Gunakan Jalur Darat ke Makam Tuan Guru Sapat? Nggak Usah Deh. Mending Gunakan Tranportasi Laut

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan mengaku was-was jika harus mempergunakan jalur darat untuk menjiarahi makam Tuan guru di kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra. Kondisi badan jalan dan sarana pendukung yang masih belum memadai menyebabkan hingga saat ini transportasi laut tetap menjadi pilihan.

“Sudah bisa melalui jalur darat. Tapi kondisinya masih sangat tidak memadai. Lebih aman melalui jalur laut,”Ujar salah seorang warga Tembilahan, Iyan kepada detikriau.org kemaren.

Mengawali perjalan darat dari Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir menuju makam Tuan Guru Abdurrahman Sidiq, sebahagian ruas jalan sudah beraspal hotmix namun kondisinya sudah mulai kembali hancur.

Semakin jauh meninggalkan kota Tembilahan, pejalan kaki harus melalui badan jalan selebaran beberapa meter yang kiri kanan jalannya ditutupi semak belukar. Belum cukup harus mempertaruhkan peruntungan menemui binatang liar dan berbisa, penziarah juga masih harus melewati tantangan menyeberangi jembatan kayu yang dibangun seadanya.

Di desa Teluk Dalam misalnya, ada dua jembatan yang lebarnya berukuran hanya semeteran dan kondisinya sudah mulai rapuh.

“Mengerikan lewat jembatan itu, jatuh ke parit, gagal tujuan hendak ke kubah tuan guru Abdurrahman Sidiq Hidayat Sapat,” kata Iyan lagi

Senada, warga lainnya, Amir  bahkan mengaku trauma jika harus bepergian ke Sapat menggunakan jalur darat.

“Sangat tidak memadai. Lebih baik gunakan speedboat, lebih menjanjikan keselamatan,” ujarnya.

Menurut warga, mereka mendapatkan informasi pemerintah setempat akan memperbaiki jalur darat menuju lokasi wisata religi itu. Tahun ini mulai akan dibangun dua buah jembatan permanen.

“Semoga saja informasi ini benar. Karena jika jalur darat ini bisa baik, masyarakat akan mudah untuk berjiarah,” Pungkasnya. / Mirwan




Melawan Lupa!!! Tiga Tahun Memimpin, Sejauh Mana Janji Ini Tersampaikan?

Tembilahan (detikriau.org) – Hampir tiga tahun yang lalu, tepatnya, jum’at (22/11/2013), pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil berjargon Warohmah angkat “sumpah” berjuang untuk mewujudkan janji yang sudah terikrarkan.

Hari itu, Masih Ingatkan Kita, …. seluruh tim pemenangan Warohmah tersenyum lebar. Kerja keras dan perjuangan berbuah hasil manis. Lelah terbasuh dengan rasa gembira. Namun yang tidak harus dilupakan, kemenangan bukanlah akhir dari perjuangan tapi awal baru untuk memenuhi apa yang sudah dijanjikan.

Maju untuk memperebutkan hati masyarakat Inhil, Warohmah mengusung misi yang dibagi dalam 5 pilar, 5 kisi dan 8 program utama pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir.

Hari ini, Ikrar itu, perbaikan-kah atau  masih sekedar janji manis ?

5 pilar tersebut yakni,

pertama: meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepemimpinan kepemerintahan lewat praktik tata kelola yang bersih dan baik (good governance) dengan “meningkatkan kepemerintahan daerah yang amanah” dan masyarakatnya partisipatif dalam pembangunan.

Kedua: mengembalikan kejayaan masyarakat Inhil yang didalam sejarahnya dikenal sebagai daerah maju dan terdepan dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA dan SDM.

Ketiga: memperkokoh pelaksanaan demokrasi, semangat kegotongroyongan, memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban serta mendukung supremasi hukum.

