Di Teratak Sepakat, Program Peduli Dhuafa Resmi di Canangkan

Tembilahan, detikriau.org – Program Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Peduli Dhuafa resmi dicanangkan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Pahrolrozy, Jum’at (3/6/2016).

Prosesi pencanangan yang dipusatkan di panggung Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) ini, dimulai dengan pelaksanaan sunat massal 1.000 anak terutama dari kalangan kurang mampu.

Tampak hadir saat itu, sejumlah Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil, jajaran Dinas Kesehatan, Camat, Upika, Lurah dan Kades se-Kecamatan GAS, serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, H Zainal Arifin MKes mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 27 Puskesmas dan dipusatkan di Kelurahan Teluk Pinang ini tidak termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena semuanya berasal dari sponsor dan keluarga besar Diskes Kabupaten Inhil.

“Sponsor kita Bank Riau Kepri, yang memberikan 1.000 peci dan sarung, serta dari Badan Amil Zakat (BAZ) dan keluarga besar Diskes, yang jika dikonversikan ke dalam rupiah sebesar Rp 500 juta,” tutur Kadiskes Zainal.

Selanjutnya, mantan Direktur RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru ini menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan setiap tahun, apalagi mengingat antuasias masyarakat yang mengikutinya sangat besar. Ini dibuktikan dengan membludaknya peserta yang mendaftar di setiap Puskesmas.

“Kita harapkan, ke depan kerjasama dengan para sponsor bisa lebih ditingkatkan lagi dan pelaksanaannya bisa lebih baik dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Fahrolrozy berharap agar kegiatan tersebut dapat terus dilakukan, sehingga nantinya tidak ada lagi anak-anak dari kalangan kurang mampu yang belum disunat.

Apalagi memang, selain dalam upaya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui kegiatan ini juga ada unsur yang inovatif dalam pemanfaatan dana BAZ dari yang selama ini hanya cenderung pada kegiatan konsumtif saja./ Adi/adv




Begini Jeritan Ruh Kepada Pemandi Jenazah

Begini Jeritan Ruh Kepada Pemandi JenazahKetika ajal datang menjelang, maka terputus sudah semua urusan di dunia. Manusia akan menuju alam barzah dan menunggu datangnya hari kiamat. Mereka yang masih hidup, memiliki kewajiban untuk mengurus jenazah.

Mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan, hingga mengantarkan ke liang lahat. Dari banyak prosesi ini, memandikan jenazah lah yang paling sulit. Karena itu, tidak sedikit pihak keluarga yang mengundang pemandi jenazah untuk membersihkan kondisi mayit.

Ternyata, ada kejadian yang dijelaskan Rasulullah SAW ketika proses pemandian mayit. Ruh jenazah tersebut memanggil dengan suara didengar seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Kitab karya Imam Abdirrahin bin Ahmad Al-Qadhiy menjelaskan tentang bagaimana sakitnya ketika menjalani proses sakaratul maut. Setelah malaikat Izrail sudah menyelesaikan tugasnya, maka tubuh yang sudah menjadi jenazah akan dimandikan, untuk kemudian dikafani, disalatkan dan dimakamkan.

Diceritakan oleh Aisyah ra, ketika itu, Ia tengah menunggu suaminya Rasulullah SAW kembali ke rumah. Ia mengucapkan salam dan kemudian berdiri untuk menyambut sang Nabi kecintaan Allah tersebut.

“Duduklah di tempatmu, tidak usah berdiri wahai Ummul Mukminin,” begitu ucap Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW kemudian turut duduk bersama Aisyah dan kemudian meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya tersebut.  Aisyah lantas mencari uban pada jenggot Rasulullah dan menemukan 19 helai rambut yang sudah memutih.

Aisyah kemudian berpikir dalam hatinya, “Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya.” Maka Ia pun menangis sehingga mengalir air matanya jatuh menitis pada wajah Baginda Rasulullah.

