Kapolres Inhil Ancam Pecat Oknum Polisi Terlibat Narkoba dan Judi di Pelangiran

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono, Sik
Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono, Sik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik menegaskan bakal memecat oknum Polisi yang terlibat tindak pidana Narkoba dan perjudian di desa Rotan Semelur Kecamatan Pelangiran kemarin.

“Terancam dipecat, sudah capek kita ingatkan untuk tidak menyalahgunakan Narkoba,” kata Wicaksono kepada detikriau.org, Selasa (12/4/2016).

Bahkan hukuman yang diberikan, lanjutnya, tidak ada perbedaan dengan masyarakat umum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Namun dalih itu, keputusan tersebut tergantung kepada hakim dalam pengadilan nantinya.

“Tergantung putusan hakim juga, kalau agak ringan maka bisa dibantu,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, pada hari Sabtu (9/4/2016) malam, seorang oknum Polisi berpangkat Briptu, AM bergegas melarikan diri disaat petugas Polsek Pelangiran menggerebak tindak pidana Narkoba dan perjudian di TKP.

Selain oknum tersebut, teman pestanya berinisial DI juga berhasil kabur. Namun 5 kerabat lainnya berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti.

Jadi, saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap kedua DPO tersebut./ Mirwan




18 Prajurit Filipina Tewas, Apa Reaksi TNI ?

pasukan Sat-81 Kopassus TNI AD
pasukan Sat-81 Kopassus TNI AD

JAKARTA – Pertempuran angkatan bersenjata Filipina melawan kelompok pemberontak Abu Sayyaf terkait pembebasan sandera, telah menelan korban jiwa. Dalam pertempuran sembilan jam itu, 18 prajurit Filipina gugur. 

Tapi, itu tak menyurutkan upaya Tentara Nasional Indonesia membebaskan sepuluh WNI. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Tatang Sulaiman menegaskan, sejauh ini belum ada permintaan keterlibatan pasukan TNI oleh Filipina.

“Ini untuk kesekian kalinya saya katakan bahwa TNI belum diminta terlibat (untuk operasi militer di Filipina),” ujar Tatang saat dihubungi JPNN, Senin (11/4) pagi.

Mantan Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih itu menegaskan, ada konstitusi di Filipina yang menyatakan tidak memperbolehkan keterlibatan angkatan bersenjata lain dalam suatu pertempuran di negara mereka. Karenanya, ini menjadi salah satu alasan TNI belum dilibatkan dalam upaya pembebasan sandera tersebut. “Oleh karenanya kami belum kirim pasukan,” tegas Tatang.

Dia mengatakan, aturan di negara lain juga harus dihormati. Ia mencontohkan, ketika ada keributan di rumah seseorang, tentu tidak lantas orang lain bisa masuk seenaknya ke wilayah tersebut. Ada aturan yang mesti dihormati. Karenanya, kata dia, meskipun menyangkut pembebasan WNI, tentu TNI tidak bisa begitu saja masuk ke wilayah militer negara lain.

Yang pasti, Tatang melanjutkan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sangat menghargai niat baik pemerintah Filipina yang berjanji akan secepatnya menuntaskan pembebasan WNI itu. “Panglima TNI sangat menghargai niat baik militer Filipina,” kata Wadanpussenif Kodiklat TNI AD itu.

Namun demikian, Tatang menegaskan, antisipasi TNI selalu tinggi menyikapi persoalan ini. Perkembangan pembebasan WNI terus diikuti.

Ia mengatakan, diminta atau tidak TNI tetap siap. Terlebih kalau ada permintaan, tentu TNI sangat siap. Hanya saja, kata Tatang, konstitusi di negara lain juga harus dihormati. “Yang pasti TNI selalu mengikuti perkembangan,” tegas Tatang./jpnn




Waktu Semakin Singkat. Pertanda Akhir Zaman?

Waktu Terasa Singkat, Pertanda Akhir ZamanDiantara kita pasti pernah merasa waktu berjalan begitu singkat. Tanpa terasa ternyata waktu sudah memasuki bulan baru, atau bilangan tahun tiba-tiba mulai berganti. Semua berlalu begitu cepat meski sebenarnya proses yang dijalankan lama dan panjang.

