Jika Terjadi Musibah Susulan, Pemerintah Tolak Bertanggungjawab

“Terkait masih ditempatinya Bangunan Pasar Terapung sebagai lokasi aktifitas jual beli oleh pedagang”

“Nasib Pasar Selodang Kelapa Ini Tergantung Anggaran”

TEMBILAHAN, detikriau.org – Pemeritah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Satker terkait menegaskan tidak akan bertanggungjawab jika terjadinya musibah susulan di pasar selodang kelapa, Jalan Yos Sudarso Tembilahan.

Masih ditempatinya lokasi bangunan pasar yang lebih dikenal dengan sebutan “pasar Terapung” tersebut sebagai tempat aktivitas jual beli didasari atas desakan dan kemauan para pedangang itu sendiri.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, Edywan Shasby melalui Kabid Pasar Ahmad Fitri, pasca ambruknya lantai dasar bangunan pasar tua itu belum lama ini, pihaknya sudah menyarankan kepada para pedagang untuk pindah lokasi berjualan sementara di pasar pagi di jalan Baharudin Jusuf Tembilahan atau pasar kayu jati di Tembilahan Hulu. Namun para pedang menolak.

“Kita sudah usulkan pindah, tapi mereka (pedagang. Red) menolak. Ya sudah, terserah mereka, jika terjadi lagi ambruk susulan kita tidak bertanggungjawab,”  tegasnya.

Setakad ini menurut Fitri, Pemerintah Daerah sangat berkeinginan untuk membangun ulang seluruh bangunan pasar. Hanya saja diakibatkan keterbatasan anggaran, rencana itu belum bisa dipastikan kapan akan terealisasi.

“Itu keinginan kita, kalau hanya merehab bangunan, kita nyatakan tidak. Tetapi kalau membangun ulang secara total kita juga tidak pastikan kapan, saat ini sedang diusahakan mencari anggarannya,” ditambahkan Fitri.

Pasca ambruk belum lama ini, menurutnya juga Pemerintah Kabupaten sudah mengkoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Riau dan hasil sementara, persoalan pasar ini akan dibicarakan  secara khusus pada tanggal 13 Mei 2016 mendatang di Disperindag Riau.

“Rakor tanggal 13 nanti kami akan usulkan pembangunan ulang dan meminta anggaran bantuan dari APBD Provinsi Riau,” pungkasnya./ Mirwan




Rencana Bantuan Pemrov Riau Hendaknya Jangan Sebatas Angin Segar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Berbagai bantuan yang rencananya diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kepada Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan tidak hanya menjadi angin segar yang berlalu begitu saja, tanpa adanya realisasi di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas terkait dengan rencana bantuan sebanyak 7 unit ambulance dari Pemprov Riau untuk Kabupaten Inhil.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, seperti diketahui bahwa pengadaan ambulance ini sudah diprogramkan dari tahun 2014 lalu, namun dikarenakan keterbatasan anggaran, akhirnya program di bidang kesehatan tersebut ditunda.

“Jadi, jangan seperti tahun lalu, bantuan yang telah dianggarkan dari Provinsi Riau tidak bisa dibelanjakan,” tutur Sitas kepada awak media di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Rabu (11/5/2016).

Selanjutnya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini berharap agar bantuan tersebut dapat segera terealisasi dan diletakkan di wilayah yang memang benar-benar membutuhkannya.

“Selain itu, yang juga tak kalah pentingnya dan harus ditekankan adalah jangan sampai dalam pemanfaatannya ada ditemukan pungli kepada masyarakat,” pungkasnya./ Adi

 




Tahun Ini, Inhil katanya Akan Terima 7 Unit Ambulance dari Pemerintah Provinsi Riau

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2016 ini, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan mendapatkan bantuan sebanyak 7 unit ambulance dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Bantuan 7 unit ambulance ini, akan ditempatkan di sejumlah wilayah di Negeri Seribu Parit, yang benar-benar membutuhkannya.

“Selain bantuan ambulance dari Pemprov Riau, kita juga dapat dari APBD Inhil,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, H Zainal Arifin MKes saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (10/5/2016) kemarin.

Dikatakan mantan Direktur RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru ini, keberadaan ambulance tentunya sangat dibutuhkan, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dan menghindari terlambatnya mengirim atau merujuk pasien yang membutuhkan pertolongan medis segera di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Contohnya saja saat terjadi pendarahan pada pasien, kalau lambat merujuk akan berbahaya bagi pasien, karena itu harus ada upaya perbaikan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan, seperti ambulance ini,” kata Zainal.

Senada dengan itu, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Perencanaan dan Pengendalian Diskes Inhil, Edi Irawan menjelaskan, bantuan 7 unit ambulance ini terdiri dari 4 unit ambulance air dan 3 unit ambulance darat.

