Dewan Pinta Pemkab Inhil Bersihkan Sampah di Perairan Indragiri

1425101038-eceng_gondokTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait diminta, untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di perairan Kabupaten Inhil.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, Edi Gunawan terkait dengan musibah terbaliknya speedboat di Perairan Suak Patut, Kelurahan Amal Bhakti, Kecamatan Kateman yang melanggar sampah, sehingga mengakibatkan seorang bocah berusia 4 tahun meninggal dunia pada Rabu (16/3/2016) kemarin.

Dikatakan Edi, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air selaku stakeholder terkait harus cepat tanggap terhadap musibah tersebut, dengan melakukan berbagai tindakan dan upaya nyata, salah satunya dengan membersihkan sampah yang ada di perairan tersebut.

“Di sepanjang perairan itu banyak sekali sampahnya, yang dapat mengganggu kendaraan yang lewat, apalagi sudah sampai memakan korban,” tutur Edi kepada awak media, Kamis (17/3/2016).

Apalagi, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, dimulai dari Desa Kuala Selat, Penjuru hingga Sungai Guntung adalah jalur yang ramai aktifitas setiap harinya, dimana banyak warga yang memakai jalur itu untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

“Itu jalur penting bagi warga, jadi Pemkab Inhil harus memprioritaskan pembersihan di sepanjang tempat itu. Jangan sampai ini dibiarkan terus menerus dan memakan korban yang lebih banyak lagi,” imbuhnya. Adi




Iiiih….Konsumen Temukan Cicak Busuk Dalam Kemasan Susu Kaleng

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Susu kaleng merk Dairy Champ Primer Kental Manis dikecam. Pasalnya, dalam kemasan seberat 500 gram tersebut didapati bangkai Cicak yang sudah membusuk.

Didi (35) seorang konsumen warga jalan Batang Tuaka Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi saksi utama, bahkan menjadi korban karena sempat mengkonsumsi 2 gelas susu.

Dipaparkan, ia membeli susu hasil produksi PT Etika Marketing Jakarta itu di salah satu Outlet terdekat pada tanggal 15 Maret 2016 kemarin. Berselang waktu, dibukalah kemasan tersebut dengan besaran lubang seadanya.

“Sempat kami minum 2 cangkir. Pertama waktu kemarin (17/3, red) dan kedua pada waktu sorenya. Waktu pertama, kami minum habis namun yang kedua baru merasa curiga karena aromanya semakin menyengat,” kata Didi kepada detikriau.org, Jum’at (18/3/2016).

Lebih lanjut ia menerangkan, positifnya ada cicak dalam kemasan itu baru diketahui dipagi hari (18/3) setelah kemasan kaleng dibuka total. Tampak jelas, cicak ukuran besar melengkung dalam kemasan tersebut.

Didi juga meyakini tidak ada kemungkinan cicak itu masuk setelah kaleng dibuka. Apalagi susu kemasan jenis itu tersedia tutup plastik yang dapat menutup rapat kembali setelah kaleng dilubangi.

“Apalgi bangkai cicak itu cukup besar dan sudah terlihat membusuk. Pasti sudah lama.” Kesal Didi

Meski tidak ada tanda-tanda timbulnya penyakit, namun Didi memgaku kecewa karena mengkonsumsi produksi susu yang berisi kotoran bangkai yang menjijikkan.

“Kami membuat susu secangkir bagi sekeluarga, jadi saya dan istri serta 1 anak sempat meminum,” ujarnya.

Untuk diketahui, susu itu dipasarkan di Tembilahan mayoritas seharga Rp 10 ribu perkaleng. Di luar kemasan tampak berlabelkan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). / Mirwan




14 nama tersangka kerusuhan PT Rimba Lazuardi warga Pendatang

“Polisi Masih Buru Beberapa Tsk Lain yang Diduga Memprovokasi Kerusuhan”

Foto Ilustrasi kerusuhan. news.okezone
Foto Ilustrasi kerusuhan. news.okezone

Rengat , detikriau.org – Hingga jum’at 18/3 Polres Indragiri Hulu (Inhu) telah menetapkan sebanyak 14 orang tersangka pelaku kerusuhan di Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap. 14 orang tersebut diduga melakukan penyerangan ke PT Rimba Lazuardi, Rabu (16/3) siang kemarin.

