Pemerintah Pusat Belum Tunai Bayar Hak Dana Perimbangan bagi Inhil, Sebagian Program Pembangunan 2016 Terancam Batal

“DPR RI khususnya yang Berasal dari Dapil Riau diharapkan Bantu Memperjuangkan”

Anggota Badan Anggaran DPRD Inhil, Edy Gunawan
Anggota Badan Anggaran DPRD Inhil, Edy Gunawan

Tembilahan, detikriau.org – Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir, Edy Gunawan berharap kepada DPR RI, khususnya yang berasal dari daerah pemilihan Riau untuk memperjuangkan hak dana perimbangan dari Pemerintah Pusat bagi Kabupaten Inhil tahun 2015.  

Dana perimbangan sebagaimana ketentuan yang sudah tercantum pada Perpres No 36 Tahun 2015 Tentang Rincian APBN 2015 yang sedianya sudah harus dibayarkan oleh pemerintah pusat dalam tahun dimaksud, hingga hari ini belum direalisasikan. Akibatnya kini berdampak pada pelaksanaan kegiatan pada APBD Inhil tahun 2016.

Diterangkannya, kurang bayar dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 100 miliar lebih tersebut dicatat sebagai silpa yang kemudian menjadi acuan pada penyusunan APBD Inhil 2016.

“Artinya pendapatan yang sudah dituangkan pada APBD Inhil 2016 juga kekurangan Rp 100 miliar lebih. Ini pastinya menyebabkan sebagian program pembangunan yang sudah direncanakan tidak dapat dijalankan,” Terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, jum’at 15/4/2016.

Nasib serupa ini menurut pria yang akrab disapa Asun ini kabarnya bukan hanya dialami oleh Kabupaten Inhil, namun beberapa Kabupaten lainnya juga bernasib sama.

“Kita berharap kepada DPR RI untuk memperjuangkan hak kami agar seluruh kegiatan pembangunan yang sudah diprogramkan bagi kepentingan masyarakat pada tahun 2016 ini seluruhnya dapat dilaksanakan tanpa hambatan.” Pungkasnya. / dro




BPN Bebaskan Tarif PNBP untuk Rumah Murah

222611_620Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional membebaskan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian tersebut bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang termasuk dalam program perumahan rakyat.

Menteri ATR/ Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, MBR berhak untuk mendapatkan subsidi penuh dari negara untuk program perumahan. Oleh karena itu, sejak awal tahun ini kementeriannya turut memberikan insetif berupa pembebasan tarif PNBP.

Menurut dia, MBR masih akan kesulitan bila insentif hanya diberikan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan untuk rumah dengan harga terjangkau, tetapi tanpa pembebasan PNBP terkait pengurusan tanah. “Mereka harus nol rupiah karena mereka itu MBR. Hal tersebut guna memenuhi filosofi dan kriteria dari MBR yang memang rendah dari kemampuan memiliki,” katanya pada Bisnis, dikutip Jumat, 15 April 2016.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Permen ATR/ Kepala BPN 14/2016 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengenaan Tarif PNBP Terhadap Pihak Tertentu seturut amanat PP 128/2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian ATR/ BPN.

Menurut ketentuan Pasal 2 Ayat (1) huruf b dalam Permen tersebut, tarif Rp 0,00 atas jenis PNBP diberikan kepada masyarakat yang termasuk dalam Program Pemerintah Bidang Perumahan Sederhana. Pelayanan bebas tarif PNBP tersebut antara lain pelayanan pengukuran dan pemetaan batas bidang tanah, pelayanan pemeriksanaan tanah oleh Panitia A, petugas konstatasi atau tim peneliti tanah, dan/ atau pelayanan pendaftaran tanah berupa pelayanan pendaftaran tanah untuk pertama kali.

MBR juga dapat memperoleh tarif PNBP Rp0,00 untuk pelayanan pendaftaran hak tanggungan/pendaftaran akta pemberian hak tanggungan (APHT) ketika akan menjaminkan tanah dan bangunan atau rumah susun.