“Sedangkan bantuan ambulance dari APBD Inhil berupa 1 unit ambulance air dan 1 unit ambulance roda tiga, hasil modifikasi dari Viar,” terangnya./ Adi




Wardan Akui, Mesjid Nyaris Rubuh di Teluk Dalam Peninggalan Datuknya

KUINDRA detikriau.org – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengakui bahwa Mesjid Jami’ Nurul Wathan di Dusun Dua Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) merupakan bangunan peninggalan datuknya, KH Abdurrahman Ya’qub bin H Ya’kub.

Bahkan diakuinya juga bahwa kondisi tak terpelihara tersebut merupakan kelalaian bersama baik atas nama pemerintah, pribadi maupun kelalaian masyarakat.

Bupati juga berjanji akan membantu perbaikan masjid tua ini dengan kucuran APBD yang tersedia pada tahun anggaran 2017 mendatang.

“Kondisinya memang sangat memprihatinkan, tahun depan kita programkan anggarannya,” kata Wardan saat meninjau langsung kondisi fisik Masjid, Rabu (11/5/2016).

Jika anggaran dikucurkan dan selesai diperbaiki nantinya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini berharap kepada masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga bangunan tersebut. Menurutnya, mesjid tua di Inhil tidak boleh dihilangkan namun harus diaktifkan sebagai bentuk kewajiban ummat beragama.

Dikisahkan, awal mula mesjid itu dibangun pada tahun 1939 M di antara parit 6-7 desa setempat. Berjalannya waktu, mesjid tua itupun dipindahkan warga ke dusun Dua tepat pada tahun 1996 dengan dalih penduduk banyak pindah ke dusun tersebut.

Jika diurutkan, ulama sebelum kemerdekaan ini kembali membangun Mesjid di Enok tahun 1941, Mesjid Kuala Reteh dan Sungai Gergaji pada tahun 1955 dan terakhir sebuah Mesjid di Pasar Kembang tahun 1969./ Mirwan




AKBP Hadi Wicaksono: Jika kinerja bawahan menurun itu merupakan kegagalan dalam memimpin.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono berpesan kepada para perwira yang menempati tugas baru untuk dapat menjalankan amanah termasuk mengawasi dan mengendalikan kinerja bawahan. Jika kinerja bawahan menurun itu merupakan kegagalan sebagai pemimpin.

Amanat ini disampaikan Kapolres dalam amarannya saya melakukan serahterima jabatan empat perwira dijajaran Polres Inhil dihalaman Mapolres, jalan Gadjah Mada Tembilahan, rabu (11/5/2016)

“Sebagai pemimpin kita harus mampu megawasi dan mengendalikan bawahan. Jika kinerja menurun itu sama artinya dengan kegagalan dalam memimpin,” Pesan Kapolres.

Kapolres juga meminta kepada perwira yang menempati jabatan baru untuk dapat menjalankan amanah sesuai dengan tanggungjawab yang diembankan.

Keempat perwira yang mendapat mutasi adalah Kasat Lantas Polres Inhil AKP Ahmad Salmi yang dimutasi ke Polda Riau sebagai Kasi Gakkum Ditlantas, Kapolsek Mandah Hendri Suparto dimutasi sebagai Kapolsek Kampar, PAUR Humas Polres Inhil Iptu Warno Akman dimutasi sebagai Kapolsek Mandah dan terakhir Kanit Turjawali Polresta Pekanbaru AKP Jusli dimutasi untuk menduduki jabatan baru sebagai Kasat Lantas Polres Inhil./ Mirwan




Inhil Tuan Rumah Rakor Bazda se Provinsi Riau

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Indragiri Hilir menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) BAZDA se-Provinsi Riau tahun 2016. Rakor tersebut akan berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 9 hingga 11 Mei 2016 di Gedung Puri Cendana Tembilahan.

“Kegiatan ini sudah diagendakan pada rakornas baznas tahun sebelumnya dan atas dukungan pemerintah akhirnya bisa diadakan di Inhil,” kata Ketua Bazda Kabupaten Inhil H Syamsurizal Awie, kemarin.

Menurutnya, Rakor tahun ini lebih difokuskan terhadap sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan yang ada. Sebab selama ini, zakat yang diterima mayoritas hanya dari kalangan PNS dan masyarakat umum.

Untuk itu, targetnya bagaimana kedepan omset zakat bisa bertambah dan kegiatan sosialpun akan lebih dinikmati bagi penerima zakat.

“Semoga kedepan nantinya tidak hanya dari PNS ataupun pegawai BUMD saja, namun perusahaan-perusahaan turut berpartisipasi dalam menyukseskan program Bazda,” imbunya./ Mirwan/Adv