Dalam aksi amuk masa, mereka juga menganiaya security, membakar alat berat dan kendaraan milik PT Rimba Lazuardi yang berada di Dusun Peladangan Transmigrasi Serangge 3.

Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo , Jumat (18/3) menegaskan, 14 orang tersangka yang diduga melakukan kerusuhan bukan warga asli tempatan dan hanya mengatasnamakan warga Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap.

“Mereka (tersangka) adalah warga pendatang yang membuka lahan di desa Pesajian,” sebut Kapolres.

menurut Kapolres Inhu, ada beberapa orang pelaku yang masih dalam pencarian, mereka ini  adalah pelaku utama yang diduga  memprovokasi pelaku lainnya untuk melakukan penyerangan ke PT Rimba Lazuardi, bahkan mereka disinyalir  menyewa preman dari Pekanbaru untuk melakukan kerusuhan dan penganiayaan.

dari informasi yang dirangkum posmetro indragiri, kerusuhan ini terjadi pada Rabu (16/3) sekitar pukul 14.00 Wib. Kerusuhan bermula akibat sekelompok warga menganggap pihak PT Rimba Lazuardi menyerobot lahan milik mereka, persoalan ini semakin meruncing ketika terkabar beberapa waktu lalu  beberapa orang warga dipukul oleh security PT Rimba Lazuardi.

Kepala Desa Pesajian Husni Thamrin kepada sejumlah wartawan menyebutkan, selama ini pihaknya tidak pernah mengetahui berapa luas lahan PT Rimba Lazuardi, apalagi pihak perusahaan tidak pernah memberitahukan kepada warga desa dan tidak pernah ada kesepakatan masuknya perusahaan tersebut ke wilayah desanya.

Husni Thamrin juga mengungkapkan, sekitar tahun 2007 PT Rimba Lazuardi sempat berhenti beroperasi, namun sejumlah asetnya masih berada di lokasi. Hingga akhirnya muncul sekelompok orang yang bercocok tanam di lahan tersebut.

dari 14 nama yang diamankan polres Inhu, diantaranya  Budiman Hutagalung, Marson Simanjuntak, Rio sitorus, Yunus saragih, Aimon sirait, Roni sitorus, Berkisar Sinurat, Edward pasaribu, Parulian Silitonga, Fernando Simbolon, Fernando Sitohang, Manager Lubis, Pardamean Pasaribu, dan Halomoan Tapubolon. (Zal)




Bupati Buka Kegiatan Sikat Gigi Massal Tajaan PDGI Inhil

KEMPAS (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi kegiatan Sikat Gigi Massal 1000 murid SD dan 100 anak PAUD di lapangan sepak bola Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas, Jum’at (18/3/2016).

Kegiatan tajaan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Inhil ini dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan, Ketua PDGI Inhil, perwakilan Dinkes dan Disdik Inhil serta sejumlah pejabat kecamatan setempat.

Selain itu tampak juga dipadati ribuan pelajar SD dan PAUD se Kecamatan Kempas dan didampingi para guru.

Bupati Inhil dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pihak penyelenggara. Sebab menurutnya, kegiatan tersebut dinilai sangat positif untuk diterapkan para anak-anak usia dini demi kelangsungan kesehatan gigi.

“Saya harapkan kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial saja namun yang terpenting adalah tindak lanjut disetiap harinya,” kata Wardan.

Kepada pihak terkait, diharapkan Bupati untuk tetap meningkatkan sosialisasi kesehatan gigi, minimal katanya mampu mempertahankan yang sudah ada. Karena menurutnya budaya sehat itu sangat dibutuhkan dan harus berlanjutan sedini mungkin.

