Bantu Bebaskan Sandera dari Abu Sayyaf, Ini Syarat Umar Patek

umar patek,
umar patek,

JAKARTA — Pelaku bom Bali, Umar Patek meminta syarat pengurangan hukuman penjara dari 20 tahun menjadi 10 tahun penjara sebagai ganti menjamin pembebasan 10 pelaut Indonesia yang ditangkap kelompok Abu Sayyaf di Filipina. 

Umar Patek sebelumnya melatih pejuang Abu Sayyaf dan MILF atau Front Pembebasan Islam Moro untuk memberontak. Patek juga melatih kelompok ini untuk membuat bom. Patek ditangkap di Pakistan pada Januari 2011. Dilansir dari Manilatimes, Sabtu (9/4), Patek dikunjungi oleh pejabat pemerintah di penjara Sulawesi dan diminta untuk membantu membebaskan sandera.

Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Wawan Purwanto mengatakan, dalam pertemuan itu, Patek menyatakan akan membantu apabila diberi keringanan hukuman menjadi 10 tahun penjara. Patek divonis 20 tahun sejak 2012 lalu karena melakukan pengeboman di Bali yang menewaskan 202 korban jiwa dan pengeboman di gereja Jakarta pada 2000 silam.

Para sandera itu merupakan semua awak kapal dari kapal tunda Brahma 12 yang dibajak di laut lepas provinsi Tawi-Tawi di wilayah otonomi Muslim bergolak di selatan Filipina. Para pemberontak, yang berjanji setia dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), menuntut 1 juta dolar AS untuk tebusan para WNI tersebut.

“Dia membantu untuk bernegosiasi dengan Abu Sayyaf.Patek memiliki hubungan dan pengaruh dengan kelompok itu dan dia tahu kebijakan mereka.”kata Purwanto.

Para tawanan Indonesia tersebut antara lain, Peter Tonsen Barahama, nakhoda; Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Octavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian – yang diyakini ditahan oleh pemimpin Abu Sayyaf, Alhabsi Misaya. (republika)




2 Pria Ini Digeledah, Polisi Temukan 11 Butir Pil Extacy Beserta 2,5 Gram Sabu-sabu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menemukan sedikitnya 11 butir pil Extacy dari dua orang pria di jalan Sederhana Tembilahan, Minggu (10/4/2016) sekitar pukul 01.30 WIB.

Selain itu, polisi juga menemukan 1 paket kecil sabu-sabu seberat 2,5 gram, 1 buah tutup botol, 2 buah pipet plastik dan 1 buah tabung kaca pembakar.

Adapun identitas Tsk adalah Erick (31) seorang pedagang warga Swadaya Murni II Kelurahan Tembilahan Kota dan Jefri (28) seorang Wiraswasta warga jalan Sederhana Kelurahan Tembilahan Hulu.

“Berdasarkan penyelidikan sementara, kedua Tsk ini sering melakukan transaksi narkoba,” kata PAUR Humas Polres Inhil, Iptu Warno Akman.

Saat ini, kedua Tsk beserta sejumlah barang bukti sedang diamankan di Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan guna dilakukan proses lebih lanjut. (mirwan)




Puluhan Pemuda Bersatu Galakkan Jamaah Subuh di Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puluhan pemuda yang tergabung dalam komunitas pejuang subuh bersatu menggalakkan jamaah shalat subuh di Mesjid-mesjid Tembilahan.

Sekelompok pejuang tersebut bergerak untuk mengajak para generasi muda bersama-sama memadati Mesjid di waktu shalat subuh khususnya. Kegiatan tersebut sudah berlangsung sepekan terakhir.

“Minggu lalu perdana kita berkumpul bersama di Mesjid Pancasila dengan menghadirkan pencaramah ustaz H Efendi Lc,” kata salah seorang Pejuang Subuh Tembilahan, Taufiqurraman kepada detikriau.org, Minggu (10/4/2016).

Diterangkan, komunitas ini merupakan organisasi baru yang berdiri tanpa ada kepentingan melainkan menyukseskan misi yakni barisan jamaah Shalat Subuh di kota Tembilahan dipadati para generasi muda.

Sebab menurutnya, kondisi ibadah di kota Ibadah ini tidak sesuai dengan kenyataan. Bagaimana tidak, shalat wajib di Mesjid-mesjid waktu subuh itu hanya diisi para Lansia. Begitu juga dengan waktu-waktu shalat wajib lainnya.

“Kita bergerak diwaktu subuh, jika ini ramai maka insya Allah waktu shalat lainnya mudah diisi,” tambahnya.

Dengan demikian, ia mengajak para generasi muda baik pelajar, mahasiswa dan umum untuk bersama-sama berjuang menggalakkan shalat subuh wilayah kota Tembilahan.

“Karena pemula, kita bergerak masih pelan-pelan. Nanti pada tanggal 24 mendatang, kita kembali berkumpul di Mesjid Pancasila jalan Baharuddin Yusuf dengan menghadirikan pencaramah yang menerangkan tentang keagamaan,” tutupnya. (mirwan)




Wakili Bupati, Hafitsyah Hadiri Isra’ Mi’raj 1437 di Masjid YAMP

Staff Ahli Bupati, Hafitsyah (dua dari kanan) saat menghadiri peringatan Isra' Mi'raj
Staff Ahli Bupati, Hafitsyah (dua dari kanan) saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj

TEMBILAHAN, detikriau.org   – Mewakili Bupati Inhil HM Wardan, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Hafitsyah menghadiri kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj tahun 1437 H di Mesjid YAMP Komplek perkantoran Bupati, Sabtu (9/4/2016) malam.

