Kembangkan Pariwisata dan Cagar Alam, Dewan Pinta Pemkab Inhil Beri Perhatian Lebih

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), untuk memberikan perhatian yang lebih besar dalam upaya membangun dan mengembangkan dunia kepariwisataan serta kawasan cagar alam di Negeri Seribu Parit.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto saat memimpin hearing atau rapat dengar pendapat bersama sejumlah lintas sektor terkait kepariwisataan, di ruang rapat Komisi IV Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (22/3/2016).

Tampak hadir saat itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD, Adi Candra, Sekretaris, Herwanissitas dan Anggota Wisnaria, Gusti Desriansyah, Razali, Awandi dan H Hasmawi, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), Junaidy dan jajaran, perwakilan Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra).

Dikatakan Adriyanto, saat ini masih cukup banyak tempat-tempat wisata religi dan wisata alam yang belum terkelola baik serta tidak terekspos secara maksimal. Padahal, selain memiliki tempat wisata religi dan wisata alam, Kabupaten Inhil juga memiliki berbagai cerita-cerita rakyat yang bisa didokumentasikan dan disusun menjadi sebuah buku, untuk kemudian disebarluaskan ke masyarakat dalam maupun luar daerah.

“Kalau bicara tentang kepariwisataan ini, kita harus siap berkorban, sehingga masyarakat banyak bisa menikmatinya,” tutur Adriyanto.

Oleh karena itu, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemkab Inhil diharapkan agar terjun langsung ke lapangan serta saling bekerjasama dan memberindukungan, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Kita usulkan Pemda membuat satu Tim untuk kepariwisataan di Inhil ini. Diamana, isinya adalah perwakilan setiap SKPD, supaya mereka bisa saling berkoordinasi tentang apa saja yang harus dibuat tiap-tiap SKPD guna membangun dan mengembangkan objek wisata yang ada,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disporabudpar Inhil, Junaidy menyatakan bahwa secara aturan kepariwisataan di Kabupaten Inhil sudah sangat maju, ini dibuktikan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pariwisata.

“Hanya saja, pengembangan dan pengelolaannya di lapangan yang masih belum maksimal, dikarenakan berbagai keterbatasan,” terang Junaidy.

Untuk itu, Junaidy berharap dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak terkait, dalam rangka melesarikan budaya serta mengembangkan wisata alam dan wisata religi di Bumi Sri Gemilang. Adi




Bupati Hadiri Sosialisasi Pembangunan Rumah Dari BTN

“Bangun 1000 Unit Rumah di Parit 16 Tembilahan”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri langsung sosialisasi pembangunan rumah dari Bank Tabungan Negara (BTN), Selasa (22/3/2016).

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan yang dihadiri juga perwakilan DPRD Kabupaten Inhil, Sekdakab Inhil, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BTN) Kabupaten Inhil, Pimpinan BTN dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil serta pihak Developer PT Raja Graha Makmur sebagai pengemban perumahan.

Dimana nantinya, rumah yang akan dibangun sebanyak 1000 unit yang berlokasi di parit 16 Tembilahan. Untuk tahap awal, pihaknya terlebih dahulu akan membangun rumah sebanyak 250 unit yang diperuntukkan bagi PNS di lingkungan Pemkab Inhil.

“Saya menyambut baik dengan adanya program pembangunan rumah ini. Meski baru pertemuan pertama, saya sangat mensuport dan semoga berkelanjutan hingga sukses,” kata Bupati Wardan dalam sambutannya.

Dengan demikian, ia berharap kepada pihak pengembang untuk melakukan pertemuan-pertemuan berikutnya yang membahas secara teknis dengan SKPD terkait.

“Tentunya untuk menindak lanjuti program tersebut.” Tandas Bupati. / Mirwan/adv




Rapat P3D, Pemkab Inhil Kesulitan Tuntaskan Masalah Aset

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat koordinasi tim tentang verifikasi data inventarisasi Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D) di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Senin (21/3/2016) sore.

Dalam rapat tersebut, Pemkab tampak kesulitan menangani masalah aset dengan dalih banyaknya persoalan lama yang harus dikaji, misalnya aset tanah, gedung sekolah dan lainnya.

“Kami akui, yang tersulit masalah aset, karena aset itu memiliki sejarah sehingga kami perlu ekstra. Contoh saja aset gedung sekolah, kami harus mengkaji lagi bagaimana mula berdirinya sebelum negeri, itu baru satu contoh aset, belum yang lain,” kata Sekda Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin usai memimpin rapat tim tentang verifikasi data inventarisasi P3D.

Menurut Sekda rapat tersebut untuk menindak lanjuti perundang-undangan tentang pemerintah daerah yakni ada sebagian urusan Kabupaten yang dipindahkan ke Provinsi, diantaranya adalah urusan pertambangan, kehutanan, kelautan dan beberapa urusan lainnya.

