Tribun Rawan Ambruk , Kades Minta Iven Pacu Jalur Tidak dilaksanakan

kondisi Turap dibawah tribun rawan Ambrol.
kondisi Turap dibawah tribun rawan Ambrol.

Rengat, detikriau.org, – Iven Pacu Jalur Kabupaten Indragiri Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2016 yang dilaksanakan di Desa Danau Baru Kecamatan Rengat Barat terancam batal, pasalnya lokasi yang dijadikan sebagai pelaksanaan Iven tersebut kondisi Tribun memprihatinkan.

“Akibat adanya aktifitas penyedotan pasir yang dilakukan masyarakat di sekitar Tribun Pacu Jalur yang ada di kuala pintas dusun Pasir Kuala terancam roboh dikarenakan abrasi.”
Sebut  Kepala Desa (Kades) Danau Baru Agus Salim saat ditemui Selasa (26/4) kemaren di Pematang Reba

Dikatakannya, kondisi Tribune pacu jalur Kabupaten Inhu yang ada di desa Danau Baru kondisinya saat ini sangat  memprihatikan,”Melihat Kondisi yang ada saat ini dikhawatirkan akan membahayakan bagi pengunjung yang menyaksikan jalannya iven tersebut, maka saya berharap agar untuk sementara waktu iven pacu jalur danau baru tidak dilaksanakan”, paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudsata) Drs Armansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disporabudsata Inhu Rima saat dijumpai diruangan kerjanya menyatakan bahwa Iven Pacu Jalur Danau baru adalah merupakan salah satu agenda tahunan pemkab. Inhu.

“Jadi tidak ada alasan untuk tidak dilaksanakan, dananya pun sudah masuk dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA)”, sebutnya.

Kita tetap melakukan perawatan terhadap tribun pacu jalaur yang ada di kuala pintas Dusun Pasir Kuala Desa Danau Baru Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu tersebut setiap tahun.

“Tribun pacu jalur yang ada di Desa Danau Baru adalah milik pemkab. Inhu sehingga tanggung jawab perawatan ada pada kita, namun  sungai tersebut adalah milik pemprov riau, sehingga pembangunannya pun ada dibawah provinsi riau”, terangnya.

Jadi jika Kades Danau Baru mengginginkan agar iven tersebut tidak digelar di Desa Danau Baru yang bersangkutan harus menyurati Disporabudsata Inhu, sehingga kita bisa mengambil kebijakan untuk mengalihkan lokasi pelaksanaannya.

“Iven Pacu Jalur tersebut merupakan Iven penting di Inhu, sebab pemenang dalam iven ini akan mewakili Jalur  pada iven pacu jalur ditaluk kuantan kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang merupakan Iven Nasional, dan jalur yang menang nantinya yang akan di suport oleh Pemkab Inhu” Pungkasnya,(zal)




Ketua DPRD Inhu Minta Inspektorat periksa Distamben.

“Terkait  Dugaan Korupsi Optimalisasi Listrik RSUD Indrasari”

Ketua DPRD Inhu, Miswanto
Ketua DPRD Inhu, Miswanto

Rengat, detikriau.org – Dugaan korupsi optimalisasi listrik di RSUD Indrasari Rengat hingga saat ini  terus mendapat sorotan dari kalangan tokoh Lembaga masyarakat, bahkan  Ketua DPRD Inhu Miswanto SE meminta Inspektorat agar memeriksa Dinas Pertambangan Energi (Distamben) Kabupaten Inhu.

Perhatian dari berbagai pihak, baik LSM maupun DPRD Inhu, sebelumnya Komisi III DPRD Inhu berencana untuk kembali memanggil hearing Distamben Inhu terkait hal ini.

Sementara itu Ketua DPRD Inhu Miswanto saat dijumpai di gedung DPRD Inhu Selasa (26/4) meminta agar Inspektorat‎ Kabupaten Inhu memeriksa Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

Hal ini terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek optimalisasi kelistrikan RSUD Indrasari yang dilaksanakan Distamben Inhu tahun 2015 senilai Rp.8,2 miliar.

“Inspektorat harus segera melakukan pemeriksaan terhadap Distamben Inhu, terkait proyek optimalisasi kelistrikan RSUD yang menjadi gonjang-ganjing dan perhatian publik, apapun hasilnya Inspektorat Inhu harus berani memaparkan langsung kepada publik”, katanya.

Dikatakannya, Pemeriksaan terhadap Distamben Inhu oleh Inspektorat Inhu ini perlu dilakukan, guna mencari kebenaran terhadap tudingan dugaan korupsi proyek optimalisasi kelistrikan RSUD, sekaligus menepis syak wasangka dan opini kurang baik terhadap Distamben Inhu yang juga berdampak terhadap Pemkab Inhu.

