Jelang Ramadan, Bunyi Petasan Mulai Ganggu Ketentraman Masyarakat

Tembilahan, detikriau.org – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan, tidak hanya malam hari, siang bolongpun letusan suara petasan mulai kerap terdengar hampir disetiap sudut kota Tembilahan. Yang lebih mengkhawatirkan pengguna barang yang cukup berbahaya ini kebanyakan dari anak-anak usia sekolah dasar. Masyarakat berharap adanya pengawasan dari aparat kepolisian agar nantinya tidak menimbulkan dampak yang membahayakan.

“terusterang kita khawatir dengan semakin maraknya pengunaan petasan menjelang Ramadan ini. Sepertinya untuk mendapatkannya sangatlah mudah. Bahkan penggunanya banyak dari kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Ini tentunya sangat berbahaya jika tanpa pengawasan,” Ungkap khawatir salah seorang warga Tembilahan, Rudi (41), selasa (24/5/2016)

Disamping cukup berbahaya ditambahkan rudi, Mudahnya memperoleh petasan membuat sebagian kalangan yang menggemarinya tidak lagi peduli dengan kenyamanan lingkungan sekitar. Hampir saban malam bahkan disiang hari suara kebisingan memekakkan telinga. Lama kelamaan kondisi ini mulai menuai keresahan masyarakat. Ironisnya sejauh ini belum ada tindakan dari aparat keamanan.

“jika tidak segera diambil tindakan dan terus berlanjut hingga bulan ramadan, kegaduhan yang ditimbulkan suara petasan tentunya akan menggangu kenyaman umat islam dalam menjalankan ibadah,” ujar Rudi

Kata Rudi juga, biasanya seperti menjelang bulan ramadan tahun-tahun sebelumnya polisi selalu merazia para pedagang namun ditahun ini belum ada tindakan. Pedagang petasan menurutnya harus ditertibkan karena dipastikan akan berdampak tidak baik bagi penggunanya apalagi juga mengganggu ketentraman masyarakat.

“Kalau kembang api masih dapat dimaklumi namun petasan tentu berbahaya,” Tutup Rudi./ Aam




Wakili Riau, Pelajar SMAN 1 Tembilahan Ini Ikuti Seleksi Paskibraka di jakarta

TEMBILAHAN, detikriau.org – Encik Muhamad Fajar namanya, siswa kelas X SMA Negeri 1 Tembilahan menjadi duta Pemerintah Provinsi Riau untuk mewakili Riau mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional tahun 2016.

Remaja pasangan Encik Patimura dan Maisarah warga jalan Lingkar II Tembilahan Kota kelahiran 28 Januari 2000 ini merupakan putra daerah asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Ia berhasil menyingkirkan sekitar 62 peserta dari Inhil serta sekitar 38 peserta se-Riau. Dimana, seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Riau sejak tanggal 12 sampai 14 Mei 2016 itu diikuti sebanyak 38 orang.

Dari jumlah itu, 4 diantaranya dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Nasional, salah satunya adalah Fajar.

“Awalnya, dari puluhan orang kita pilih 5 diantaranya seleksi di Pekanbaru, selanjutnya Fajar ini lulus dan selanjutnya akan mengikuti tes di tingkat Nasional pada bulan Juli mendatang,” kata Kabid Pemuda Disporabudpar Kabupaten Inhil, H Fajri Jauhari, Selasa (24/5/2016).

Disekolahnya Fazri dikenal mudah bergaul dan berperilaku baik dan ia tergolong pelajar kebanggaan di sekolah tempatnya mengenyam pendidikan.

“Anaknya baik, sopan dan ramah,” kata Kepala SMA Negeri 1 Tembilahan, M Fauzi.

Dijelaskan, sebelumnya SMA tersebut cukup lama tidak melakukan pelatihan Paskibraka. Namun berselang waktu, pihaknya kembali mencari bibit-bibit baru untuk keahlian dibidang itu.

Tak lama kemudian, pelatih Paskibraka melihat kemampuan Fajar cukup mapan sehingga direkomendasikan untuk menjadi Paskibraka Kabupaten.

Selanjutnya, Pemkab Inhil malah merekomendasikan mengikuti seleksi ke Provinsi dan kini berlanjut untuk mengikuti seleksi ditingkat pusat./ Mirwan




Tabrak Kayu, KM Mulya Putri Tengelam diperairan Dusun Saka Jalan

Mandah, detikriau.org – Kapal Motor Mulya Putri GT 28 bermuatan pasir tenggelam saat melintasi Kanal di Dusun Saka Jalan Desa Bente Kecamatan Mandah, Senin (23/5/2016) kemarin.

Kendaraan air bermesin  diesel kecil tersebut tenggelam sekitar pukul 15.00 WIB setelah menabrak tunggul kayu yang menyebakan lambung motor bocor.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Mandah, Iptu Warno Akman membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta,” kata Kapolsek Mandah, kepada detikriau.org, Selasa (24/5/2016).

Saat itu, lanjutnya, pompong dinahkodai oleh Usdar (57) warga Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Meranti. Awalnya, kondisi kanal sulit untuk dilewati kendaraan air lainnya karena posisi motor tersebut tenggelam melintang.

Dan sekarang, kepolisian beserta masyarakat setempat telah memposisikan badan motor ke tepian kanal agar tidak menggangu arus tranportasi./ Mirwan




Bukan Hantu, Tapi Yang Satu Ini Ternyata Juga Membuat Anggota DPRD Inhil Ini Merinding…

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat berharap Pemkab Inhil melalui Dinas terkait untuk segera kembali melakukan pelelangan terhadap delapan paket pekerjaan peningkatan badan jalan yang sebelumnya sempat hilang tayang dari laman lpse.inhilkab.go.id

Menurut masyarakat, kerusakan infrastruktur jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Jikalau pekerjaan proyek itu dapat tuntas dilaksanakan, keluhan masyarakat selama bertahun-tahun tentunya akan terobati.