Dengan demikian, maka proses pertama yang dilakukan berupa penyerahan segala aspek kepada Pemprov, mulai dari personil, sarana prasarana termasuk aset.

Saat ini Pemkab telah membentuk tim verifikasi data inventarisasi yang fokus menyelesaikan dokumen-dokumen terkait. Bahkan ditargetkan, akhir bulan ini sudah rampung secara keseluruhan.

“Menyangkut personil sudah rampung kita serahkan, yang belum selesai itu persoalan aset. Tapi kita upayakan akhir bulan ini sudah rampung,” paparnya.

Sebenarnya lanjut Sekda, masa tenggang waktu masih cukup lama. Sebab berdasarkan aturan yang ada menyatakan pada bulan Oktober 2016 baru menjadi kewenangan pihak Provinsi memanfaatkan keseluruhan yang diserahkan.

“Kita cepat menyerahkan ini karena sudah ada himbauan aturan, selagi bisa dikerjakan langsung dikerjakan tanpa harus menunda waktu,” tandasnya. Mirwan/adv




Polres Inhil Musnahkan 29 Drum Tuak. Jaksa Tolak Pengenaan Sanksi “Tipiring”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pemusnahan minuman keras jenis Tuak sebanyak 4 ribu liter di TPA Sungai Beringin Tembilahan, Selasa (22/3/2016).

Ribuan liter Tuak tersebut merupakan hasil operasi Miras pada tanggal 17 Maret 2016 di Kecamatan Kempas. Dimana, pemiliknya terdapat 4 orang yang dijadikan sebagai Home Industri Tuak.

“Kurang lebih 4 ribu liter, seluruhnya berkemasan dalam 29 drum,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui KBO Reskrim, Erizal usai melakukan pemusnahan.

Menurut Erizal, terkait sanksi pengenaan tindak pidana ringan (tipiring) terhadap 4 pemilik home industri minuman tuak ini masih dilakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan. Kejaksaan masih menolak hanya dikenai sanksi tipiring.

alasan pihak pengelola, lanjut Erizal, Miras jenis Tuak merupakan minuman budaya karena tidak mengandung alkohol. Hanya saja masyarakat banyak salah menggunakannya.

“Kejaksaan tidak mau hanya dikenai Tipiring. Masih kita koordinasikan namun kita tetap melakukan operasi rutin dan setiap ditemukan produksi Miras tetap kami sita,” tegasnya. / Mirwan




8 Berita Kesehatan yang Beredar di Media Sosial Ternyata Hoax

 

ikanSering mendapatkan berita kesehatan tak jelas di sosial media. Hati-hati jangan percaya sepenuhnya karena banyak juga yang tidak jelas sumber dan referensinya alias HOAX.

Berikut sejumlah berita kesehatan HOAX yang dilansir tribunnews.com disadur melalui peduli nutrisi/Tabloid Nakita yang banyak bertebaran di sosial media.

  1. Makan Mi Instan dan Cokelat Bersamaan Bikin Keracunan

    Keracunan akibat makanan memang bisa terjadi.

Tapi benarkah makan mi instan dan cokelat bersamaan bisa memicu keracunan?

Apalagi sampai lima panca indranya mengeluarkan darah.

Konon mi mengandung arsenic pentoxide dan reaksi kimia dari cokelat menyebabkan berubah jadi arsenik trioxide.

Mi instan yang dijual di pasaran tidak ada yang ditemukan mengandung racun arsenik.

“Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, disimpulkan bahwa produk mi instan yang terdaftar dan beredar di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku, serta dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” tegas Dra Kustantinah, Apt, M.App.Sc yang saat itu Kepala BPOM RI.

  1. Minum Air Dingin Seusai Makan Picu Kanker

Disebutkan dalam pesan yang beredar, minum air dingin usai makan bisa memicu kanker.

Karena air dingin bisa memadatkan minyak dalam makanan sehingga lama-kelamaan akan melapisi usus dan menyebabkan kanker.

Tidak ada bukti yang mendukung pesan tersebut.

Apalagi menurut BBC Science and Nature, panas alami di perut akan membuat semua makanan yang masuk memiliki temperatur yang sama.

Meskipun seseorang minum es, dinginnya es tidak akan bertahan lama di lambung.

  1. Makan Sayap dan Ceker Ayam Bisa Picu Kanker

Konon salah satu pemicu munculnya kanker payudara dan kanker seviks adalah karena konsumsi ceker dan sayap ayam.

Sebab sayap ayam merupakan bagian paling sering disuntik, sedangkan ceker ayam tempat menimbun ‘end product’ antibiotik dan turunan ‘second hormonal’.

