Dinkes Inhil Luncurkan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan Inhil telah meluncurkan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di salah satu hotel di Tembilahan, Rabu (25/09/24). 

Terlihat dalam pantauan awak media peluncuran tersebut diiringi dengan Evaluasi Intervensi Spesifik serta Publikasi Stunting di Kabupaten Inhil. 

Kadis Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri, menjelaskan bahwa peran Puskesmas sebagai penanggung jawab kesehatan di wilayahnya akan semakin diperkuat dengan adanya pemantauan wilayah setempat (PWS) yang dilakukan bersama kader kesehatan di tingkat Desa/Kelurahan. 

“Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam menangani berbagai masalah kesehatan di daerah,” tuturnya. 

Rahmi juga menekankan bahwa Kementerian Kesehatan saat ini tengah melakukan transformasi sistem kesehatan yang fokus pada layanan kesehatan primer di setiap unit pelayanan kesehatan dasar. Melalui ILP, pemerintah berupaya untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat, serta menangani masalah aksesibilitas layanan kesehatan primer, termasuk percepatan penurunan prevalensi stunting. 

Sementara itu, Pj Bupati Inhil, H. Erisman Yahya, memberikan apresiasi atas pelaksanaan integrasi pelayanan kesehatan primer dan evaluasi intervensi spesifik ini. Ia mengingatkan bahwa penurunan stunting dan pelaksanaan ILP adalah tanggung jawab bersama, yang memerlukan dukungan dari semua sektor. 

“Mari kita berkolaborasi dan berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir yang sehat,” tutupnya. ADV




Dinas Kesehatan Indragiri Hilir Lakukan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Masalah stunting masih menjadi isu kesehatan yang serius di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam upaya mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Dinas Kesehatan, terus berusaha menurunkan angka stunting.

Salah satu langkah rutin yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah melakukan evaluasi terhadap stunting di seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis selama seribu hari pertama kehidupan, dimulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun.

“Dampaknya dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang dapat membahayakan masa depannya,” ungkap Rahmi saat peluncuran Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di salah satu hotel, Rabu (25/09/24).

Menurut Rahmi, pencegahan stunting sebenarnya tidak sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat, terutama melalui pemberian layanan yang memadai.

Berikut adalah langkah-langkah penting untuk mencegah stunting:

1. Nutrisi Ibu Hamil

  “Pertama, ibu hamil harus mendapatkan asupan makanan yang bergizi seimbang. Program pemberian suplemen tambahan, seperti tablet tambah darah, sangat penting untuk dilaksanakan dengan baik. Nutrisi yang baik selama kehamilan memastikan janin mendapatkan gizi yang diperlukan untuk tumbuh optimal,” jelasnya.

2. ASI Eksklusif

  Setelah lahir, bayi perlu mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama.

  “ASI adalah sumber gizi terbaik bagi bayi, mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Setelah enam bulan, ASI tetap diberikan bersamaan dengan makanan pendamping ASI (MPASI),” tambahnya.

3. Makanan Pendamping ASI (MPASI)

  MPASI yang diberikan harus berkualitas, mengandung sumber protein hewani dan nabati, serta sayuran.

  “Ibu perlu diberikan pelatihan mengenai cara menyiapkan dan memberikan MPASI yang tepat agar anak mendapatkan gizi yang seimbang,” ujarnya.

4. Edukasi dan Konseling

  Edukasi dan konseling dari tenaga kesehatan sangat penting. Mereka harus terus-menerus memberikan informasi kepada ibu tentang pentingnya gizi dan cara memberikan makanan yang benar. Orang tua juga perlu dibekali pengetahuan tentang cara mencegah stunting serta pentingnya gizi seimbang. (ADV)




Rutan Dumai Ikuti Pelantikan Pimti Madya dan Fungsional di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Rutan Kelas IIB Dumai dan jajaran mengikuti Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Fungsional Ahli Utama di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia secara virtual, Selasa (24/9).

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas melantik Andap Budhi Revianto sebagai Staf Ahli Bidang Sosial, Nico Afinta sebagai Sekjen, dan Sofyan sebagai Penyuluh Hukum Ahli Utama.

Pada kesempatan ini, Menkumham mengajak seluruh pegawai Kemenkumham, untuk memberikan dukungan penuh kepada Para Pejabat yang baru dilantik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Mari kita bersama-sama bekerja keras, saling berkolaborasi, dan berbagi pengetahuan demi tercapainya tujuan bersama,” tuturnya.

Setiap individu memiliki peran dan kontribusi yang sangat berarti, sehingga kebersamaan dan sinergi kita akan memudahkan pencapaian visi dan misi Kemenkumham.

“Kepada Pejabat yang baru di lantik, sekali lagi saya ucapkan selamat menjalankan tugas dan amanah yang telah dipercayakan. Dan saya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi merupakan awal dari suatu langkah baru yang penuh harapan,” pungkas Menkumham.*




Dari 122 Balita di Concong Luar, 5 Terdeteksi Alami Stunting

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Kecamatan Concong Luar telah merilis data mengenai prevalensi stunting di tiga desa utama dalam periode 2022-2024.

Desa Concong Luar mencatat angka stunting sebanyak 5 kasus dari 122 balita yang ditimbang, Desa Concong Tengah dengan 2 kasus dari 116 balita, dan Desa Kampung Baru dengan 3 kasus dari 98 balita.