“Hal ini perlu saya sampaikan agar persoalan ini tidak terus menjadi polemik ditengah masyarakat, DPRD dalam hal ini hanya melaksanakan fungsi pengawasan sebagai mitra eksekutif‎. Jadi menurut hemat saya pemeriksaan terhadap Distamben oleh Inspektorat perlu segera dilaksanakan, apapun hasilnya nanti, kita tunggu bersama saja, oke…! “, paparnya. (Zal)




1 Mei Ribuan Buruh di Inhu Rencanakan Turun Kejalan dan Silaturhmi Dengan Yopi Arianto

1 mei hari buruhRengat, detikriau.org,- Hari buruh 1 Mei tahun 2016 yang jatuh pada hari minggu mendatang, kelompok Asosiasi Buruh berencana akan turunkan ribuan buruh kejalan dan bersilaturrahmi dengan Bupati Inhu Yopi Arianto. rencana ini masih dalam penggodokan antar kelompok organisasi Buruh di kabupaten Inhu.

Sebagaimana yang dikatakan ketua Serikat Buruh seluruh Indonesia (SBSI 92) Bahrum Sitio, dikonfirmasi Rabu 27/4 Mengatakan, Wacana menurunkan ribuan  Buruh pada hari Buruh 1 Mei 2016 sudah dibicarakan ditingkat pengurus kelompok Organisasi Buruh yang ada di kabupaten Inhu  namun  masih perlu ada koordinasi kembali bersama kelompok Buruh, ” ini masih belum pinal, Kita berencana buat kegiatan untuk turun kejalan meski sebentar di hari buruh, namun hal ini masih dalam wacana, untuk kepastiannya masih perlu dilakukan koordinasi bersama Rekan di kelompok Buruh yang ada di kabupaten Inhu” ujar Bahrum Sitio Rabu 27/4.

Sementara kelompok Buruh  F-Hukatan SBSI melalui ketuanya  Wiston Pandiangan didampingi sekretarisnya misyanto, membenarkan bahwa Ribuan Buruh akan diturunkan pada hari buruh 1 mei 2016,

” rencananya akan kita pusatkan di kota Rengat, bukan di Pematang Reba tempat pusat perkantoran Pemerintahan, sebab hari itu hari minggu artinya Pegawai Negri sipil tidak ngantor” ujarnya

Dikatakan wiston, setelah turun kejalan rencananya kita minta Bupati Inhu Yopi Arianto Bersedia menerima kehadiran Buruh di hari buruh,”nantinya Bupati Inhu  akan kita surati terlebih dahulu”  pungkasnya. (Zal)




Ini Pesan Ketua DPRD Inhil Terkait Ambruknya Pasar Terapung Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam meninjau lokasi dan melihat langsung kondisi pasca ambruknya 20 los pedagang di Pasar Terapung Tembilahan, Rabu (27/4/2016) sekira pukul 17.00 WIB.

Kedatangannya bersama rombongan anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, disambut langsung oleh para pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Inhil beserta rombongan menyempatkan waktu berdialog bersama para pedagang.

“Kita turut prihatin dengan kejadian ini, sehingga mengakibatkan aktivitas jual beli masyarakat dan pedagang menjadi terganggu,” tutur Dani kepada awak media.

Oleh karena itu, agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut, Ketua Dewan Tanfiz PKB Inhil ini menyarankan beberapa tindakan dan langkah cepat yang perlu dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda), diantaranya melakukan audit teknis terhadap bangunan pasar tersebut.

“Cari juga penyebabnya kenapa bisa rubuh, apakah karena tekstur tanah atau karena bangunan sudah tua. Kalau hasil audit tidak layak lagi, ya seluruh pedagang harus dipindahkan,” tambahnya.

Kemudian, lanjut Dani, Pemkab Inhil juga harus menyediakan lokasi dan tempat berjualan sebagai alternatif sementara bagi para pedagang yang losnya mengalami kerusakan.