“Kita berharap pemerintah untuk mensegerakan pekerjaan ini. Ini impian masyarakat selama bertahun-tahun. Jangan pupuskan harapan kami yang sudah didepan mata,” Sampaikan salah seorang warga Teluk Pinang, Adi baru-baru ini di Tembilahan.

Menurut Adi, selama bertahun-tahun infrastruktur jalan menuju ke Desanya dalam kondisi sangat memprihatinkan. Disaat musim penghujan, badan jalan yang membentang di tiga Kecamatan itu menjelma tak-ubahnya seperti kubangan sapi. Dan disaat musim kemarau, lubang jalan dan debu beterbangan menyesakkan dada.

“Masyarakat tidak ingin tau persoalan apa yang kini menjadi penyebab pekerjaan yang sebelumnya sudah sempat dilelang itu kembali dibatalkan. Yang kami tau dan inginkan pekerjaan ini dapat terlaksana dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat secepatnya,” Pintanya, baru-baru ini di Tembilahan

Senada dengan harapan masyarakat, anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri-pun menyampaikan harapan serupa.

Menurut politisi Partai Nasional Demokrat Inhil ini, pekerjaan yang seluruhnya didanai melalui DAK ini harus tuntas. Jika tidak, ia memastikan entah kapan dana untuk pekerjaan peningkatan badan jalan ini kembali bisa didapatkan.

“Hari ini anggarannya sudah tersedia. Apalagi masalahnya. Segerakan prosesnya agar harapan masyarakatpun bisa disegerakan pemenuhannya,” Pinta Zulbahri, senen (23/5/2016).

Dalam hearing bersama Satker terkait dua pekan sebelumnya, Dewan juga sudah meminta dan mewanti-wanti Pemkab Inhil untuk mensegerakan penyelesaian proses lelang delapan paket tersebut. Bahkan menurutnya juga, Dewan sebelumnya sudah memintakan proses lelangnya kembali dilakukan selambatnya pada pekan kemaren. “Pekan lalu sudah selesai. Nyatanya hari inipun proses lelangnya belum juga dilakukan,” Kesal pria yang kerap dikenal bicara kritis ini.

Bahkan menurut Zulbahri, terus terang ia mengaku “merinding” jika membayangkan pekerjaan tersebut sampai gagal. Jika hal itu sampai terjadi, dampaknya akan sangat besar.

“Lepaskan kegiatan itu dari segala kepentingan pribadi. Harus tuntas!. Ingat jaman Bupati Azwin Jakob, 5 Tahun Inhil tidak dapat kucuran dana karena tidak mampu menuntaskan pekerjaan yang didanai melalui APBN,” Pungkasnya./dro




Pemkab Inhil Cari 2 Orang Petugas Haji

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Bagian Kesra sedang membuka pendaftaran sebagai Tim Petugas Haji Daerah (TPHD).

Kabag Kesra Setdakab Inhil, H Arifin mengatakan, 2 orang petugas TPHD ini nantinya akan ditugaskan untuk membimbing jamaah haji asal Inhil tahun 2016.

“Kita akan lakukan seleksi atau tes terhadap pelamar. Kita mencari petugas haji yang berkualitas dan bertanggung jawab,” kata Arifin, pekan kemaren.

Saat ini, pendaftaran tersebut sudah berlangsung dan akan dilakukan tes pada minggu keempat bulan Mei ini.

Adapun syaratnya, yang paling utama adalah persoalan teknis seperti usia dari 25 sampai 55 tahun, pendidikan minimal Strata 1 dan mencakup ilmu pengetahuan umum, ilmu manasik haji, bahasa arab dan bahasa inggris.

“Petugas yang terpilih nantinya dituntut kemampuan dan keprofesionalannya, agar nantinya jamaah haji merasa terbantu dengan adanya petugas tersebut,” imbuhnya./Mirwan




Hampir Sebulan, 13 Koperasi Telah Ajukan Pengaktifan Kembali

TEMBILAHAN, detikriau.org – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih memberi kesempatan bagi koperasi pasif untuk mengurus pengaktifan kembali.

Sesuai pernyataan Kepala Diskop UMKM Inhil Dianto Mampanini sebulan yang lalu. Yang mana, bagi  koperasi pasif diberi kesempatan 2 bulan untuk mengurus sebelum dibubarkan. Waktu itu, Diskop telah mendata sebanyak 116 koperasi sebagai daftar rencara pembubaran.

Kabid Koperasi Diskop UMKM Inhil, Masril kemarin menjelaskan bahwa saat ini masih ada sekitar 103 koperasi yang termasuk dalam daftar rencana pembubaran tahun 2016.

Artinya, dari 116 koperasi sebelumnya, sudah ada 13 koperasi yang mengurus untuk diaktifkan kembali dari statusnya koperasi pasif.

Dari 103 koperasi yang masih masuk dalam daftar rencana pembubaran tahun 2016 tersebar pada beberapa kecamatan yakni Tembilahan 18 Koperasi, Tembilahan Hulu 4, Tempuling 4, Kempas 6, Enok 8, Kuindra 4, Concong 1, Batang Tuaka 3, GAS 4, Gaung 4, Tanah Merah 2, Reteh 2, Sungai Batang 2, Mandah 4, Keritang 7, Kemuning 4, Kateman 9, Pelangiran 5, Teluk Belengkong 7, Pulau Burung 5./ Mirwan