.

Sosialisasi itu berlangsung selama dua hari sampai tanggal 2 Maret yang bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan lajunya penularan HIV/Aids baik kepada masyarakat umum, kelompok pekerja, kelompok resiko tinggi tertular penyakit hingga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat penular.

Disamping itu juga bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan HIV AIDS kepada masyarakat termasuk resiko tinggi rentetan masyarakat umum serta menyediakan dan meningkatan pelayanan perawatan dukugan dan perawatan bermutu, terjangkau, bersahabat dan berkesinambungan bagi populasi yang telah terinveksi HIV AIDS.

“Persoalan HIV/Aids ini sudah sangat membahayakan yang melanda seluruh negara di dunia, saat ini pengurangan terus dilakukan tapi ironisnya semakin dilakukan pengurangan dan pencegahan, penyakit malah semakin bertambah,” ungkap Rosman.

Sesuai dengan ketentuan lanjutnya, sosialisasi akan terus ditingkatkan. Apabila ditemukan seseorang yang mengidap atau terjangkit penyakit tersebut, pihak perusahaan harus cepat tanggap dan langsung melakukan tindakan agar tidak terjadi penularan yang signifikan.

Ia juga menyampaikan apabila seorang pekerja yang positif terindikasi mengidap penyakit HIV/Aids tidak boleh ada diskriminasi dari perusahaan karena hal itu menyangkut hak sebagai pekerja dan juga HAM, maka perlu dilakukan sosialisasi serupa kegiatan tersebut. Mirwan/adv