Kapal Indonesia Dibajak di Malaysia, 4 WNI Diculik

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Jakarta – Pembajakan 2 kapal berbendera Indonesia kembali terjadi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Dilaporkan 4 orang warga negara Indonesia (WNI) diculik.

“Kapal membawa 10 orang ABK WNI. Dalam peristiwa tersebut 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat dan 4 orang diculik,” demikian bunyi siaran pers resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI yang disusun Direktur Perlindungan WNI Lalu M Iqbal, seperti yang diterima detikcom, Sabtu (16/4/2016).

Pembajakan 2 kapal itu terjadi pada pukul 18.31 waktu setempat, Jumat (15/6/2016). Dua kapal yang dibajak yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi. Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan.

Namun tidak disebutkan secara jelas siapa pihak yang menculik serta melukai WNI dalam kapan tersebut.

Sebelumnya, 10 WNI diculik oleh kelompok Abu Sayyaf. Militer Filipina pun sempat menyerbu kelompok itu namun 10 WNI masih belum terselamatkan.

Kabar terkini yang didapat adalah kondisi kesepuluh WNI dalam keadaan sehat. Kini pemerintah RI masih terus melakukan komunikasi secara intensif ke semua jaringan terkait.(detikcom)




Pemerintah Biayai Sertifikasi Setengah Juta Guru

JAKARTA– Sebanyak 555.467 guru akan mendapat fasilitas sertifikasi gratis dari pemerintah. Hanya saja, guru-guru yang dibiayai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan guru dalam jabatan (guru yang diangkat sebelum 31 Desember 2005).

Selain itu juga guru yang diangkat dalam kurun 31 Desember 2005-31 Desember 2015. Sertifikasi guru tersebut akan dilakukan melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang dibagi menjadi empat gelombang. Targetnya, pada 2019 semuanya diitargetkan sudah tersertifikasi.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata mengatakan, kebijakan tersebut diambil pada Senin (11/4) dan sudah disepakati Rabu (13/4) dengan forum rektor perguruan tinggi negeri di Universitas Negeri Jakarta.

“Jumlahnya kan banyak, ada 555.467 orang. Tidak mungkin dilakukan dalam satu tahun. Maka dengan forum rektor disepakati untuk dibagi menjadi empat batch (gelombang), yaitu tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019,” ujar pria yang akrab disapa Pranata itu, kemarin (13/4/2016), di Jakarta.

Diperkirakan, setiap tahunnya (satu gelombang), akan ada sekitar 140 ribu guru yang mengikuti PLPG. Kewajiban bagi guru untuk memiliki sertifikat pendidik diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (UUGD).

UU tersebut menyatakan guru adalah pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional minimum harus sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta punya kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.(jpnn)




Seluruh Tenaga Kesehatan Diminta Tingkatkan Kerjasama Tangani Kasus Gizi Buruk

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk meningkatkan kerjasama dengan para orang tua terutama dalam menangani kasus gizi buruk yang hingga kini masih ditemukan di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas ketika dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Jum’at (15/4/2016).

Dikatakan Herwanissitas, saat ini di Indonesia secara umumnya persoalan kasus gizi buruk masih cukup tinggi, yang disebabkan oleh beberapa faktor.

“Jadi, penanganannya harus benar-benar serius,” tutur pria yang akrab disapa Sitas ini terkait dengan kasus gizi buruk yang menimpa M Rafi (4), bayi yang berasal dari Desa Teritip Kecamatan Kateman.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam penanganan kasus gizi buruk tersebut, lanjut Sitas, adalah dengan membangun kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dengan para orang tua.

“Kita juga meminta kepada Dinas Kesehatan (Diskes), untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang status gizi kepada masyarakat dan memberikan penanganan yang intensif pada penderita gizi buruk, sehingga ke depan tidak ada lagi ditemukan kasus serupa,” tambahnya.

Apalagi, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, ketidaktahuan dan ketidakpahaman orang tua tentang asupan gizi yang baik bagi anak juga menjadi salah satu faktor munculnya kasus gizi buruk, serta ditambah lagi faktor-faktor lainnya, seperti adanya penyakit lain yang mengiringi dan faktor ekonomi keluarga yang sangat mempengaruhi.