Adapun batas atas nilai hak tanggungan yang dibebaskan tarif PNBP-nya mencapai hingga Rp 250 juta dari Pelayanan Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah. “Biaya-biaya pengurusan tanah, terutama untuk pengurusan BPHTB pertama kali itu sudah nol rupiah untuk MBR,” katanya.

Ferry mengatakan, beberapa kementerian lain akan segera menyusul untuk membebaskan sejumlah biaya terkait untuk MBR. Selain itu, tuturnya, pihaknya akan bersurat kepada Kementerian Dalam Negeri untuk keringanan BPHTB yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Dirinya juga membuka kemungkinan ada keringanan Pajak Bumi dan Bangunan untuk MBR demi meningkatkan daya beli MBR. “Jangan sampai mereka sudah dapat kemudahan untuk memperoleh rumah tetapi malah setelah itu terbebani karena tidak sanggup bayar PBB,” katanya. / tempo.co




2016, 407 Warga Inhil Akan Jadi Tamu Allah

“CJH Diminta Segera Mengumpulkan Paspor”

Tembilahan, detikriau.org – Pada musim haji tahun 1437 H atau 2016 ini, jumlah Calon Jama’ah Haji (CJH) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci adalah sebanyak 399 orang.

Jumlah tersebut belum termasuk CJH cadangan, yakni sekitar 8 orang.

“Yang berangkat tahun ini diperkirakan sebanyak 407 jama’ah, itu sudah termasuk cadangan 8 orang. Namun yang pasti dan betul-betul masuk dalam porsi keberangkatan sebanyak 399 orang,” tutur Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Inhil, H Harun SAg saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (14/4/2016).

Untuk itu, lanjut Harun, sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Pusat, seluruh CJH yang masuk dalam porsi keberangkatan tahun ini diminta segera mengumpulkan paspornya.

“Sampai sekarang sudah mendekati 92 persen, sisanya memang belum menyerahkan paspor, dikarenakan berbagai kendala, seperti jarak tempuh yang cukup jauh serta adanya data yang salah dan harus diperbaiki, diantaranya dokumen kependudukan dan lain-lain,” terang Harun.

Terkait dengan pelaksanaan manasik bagi CJH yang akan berangkat menunaikan Rukun Islam kelima di Tanah Suci, Harun mengakui bahwa hingga kini pihaknya belum mendapatkan petunjuk yang pasti tentang kapan dimulai penyelenggaraannya.

“Tapi dari yang kita ketahui, sudah ada sejumlah jama’ah yang melaksanakannya, seperti di KBIH, majelis taklim, kelompok dan organisasi yang ada. Yang jelas, kita harapkan jama’ah yang berangkat bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, sehingga pelaksanaan Ibadah Haji nanti bisa berjalan dengan lancar dan memperoleh haji yang mabrur,” imbuhnya./ Adi




Setelah Prestasi, Tantangan dan Tugas Berat Kata Bupati yang Seperti Ini

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org – Setelah menyampaikan beberapa prestasi selama memimpin Kabupaten Inhil, kata Bupati ini beberapa point yang disebutnya sebagai tantangan dan tugas berat.

Diantaranya adalahg angka pengangguran yang masih tinggi, kualitas SDM yang masih rendah, belum meratanya pelayanan infrastruktur, serta masih adanya kantong-kantong kemiskinan di daerah pesisir, daerah aliran sungai, dan desa-desa terpencil.

Tidak cukup hanya itu, diakui Bupati juga kualitas sumber daya manusia, masih belum terpenuhinya standar pelayanan minimal, masih rendahnya mutu, kurangnya jumlah guru dan penyebaran yang tidak merata, terbatasnya sarana dan prasarana pendukung, serta kurikulum yang belum terfokus kepada penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan belum berorientasi kepada pasar kerja dan peluang berusaha.