Sadar terkena tetasan air mata istrinya, Rasulullah pun kemudian terbangun dari tidurnya. “Wahai ummul mukminin, apa yang membuatmu menangis? “tutur Rasulullah SAW.

Aisyah ra kemudian menceritakan apa yang ia rasakan setelah melihat uban-uban Rasulullah SAW tersebut.

“Tahukah kamu, kondisi apakah yang paling menyusahkan bagi mayit?” Kata Rasulullah SAW.

“Tidak ada kondisi yang paling menyusahkan atas diri mayit dari saat keluar dari rumahnya, anak-anak yang ditinggalkan berada di belakangnya, serta menangisinya,” kata Rasulullah.

“Itu memang menyakitkan, tapi masih ada lagi yang jalan pedih dari itu,” sahut Rasulullah SAW. “Tidak ada kondisi yang lebih berat atas diri mayit dari saat dia dimasukkan dalam liang lahat dan dikubur dibawah tanah, para kerabat, anak dan istrinya meninggalkannya pulang.Setelah itu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya,” ujar Aisyah.

Baginda kemudian tersenyum simpul mendengar jawaban istrinya ini. Beliau lantas  menjelaskan  bahwa sesungguhnya saat yang paling berat bagi mayit adalah ketika datangnya “Tukang Memandikan Mayit.”

Pemandi jenazah biasanya akan melepaskan cincin yang dipakai si mayit, melepaskan pakaiannya kemudian memandikannya. Saat itu, ruh akan menjerit kuat dimana suaranya  dapat didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.

“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah?“ tanya Aisyah.

“Hai tukang memandikan, demi Allah aku memohon kepadamu agar engkau mencopot pakaianku dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya saat ini aku sedang istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut,“ begitu ungkap Rasulullah SAW.

Aisyah kemudian semakin penasaran, “Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh …?“tanya Aisyah ra lagi.

“Hai tukang memandikan, demi Allah jangan engkau tuangkan air panas, jangan engkau gunakan air panas dan jangan pula air dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar sebab dicabutnya nyawaku,“papar Rasulullah SAW.

“Lalu ketika dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu …?“tanya Aisyah ra lagi.

Dan ketika dimandikan, ruh itu berkata,“Demi Allah, hai tukang memandikan, janganlah engkau pegang diriku terlalu kuat, sesungguhnya jasadku masih terluka karena keluarnya nyawa,“tutur Rasulullah SAW.

Semoga informasi ini menambah rasa takut kita kepada Allah SWT. Jika memiliki referensi yang lebih lengkap, silakan memberikan info pada kolom yang sudah tersedia. Terimakasih sudah membaca.

sumber: infoyunik




Letkol Inf Edison S Sinabutar: Inhu Selalu di Hati Saya

Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Edison S Sinabutar. Foto: net
Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Edison S Sinabutar. Foto: net

Rengat, detikriau.org – Kurang lebih satu setengah tahun, Letkol Inf Edison S Sinabutar menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0302 Inhu. Selama kurun waktu tersebut, berbagai pengalaman saat menjalankan tugas, mulai dari penanganan Karlahut, membantu kelompok tani dalam meningkatkan produksi pertanian serta tugas-tugas lain membuat ia merasa bangga pernah bertugas di kabupaten Inhu.

“Terima kasih atas kerjasama, suport dan dukungan semua pihak selama satu setengah tahun ini. Banyak pengalaman yang menambah wawasan serta pengetahuan saya terkait tugas di satuan wilayah Kabupaten Inhu. Saya meninggalkan Inhu untuk menjalankan tugas. Meski sudah tidak berada disini namun Inhu selalu ada di hati saya,” tutur mantan Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Edison S Sinabutar didampingi Istri pada malam pisah sambut Dandim 0302 Inhu di Gedung Dang Purnama Rengat, Kamis (02/06/2016) malam.