“Untuk itu, saya menegaskan kepada para jajaran pemerintah untuk diprogramkan kegiatan seperti ini kedepannya,” tutup Bupati. Mirwan/adv

 




Dihadiri Beberapa Ulama Besar, Mesjid Darul Hikmah Dipadati Ribuan Jamaah Hingga Ke Halaman

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ribuan masyarakat memadati mesjid Darul Hikmah jalan Batang Tuaka Tembilahan, Kamis (17/3/2016) malam pada agenda Tabligh dan Maulid Akbar.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil serta sejumlah pejabat lainnya.

Disekempatan itu tampak beberapa ulama besar diantaranya Syekh Mohammed Ahmed Nasser Al-Busyiri dari Yaman dan beberapa Habib lainnya yakni Al-Habib Ahmad Bin Novel Jindan dari Jakarta, Al-Habib Alwi Al-Marzaq dari Tembilahan dan Al-Habib Ali bin Hasan Al-Habsyi dari Solo serta sejumlah ulama besar lainnya.

Bupati Inhil dalam sambutannya mengatakan, dalam era globalisasi tidak meninggalkan khas keislaman yang selalu meningkatkan nilai-nilai luruh moral jamaah muslim.

“Kehadiran para ulama ini kami minta kepada jamaah untuk tidak melalaikan dalam artian kata bahwa banyak ilmu yang bisa diserap untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Wardan.

Adapun yang tampil sebagai pencaramah adalah Al-Habib Ahmad Bin Novel Jindan dan didampingi sejumlah ulama lainnya. Mirwan




Satu Bulan di Periode ke Dua Jabat Bupati di Inhu, Yopi Arianto Klaim Sudah Lakukan Sejumlah Langkah Konkret

Rengat, Detikriau.org – Kamis, 17 Maret 2016, genap satu bulan Bupati Inhu H Yopi Arianto dan Wakil Bupati Inhu H Khairizal mengemban amanah masyarakat. Dalam kurun waktu yang relatif singkat tersebut, sejumlah langkah konkret sudah dilakukan Bupati H Yopi Arianto dalam upaya meningkatkan pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Inhu.

“Hari ini genap satu bulan saya menjabat sebagai Bupati Inhu sejak dilantik tanggal 17 Februari 2016 lalu,” ujar Bupati saat bertindak sebagai inspektur upacara 17 hari bulan di halaman Kantor Bupati Inhu, Pematangreba, Kamis (17/3).

Menurut Bupati, pasca dilantik ia langsung menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sehingga APBD Tahun 2016 dapat dilaksanakan.

Bahkan musyawarah  perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2017 sudah selesai dilaksanakan dalam kurun waktu satu pekan. Terakhir, Musrenbang dilaksanakan pada tiga kecamatan dalam satu hari, yakni Kecamatan Batang Peranap, Peranap dan Kelayang yang seluruhnya di hadiri Bupati Inhu H Yopi Arianto.

Usai bertindak sebagai inspektur upacara, pada bulan pertama kepemimpinannya, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menggelar rapat koordinasi dengan seluruh camat di ruang rapat Badan Kesbangpol Inhu. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut Rakornas tim tepadu penangan konflik sosial yang diikuti Bupati H Yopi Arianto di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (7/3) lalu.

Dalam arahannya, Bupati Inhu H Yopi Arianto minta seluruh camat secara rutin menggelar pertemuan dengan kepala desa serta element masyarakat sebagai upaya mencegah terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat.

“Saya minta camat berkoordinasi secara aktif dengan Kapolsek dan Danramil untuk melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi konflik dengan melibatkan lurah ataupun kepala desa serta RW dan RT,” ungkapnya seraya minta camat membentuk tim terpadu penangan konflik sosial di tingkat kecamatan.

Selain itu, Bupati H Yopi Arianto minta agar camat bersama Kapolsek, Danramil serta kepala desa dan unsur masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apalagi saat ini sudah akan masuk musim kemarau. (Zal)