“Jadi, harus ada langkah konkrit jangka panjang maupun jangka pendeknya, tidak hanya bagaimana soal bangunan saja, pedagangnya juga harus dipikirkan,” imbuhnya./ Adi

 




Wardan Ngaku Letih Jolok Anggaran Lanjutkan Proyek High Way Tempuling Mandah

HJ Septina Primawati saat meninjau proyek highway tempuling - mandah di Desa Sialang panjang Kecamatan Tembilahan Hulu awal tahun 2015 yang lalu. Istri mantan Gubri HM Rusli Zainal ini saat itu berharap paket pekerjaan impian masyarakat Inhil bagian utara ini agar dapat dilanjutkan. Foto: Net
HJ Septina Primawati saat meninjau proyek highway tempuling – mandah di Desa Sialang panjang Kecamatan Tembilahan Hulu awal tahun 2015 yang lalu. Istri mantan Gubri HM Rusli Zainal itu berharap paket pekerjaan impian masyarakat Inhil bagian utara ini agar dapat dilanjutkan. Foto: Net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Impian besar masyarakat Inhil bagian utara untuk terbukanya akses jalur darat melalui paket multiyears High Way Tempuling – Mandah kini semakin tiada kejelasan. Bupati Inhil HM Wardan mengaku sudah letih menjolok anggaran guna melanjutkan pengerjaannya.

“Proyek itukan sekarang sudah menjadi wewenang nasional. Sudah capek diusahakan tetapi belum juga ada kucuran anggaran,” kata Wardan kepada detikriau.org ditemui usai Entry Briefing bersama BPK perwakilan Provinsi Riau di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Selasa (26/4/2016) kemarin.

Kini menurut orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang itu, dirinya bahkan tidak tahu lagi dengan cara apa menjemput anggaran.

“Setebal ini surat yang sudah saya tanda tangani,” singkatnya seraya menerangkan banyaknya administrasi yang ditanda-tangani menggunakan perkiraan ukuran jengkalan tangan kira-kira setebal 10 cm.

Sekedar mengingatkan, High Way Tempuling Mandah merupakan salah satu dari tiga paket multiyear yang digagas pada masa kepemimpinan Bupati Inhil, H Indra M Adnan.

Diharapkan dengan tuntasnya paket proyek yang melintasi lima Kecamatan di Kabupaten Inhil ini (Tempuling, Tembilahan Hulu, Tembilahan, Batang Tuaka, Gas, dan Mandah) sepanjang kurang lebih 79 kilo meter itu akan membuka akses jalur darat sekaligus memutus isolasi Desa khususnya ke wilayah Inhil bagian utara. Dengannya juga diharapkan akan memudahkan jalur pemasaran hasil perkebunan dan pada akhirnya memacu peningkatan taraf ekonomi masyarakat dengan lebih cepat.

Namun harapan besar masyarakat dengan terbukanya akses jalan ini harus diakui membutuhkan kemampuan penganggaran yang terbilang besar. Tidak hanya membuka ruas jalan, proyek Highway Tempuling Mandah juga membutuhkan pembangunan beberapa buah jembatan rangka baja seperti di Kecamatan Mandah, Jembatan Belantaraya dan Jembatan Desa Sungai Simpun.

Dimasa kepemimpinan Indra, mimpi besar itu sudah mulai digesa, pengerjaan ruas jalan yang terbagi dalam beberapa paket pekerjaan telah dilakukan penimbunan dasar. Bahkan, beberapa buah jembatan rangka baja juga sudah berjalan.

Sayangnya dengan berjalannya waktu,  tindaklanjut harapan besar masyarakat Inhil bagian utara ini semakin tiada kejelasan dan terbengkalai. / mirwan/dro




Bupati Inhil Tinjau Langsung Pasar Terapung Yang Ambruk

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meninjau secara langsung ambruknya pasar terapung di jalan Yos Sudarso Tembilahan, Rabu (27/4/2016). Tinjauannya itu didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Perindag Inhil, Kabag Humas dan Camat Tembiahan.

Saat dikonfirmasi, Bupati Wardan mengakui bahwa kondisi pasar terapung tersebut sudah tua. Menurutnya perencanaan perbaikan sudah diselesaikan DEDnya.

“Saya perintahkan kepada Kepala Dinas terkait dalam hal ini Kadisperidag Inhil untuk melapor ke Gubernur mudah-mudahan ini sesegera mungkin untuk bisa di bantu karena kejadian ini mendesak,” ungkapnya.

Ia mengingatkan kepada para pedagang lainnya untuk berhati-hati akan terjadinya ambruk susulan untuk itu memanfaatkan lokasi yang aman. Maka diharapkannya juga kepada Satpol PP dan Camat untuk mengawasinya jangan sampai memakan korban.

Sementara itu, Kadisperindag Inhil Edwan Shasby mengatakan, setelah dilakukan peninjauan atau upname untuk sementara pedagang yang kena musibah ini akan disediakan lokasi untuk berjualan sementara.

“Kita akan lakukan usulan ke Dinasperindag Provinsi untuk bisa sesegera mungking untuk di bantu,” imbuhnya./Mirwan/Adv