Serobot Lahan, Ratusan Warga Desa Rambaian dan Sungai Rawa Demo Ke PT CPK

GAS (detikriau.org) – Ratusan warga desa Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka (Gas) dan desa Sungai Rawa Kecamatan Gaung melakukan aksi demonstrasi ke kantor PT Citra Palma Kencana (CPK), Kamis (4/8/2016) kemarin.

Aksi tersebut sebagai tanda kecewa atas dugaan tindakan pihak perusahaan yang melakukan penyerobotan puluha herta lahan serta kerusakan perkebunan kelapa akibat serangan hama kumbang.

Dari persoalan itu, warga merasa dirugikan dan mendesak kepada PT CPK untuk bertanggungjawab. Paling utama, sesegera mungkin menuntaskan persoalan sengketa lahan yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu.

“Kami menuntut untuk bertanggungjawab atas tindakan kerusakan dari perusahaan, karena selama ini kami sudah terlalu sabar,” kata salah seorang warga setempat.

Setahun yang lalu, salah seorang Kepala Dusun Desa Rambaian, Ahmad kepada detikriau.org sempat menerangkan bahwa warganya memiliki bukti surat kepemilikan yang sah dari pemerintah desa setempat, bahkan ada juga surat kepemilikan itu yang ditanda tangi oleh pemerintah kecamatan.

“Meski telah kita coba untuk melarang, perusahaan tidak pernah menghiraukan dan terus menyerobot lahan milik warga,” kata Ahmad./ Mirwan




Jum’atan, Harta Benda di Mobil Milik Jamaah Masjid Pancasila Ini di Sikat Maling

TEMBILAHAN (detikriau.org) – kaca mobil merk New Avanza 1,3 G/MT warna silver dengan nomor polisi BM 1577 GW dipecahkan pencuri, Jum’at (5/8/2016). Saat itu, mobil milik Sabri (30) warga Kabupaten Kampar ini sedang terparkir di depan mesjid Pancasila jalan Gerilya parit 7 Tembilahan Hulu.

Menurut informasi dari kepolisian, tindakan oleh orang tak dikenal tersebut berlangsung ketika korban sedang shalat Jum’at berjamaah. Setelah selesai shalat, korban kaget menyaksikan sejumlah jamaah lainnya berkerumun di sekitar mobil.

“Korban langsung mendekat ke TKP dan memeriksa isi mobil, ternyata 2 buah tas ransel miliknya telah raib,” ungkap Paur Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil), Ipda Heriman Putra.

Adapun isi kedua ransel tersebut adalah 1 unit Laptop Merk Lenovo 14 inch, 1 unit GPS Jengkol, 5 unit Hand Phone Merk Sony Ericson K 800, 1 unit Hand Phone Merk Sony Ericson W 995, 1 unit Hand Phone Merk Samsung Duos 2 inch, 1 buah Modem Merk Huawei, 5 buah Kabel Data, 1 buah kompas Merk Sunto, 1 dompet yg berisikan KTP, ATM BNI, SIM A dan C, ID Card BPJS dan Jamsostek serta STNK Ranmor roda 2.

Akibatnya, korban mengalami kerugian material kurang lebih mencapai Rp 15 juta. “Laporannya sudah masuk dan sekarang petugas Polsek Tembilahan Hulu masih melakukan penyelidikan keberadaan pelaku,” tandasnya./ Mirwan




Cegah Dampak SARA Upika Rengat Barat lakukan Focus Group Discussion (FGD)

Rengat,- detikriau.org, Deteksi dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta intoleransi di kecamatn Rengat Barat Unsur pimpinan kecamatan (UPIKA) Rengat Barat  melakukan Focus Group Discussion (FGD) Bertempat Di Aula Kantor Camat Rengat Barat kabupaten Inhu – Riau.

Hadir Ketua forum kerukunan ummat beragama kabupaten Inhu H Zulkipli Ghani, Perwakilan umat nasrani Pendeta Sitompul, Pemuka dan tokoh agama Muslim (MUI ) kecamatan Rengat Barat, H Cucu Sulaiman, pemuka  agama Budha, Suwarto,  Kepala Kesbangpol Adri Bahar SSos, Camat Rengat Barat Nurdjanah W SP , kapolsek Rengat Barat Kompol Frengki tambunan dan sejumlah anggota, Danramil 01 Rengat dan sejumlah anggota yang diwakili oleh Danpos Rengat Barat, Peltu  Murdi, lurah dan Kepala Desa se kecamatan Rengat Barat, BPD sekecamatan Rengat Barat, sejumlah tokoh dan pemuka Agama, dan sejumlah undangan.