Keempat: Meningkatkan keterpaduan dan keharmonisan antar para pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha) didaerah, maupun dalam hubungan dengan lintas kota/kabupaten lain, Provinsi, Nasional dan Internasional dalam rangka menata pembangunan untuk kejayaan Kabupaten Inhil, dan

Kelima: mendorong terwujudnya prestasi-prestasi pembangunan yang mengutamakan partisipasi dan manfaat kemaslahatan bagi masyarakat Inhil seluas-luasnya sehingga Kabupaten Inhil menjadi barometer baru pencapaian pembangunan Provinsi Riau.

Adapun 5 Kisi Pembangunan yang  dijanjikan adalah,

Pertama: meningkatkan pembangunan sarana prasarana infrastruktur daerah (jalan desa, jembatan, pasar, perhubungan desa-kota, listrik, tata air, fasilitas umum, dsb) secara lebih merata dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil.

Kedua: meningkatkan kualitas SDM yang tawakal, berahlak mulia, professional, unggul dan sehat sehingga berdaya saing lebih tinggi melalui inovasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau.

Ketiga: memajukan perekonomian daerah yang bertumpu pada pengelolaan ekonomi pertanian (termasuk perkebunan, perikanan dan peternakan), perdagangan, industri dan pariwisata berlandaskan potensi setempat, memanfaatkan kemajuan iptek dan didukung investasi dunia usaha yang diselaraskan dengan penjagaan martabat masyarakat dan jatidiri daerah Kab Inhil.

Keempat: mengembangkan ekonomi kreatif guna menghasilkan nilai tambah ekonomi keluarga dan masyarakat Inhil. dan

Kelima: meningkatkan kualitas penataan pembangunan sarana prasarana infrastruktur ibukota kabupaten secara lebih rapi, modern dan indah guna mendukung pelayanan dasar maupun umum, sehingga kota Tembilahan menjadi kota yang lebih dicintai dan dibanggakan masyarakat Inhil.

 

Sedangkan 8 Program Utama yang dijanjikan pasangan yang terpublikasi sebagai tokoh agamis ini dalam masa pemerintahan 5 tahunnya yang dimottokan sebagai “spirit baru menabur kemaslahatan untuk masyarakat dan daerah Kabupaten Indragiri Hilir” adalah,

Pertama: reformasi pelayanan birokrasi warohmah yang bersih, mudah, cepat, adil dan ramah dalam melayani warga sejalan dengan pembinaan aparatur dengan system meritokrasi yang objektif, professional, bersih dan sejahtera.

Kedua: program Desa Maju Inhil Jaya lewat percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara integrasi, berkualitas dan merata hingga seluruh penjuru desa. Termasuk perbaikan harga dan diversifikasi ekonomi perkebunan kelapa rakyat dimulai dengan penataan regulasi yang lebih menguntungkan petani dan masyarakat Inhil.

Ketiga: pendidikan berkualitas dan terjangkau serta meningkatkan akses pendidikan masyarakat usia sekolah.

Keempat: Inovasi pelayanan kesehatan lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau.

Kelima: peningkatan peluang kesempatan kerja lewat program Inhil Bergerak yang dilakukan dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Keenam: program kewirausahaan sosial melalui Pemberdayaan Masyarakat Inhil kreatif berahlak mulia dengan program sosial keagamaan, organisasi pemuda, kelompok perempuan dan kelompok usaha ekonomi kreatif , membina kewirausahaan sosial berbasis program terintegrasi (terpadu) lintas SKPD.

Ketujuh: penataan pembangunan ibukota kabupaten yang rapi, modern, indah dan bermartabat. dan

Kedelapan: pengelolaan daerah aliran sungai secara terintegrasi dengan fungsi ketahanan ekonomi masyarakat, manajemen mitigasi bencana serta penerapan iptek dan pembangunan pariwisata. / dro

 




Tuntaskan Persoalan Ini, Kata MPI, Itu Baru Pantas disebut Prestasi

Tembilahan, detikriau.org – Aktivis Masyarakat Peduli Inhil, Zacky Hasan Al Indragiri meminta Pemkab Inhil untuk bekerja lebih serius menata wajah kota Tembilahan. Seabrek persoalan yang kini dihadapi Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir itu diyakini tidak akan mampu tuntas tanpa kesungguhan dan niat pengabdian yang tulus.