Pada kesempatan itu, Edison juga mengajak semua pihak tetap mendukung serta bekerjasama guna mensukseskan program pembangunan Pemkab Inhu demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya target mewujudkan swasembada pangan.

“Jika masyarakat sejahtera hal itu akan berimbas pada ketahanan nasional,” ujar Letkol Inf Edison S Sinabutar yang selanjutnya akan menempati jabatan barunya sebagai Kasdim 0201 BS Medan. Ia juga meminta maaf jika selama menjalankan tugas 1 tahun enam bulan ini masih ada kekurangan.

Dandim 0302 Inhu yang baru, Letkol Inf Mujibburahman Hadi berharap mampu melanjutkan tugas dan menjalin kerjasama dengan semua, baik pihak pemerintah, Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat  demi mensukseskan pembangunan di Kabupaten Inhu.

“Ini menjadi pengalaman baru bagi saya. Sebab, selama ini penugasan lebih banyak di satuan tempur, namun untuk saat ini tugas yang diemban lebih kepada satuan wilayah yang lebih banyak berhubungan dengan masyarakat. Untuk itu, saya berharap doa serta restu sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik,” ungkap Letkol Inf Mujibburahman Hadi yang sebelumnya menjabat Komandan Batalyon 131 Payakumbuh Sumatra Barat.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal menyampaikan terima kasih sekaligus selamat jalan kepada Letkol Inf Edison S Sinabutar. Menurutnya, banyak pengalaman khususnya bersama Bupati Inhu H Yopi Arianto ketika menggunakan sepeda motor menjemput aspirasi masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa.

“Semoga apa yang kita rasakan dan pengalaman-pengalaman tugas tetap dikenang serta silaturahmi tetap terjalin. Dan ucapan selamat datang kepada Dandim yang baru,  jangan khawatir karena kami atas nama Pemkab Inhu menerima dengan tangan terbuka dan hati yang lapang,” ungkap Wabup Khairizal.

Acara pisah sambut malam tadi juga menampilkan beberapa hiburan mulai dari grup vokal Trio Lusita Pekanbaru, Persit dan penampilan pencak silat Satria Muda asuhan Kodim 0302 Inhu.(zal)

 




Pemkab Inhil Sosialisasikan 2 Permenkeu RI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mensosialisasikan dua Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) RI di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Kamis (2/6/2016) kemarin.

Kedua peraturan tersebut adalah Permenkeu nomor: 235/PMK.07/2015 tentang Konversi Penyaluran Dana Bagi Hasil dan atau Dana Alokasi Umum dalam bentuk non tunai dan Permenkeu nomor: 48/PMK.07/2016 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil H Said Syarifuddin, Asisten III Setdakab Inhil, Staf Ahli Bupati, Kadis Kaban dan Kabag serta Camat se-Kabupaten Inhil.

Dalam sosialisasi, tampak dihadiri juga oleh dua orang dari Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI yakni Khendra Al Asyari dan Dadang Budi Hartono.

Tujuannya, untuk mendorong pengelolaan APBD yang sehat, efisien dan efektif serta penyerapan APBD yang maksimal dan tepat waktu untuk mempercepat pembangunan di daerah Inhil.

“Kegiatan ini tentunya penting dilaksanakan karena berbagai persoalan dan penafsiran di dalamnya harus diterapkan dengan pemahaman yang luas bagi Pemprov hingga Pemkab se-Indonesia,” kata Asisten III Setdakab Inhil, Hj Djamilah.

Ditambahkan, dengan mempelajari Permen tersebut maka pengelolaan transfer ke daerah hingga ke desa diharapkan akan dapat menambah wawasan dan penguasaan pengetahuan mengenai pengelolaannya.