Ketua kerukunan beragama kabupaten Inhu, H Zulkipli ghaniDalam sambutannya mengatakan deteksi dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta intoleransi di kecamatn Rengat Barat Mohon disikapi arif dan bijaksana, kita berharap kerukunan umat beragama secara umum khususnya di kabupaten Inhu dapat terjaga dengan baik, Cepat tanggap dengan apa yang akan terjadi saling menghormati dalam Beribadah  dan saling menjaga  kerukunan dan  terjamin keamanan dan kenyamanan bermasyarakat.”masalah kecil diharap dapat dihilangkan masalah besar dapat dikecilkan dan Padamkan api permusuhan, meski sampai saat ini tidak ada masalah yang timbul di kabupaten Inhu namun jangan sangka air tenang tak ada Buaya nya” ujarnya.

Kapolsek Rengat Barat Kompol Frengki Tambunan SIk, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan  FGD deteksi Dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta Intoleransi di kecamatan Rengat Barat mari kita jadikan Silaturrahmi atau sambung rasa umat beragama agar kita selalu rukun, akur, damai menjaga keamanan dan kenyamanan serta kamtibmas.

“Kondusif nya  Kecamatan Rengat Barat  karena adanya kerja sama dari Teman- teman  TNI, pemerintah  kecamatan Rengat Barat,  tokoh dan pemuka masyarakat tokoh agama, cerdik pandai yang ada di lingkup kecamatan Rengat barat dan Elemen lainnya, untuk itu  semoga keamanan dan kenyamanan seperti ini dapat terus kita pertahankan dan kita jaga bersama” paparnya.

Kepala Kesbangpol kabupaten Inhu Adri Bahar SSos Dalam sambutannya Memberikan Apresiasi kepada inspirator kegiatan ini terutama kepada Kapolsek Rengat Barat yang telah merumuskan deteksi dini
Konflik sosial dikecamatan Rengat Barat. ” Setau saya Kegiatan ini kegiatan pertama kali yang dilakukan di kabupaten Inhu , saya apresiasi sekali terutama kepada bapak Kapolsek Rengat Barat yakni Bapak Kompol Frengki Tambunan, yang telah mengispirasi deteksi dini konflik sosial, dan ini merupakan Kebutuhan kita bersama ” paparnya.(zal)

 




Sudah Bulan Agustus Bro, Progres BMSDA, Duuuuuuuh, Mengecewakan!

“1,250 persen untuk fisik dan 0,548 persen keuangan”

Tembilahan, detikriau.org – Hingga kini, progres realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) jauh dari harapan.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing antara Komisi III DPRD bersama DBMSDA, di ruang rapat Komisi III Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Kamis (4/8/2016).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD, Iwan Taruna didampingi Wakil Ketua, Edi Hariyanto dan para anggota ini, dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DMBSDA, Rudiansyah beserta jajarannya.

Pada kesempatan tersebut, Plt Kepala DBMSDA, Rudiansyah mengatakan bahwa sebelum terjadinya pengurangan, jumlah kegiatan yang akan dilakukan pelelangan sebanyak 130 paket, sedangkan penunjukan langsung 184 paket.

“Mudah-mudahan, sebelum tanggal 17 Agustus ini angka pengurangan dan item-itemnya sudah didapat, sehingga kita tidak menunggu-nunggu lagi, yang bisa dilelang langsung saja dilelang dan dikerjakan,” tutur Rudiansyah.

Terkait dengan progres realisasi fisik dan keuangan pada APBD tahun 2016 ini, dijelaskan Rudiansyah baru mencapai sekitar 1,250 persen untuk fisik dan 0,548 persen keuangan. Rendahnya progres tersebut, dikarenakan belum dipastikannya apa saja yang termasuk dalam pengurangan anggaran 35 persen untuk setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Saya yakin, kalau tidak ada kendala Bulan Agustus ini akan meningkat cukup tajam, karena ada beberapa kegiatan sudah diumumkan pemenangnya, seperti 8 paket pekerjaan yang akhir-akhir ini cukup menjadi sorotan,” terangnya.