“Termasuk juga berbagai kelemahan dan keterbatasan di sektor kesehatan, sektor kependudukan, sektor aparatur dan sektor agama yang harus dipacu pengembangannya secara seimbang dan profesional, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Inhil,” Sampaikan Bupati Inhil, HM Wardan saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2015 pada Rapat Paripurna, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin./ Adi

 




Selama Pimpin Inhil, Ini Kata Bupati Prestasi yang Telah diraih

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org – Pada tahun 2015 lalu menurut Bupati Inhil, HM Wardan sudah cukup banyak prestasi yang berhasil diraih dan ditorehkan oleh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Adapun sejumlah prestasi yang berhasil diperoleh dibeberkan Bupati diantaranya;

  1. Juara I Stand Terinovatif Sektor Pertanian dan Perikanan dalam acara Indonesia Investment Week – 11 Th APKASI International Trade and Investment Sumit 2015 tanggal 15 Mei 2015 di Jakarta.
  2. Juara I Stand Pameran Riau Expo 2015 kategori Pemerintahan tanggal 1 November 2015 di Pekanbaru.
  3. Juara III Bazar MTQ Provinsi Riau Tahun 2015 di Pekanbaru.
  4. Peserta Pameran Terbaik Iipada Gelar Produk Daerah (GPD) Expo 2015 tanggal 29 November 2015 di Batam.
  5. Juara I Lomba Cipta Menu Tingkat Nasional dalam acara Puncak Peringatan Hari Pangan Se Dunia XXXV Tahun 2015 di Palembang.
  6. Juara I Lomba Cipta Menu Tingkat Provinsi Tahun 2015 di Pekanbaru.

“Saya menyadari bahwa disamping beberapa kemajuan yang telah dicapai selama saya memimpin di Bumi Sri Gemilang, pastinya juga masih terdapat beberapa kekurangan yang merupakan tantangan dan tugas berat bagi kita semua ke depan,” tutur Bupati Inhil, HM Wardan saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2015 pada Rapat Paripurna, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin./ Adi




Brutal, Merampok, Remaja di Kempas Ini Hadiahi Puluhan Hujaman Kapak di Tubuh Korbannya

Pelaku, Yo, tengah, saat diamankan petugas kepolisian
Pelaku, Yo, tengah, saat diamankan petugas kepolisian

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tindak pidana curas yang dilakukan Yo (16) Warga Kecamatan Kempas Kabupaten Inhil ini terbilang sadis. Hanya demi sebuah dompet berisikan uang Rp 397 ribu, Yo membabi buta babat korbannya Santoso (44) dengan belasan hujaman kapak.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP  Hadi Wicaksono, Sik, peristiwa tindak pidana curas ini dilakukan pelaku dikediaman korban di RT 3 RW 04 Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas pada rabu (13/4/2016) malam

Korban saat mendapatkan perawatan di fasyankes setempat
Korban saat mendapatkan perawatan di fasyankes setempat

Menjalankan aksinya, sekitar pukul 21.00 WIB,  seorang diri, pelaku memasuki rumah melalui jendela kamar korban. Setelah masuk, pelaku langsung menyerang dengan sebilah kapak hingga mengakibatkan korban mengalami belasan luka.

“Dia (pelaku, red) terlibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Setelah menganiaya korban,pelaku langsung kabur membawa dompet korban yang berisikan uang tunai sebesar Rp 397 ribu,” kata Kapolres, Kamis (14/4/2016).

Mendapatkan laporan, pihak kepolisian sektor setempat segera melakukan penyelidikan. Sekira pukul 01.00 WIB dini hari, petugas kepolisian setempat berhasil mengetahui keberadaan pelaku serta mengamankannya dengan sejumlah barang bukti.

Sedangkan korban, malam itu juga dilarikan warga setempat ke Puskesmas Rawat Inap UGD Kecamatan Kempas.

Hasil visum, ditubuh korban didapati luka dibagian telinga, alis kepala bagian kiri, luka robek dipangkal lengan bawah sebelah kanan, luka di belakang telinga kiri selebar 3 x 1/2 cm dengan jarak luka, bengkak di leher belakang, luka di bagian kepala atas kiri 4 x 1/2 cm bengkak, luka di bagian kepala belakang, di bagian telinga belakang sebelah kanan, di bagian telinga kanan, di bagian kepala kanan dan luka di leher sebelah kanan./ Mirwan