Dinilai Yon, lazim pria ini disapa, Kota Tembilahan hari ini semakin kumuh, kotor dan sembraut.

Sejumlah jalan protokol di dalam kota itu rusak parah. Badan jalan beraspal hotmix yang dulunya mulus, hanya dalam hitungan bulan kini sudah kembali terkelupas. Puluhan dan bahkan ratusan lubang menganga setiap harinya membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Disisi kiri dan kanan jalan, sebahagian besar saluran drainase tidak berfungsi baik. Akibatnya, hanya dengan curah hujan yang tidak seberapa lama kota ini akan menjelma bak “tambak ikan”.

Beralih kekawasan pasar yang awal kepemimpinan Bupati Inhil HM Wardan sempat dikejutkan dengan berbagai aksi penertiban, ternyata juga tidak berjalan efektif. Pasarkini  masih tetap kumuh dan kotor.

Belum lagi  aktifitas bongkar muat barang angkutan bertonase besar dan parkir kendaraan penumpang yang seenaknya-pun menjadi pemandangan lazim setiap harinya.

“Kita minta Bupati tidak hanya menerima informasi dari jalur birokrasi. Turun kelapangan. Ini eranya seorang pemimpin harus terjun langsung ketengah masyarakat.” Ujar Yon

Tidak cukup itu, kota yang digadang-gadangkan berjulukan “kota IBADAH” ini juga dinilai Yon semakin tergiring untuk dipertanyakan. Persoalan prostitusi, perjudian, miras, pemyalahgunaan Narkotika  dan berbagai penyakit masyarakat lainnya kian hari kian mengkhawatirkan. Masa depan generasi muda kota ini dibayangi impian kesuraman.

“Mampu benahi persoalan seperti ini yang baru bisa dikatakan prestasi. Bukan hanya sekedar memenangi berbagai perlombaan kegiatan seremonial.” Tuntasnya./ */dro.

Selama Pimpin Inhil, Ini Kata Bupati Prestasi yang Telah diraih




Bupati Inhil Pimpin Rapat Persiapan MTQ Tingkat Kabupaten Ke-46

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan memimpin langsung rapat persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Inhil ke-46 tahun 2016.

Rapat tersebut berlangsung di Balai Kantor Bupati jalan Akasia Tembilahan, Jumat (22/4/2016) turut dihadiri Asisten I Setdakab Inhil, Ketua LPTQ Kabupaten Inhil serta sejumlah kepala SKPD dan camat.

Dalam rapat itu dibahas tentang segala hal yang berkenaan dengan kesiapan MTQ, baik berkenaan dengan jadwal hingga persiapan dari aspek fisik seperti astaka.

“Ada beberapa option tentang tanggal pelaksanaan MTQ dan akhirnya ditetapkan hari pelaksanaan pada tanggal 29 Mei hingga 3 Juni 2016,” kata Wardan.

Selain itu, rapat kali ini juga membahas persiapan khafilah, astaka, pemondokan serta stand pameran dan bazar.

Pada intinya, Pemkab Inhil terus berupaya menyukseskan secara maksimal pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten ke-46 tahun ini di Sungai Guntung kecamatan Kateman.

Bahkan sebelumnya, Bupati telah meninjau secara langsung lokasi MTQ tersebut pada akhir bulan Maret kemarin. Waktu itu, Bupati menilai tempatnya sangat strategis karena terletak ditengah-tengah ibu kota kecamatan yang mudah untuk dihadiri masyarakat umum.