Selain Staf ahli, Mesjid tersebut juga penuh dipadati sejumlah tokoh agama serta masyarakat Tembilahan pada umumnya.

“Atas nama Pemkab Inhil, saya menyambut baik dan sangat mendukung atas upaya masyarakat dalam mensyiarkan Islam yang salah satunya dengan pelaksanaan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” kata Hatifsyah dalam sambutannya.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan mampu menumbuhkan semangat masyarakat dalam pembangunan diberbagai kehidupan, terutama yang harus dibarengi dengan semangat Isra’ Mi’raj di tengah dinamika kehidupan.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut panitia menghadirikan pnceramah Tembilahan ustaz H Ahmadi Syarkawi./ Advetorial




Dewan Harapkan Pemkab Inhil Fungsikan dan Lanjutkan Pembangunan “Islamic Centre”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan Gedung Islamic Center di Jalan Pendidikan Tembilahan, yang hingga kini belum dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) ditanggapi serius oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said kepada awak media, Jum’at (9/4/2016) kemarin.

Menurut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, keberadaan gedung tersebut harus dipelihara dan dikelola dengan baik agar tidak terbengkalai begitu saja.

“Harus dijaga dan ke depan harus dilanjutkan (pembangunannya, red),” tutur Yusuf.

Dengan begitu, lanjut Yusuf, maka keberadaannya bisa dimanfaatkan sebagai pusat pengkajian Islam atau Islamic center di Negeri Seribu Parit, sesuai dengan rencana awal pembangunannya.

“Kita harapkan mudah-mudahan gedung itu bisa digunakan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Untuk sekedar mengingatkan, pembangunan kawasan Islamic Centre digagas pada masa kepemerintahan Bupati Inhil H Indra M Adnan. Sedianya, kawasan ini akan dilengkapi dengan

sebuah masjid yang dirancang memiliki daya tampung hingga 6000 jamaah.

Menurut Indra M. Adnan dalam amarannya saat pemasangan tiang pancang pertama pembangunan masjid ini (24 Juni 2012), Masjid Islamic Centre dibangun dilatarbelakangi dengan kondisi Masjid Agung Al-Huda yang dirasakan sudah semakin tidak representative untuk mendukung berbagai kegiatan umat islam dikarenakan adanya desakan kemajuan kawasan perekonomian perkotaan.

Menurut Indra juga saat itu, pemikiran para ulama dan para pemimpin di Kabupaten Indragiri Hilir untuk memindahkan Masjid Agung Al-Huda ke kawasan yang lebih representative sudah cukup lama. Namun rencana itu selalu  mendapati tantangan karena memang harus diakui Masjid Al Huda  memiliki nilai sejarah.

Dengan memindahkan Masjid Agung Al-Huda tentunya akan menyebabkan hilangnya nilai sejarah.

Akhirnya pemerintah mengambil sebuah kebijakan untuk kembali membangunkan sebuah Masjid yang sengaja dirancang agar kedepannya mampu mejadi pusat berbagai kegiatan keislaman dan dapat menjadi sebuah masjid kebanggan masyarakat Inhil.

Disamping melengkapi dengan bangunan Masjid yang representative, dikawasan Islamic Centre juga direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan mulai dari tingkat Usia dini sampai Sekolah lanjutan atas. Masjid nantinya akan menjadi pusat dari kawasan Islamic Centre.

Masjid Islamic Centre juga direncanakan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Aula yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan seperti seminar dan diskusi-diskusi ilmiah keislaman.

Masjid Ismic Centre juga dibangun dengan 6 buah bangunan pelengkap yang salah satunya adalah perpustakaan 6 lantai. Bahkan Indra M Adnan saat itu juga menyatakan apabila gedung perpustakaan islmic centre ini selesai dibangun maka akan mampu mengalahkan gedung perpustakaan megah di Pekanbaru.

Tidak cukup hanya itu, dikawasan Islamic Centre ini juga direncanakan akan berdiri sebuah sekolah lanjutan negri tingkat atas unggulan./Adi/dro

 




Melalui Saluran Radio, Bupati Inhil Imbau Masyarakat Ikut Cegah Penularan Wabah DBD

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal tersebut disampaikannya melalui saluran Radio milik Pemkab Inhil belum lama ini. Menurutnya, dengan tingginya curah hujan terutama di wilayah endemis DBD serta cuaca tidak menentu, dikhawatirkan akan semakin memudahkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.

“Jika perkembangbiakan nyamuk ini sudah bertambah banyak, tentu potensi penularan penyakit DBD akan semakin besar,” kata Wardan.

Upaya pencegahan tersebut terangnya, bisa dilakukan dengan menerapkan gerakan 3M plus yakni menguras, menutup dan mengubur.

Maksudnya, menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali. Selanjutnya menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain. Dan terakhir mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

“Untuk plusnya adalah menggunakan kelambu saat tidur pagi atau sore bagi anak atau bayi, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik dan melakukan pemantauan jentik nyamuk DBD,” paparnya./Mirwan/adv