“Kita harapkan, mudah-mudahan persoalan ini cepat ditanggapi, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya./Adi




Bupati Inhil Serahkan Laporan Keuangan 2015 Ke BPK Riau

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyerahkan laporan keuangan Pemkab Inhil tahun 2015 kepada Badan Penyelidik Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau di Pekanbaru, Jum’at (15/4/2016).

Penyerahan tersebut berlangsung di ruang kerja Kepala BPK Perwakilan Provinsi Riau Pekanbaru. Saat itu Bupati didampingi Sekda, Sekwan, Kepala Inspektorat dan Kabag Keuangan serta Kabag Perlengkapan Setdakab Inhil. Penyerahan ini diterima langsung oleh Kepala BPK Riau Harry Purwaka.

Dihadapan Kepala BPK, Bupati menyampaikan Inhil memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya perkebunan kelapa terluas di dunia.

“Saat ini kita tengah memperjuangkan hasil pertanian dari Kabupaten Inhil yang diekspor untuk bisa di akui di dunia internasional kedepan,” kata Wardan./ Mirwan/adv




Entah Kecolongan Entah Main Mata, Ribuan Slop Rokok Ilegal Ini Sempat Lolos Dari Kawasan Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Petugas Bea dan Cukai Tembilahan sempat kecolongan karena ribuan rokok ilegal merk Luffman lolos dari pengawasan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hal itu diketahui setelah jajaran Polres Kuansing menggagalkan penyeludukan rokok tersebut. Dimana, barang hasil produksi Batam Kepulauan Riau itu ditemukan saat petugas melakukan razia di depan salah satu kantor Polsek di Kabupaten Kuansing pekan kemarin.

“Sebanyak 3.875 Slop rokok ilegal merk Luffman tanpa pita cukai digagalkan petugas kepolisian sana,” kata Plh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Tito Hermawan kepada sejumlah awak media, Jum’at (15/4/2016).

Disaat terjaring razia, barang tersebut dibawa menggunakan 2 unit mobil mewah menuju ke Sumatera Barat yakni Toyota Fortuner dengan nomor polisi BM 888 AV dan Toyota Inova dengan nomor polisi BP 1798 KP, masing-masing diisi 2 orang.

Kini, sejumlah barang ilegal tersebut sudah diterima KPPBC Tembilahan dari kepolisian. Sebab menurut Tito, Kabupaten Kuansing termasuk wilayah pengawasannya.

“Sekarang kami masih melakukan penelitian perkara ini, baik berkenaan dengan jumlah kerugian negara hingga status 4 orang yang membawa barang,” paparnya./ Mirwan




Masyarakat Semakin Miskin, Penderita Gizi Buruk Terus Bermunculan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kasus penderita gizi buruk kembali ditemukan. Kali ini di alami oleh seorang balita, M Rafi (4 bulan) di Desa Sungai Teritip Kecamatan Kateman.

Penderitaan bayi malang itu diketahui ketika bidan desa setempat melakukan pendataan awal pekan kemarin. Alhasil, tim medis ini menemukan bayi seberat 2 kilogram serta kondisi fisiknya sangat memprihatinkan.

Bayi tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Raja Musa Sungai Guntung untuk menapatkan  perawatan.

“Tim kesehatan kita suruh pantau terus dan mendata disetiap desa. Kalau ada penemuan gizi buruk langsung dibawa, di Sungai Guntung ini contohnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Zainal Arifin kepada detikriau.org, Jum’at (15/4/2016).

Ditambahkan Arifin, nantinya jika kondisi bayi sudah mulai membaik dan dibawa pulang oleh pihak keluarga, pihaknya memastikan tidak akan melepas begitu saja. Selama 3 bulan tim medis akan terus memantau perkembangan kesehatan bayi termasuk memeberikan asupan makanan bergizi.

Sebenarnya kata Zainal, tidak hanya di Kateman, namun baru-baru ini timnya juga ada menemukan bayi gizi buruk di Kecamatan Kuala Indragiri.

“Di daerah Sapat itu hanya dirawat di Puskesmas karena tidak begitu parah. Bahkan saat ini sudah dibawa ke rumah, tinggal pemantauan hingga 3 bulan yang saat ini masih berjalan,” imbuhnya./ Mirwan