Kala itu juga, Bupati yang dikenal agamis ini melihat secara langsung kerja panitia kecamatan yang telah memulai pelaksanaan pembangunan Fisik, terutama untuk astaka termasuk juga panggung utama./Mirwan/adv




Bupati Yopi Buka Festival Budaya Melayu II SMA 1 Lirik

Bupati Inhu, H Yopi Arianto
Bupati Inhu, H Yopi Arianto

Rengat, detikriau.org – Gelaran Festival Budaya Melayu yang diselenggarakan SMA 1 Negeri Lirik, Jumat (22/4/2016), mendapat apresiasi positif dari Bupati Inhu H Yopi Arianto yang hadir sekaligus membuka resmi kegiatan tersebut.

Kegiatan yang telah menginjak tahun kedua ini, diikuti peserta dari berbagai sekolah SD, SMP hingga SMA yang ada di Kecamatan Lirik dan Kecamatan Pasir Penyu. Dengan melombakan diantaranya lagu melayu tingkat SD dan lomba fashion show busana muslim melayu tingkat SMP dan SMA

“Saya sangat mendukung penuh kegiatan festival budaya ini, sebab melalui kegiatan ini dapat menjadi tameng bagi kita khususnya para generasi muda agar tidak mudah terpengaruh dengan budaya negatif dari luar” jelas Bupati Inhu H Yopi Arianto saat memberikan sambutan pada pembukaan gelaran Festival Budaya Melayu II SMA 1 Lirik.

Bupati Yopi juga mengharapkan agar kegiatan ini bukan hanya sekedar acara ceremonial semata, namun lebih dari itu yakni mampu memaknainya sebagai sarana pengetahuan tentang sejarah budaya melayu.

Selain penting menjadi agenda rutin setiap tahun, Bupati Yopi juga berharap kedepannya kegiatan festival budaya ini dapat semakin diperluas dengan turut melibatkan pihak pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Sehingga, secara tidak langsung dapat memberikan pengaruh positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Menurut rencana, pada penutupan gelaran festival budaya pada (Sabtu-23/4/) malam, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menjadwalkan untuk hadir sekaligus menutup resmi kegiatan tersebut.

Pada kesempatan itu, atas nama Pemkab Inhu Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menyerahkan bantuan dana kepada pihak panitia penyelenggaraan festival budaya melayu II SMA 1 Lirik.

Turut hadir pada kegiatan itu, Kepala Kantor Satpol PP Inhu Tukiyat, Kepala bagian Humas Setda Inhu Jawalter, Kapolsek Lirik AKP Taufik Nugraha serta para guru dan orang tua siswa siswi peserta Festival Budaya Melayu II. (Zal)

 




Pemkab Inhil Diminta Segera Tunjuk dan Lantik Sejumlah Pjs Kades

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk segera menunjuk dan melantik sejumlah Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) yang ada di daerah tersebut.

Permintaan itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Dani M Nursalam terkait dengan telah berakhirnya masa jabatan 47 Kades di Negeri Seribu Parit.

Apalagi, jika mengingat saat ini sudah memasuki triwulan kedua di tahun anggaran 2016, sehingga dibutuhkan keberadaan Pjs Kades guna menjalankan roda pemerintahan yang ditinggalkan pejabat sebelumnya.

“Sekarang sudah masuk triwulan kedua, jadi kita minta Pemerintah Daerah (Pemda) secepatnya menunjuk Pjs Kades di daerah yang memang masa jabatannya sudah habis,” tutur Dani kepada awak media, Kamis (21/4/2016).

Kebijakan tersebut sangat penting, karena politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini khawatir, apabila Pjs Kades tidak kunjung ditunjuk, maka sistem pemerintahan desa akan berjalan lambat.

Dengan begitu, secara tidak langsung akan berdampak pada realisasi penggunaan dana program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang telah tersedia, baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten.

“Jadi, jangan lambat-lambat, karena serapan anggaran desa juga harus cepat berjalan, sehingga pembangunan di desa bisa terlihat,” imbuhnya./ Adi