Sebagian mengatakan hal ini dialami oleh orang yang sibuk saja. Mengingat rutinitas yang padat ini membuat mereka melupakan waktu. Ternyata tidak demikian, karena faktanya waktu kini berkurang tidak cukup 24 jam dalam satu hari.

Hal ini sudah pernah diungkapkan oleh Baginda Rasulullah SAW. Celakanya waktu yang terasa menjadi singkat ternyata menjadi pertanda hari kiamat.  Manusia  dipredikdi sudah memasuki akhir zaman dan bersiap dengan hari akhir. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Tidak bisa dipungkiri diantara kita memang sudah merasakan begitu singkatnya waktu. Bahkan terkadang sulit untuk bernafas karena setumpuk aktifitas yang membuat kita menghabiskan waktu berjam-jam dan tanpa terasa sudah berlalu begitu saja.

Bagi umat muslim, hal ini tentu bukan pertanda yang bisa diabaikan begitu saja. Karena ternyata, singkatnya waktu menjadi signal bagi diri agar bersiap menghadapi seebuah akhir dari dunia. Dunia mengalami serangkaian proses menuju hari akhir.

Dalam hadis lain disebutkan,  Anas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Hari Kiamat tak akan datang kecuali waktu semakin singkat. Penyingkatan ini terjadi sedemikian cara seperti satu tahun yang berlalu seperti sebulan, dan sebulan yang berlalu seperti seminggu, dan seminggu berlalu seperti satu hari dan satu hari yang berlalu seperti satu jam dan satu jam yang berlalu seperti secepat kilat.” (Tirmidhi, Zuhd: 24, 2333).

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Hari Kiamat belum akan terjadi sampai zaman (terasa) saling berdekatan. Sehingga, satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti satu pekan, satu pekan seperti satu hari, satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti api yang membakar ujung ranting.” Artinya, bahwa di akhir Zaman, waktu akan terasa cepat, seperti kayu bakar yang menyala dan padam dengan cepat.

Dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Ahmad Rasulullah SAW mengatakan hal serupa. Bahwa hari kiamat tidak akan datang kecuali insiden cepatnya waktu dan pendeknya jarak.

”Hari Kiamat tak akan datang kecuali insiden berikut ini terjadi. Waktu akan semakin singkat, di mana jarak akan semakin pendek dengan digunakannya kendaraan.” (Bukhari, Fitan.25; Ahmad ibn Hanbal, Musnad, 2/313).

Hal ini terjadi bukan karena pikiran dan padatnya aktivitas manusia saja. Namun sudah dikaji secara ilmiah oleh para ilmuan. Artinya  Pertanda akhir zaman yang telah disebut Rasulullah SAW itu secara ilmiah telah terbukti. Cendekiawan Muslim Harun Yahya mengungkapkan, terdapat getaran alami yang terjadi di antara permukaan bumi dan ionosfer konduktif.  Frekuensi mendasar ini yang juga dikenal sebagai Detak Jantung Dunia, disebut sebagai Resonansi Schumann.

Menurut Harun Yahya hal ini sudah diramalkan secara sistematis oleh Winfried R Schuman yang merupakan fisikawan asal Jerman sejak tahun 1952.  Hal ini secara terus menerus diukur oleh pusat penelitian fisika terkemuka di dunia

“Resonansi Schumann sangat penting karena membungkus bumi. Dengan demikian terus menjaga alam dan semua bentuk kehidupan di bawah efeknya.”

Pada 1950, Resonansi Schumann diukur pada skala 7.8 hertz. Nilai ini dianggap tetap konstan. Memang sistem komunikasi global militer ini didirikan di atas frekuensi ini. Namun, pada 1980-an, terjadi perubahan tiba-tiba. Sebab, pada tahun itu Resonansi Schumann diukur di atas 11 hertz.

”Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa angka ini bahkan akan meningkat lagi. Perubahan dalam Resonansi Schumann; frekuensi menunjukkan mempercepat waktu,” Harun Yahya.

Dengan demikian, waktu 24 jam  terasa seperti 16 jam atau kurang. Ilmu pengetahuan tidak mampu menjelaskan mengapa angka ini mengalami kenaikan, atau faktor yang menyebabkannya meningkat.

”Dengan makin singkatnya waktu, pertanda akhir zaman yang diramalkan oleh Nabi SAW terbukti secara ilmiah saat ini,” tuturnya.