Data ini menunjukkan adanya tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Faktor Penyebab Stunting Terdapat beberapa faktor determinan yang memicu terjadinya stunting di ketiga desa tersebut, di antaranya:

  1. Kurangnya asupan makanan bergizi.
  2. Pola asuh yang tidak memadai.
  3. Faktor genetik.
  4. Balita tidak mendapatkan ASI eksklusif.
  5. Kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, termasuk kebersihan jamban.

Faktor-faktor ini konsisten di semua desa dan menjadi penyebab utama tingginya angka stunting di wilayah tersebut.

Upaya Penurunan Stunting yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama Pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting, di antaranya:

  1. Memberikan asuhan gizi kepada balita yang terindikasi stunting.
  2. Mengadakan penyuluhan bagi orang tua terkait kebersihan lingkungan dan pentingnya sanitasi.
  3. Memberikan makanan tambahan lokal (MT Lokal) secara rutin.
  4. Melakukan pengukuran balita setiap bulan.
  5. Memberikan edukasi kepada orang tua agar membawa anak mereka ke posyandu secara rutin untuk memantau pertumbuhan.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi prevalensi stunting di Kecamatan Concong Luar.(ADV)




Pantau Proses Pelayan Kesehatan Kartika Sari Erisman Tinjau Posyandu Pelita Jaya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka memantau proses pelayanan kesehatan di kabupaten Indragiri Hilir, Kartika Sari Erisman Yahya melakukan kunjungan ke Posyandu Pelita Jaya

Kartika Sari Erisman Yahya yang juga Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengungkapkan bahwa Posyandu Pelita Jaya masuk dalam wilayah kerja UPT Puskesmas Tembilahan Hulu.

Terlihat dalam kunjungan Ketua Pembina Posyandu tersebut disambut hangat Ketua dan Kader Posyandu Pelita Jaya yang diawali dengan taburan beras kunyit.

Kehadiran Kartika Sari Erisman Yahya di Posyandu Pelita Jaya, untuk mengajak partisipasi aktif semua stakeholder dalam menyukseskan program posyandu yang mana ini merupakan peran serta seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Inhil.

“Kegiatan penimbangan, pemberian imunisasi dan penyuluhan kesehatan adalah wujud nyata posyandu dalam menjaga kesehatan generasi penerus. Untuk itu, mari tingkatkan lagi peran serta dalam tiap program posyandu, agar kegiatan posyandu ini dapat terus berjalan dengan baik dan berkelanjutan”, jelas Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Inhil, Senin (23/9/24).

Mengingat peranan pentingnya, Kartika Sari Erisman Yahya berharap pelayanan kesehatan di posyandu dapat lebih baik.

“Posyandu memiliki peranan penting menjaga kesehatan ibu, balita dan lansia, karena itu saya berharap posyandu Pelita Jaya ini dan posyandu lainnya dapat terus berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang lebih baik”, harap Kartika.

Dalam momen ini, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Inhil ikut serta melakukan penimbangan dan pengukuran kepala Balita, meninjau kegiatan senam Ibu Hamil, meninjau layanan kesehatan Lansia, dan menyalurkan bantuan telur sebagai upaya pengentasan stunting.(adv)




Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Inhil Ajak Masyarakat Melakukan Pengecekan Rutin Mendengar Stunting dan Gizi Buruk

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Untuk melihat tumbuh kembang anak, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Inhil mengajak seluruh masyarakat untuk terus membawa anaknya ke posyandu untuk melihat perkembangan pertumbuhan nya.

Ajakan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Inhil ini bertujuan untuk menekan angkat stunting dan gizi buruk yang saat ini masih ada di Kabupaten Inhil.

“Mari bersama-sama kita bawa anak kita ke posyandu untuk dilakukan pengecekan rutin guna mencegah perkembangan stunting dan gizi buruk,” kata Kartika Sari Erisman Yahya, saat berkunjung ke Posyandu Pelita Jaya masuk dalam wilayah kerja UPT Puskesmas Tembilahan Hulu.

Dalam kesempatan tersebut terlihat Ketua Pembina Posyandu Inhil ikut serta melakukan penimbangan dan pengukuran kepala Balita, meninjau kegiatan senam Ibu Hamil, meninjau layanan kesehatan Lansia, dan menyalurkan bantuan telur sebagai upaya pengentasan stunting.

Kehadiran Kartika Sari Erisman Yahya di Posyandu Pelita Jaya, untuk mengajak partisipasi aktif semua stakeholder dalam menyukseskan program posyandu yang mana ini merupakan peran serta seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Inhil.

“Kegiatan penimbangan, pemberian imunisasi dan penyuluhan kesehatan adalah wujud nyata posyandu dalam menjaga kesehatan generasi penerus. Untuk itu, mari tingkatkan lagi peran serta dalam tiap program posyandu, agar kegiatan posyandu ini dapat terus berjalan dengan baik dan berkelanjutan”, jelas Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Inhil, Senin (23/9/24).

Mengingat peranan pentingnya, Kartika Sari Erisman Yahya berharap pelayanan kesehatan di posyandu dapat lebih baik.

“Posyandu memiliki peranan penting menjaga kesehatan ibu, balita dan lansia, karena itu saya berharap posyandu Pelita Jaya ini dan posyandu lainnya dapat terus berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang lebih baik”, harap Kartika.(adv)