“Saya tidak ingin pemerintah desa terjebak pada pengelolaan yang tidak sesuai dengan perencanaan, sehingga terjadi kebocoran anggaran yang tidak hanya merugikan aparatur pengelola namun program dan kegiatan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat yang dapat terhambat,” tandasnya./Mirwan/adv




Raih Suara Terbanyak, Idris Mulak Pimpin Forum Komunikasi Wartawan Inhil

Idris Mulak (pojok kiri) foto bersama Sekda Inhil (kanan baju batik merah) dan kandidat lainnya menjelang acara pemilihan
Idris Mulak (pojok kiri) foto bersama Sekda Inhil (kanan baju batik merah) dan kandidat lainnya menjelang acara pemilihan

Tembilahan, detikriau.org – Drs Idris Mulak terpilih untuk memimpin Forum Komunikasi Wartawan Inhil (FKWI) hingga masa tiga tahun kedepan setelah menyisihkan tiga kandidat calon ketua lainnya dalam kegiatan konfensi FKWI ke 4 di Gedung Engku Kelana Tembilahan, kamis (2/6/2016).

Berdasarkan Hasil pengumpulan suara, Idris mulak memperoleh 45 Suara, Herdodo 30 suara, Salehudin 27 suara dan Andang Yudiantoro dengan 3 suara.

Terpilih untuk menakhodai organisasi tempat kongkow kuli tinta liputan Inhil yang didirikan ditahun 1999 ini Idris berjanji untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan wartawan khususnya kepada wartawan yang melakukan peliputan di wilayah Inhil

“saya akan berupaya menjalankan organisasi ini demi kesejahteraan kita bersama. Dengan catatan tentu perlu dukungan dari semua pihak” Sampaikan Idris

Kepada tiga calon ketua lainnya yang ikut dalam pemilihan ketua FKWI saat ini Idris juga mengajak untuk bersama-sama menuangkan pemikiran demi kemajuan FKWI kedepannya./ dro




Wakili Bupati, Sekda Hadiri Acara Konferensi FKWI

Mewakili Bupati, Sekda Inhil, H Said Syarifuddin memberikan sambutan
Mewakili Bupati, Sekda Inhil, H Said Syarifuddin memberikan sambutan

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil, HM Wardan memberi apresiasi dengan terlaksananya konferensi Forum Komunikasi Wartawan Inhil (fkwi) ke 4 yang dilaksanakan di gedung engku kelana, tembilahan,  Kamis (2/6/2016).

Menurut Bupati, tugas seorang jurnalis adalah sebuah tugas mulia yang patut dibanggakan dan mendapatkan penghormatan

‘Jika ada yang beranggapan pers sebagai momok menakutkan, itu anggapan yang tidak benar karena pers sangat dibutuhkan sebagai penyampai informasi ditengah-tengah masyarakat ‘ sampaikan Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Inhil H Said Syarifudin

Pers setiap harinya membutuhkan sumber informasi yang nantinya dapat dikemas menjadi sebuah karya jurnalistik untuk dihadirkan bagi masyarakat. Sebaliknya narasumber, dalam hal ini pemerintah memang membutuhkan keberadaan pers untuk menyampaikan berbagai program pembangunan maupun penyampaian informasi berbagai kebijakan kepada masyarakat.

‘Ini sebuah hubungan saling menguntungkan dan saling membutuhkan. Keberadaan kedua-duanya tentunya sama pentingnya’ lagi kata Bupati

Melalui kegiatan konferensi sekaligus pelaksanaan pemilihan nakhoda organisasi yang memayungi kuli disket ini Bupati berharap nantinya akan terpilih ketua yang dapat membawa fkwi kearah yang lebih baik kedepannya.

“Tentunya sosok pimpinan yang memiliki idealisme sekaligus berjiwa luhur dan memiliki motifasi untuk membangun daerah.” pungkas Bupati

Konferensi fkwi ke 4 ini disampingnya dihadiri Bupati yang diwakili sekda juga dihadiri oleh pendiri fkwi, mahyuni, wartawan liputan Inhil termasuk utusan perwakilan anggota organisasi pers nasional AJI dan PWI./ dro