Menanggapi penjelasan tersebut, Anggota Komisi III DPRD, Asnawi menyatakan keheranannya, karena APBD sudah disetujui sekitar 10 bulan yang lalu. Dan persoalan seperti ini sudah hampir setiap tahun terjadi, tanpa adanya perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kenapa kita tidak mencontoh kabupaten lain, yang sesegera mungkin melaksanakan kegiatannya. Kondisi ini tentu akan berdampak langsung kepada pimpinan daerah,” kata Asmawi.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD lainnya, Zulbahri mengibaratkan kondisi ini seperti menepuk air ke muka mereka. Pasalnya, isu pengurangan anggaran tersebut sudah beredar sekitar 4-5 bulan yang lalu, tetapi sampai sekarang belum juga dipastikan apa saja yang akan dikurangi, sehingga dampaknya menghambat pelaksanaan kegiatan dan pembangunan daerah.

“Kita harapkan jangan sampai berlarut-larut, supaya tidak menjadi ribut nantinya. Apa yang menjadi kendala dan persoalan di lapangan, seharusnya bisa dicari solusi secara bersama-sama, karena kita di DPRD juga bagian dari pemerintahan,” pungkasnya./ Adi




Acungan Jempol Buat KSKP. Berlakukan Larangan Aktivitas Warung Remang di Kawasan Pelabuhan

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolsek KSKP Tembilahan, Ipda Agus Susanto menegaskan tidak diperbolehkan lagi melakukan aktivitas hiburan atau caffe remang-remang di area pelabuhan Pelindo Tembilahan.

Menurut Agus, selama ini ia mendapati kawasan itu difungsikan sebagai lokasi hiburan seperti karoke bahkan dengan hanya menggunakan penerangan seadanya alias remang-remang. Untuk itu, pihak terkait melakukan peninjauan kembali agar tempat itu kembali seperti fungsi semula yakni sebagai tempat kuliner.

“fungsikan sesuai dengan tujuannya. untuk area pelabuhan, itu bukan tempat hiburan (karaoke, red) melainkan tempat kuliner,” kata Agus Susanto dalam pertemuan di ruang rapat kantor PT Pelindo jalan Jendral Sudirman, Rabu (3/8/2016).

Menurut Kapolsek, selama ini kondisi lokasi tersebut bukan mencerminkan sebagai tempat kuliner, tidak hanya menyelewengkan ketentuan semula namun juga dinilai sangat rawan terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Kami akan terus melaksanakan razia supaya tidak ada lagi ditemukan tempat hiburan dan tempat kuliner dalam keadaan gelap. Dan saya tegaskan, pukul 00.00 WIB sudah harus menghentikan aktivitasnya,” pungkasnya./Mirwan




Oktober 2016, Disbun Inhil Lepaskan Varietas Kelapa Pasang Surut

gbr ilustrasi bibit kelapa dalam
gbr ilustrasi bibit kelapa dalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan melepaskan varietas kelapa pasang surut pada bulan Oktober 2016 mendatang.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Disbun Kabupaten Inhil Tantawi Jauhari melalui Kabid Perkembangan Perkebunan, Saiful Fitri kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (3/8/2016).

“Kalau tidak ada hambatan, bulan Oktober nanti kita melepas varietas kelapa pasang surut. Nama pasang surut tersebut sudah didaftarkan secara resmi di Dirjenbun Jakarta beberapa waktu lalu,” kata Saiful.

Dijelaskan, tujuan nama paritas tersebut sebagai bentuk mencirikhaskan Kabupaten Inhil sebagai hamparan kepala dunia. Disamping itu juga sebagai langkah meningkatkan perekonomian masyarakat dibidang perkelapaan.

Disbun tidak sendiri, wacana itu akan berlangsung bekerjasama dengan pihak Palma Manado. Menurut Saiful, pihak dari Manado tersebut siap memfasilitasi segala upaya dalam mengembangkan paritas kelapa pasang surut.

“Sekarang ini kita masih sibuk menuntaskan pekerjaan secara administrasi,” tutupnya./Mirwan