Allah SWT semakin memperlihatkan bagaimana persiapan menuju hari akhir. Ilmu Pengetahuan hanya milik Allah. (infoyunik)




Digerebek Saat Judi dan Pesta Narkoba, Oknum Polisi Polres Inhil Ngacir

5 Tsk yang berhasil diamankan pihak Kepolisian Polres Inhil
5 Tsk yang berhasil diamankan pihak Kepolisian Polres Inhil

PELANGIRAN (detikriau.org) – Oknum Polisi berinisial AM bergegas melarikan diri disaat petugas Polsek Pelangiran menggerebak pelaku tindak pidana Narkoba dan perjudian di desa Rutan Semelur Kecamatan Pelangiran, Sabtu (9/4/2016) sekira pukul 23.30 WIB.

Selain oknum tersebut, teman pestanya berinisial DI juga berhasil kabur. Namun 5 kerabat lainnya berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik menerangkan, oknum polisi berpangkat Briptu itu merupakan anggota Polsek Mandah yang sedang melaksanakan Pam di Estate MDE PT BNS desa Rotan Semelur.

“Petugas bergerak tepat pada saat seluruh Tsk sedang berpesta Narkoba serta bermain judi,” kata Wicaksono, Senin (11/4/2016).

Adapun barang bukti yang diamankan, pertama barang bukti perjudian berupa uang tunai sebesar Rp 4 juta lebih, 2 set kartu remi 6g digunakan dalam permainan judi jenis Song, 1 buah perlak plastik dan beberapa barang bukti lainnya.

Sedangkan untuk Narkoba, petugas menemukan 2 paket kecil sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik warna bening, 4 butir pil extacy warna hijau daun, 2 buah mancis, 1 buah gunting stainles,1 buah bong botol pocarisweat, pipet beserta kaca dan beberapa barang bukti lainnya.

Identitas Tsk yang diamankan adalah berinisial Zu (30) warga Dusun Tenaga Muda Desa Rotan Semelur Kecamatan, Da (34) warga Divisi II NPE KM 11 Desa Rotan Semelur Kecamatan Pelangiran, Ba (39) Desa Teluk Bunyian Kecamatan Pelangiran, Ju (32) warga desa Sri Gemilang Kecamatan Kateman dan Ju (34) desa Tagaraja Kecamatan Kateman.

“Jadi, TKP tindakan ini berlangsung di rumah Tersangka Zu,” tutupnya./ Mirwan




Kalau Perusahaan Nakal, Yuk Kita Eksekusi

Anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKB
Anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKB

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait diminta untuk mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang bandel.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Inhil, Fadli saat Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dijelaskan, berdirinya perusahaan di suatu daerah, hendaknya dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan daerah itu sendiri, bukan malah sebaliknya.

Seperti yang terjadi di Negeri Seribu Parit saat ini, kehadiran sejumlah perusahaan hanya merugikan masyarakat, seperti munculnya kasus penyerobotan lahan, pembawa hama pengrusak tanaman dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Fadli berharap agar ada tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan nakal tersebut, seperti dengan mengeksekusi perusahaan yang hanya menyusahkan masyarakat.

“Perusahaan kalau nakal, yuk kita eksekusi,” kata Fadli./Adi




9-12 Mei Mendatang, 10 Ribu Lebih Siswa SMP Sederajat di Inhil Ikuti UN

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 10.834 siswa SMP sederajat se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terdaftar sebagai peserta Ujian Nasioal (UN) 2016. Ujian tersebut akan berlangsung pada tanggal 9 – 12 Mei mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Syaifuddin melalui Kabid Dikdas, Fathurrahman di ruang kerjanya, Senin (11/4/2016) menerangkan, dari 10.834 peserta itu 6.117 diantaranya peserta dari SMP dan 4.717 peserta dari MTs.

Sedangkan jumlah sekolah ada sebanyak 142 SMP dan 139 MTs yang tersebar di 20 kecamatan di Inhil.

“Persiapan kita sudah berlangsung sejak tahun lalu dan saat ini sudah mencapai tahap 90 persen,” katanya.

Dipaparkannya, persiapan tersebut meliputi penyediaan infrastruktur meja dan kursi serta berbagai kelengkapan administrasi lainnya yang berkaitan dengan kelangsungan UN./Mirwan