“Belum ada buktinya, itu kan baru asumsi. Umur ayam itu kan pendek sampai dia dipotong, kalau dipotong obat hormonnya itu masih ada atau belum habis lalu dimakan menyebabkan kanker, sampai sekarang belum ada buktinya,” kata dr Ramadhan, SpBOnk.

  1. Makan Bayam dan Tahu Bersamaan Bisa Picu Kista

Beredar informasi yang mengatakan bahwa mengonsumsi keduanya secara bersamaan bisa memicu kista pada organ reproduksi perempuan.

Kabar ini ditampik ahli kandungan. “Bayam dan tahu? Enggak ah, setahu saya nggak ada hubungannya tuh (dengan kista),” kata dr Damar Prasmusinto, SpOG.

Umumnya ada 2 penyebab kista yang sering dijumpai dan keduanya jarang berhubungan dengan makanan.

Pertama adalah bawaan lahir, sedangkan yang kedua adalah endometriosis atau pertumbuhan yang tidak normal di lapisan endometrium.

  1. Cek Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

Pesan terkait cara mengecek kesehatan ginjal menyebar.

Cara yang dianjurkan dalam pesan itu adalah dengan makan jengkol, setelah itu cium aroma kencingnya.

Jika tidak bau berarti ginjal bermasalah.

Cara ini tidak dianjurkan.

Karena terlalu banyak makan jengkol tidak baik lantaran makanan ini mengandung asam jengkolat atau jengkolic acid.

Di ginjal, asam ini bisa mengkristal dan membentuk batu ginjal.

  1. Udang + Vitamin C = Meninggal

Kabar konsumsi udang berbarengan dengan vitamin C bisa berujung kematian pernah menyebar.

Padahal meski ada indikasi kontaminasi logam berat dan zat kimia pada produk perikanan, seperti pada udang, tidak akan langsung sebabkan keracunan.

Proses kimiawi udang dengan vitamin C tidak memiliki dasar yang jelas.

Sementara itu, konsumsi vitamin C yang dianjurkan setiap harinya adalah sekitar 100 mg/hari. Jika berlebihan maka dampaknya malah bisa menyebabkan batu pada ginjal.

  1. Peringatan Kode Warna di Kemasan Pasta Gigi

Imbauan untuk berhati-hati memilih pasta gigi sering beredar di jejaring sosial.

Disebutkan, Green : Natural. Blue : Natural + Medicine. Red : Natural + Chemical composition. Black : Pure Chemical. Bahkan ada yang secara gamblang menyebut kode hijau adalah yang terbaik.

Namun sebenarnya kandungan dalam pasta gigi, terutama bahan aktif, seharusnya sudah tercantum dalam kemasan.

Fluoride dan berbagai jenis bahan aktif lain sering ditambahkan sesuai kebutuhan pasien.

Contohnya HAP (hydroxyapatite) mineral dan potassium citrate untuk gigi sensitif, serta zinc citrate untuk kesehatan gusi.

  1. Bumbu Mi Instan yang Dimasak Picu Kanker

Broadcast message menyebut mi instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya.

Sebab monosodium glutamat (MSG) berpotensi jadi karsinogen pencetus kanker jika dimasak dengan suhu di atas 120 derajat Celcius.

Ini merupakan kabar yang tidak jelas asalnya.

Selama konsumsinya masih dalam batas aman, MSG tidak membahayakan.

Nutrisionis Rita Ramayulis, DCN, MKes menyebut penggunaan MSG atau bumbu penyedap yang disarankan maksimal seperempat sendok teh dalam setiap penggunaannya. (*)

 

 




Dewan Nilai Pemkab Inhil Minim Empati Dengan Masyarakat Miskin

“menanggulangi kemiskinan sepertinya hanya sebatas retorika dan halusinasi”

Foto; antaranews
Foto; antaranews

Tembilahan, detikriau.org – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir menilai Pemkab Inhil kurang miliki empati dengan keberadaan masyarakat miskin.

Hingga saat ini hal itu dibuktikan dengan minimnya program yang dijalankan pemerintah yang mengacu pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi masyarakat miskin.

Kritikan ini dilontarkan oleh Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), M Sabit Bahar.

Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil Tahun 2013, jumlah penduduk miskin di Negeri Seribu Parit ini mencapai lebih kurang 53.995 jiwa atau lebih kurang 13.499 Kepala Keluarga.

“Penanggulangan kemiskinan belum jadi prioritas, makanya angka kemiskinan masih tinggi,” tutur Sabit kepada awak media, belum lama ini.

Seharusnya, lanjut politisi Partai Demokrat Inhil ini, jikalau pemerintah peduli, APBD juga lebih diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti dengan menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

“Keinginan untuk menanggulangi kemiskinan sepertinya hanya sebatas retorika dan halusinasi saja, bagaimana mungkin kita bisa menanggulanginya, jika program yang dibuat tidak mengarah kesana,” Sindirnya. / Adi